Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga yang dirancang untuk mempersiapkan peserta
didiknya (generasi muda bangsa) dengan berbagai bekal kemampuan (akademik dan
ketrampilan hidup) agar kelak mampu hidup mandiri dan mampu melanjutkan cita-cita
pembangunan bangsa Indonesia. Namun, di sisi lain, kehidupan siswa (terutama remaja)
sangatlah rentan terhadap kenakalan remaja, seperti penyalahgunaan obat-obat terlarang,
tawuran, dan permasalahan remaja lainnya.
Kenyataannya, penyelenggaraan pendidian di Indonesia adalah bahwa proses
pemebelajaran terlalu berorientasi pada pembekalan dan pemenuhan sisi akademik
(intelektual) siswa tanpa diimbangi dengan pembelajaran ketrampilan hidup yang memadai.
Akibatnya, siswa tidak mampu memanfaatkan secara maksimal apa yang dipelajari di
sekolah untuk memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari
terutama masalah ketrampilan kerja dalam rangka menuju hidup mandiri. Pendidikan
seakan-akan tercerabut dan terasingkan dari lingkungan kehidupan masyarakatnya sendiri
dan bahkan menghasilkan angkatan kerja yang tidak produktif, atau bahkan penganggur.
Inilah salah satu faktor penentu yang memicu munculnya penyimpangan tingkah laku yang
menggangu ketertiban dan ketentraman keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
Salah satu jalan keluar yang dicoba diterapkan untuk membenahi pendidikan ialah
konsep penyelenggaraan pendidikan berbasis luas kecakapan hidup (Broad Based
Education - Life Skill). Konsep ini mengandung pengertian bahwa pendidikan harus
mampu mewadahi berbagai kebutuhan masyarakat luas dengan dukungan keikutsertaan
(oleh dan untuk masyarakat), dan penguasaan mata pelajaran bukan lagi menjadi tujuan
utama pengajaran, melainkan sarana untuk menanamkan nilai kehidupan dan
menumbuhkembangkan kecakapan/ketrampilan hidup.
Kecakapan hidup menyangkut aneka bentuk interaksi pengetahuan dan ketrampilan
yang diperlukan seseorang untuk mau, mampu, dan berani mengatasi masalah-masalah
yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan hidup memiliki makna yang
lebih luas dari kecakapan bekerja atau beroleh pekerjaan, dan kecakapan kejuruan atau
vokasional. Keduanya merupakan bagian dari program pembangunan kecakapan hidup.
Kecakapan hidup yang dimiliki seseorang dalam hal ini tidak semata-mata berarti bahwa ia
memiliki kemampuan tertentu saja (kecakapan kejuruan) sehingga ia dapat bekerja sendiri
atau diterima bekerja pada orang lain, namun ia juga harus memiliki kemampuan dasar
pendukungnya. Ia tidak saja harus menguasai pengetahuan yang diperolehnya di sekolah,
tetapi juga dapat merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya,

