Anda di halaman 1dari 2

BAB XI

Industry Review - Itik

BAB XI
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
11.1. Kesimpulan
Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari Industri Review Itik adalah
sebagai berikut :
1. Peluang pengembangan usaha ternak itik semakin terbuka luas.
Hal ini ditandai dengan meningkatnya potensi permintaan produkproduk peternakan itik seiring dengan laju pertumbuhan penduduk,
berkembangnya usaha-usaha pangan yang menggunakan bahan
baku dari produk-produk ternak itik.
2. Pemilihan dalam pemeliharaan itik (pola intensif, semi-intensif,
ataupun ekstensif) menentukan besarnya modal usaha yang
dibutuhkan serta tingkat keuntungan peternak. Umumnya modal
yang dibutuhkan untuk usaha itik petelur lebih banyak terserap
untuk pakan dan bibit Itik Dara. Produktivitas itik lokal masih
rendah, sehingga keuntungan yang diperoleh peternak pun masih
rendah. Demikian halnya dengan usaha Telur itik, modal banyak
terserap untuk pengadaan bahan baku (telur itik). Sementara
harga telur itik sendiri cukup berfluktuasi.
3. Secara finansial dengan tingkat suku bunga 19%, usaha itik petelur
(pola semi-intensif dan ekstensif) serta usaha telur asin layak
dilakukan. Hal ini terlihat dari nilai NPV yang positif, IRR lebih besar
dari tingkat suku bunga, serta B/C Ratio yang lebih dari satu.
Berdasarkan kriteria sensitivitasnya, pemeliharaan secara semiintensif masih layak dilaksanakan hanya dengan kenaikan harga
bibit dan pakan, masing-masing hingga 23% dan 17%. Adapun pola
ekstensif, usaha ini relatif masih layak kenaikan harga input
produksi

maupun penurunan harga jual produk hingga 25%.

Berbeda dengan usaha telur asin, usaha ini sangat rentan dengan
kenaikan harga

bahan baku, penurunan harga jual produk,

(maupun kombinasi dua keadaan tersebut) masing-masing hingga


25% dan 22%.

Khusus kalangan sendiri. Dilarang memperbanyak dengan cara apapun


Tanpa izin tertulis PT. BRI (Persero)

94

BAB XI
Industry Review - Itik

11.2. Rekomendasi
1. Pola pemeliharaan ekstensif dan semi-intensif merupakan pilihan
yang paling sesuai mengingat tingginya harga pakan itik. Namun
pemberian pakan konsentrat juga penting bagi produktivitas itik
petelur mengingat kandungan nutrisi yang baik.
2. Apabila peternak lebih memilih beternak dengan pola intensif,
yang harus dilakukan agar usaha ini menjadi layak adalah
membuat

pakan

alternatif

(racikan

sendiri)

dengan

formula

tertentu yang kandungan nutrisinya tetap sama dengan pakan


konsentrat pabrik.
3. Inovasi-inovasi teknologi pembuatan pakan ternak menjadi kunci
keberhasilan usaha peternakan itik. Tingkat produktivitas yang
tinggi menjadi sasaran pengembangan usaha peternakan itik yang
ditunjang dengan adanya penelitian dan pengembangan pakan
yang lebih ekonomis tanpa mengabaikan kandungan nutrisinya.
Oleh karena itu, perbankan juga perlu memperhatikan aspek
teknologi pakan tersebut, sehingga dapat mempertimbangkan
aspek kelayakan usaha itik.
4. Selain itu ada baiknya pihak bank tetap memberikan keringanan
dalam pemberian kredit, terutama suku bunga yang lebih ringan.
Walaupun dengan tingkat suku bunga komersial saja usaha itik
petelur semi-intensif masih layak, namun usaha ini tetap rentan
terhadap perubahan harga komponen produksi maupun harga
jualnya.

Khusus kalangan sendiri. Dilarang memperbanyak dengan cara apapun


Tanpa izin tertulis PT. BRI (Persero)

95