Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAAN

Mendefinisikan Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Disusun oleh :
Haifa Zalikha
IKI 3

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

Bagaimana mendefinisikan WNI itu?


Warga Negara merupakan salah satu unsur pokok suatu Negara.
Menurut Aristoteles warga Negara adalah orang yang secara aktif ikut
menentukan kegitan kehidupan Negara, yaitu orang yang bias berperan
sebagai pemerintah dan orang yang diperintah. Menurut J.J Rousseau warga
Negara adalah peserta aktif yang senantiasa mengupayakan kesatuan
komunal. Pengertian warga Negara menunjukkan keanggotaan seseorang
dari institusi politik yang disebut Negara. Mereka sebagai obyek sekaligus
subyek dalam kehidupan negaranya. Oleh karena itu, seorang warga Negara
akan senantiasa berinteraksi dengan Negara dan bertanggungjawab atas
kelangsungan kehidupan negaranya.
Siapa yang bisa menjadi WNI?
Sedangkan siapa yang menjadi warga Negara suatu Negara masingmasing Negara memiliki aturan sendiri. Untuk menentukannya diatur dalam
konstitusi negaranya. Tentang siapa yang menjadi warga Negara Indonesia
ditetapkan dalam pasal 26 ayat (2) UUDS 1945 yaitu orang-orang bangsa
Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undangundang sebagai warga Negara. Yang dimaksud bangsa asli adalah suku-suku
bangsa yang sudah mendiami wilayah nusantara sejak dahulu secara turun
temurun yang menjadikan tanah leluhurnya menjadi sumber kehidupan,
menganggap tanah manunggal dengan dirinya yang diamanatkan oleh
nenek moyangnya untuk dijaga dan dipelihara. Sedangkan yang dimaksud
orang-orang bangsa lain misalnya orang peranakan Belanda, Tionghoa, Arab,
Inggris, India yang bertempat tinggal di Indonesia, mengakui Indonesia
sebagai tanah airnya dan bersikap setia kepada republic Indonesia dapat
menjadi warga Negara melalui undang-undang.
Pasal 26 ayat (3) menyebutkan, hal-hal mengenai warga Negara dan
penduduk diatur dengan undang-undang undang-undang yang mengatur

kewarganegaraan Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga sekarang


adalah sebagai berikut :
a. UU No. 3 Tahun 1946 tentang warga Negara dan penduduk Indonesia
b. UU

No.

Tahun

1958

tentang

kewarganegaraan orang-orang

China

penyelesaian

masalah

yang lahir dan tinggal

dwi
di

Indonesia
c. UU No. 62 Tahun 1958 tentang kewarganegaraan Indonesia
d. UU No. 4 Tahun 1969 tentang pencabutan UU No. 2 Tahun 1958
e. UU No. 3 Tahun 1976 tentang perubahan pasal 18 UU No. 62 Tahun
1958
f. UU No. 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan RI

Undang-undang yang berlaku saat ini adalah undang-undang No. 12


Tahun 2006. menurut ketentuan pasal 2 UU No. 12 Tahun 2006 yang
menjadi warga Negara Indonesia adalah : orang-orang bangsa Indonesia asli
dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai
warga Negara.
Berdasarkan pasal 4 UU No. 12 Tahun 2006 warga Negara Indonesia
adalah:
a. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan
atau berdasarkan perjanjian pemerintah republic Indonesia dengan
Negara lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi warga
Negara Indonsia
b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu
warga Negara Indonesia
c. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga
Negara Indonesia dan ibu warga Negara lain
d. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah seorang ayah warga Negara
asing dan ibu warga Negara Indonesia

e. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga
Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan
atau hokum Negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan
kepada anak tersebut
f. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya
meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga Negara
Indonesia
g. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga
Negara Indonesia
h. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga
Negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga Negara Indonesia
sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut
berusia 18 tahun atau belum kawin
i. Anak yang lahir di wilayah Negara republic Indonesia yang pada waktu
lahir tidak lelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya
j. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara republic
Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
k. Anak yang lahir di wilayah Negara republic Indonesia apabila ayah dan
ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketahui
keberadaannya
l. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Negara republic Indonesia dari
seorang ayah dan ibu warga Negara Indonesia yang karena ketentuan
dari

Negara

tempat

anak

tersebut

dilahirkan

memberikan

kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan


m. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
kewarganegaraannya, kemudian ayah dan ibunya meninggal dunia
sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia

Pasal 5 UU No. 12 Tahun 2006 menyatakan sebagai berikut :

a. Anak warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah,
belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh
ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai warga
Negara Indonesia
b. Anak warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 tahun diangkat
secara sah sebagai anak oleh warga Negara asing berdasarkan
penetapan pengadilan tetap diakui sebagai warga Negara Indonesia

Pasal 6 UU No. 12 Tahun 2006 menyatakan sebagai berikut :


a. Dalam hal status kewarganegaraan republic Indonesia terhadap anak
sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, huruf I,
dan pasal 5 berakibat anak berkewarganegaraan ganda, setelah usia
18 tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih
salah satu kewarganegaraannya
b. Pernyataan untuk meilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat
dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam
peraturan perundang-undangan
c. Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud
diatas disampaikan dalam waktu paling lambat 3 tahun setelah anak
berusia 18 tahu atau sudah kamin