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 1
berkomunikasi dengan baik, menyadari keunggulan dan kekurangunggulan dirinya, bekerja
sama dalam kelompok, berpikir dengan nalar, bertanggung jawab atas perbuatannya, dan
yang paling penting, kemauannya untuk terus belajar sehingga selalu waspada dan dapat
menyesuaikan dirinya dengan perubahan zaman yang sangat cepat.
YAPSI Darul ‘Amal sebagai salah satu yayasan yang bergerak dibidang pendidikan,
mempunyai ciri khas dibandingkan dengan lembaga pendidikan lain. Proses pembelajaran
yang diterapkan di Darul ‘Amal adalah pendidikan terpadu yang bertujuan mempersiapkan
kader umat dan bangsa yang berkualitas dan memiliki orientasi hidup seimbang antara
pemenuhan kebutuhan hidup material duniawi dan spiritual ukhrawi. Pendidikan Terpadu
berdasarkan pada trilogi pendidikan (Olah Rasa, Olah Rasio, dan Olah Raga). Olah Rasa
untuk memenuhi kabutuhan Spiritual, akhlak, dan emosi siswa dengan pusat pendidikan di
pesantren, masjid, dan melalui kesenian. Olah Rasio merupakan pendidikan kecerdasan
intelegensi yang berpusat di sekolah, perpustakaan, dan laboratorium. Sedangkan Olah
Raga merupakan pendidikan kebugaran jasmani yang berpusat di lapangan olah raga.
Konsep penyelenggaraan pendidikan berbasis luas kecakapan hidup (Broad Based
Education - Life Skill) yang digulirkan pemerintah tentunya harus disambut baik oleh
lembaga-lembaga yang bergerak dan menyelenggarakan pendidikan, termasuk YAPSI
Darul ‘Amal, apalagi konsep tersebut sangat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
oleh YAPSI Darul ‘Amal. Akan tetapi agar konsep tersebut dapat terlaksana dengan baik,
pihak lembaga pendidikan (sekolah) harus dapat memahami konsep tersebut dengan baik
yang kemudian ditindaklanjuti dengan adanya persiapan yang matang pada seluruh
komponen sekolah (sistem, pelaksana, dan piranti penunjangnya).
Konsep pendidikan berbasis luas kecakapan hidup (Broad Based Education - Life
Skill) juga menuntut pihak sekolah untuk memberikan program-program
ketrampilan/kecakapan hidup (Life Skill) bagi para siswanya. Dalam rangka pemenuhan
kebutuhan ketrampilan siswa yang dapat menunjang keberhasilan pendidikan berbasis luas
kecakapan hidup, YAPSI Darul ‘Amal berusaha untuk mengadakan pendidikan komputer
bagi siswa dalam rangka program pembangunan kecakapan hidup. Ketrampilan komputer
merupakan hal yang penting yang harus dikuasai oleh para siswa, disamping membantu
dalam proses belajar siswa (dalam pengerjaan tugas dan memperluas materi pelajaran
melalui internet) juga membantu sekolah dalam rangka menciptakan lulusan yang trampil,
tidak gagap teknologi dan menciptakan angkatan kerja yang produktif dan mandiri.

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 2
B. Nama dan Waktu Pelaksanaan Program
1. Nama program
“PROGRAM PEMBANGUNAN LABORATORIUM KOMPUTER BAGI
SISWA-I SMP - SMA TERPADU DARUL ‘AMAL”

2. Waktu Pelaksanaan Program


Program pendidikan komputer ini Insya Allah akan dilaksanakan pada pertengahan
Tahun Pelajaran 2008/2009.

C. Teknis Pelaksanaan Program


Di karenakan pendidikan komputer ini sudah masuk pada pelajaran pokok (KBM)
bagi anak-anak, sehingga sudah bisa pasti pendidikan komputer akan diajarkan pada jam
aktif belajar dan nilainya akan dimasukkan sebagai salah satu nilai Raport. Dan untuk
mempermudah proses evaluasi dan pelaporannya, ditugaskan kepada seorang
guru/instruktur yang sekaligus bertanggung jawab keadaan laboratorium tersebut.

D. Peserta
Peserta program pendidikan komputer ini adalah seluruh siswa SMP - SMA
Terpadu Darul ‘Amal dari kelas I sampai dengan kelas III.

E. Anggaran Biaya
Anggaran biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan ini sebesar :
Rp. Rp. 100.000.000,- (Seratus juta rupiah). (terlampir)

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 3
BAB II
PROFIL LEMBAGA
YAYASAN PENDIDIKAN & SOSIAL ISLAM (YAPSI) DARUL ‘AMAL

A. Data Diri Lembaga

Nama :Yayasan Pendidikan & Sosial Islam (YAPSI) Darul ‘Amal


Akta Notaris :Ny. Hj. Rahmah Arie Soetardjo, SH. No. 82/25/01/92
Tgl. Berdiri :25 Januari 1992
Alamat :Jl. Cikaso-cinagen, Kp. Selajati Rt. 02/02 Ds. Bojonggenteng, Kec.
Jampangkulon, Sukabumi, 43178.
Phone : (0266) 490227-490228-490229-491378-491356
Facsimile : (0266) 490228
Contact Person : Dede Muharamsyah (0815 6312 6135)

B. Latar Belakang dan Kondisi Objektif

1. Sejarah Singkat
Yayasan Pendidikan & Sosial Islam (YAPSI) Darul ‘Amal berdiri sebagai
lembaga yang berbadan hukum pada tanggal 25 Januari 1992 melalui akta notaries
Hj. Rahmah Arie Soetardjo, SH. di Jakarta, setelah sebelumnya Ketua Badan
Pendirinya mensosialisasikan rencana pembentukan lembaga sejak tahun 1982
melalui pengajian bulanan dan santri kalong.
Lembaga ini bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial, dalam bidang
pendidikan, alhamdulillah sampai tahun 2008 ini sudah terselenggara pendidikan
TK, SD, MD, MI, SMP, SMA dan Pesantren Terpadu, serta dalam bidang sosial
telah terselenggara Pemberian Beasiswa Ash-Habuddar bagi siswa dan mahasiswa
berprestasi dan tidak mampu, Pengajian Bulanan serta penyuluhan-penyuluhan
keagamaan.
Dalam bidang pendidikan tingkat SMP-SMA-Pesantren, menggunakan
system terpadu yang memadukan pendidikan formal SMP-SMA dengan kurikulum
Pesantren, dimana seluruh peserta didik wajib tinggal di asrama selama 24 jam di
bawah bimbingan guru, pengasuh dan kiayi yang mukim di kampus terpadu Darul
‘Amal.
Didirikannya lembaga ini tidak terlepas dari obsesi pendirinya yang putra
daerah setempat untuk membangun desanya sekaligus sebagai kepedulian kepada
anak-anak desa yang boleh jadi secara intelegensi sangat potensial, namun karena
keterbatasan financial mereka tidak dapat melanjutkan sekolahnya dari Sekolah
Dasar, di sisi lain pendirinya melihat kenyataan produk sekuler yang kebanyakan
tidak lagi menunaikan ajaran agamanya, akhlak dan budi pekertinya amburadul,
tawuran, pergaulan bebas dan narkoba, bahkan tidak jarang menjadi pelaku
criminal.
Atas dasar itu, maka bentuk dan sifat pendidikan pada tingkat SMP-SMA-
Pesantren Terpadu Darul ‘Amal mengintegrasikan pendidikan agam dengan
pemantapan akidah dan akhlak dengan pendidikan sains dan teknologi, serta
pembinaan kebugaran jasmani, sehingga lahirlah integrasi tiga olah: olah rasa, olah
rasio dan olah raga.

2. Kondisi Objektif
Konsen terhadap nasib kaum dhu’afa serta tanggung jawab atas masa depan
bangsa dan umat, Yayasan dan jajaran manajemen berusaha menjadi jembatan
antara kaum aghniya (kaya) di kota-kota dengan kaum dhu’afa (lemah) di desa-
desa, dan sampai tahun 2008 ini telah meluluskan 8 angkatan, sebagaian besar
melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, terakhir yang lulus seleksi

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 4
untuk tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 6 orang dari 15 orang yang mengikuti
Tes.
Sarana dan prasarana yang dimiliki sampai saat ini meliputi; areal lahan
seluas 87.000 m2, Gedung Masjid 3 lt, Gedung SMP-SMA-Pesantren 3 lt, Gedung
TK-SD, Gedung Sekolah MI, Perpustakaan, Laboratorium MIPA, Bahasa dan
Komputer, 3 buah Asrama Putri, 2 buah Asrama Putra, 13 Rumah Dinas Guru,
Ribhi Barka Mart, Penggilingan Padi, Lapangan Sepakbola lengkap dengan lintasan
atletik, 4 lapangan volley, lapangan basket, 4 lapangan badminton dll.