Adapun penduduk adalah warga Negara Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia. Orang asing atau WNA adalah orang yang
bukan warga Negara Indonesia tetapi mendapat izin untuk bertempat tinggal
di Indonesia sesuai peraturan yang berlaku. Surat izin tersebut diurus di
kantor kekeimigrasian dan departemen hokum dan hak asasi manusia. Orang
asing atas permohonan sendiri menurut undang-undang dapat menjadi

warga Negara Indonesia yang disebut naturalisasi. Tidak semua hak warga
Negara dimiliki ole orang asing.
Apa yang bisa menjadikan seseorang sebagai WNI?
Berarti dalam hal ini seseorang tersebut harus memenuhi syarat
syarat yang telah ditentukan untuk bisa menjadi WNI. Syarat-syarat
menjadi warga negara Indonesia (WNI) tercantum dalam UU No. 12 Th.
2006 Pasal 9, yaitu :
Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh pemohon jika
memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1. telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.
2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di
wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun
berturut-turut atau paling singkat 10 (sepuluh) tahun tidak berturutturut.
3. sehat jasmani dan rohani.
4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang
diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih.
6. Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak
menjadi berkewarganegaraan ganda.
7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap
Membayar uang pewarganegaraan ke Kas Negara

Bagaimana falsafah Hak dan Kewajiban WNI ?


Pemahaman tentang

hak

dan kewajiban terlebih dahulu

harus

dipahami tentang pengertian hak asasi manusia. Hak asasi manusia

adalah sesuatu yang melekat pada diri seseorang sebagai ciptaan


Tuhan agar mampu menjaga harkat, martabatnya dan keharmonisan
lingkungan. Hak asasi merupakan hak dasar yang melekat secara
kodrati pada diri manusia dengan sifatnya yang universal dan abadi.
Oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, tidak boleh
diabaikan, tidak boleh dikurangi dan dirampas oleh siapapun. Hak
asasi manusia perlu mendapat jaminan atas perlindungannya oleh
negara melalui pernyataan tertulis yang harus dimuat dalam UUD
negara. Peranan negara sesuai dengan pasal 1 ayat (1) UU No.
39/1999 tentang HAM menyatakan bahwa negara, hukum dan
pemerintah serta setiap orang wajib menghormati, menjunjung tinggi
dan melindungi hak asasi manusia.
a. Hak Warga Negara
Dalam UUD 1945 telah dinyatakan hak warga negara sebagai
berikut:
1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
2. Berhak berserikat, berkumpul serta mengeluarkan pikiran
3. Berhak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan
4. Berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui
perkawinan
5. Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan
berkembang serta perlindungan kekerasan dan diskriminasi
6. Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan
kebutuhan dasarnya
7. Berhak

mendapatkan

teknologi,

seni

dan

pendidikan,
budaya

demi

ilmu

pengetahuan

meningkatkan

hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia.

dan

kualitas

8. Setiap orang berhak memajukan dirinya dalam memperjuangkan


haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa
dan negaranya
9. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan
kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan
hukum.
10.

Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapatkan

imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan


kerja.
11.

Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan

yang sama dalam pemerintahan


12.

Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan

13.

Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah

menurut

agamanya,

memilih

pendidikan

dan

pengajaran,

memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat


tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak
kembali.
14.

Setiap

orang

berhak

atas

kebebasan

meyakini

kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati


nuraninya.
15.

Setiap

orang

berhak

atas

kebebasan

berserikat,

berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.


16.

Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh

informasi

untuk

mengembangkan

pribadi

dan

lingkungan

sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki,


menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan
menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.
17.

Setiap

orang

berhak

atas

perlindungan

diri

pribadi,

keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah


kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan

dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat


sesuatu yang merupakan hak asasi.
18.

Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau

perlaskuan yang merendahkan derajat martabat manusia dan


berhak memperoleh suaka politik negara lain.
19.

Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin,

bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang


baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
20.

Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan

khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama


guna mencapai guna mencapai persamaan dan keadilan.
21.

Setiap

orang

berhak

atas

jaminan

sosial

yang

memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai


manusia yang bermartabat.
22.

Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak

milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang-wenang


oleh siapapun.
23.

Hak

untuk

hidup,

hak

untuk

tidak

disiksa,

hak

kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk


tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan
hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang
berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat
dikurangi dalam keadaan apapun.
24.

Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat

diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan


perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.
25.

Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati

selaras dengan perkembangan zaman dan peradaban.

b. Kewajiban warga negara adalah:


1. wajib menjunjung hukum dan pemerintah
2. wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara
3. wajib ikut serta dalam pembelaan negara
4. wajib menghormati hak asasi manusia orang lain
5. wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan
undang-undang untuk menjamin pengakuan serta penghormatan
atas hak dan kebebasan orang lain
6. wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara
7. wajib mengikuti pendidikan dasar

Hak dan Kewajiban yang dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27,
28, dan 30, yaitu :
1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa
Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undangundang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai
kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di
dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan
pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran


dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam
pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur
dengan undang-undang.