3. Unik dan Khas


Tidak seperti lazimnya lembaga pendidikan sejenis yang mengandalkan
sumber dana dari wali murid, lembaga pendidikan terpadu Darul ‘Amal sumber
dananya murni dari donator tetap atau eksidental Jakarta, yaitu peserta kursus
Tafhimul Qur’an yang diselenggarakan Yayasan Da’wah & Sosial Islam (YADSI)
al-‘Urwatul Wutsqa, yang kebetulan pengelolanya sama dengan Ketua Badan
Pendiri YAPSI Darul ‘Amal.
Dari jumlah nilai asset sarana dan prasarana yang sudah kami miliki,
kontribusi masyarakat lingkungan dan wali murid tidak lebih 2 % saja, demikian
halnya dari jumlah siswa SMP-SMA-Pesantren 515 tidak lebih hanya 44,1 % saja
yang biaya sendiri, selebihnya 55,9 % nya lagi mendapatkan beasiswa ash-
Habuddar dari orang tua asuh.
Kenyataan ini memang sesuai dengan ide awal pendirian lembaga, bahwa
sasaran utamanya adalah peserta didik dari kaum dhu’afa yang memiliki potensi
intelegensi unggul namun factor kesulitan ekonomi yang memaksa mereka tidak
dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga lembaga
menjembatani mereka dengan kaum aghniya, sampai bulan Pebruari 2008 ini, rata-
rata dana beasiswa ash-Habuddar mencapai Rp. 48.650.000,-

4. Proses Pembelajaran
Dalam proses pembelajarannya, ditempuh dengan kurikulum terpadu, antar
kurikulum diknas dengan kurikulum pesantren, sehingga peserta didik mendapatkan
raport diknas dan raport pesantren terpadu yang memuat gabungan seluruh nilai
mata pelajaran dengan menggunakan bahasa arab.
Bidang studi kepesantrenan dimulai ba’da shalat subuh sampai dengan pukul
06.00 pagi, lalu mandi dan sarapan pagi, sedang sekolah formalnya dimuali pada
pukul 07.00 sampai dengan 11.20 untuk selanjutnya istirahat, shalat dan makan
siang, pukul 12.30 masuk kelas untuk melanjutkan studi formal sampai pukul 15.10,
lalu shalat ashar, setelah shalat ashar kegiatan ekstrakurikuler sampai menjelang
maghrib, setelah shalat maghrib halaqah tadarrus al-Qur’an dengan bimbingan
langsung oleh asatidz, setelah shalat ‘isya makan malam yang kemudian dilanjutkan
dengan belajar malam terbimbing saamapi pukul 21.30, sebelum istirahat tidur
santri diberikan pembekalan pengayaan bahasa arab dan inggris berupa pemberian
kosa-kata, dan tidur pukul 22.00.

5. Permasalahan yang dihadapi


Di antara sekian banyak persoalan yang dihadapi lembaga, yang paling berat
adalah kesulitan dana, sementara kebutuhan penambahan lokal dan asrama tidak
dapat ditawar-tawar lagi, pencarian dana yang mengandalkan derma donator
memang bukan perkara mudah, terlebih lagi menjelang penerimaan santri baru yang
jatuh setiap bulan Juni dan Juli.
Masih serupa dengan hal di atas tetapi tidak sama adalah urusan peningkatan
kesejahteraan guru dan karyawan, karena keterbatasan dan tersebut maka gaji
mereka masih di bawah stadar UMR, apalagi jika dibandingkan dengan gaji guru
swasta serupa yang professional seperti di kota-kota besar.

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 5
Kesulitan lain berkaitan dengan letak geografisnya yang terlalu jauh dari
kota, tepatnya di kecamatan Jampangkulon, 110 KM ke arah selatan Sukabumi,
ditambah dengan kesulitan transportasi serta jalan menuju ke lokasi berkelok-kelok
dan rusak berat, sehingga waktu jarak tempuh dari Jakarta mencapai 5-6 jam dengan
kendaraan pribadi dan sekitar 7-8 jam dengan kendaraan umum.
Hal lain yang tak kalah jadi masalah adalah kualitas sumber daya manusia
yang terlibat dalam pengelolaan lembaga, tenaga-tenaga pendidiknya belum
seluruhnya sarjana S1, demikian halnya dengan pengurus unit-unit upaya dan usaha,
masih ada yang hanya tamatan Sekolah Menengah Atas.

C. Visi, Misi dan Tujuan

Visi Pendidikan : Mewujudkan peserta didik sebagai kader pemimpin bangsa dan Pembina
umat yang mengintegrasikan iman, ibadah, dan amal shaleh, dengan
ilmu dan kemajuan teknologi serta kebugaran jasmani yang disebut olah
rasa, olah rasio dan olah raga
Visi Sosial : Mewujudkan masyarakat yang terangkat derajatnya melalui pendidikan
dan kegiatan keagamaan lembaga.
Misi : 1. Meyadarkan manusia khusunya peserta didik terhadap status dirinya
sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadah, baik secara
individual maupun social
2. Menyadarkan manusia, khususnya peserta didik sebagai khalifah
Allah di muka bumi, yang harus berbuat ishlah (baik dan damai)
tidak berbuat ifsad (kerusakan) di bumi serta mempersiapkan hidup
akhirat tanpa melupakan dunia.
3. Mempertinggi kualitas spiritual untuk bekal hidup ukhrawi, dengan
keimanan dan ketaqwaan serta kualitas hidup duniawi dengan
penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kerja keras.
4. Memenuhi seruan Allah serta mempersiapkan kader penerus misi
Rasulullah yang selalu siap menolong agama Allah untuk
memperoleh pertolongannya.
5. Membentuk sebaik-baik umat yang menyeru ma’ruf dan mencegah
munkar.
6. Mempersiapkan kader umat dan kader bangsa yang berkualitas dan
memiliki orientasi hidup seimbang antara pemenuhan kebutuhan
hidup material duniawi dan spiritual ukhrawi.
7. Menyediakan sarana dan wahana bagi setiap hamba Allah yang
hendak investasi dunia dan akhirat.

Tujuan : 1. Membina manusia seutuhnya melalui olah rasa (membina kehalusan


budi pekerti dan ketenangan kalbu dengan media masjid dan sanggar
seni), olah rasio ( membina kecerdasan berfikir dan beramal, melalui
media sekolah, laboratorium, perpustakaan), olah raga (membina
kebugaran jasmani, melalui lapangan olahraga dan kerja bhakti
fisik).
2. Menjunjung tinggi cita-cita pendidikan Islam, yaitu
mensosialisasikan ajaran Islam kepada peserta didik, sehingga
generasi demi generasi ajaran itu dapat membumi pada umat
pemeluknya, dimana pada gilirannya akan melahirkan sumber daya
manusia yang unggul di segala bidang kehidupan dunia, bahkan
sampai akhirat, sehingga target bahagia dunia dan akhirat menjadi
fakta dalam kenyataan bukan sekedar kumandang do’a.
3. Mencetak insan yang beriman dan berilmu pengetahuan melalui
pendidikan dan pengajaran terpadu, antara sekolah umum (TK, SD,

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 6
SMP, SMA) yang di dalamnya memadukan kurikulum diknas
dengan kurikulum Pesantren Terpadu Darul ‘Amal.
4. Membantu program pemerintah dalam menyelenggarakan
pendidikan sesuai dengan amanat UUD 45 yaitu mencerdaskan
kehidupan bangsa dengan pola sekolah terpadu
5. Membantu kaum dhu’afa (fakir miskin) agar dapat mengenyam
pendidikan dengan cara memberikan beasiswa ash-Habuddar.
6. Memberikan pemahaman dan wawasan keagamaan bagi masyarakat
sekitar dengan pelaksanaan pengajian bulanan setiap hari Ahad awal
bulan.

D. Data dan Fakta Pencapaian

1. Taman Kanak-Kanak dan Play Group


a. Jumlah Siswa : 35 siswa
b. Jumlah Guru : 5 orang
2. Sekolah Dasar
a. Jumlah Siswa : 35 siswa
b. Jumlah Guru : 4 orang
3. Madrasah Ibtidaiyah
a. Jumlah Siswa : 95 siswa
b. Jumlah Guru : 8 orang
4. Madrasah Diniyah
a. Jumlah Siswa : 275 siswa
b. Jumlah Guru : 7 orang
5. Sekolah Menengah Pertama Terpadu
a. Jumlah Siswa : 274 siswa
Ash-Habuddar : 124 siswa
Non Ashdar : 150 siswa
b. Santunan ash-Habuddar setiap bulan sebesar Rp. 20.020.000/274 = 162.452,-
jadi rata-rata kesanggupannya adalah Rp. 235.000 – 162.452 = Rp. 73.548,-
c. Jumlah Guru : 18 orang
6. Sekolah Menengah Atas Terpadu
a. Jumlah Siswa : 220 siswa
Ash-Habuddar : 164 siswa
Non Ashdar : 56 siswa
b. Santunan ash-Habuddar setiap bulan sebesar Rp. 28.630.000/164 = 174.573,-
jadi rata-rata kesanggupannya adalah Rp. 250.000 – 174.573 = Rp. 75.427,-
c. Jumlah Guru : 15 orang
7. Pondok Pesantren Terpadu
a. Jumlah Siswa : 494 siswa
Ash-Habuddar : 288 siswa
Non Ashdar : 206 siswa
b. Santunan ash-Habuddar setiap bulan sebesar Rp. 48.650.000, rata-rata santunan
per/siswa adalah Rp. 48.650.000/288 = 168.923,-
b. Jumlah Guru : 20 orang
8. Mudzakarah Alim Ulama
a. Jumlah Jama’ah : 700 jama’ah
b. Penceramah : Drs. H. Umay Maryunani Dja’far Shiddieq, MA.
9. Santunan Ash-Habuddar
a. TK : 30 siswa Rp. 1.450.000,-
b. SD : 30 siswa Rp. 1.450.000,-
c. MI : 95 siswa Rp. 1.500.000,-
d. MD : 275 siswa Rp. 1.750.000,-
e. SMP : 124 siswa Rp. 20.020.000,-

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 7
f. SMA : 164 siswa Rp. 28.630.000,-
Jumlah Total Rp. 54.8000.000,-

10. Ribhi Barka Mart


a. Aset barang : 144.545.000,-
b. Omzet/hari : 1.750.000,-

E. Pengurus Yayasan dan Pengelola Unit

Badan Pendiri : Ketua : Drs. H. Umay Maryunani Dja’far Shiddieq, MA.


Anggota : 1. H. Nanang Saprudin, S.Pd.
2. H. Maas
3. H. M. Obar Sobari
4. H. E. Komarudin
5. Asep Saepuloh

Badan Pembina : Ketua : Drs. H. Umay M. Dja’far Shiddieq, MA.


Anggota : Sudarmadi
Ishak Hasibuan
Letjen (purn) Adjat Sudrajat, MPH.
Drs. H. Armand Arief, MBA.
H. Nanang Saprudin, S.Pd.

Badan Pengurus : Ketua : Dede Muharamsyah, S.Psi.


Sekretaris : Asep Amarulloh, S.HI.
Bendahara : Ahmad Muzaeni, S.Psi.
Anggota : Purwa Herwanda
Djamaludin
A. Fuad Fauzi, BA.

Popes Terpadu Darul ‘Amal : H. Memed Syafe’i, A.Ma.


SMA Terpadu Darul ‘Amal : Uyeh Baluqiya, S.Pd.
SMP Terpadu Darul ‘Amal : H. Nanang Saprudin, S.Pd.
SD Darul ‘Amal : Lukman, S.Ag.
MI Darul ‘Amal Cinagen : Solihin, S.Sos.I.
MD Darul ‘Amal Jaringao : Enggan Suganda
TK Darul ‘Amal : Umma Azizah, S.Ag.
Ash-Habuddar : A. Fuad Fauzi, BA.
Ribhi Barka Mart : Andi Rustandi, A.Ma.
Wartel Ribhi Barka : Siti Rahmayanti

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 8
BAB III
PROGRAM KERJA

A. Identitas Sekolah
1. Nama Sekolah : SMA Terpadu Darul ‘Amal
SMP Terpadu Darul ‘Amal
2. Alamat Sekolah
Propinsi : Jawa Barat
Kabupaten : Sukabumi
Kecamatan : Jampangkulon
Desa : Bojonggenteng
Jalan : Jalan Raya Cikaso - Sukabumi, Kampung Selajati
Telp (0266) 491378, 490227

3. Identitas Kepala Sekolah


SMA Terpadu Darul ‘Amal
a. Nama dan Gelar : Uyeh Baluqiya, S.Pd.
b. Pendidikan Terakhir : S-1

SMP Terpadu Darul ‘Amal


a. Nama dan Gelar : H. Nanang Saprudin, S.Pd.
b. Pendidikan Terakhir : S-1

B. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Terpadu Darul ‘Amal


1. Visi Pendidikan Terpadu Darul ‘Amal
Membina peserta didik sebagai kader pemimpin bangsa dan pembina umat, dengan
mengintegrasikan materi yang bersifat keimanan, ibadah, dan amal shaleh, dengan
yang bersifat keilmuan, dan kemajuan teknologi, serta kebugaran jasmani, yang
disebut “ Olah Rasa, Olah Rasio, dan Olah Raga”.
2. Misi YAPSI Darul ‘Amal
a. Menyadarkan manusia, khususnya peserta didik terhadap status dirinya
sebagai mahluk yang diciptakan untuk beribadah, baik secara individual
maupun secara sosial.
b. Menyadarkan manusia, khususnya peserta didik sebagai khalifah (wakil)
Allah di bumi, yang harus berbuat ishlah (baik dan damai), tidak berbuat ifsad
(kerusakan) serta mempersiapkan hidup akhirat, tanpa melupakan dunia.

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 9
c. Mempertinggi kualitas spiritual untuk bekal hidup ukhrawi, dengan
keimanan dan ketaqwaan, serta kualitas hidup duniawi dengan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi, dan kerja sama.
d. Memenuhi seruan Allah, serta mempersiapkan kader penerus misi rasul
SAW. yang selalu siap menolong agama Allah, untuk memperoleh pertolongan-
Nya.
e. Membentuk sebaik-baik umat, yang menyuruh ma’ruf, dan mencegah yang
munkar.
f. Mempersiapkan kader umat dan kader bangsa yang berkualitas dan memiliki
orientasi hidup seimbang antara pemenuhan kebutuhan hidup material duniawi
dan spiritual ukhrawi.
g. Menyediakan sarana dan wahana bagi setiap hamba Allah yang hendak
investasi dunia dan akhirat.

3. Tujuan Pendidikan Terpadu Darul ‘Amal


a. Membina manusia seutuhnya melalui: 1) Olah Rasa : membina kehalusan budi
pekerti dan ketenangan kalbu, 2) Olah Rasio : membina kecedasan berfikir dan
beramal, 3) Olah Raga : membina kebugaran jasmani.
b. Menjunjung tinggi cita-cita pendidikan Islam, yaitu mensosialisasikan ajaran
Islam kepada peserta didik sehingga generasi demi generasi ajaran itu dapat
membumi pada umat pemeluknya, di mana pada gilirannya akan melahirkan
sumber daya manusia yang unggul di segala bidang kehidupan dunia, bahkan
sampai akhirat, sehingga target bahagia dunia daan akhirat menjadi fakta dalam
kenyataan, bukan sekedar kumandang do'a.
c. Mencetak insan yang beriman dan berilmu pengetahuan melalui pendidikan dan
pengajaran terpadu, antara sekolah umum (SD/MI), SLTP dan SMU, yang di
dalamnya memadukan kurikulum DIKNAS dengan kurikulum Pesantren
Terpadu Darul ‘Amal
d. Membantu program pemerintah dalam menyelenggarakan pendidikan sesuai
dengan amanat UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pola
sekolah terpadu.
e. Membantu kaum dhu'afa (fakir/miskin, yatim) agar dapat mengenyam
pendidikan dengan cara memberikan beasiswa (ash-habuddar) melalui orang tua
asuh.

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 10
4. Tujuan Operasional Pendidikan Terpadu Darul ‘Amal
a. Pendidikan Sekolah Menengsh Pertama (SMP) Terpadu
1). Meyakini, memahami dan melaksanakan ajaran Islam
2). Memahami dan menjalankan kewajiban dan hak untuk berkarya dan
memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab
3). Berfikir secara sehat, logis, kritis, kreatif inovatif, memecahkan masalah,
serta berkomunikasi melalui berbagai media
4). Menyenangi dan menghargai seni
5). Menjalankan pola hidup bersih, bugar dan sehat
6). Berpartisipasi dalam kehidupan sebagai cerminan rasa cinta dan bangga
terhadap bangsa dan tanah air
b. Pendidikan Sekolah Menengsh Atas (SMA) Terpadu
1). Memiliki keyakinan dan ketaqwaan sesuai dengan ajaran Islam
2). Memiliki nilai dasar humoniora untuk menerapkan kebersamaan dalam
kehidupan
3). Menguasai pengetahuan dan keterampilan akademik serta beretos belajar
untuk melanjutkan pendidikan
4). Mengalihgunakan kemampuan akademik dan keterampilan hidup di
masyarakat lokal dan global
5). Berekspresi dan menghargai seni
6). Menjaga kebersihan, kesehatan dan kebugaran jasmani
7). Berpartisipasi dan berwawasan kebangsaan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara demokratis
5. Tujuan Life Skill Komputer
a. Pemberian bekal ketrampilan kejuruan/vokasional (ketrampilan komputer)
dalam rangka pembangunan Kecakapan hidup siswa.
b. Pengenalan komputer kepada siswa sehingga siswa dapat
menggunakan/mengopersikan komputer dengan baik, benar, dan aman.
c. Siswa mampu menguasai DOS (Disc Operator System) dan Microsoft Office
(terutama Wicrosoft Word dan Wicrosoft excel) sebagai modal dasar dalam
ketrampilan komputer.
d. Peningkatan metode dan kualitas proses pembelajaran di dalam kelas yang
ditunjang dengan ketrampilan komputer, sehingga siswa diharapkan dapat
memanfaatkan ketrampilan komputer yang telah dikuasai untuk mengerjakan
tugas-tugas sekolah.
e. Pemberian bekal kecakapan hidup yang memadai dan bermanfaat (ketrampilan
komputer) sehingga akan menghasilkan lulusan yang trampil, tidak gagap
teknologi dan menciptakan angkatan kerja yang produktif dan mandiri.

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 11
BAB V
PENUTUP

Pemberian bekal ketrampilan hidup bagi siswa (dalam rangka pembangunan


kecakapan hidup untuk menunjang tercapainya konsep pendidikan berbasis luas kecakapan
hidup) akan berjalan dengan baik dan lancar serta mencapai hasil yang maksimal jika
sekolah memberikan bekal ketrampilan yang memang dibutuhkan dan sangat bermanfaat,
serta dikelola dengan profesional. Ketrampilan komputer merupakan salah satu ketrampilan
hodup yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi siswa baik dalam proses kegiatan
belajar mengajar maupun kelak setelah siswa lulus.
Proposal ini disusun untuk diajukan guna memperoleh dana bantuan pengadaan
komputer dan program pendidikan komputer untuk tahun pelajaran 2008/2009. Pendidikan
komputer dimaksudkan untuk memberi bekal ketrampilan hidup dalam rangka
pembangunan kecakapan hidup siswa. Pendidikan komputer yang akan dilaksanakan
diharapkan dapat membantu dalam peningkatan proses kegiatan belajar mengajar belajar di
sekolah dan juga dapat membantu sekolah dalam rangka menciptakan lulusan yang trampil,
tidak gagap teknologi dan menciptakan angkatan kerja yang produktif dan mandiri.
SMP - SMA Terpadu Darul ‘Amal secara terus menerus dan berkesinambungan
senantiasa berupaya mewujudkan peningkatan mutu pendidikan dengan pemenuhan trilogi
pendidikan (Olah Rasa, Olah Rasio, dan Olah Raga) dalam rangka mencetak kader umat
dan kader bangsa yang berkualitas, sehat jasmani dan memiliki orientasi hidup seimbang
antara pemenuhan kebutuhan hidup material duniawi dan spiritual ukhrawi.

Jampangkulon, ... Desember 2008


YAYASAN PENDIDIKAN & SOSIAL ISLAM (YAPSI)
DARUL ‘AMAL

Drs. H. Umay M. Dja’far Shiddieq, MA.


Ketua Badan Pendiri

Proposal Program Pembangunan Laboratorium Komputer YAPSI Darul ‘Amal 08/09 halaman 12