Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah


Kontrol infeksi merupakan masalah yang terus berkembang dalam
kedokteran gigi.1 Prosedur yang efektif untuk pengendalian infeksi yang harus
dilakukan oleh semua dokter gigi, perawat gigi dan teknisi gigi di tempat
praktek, untuk mencegah penularan penyakit dengan pemakain bahan
disinfektan.2
Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut
yang disebabkan infeksi bakteri adalah pengunaan obat kumur.3 Obat kumur
adalah cairan yang digunakan untuk membilas rongga mulut yang mengandung
zat antiseptik, dan memberikan rasa segar, digunakan untuk membersihkan
mulut dan gigi serta memiliki efek terapeutik dengan menghilangkan infeksi
atau mencegah karies gigi.4
Obat kumur dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan dalam
memelihara kesehatan gigi dan mulut, karena obat kumur dapat membersihkan
kotoran dalam rongga mulut, menghilangkan bau mulut yang tidak sedap dan
dapat mengurangi jumlah bakteri saliva.3
Chlorhexidin adalah antiseptik topikal yang telah digunakan di seluruh
dunia sejak 1954.5 Chlorhexidin merupakan derivat bis-biquanite yang efektif
dan mempunyai spektrum luas, bekerja cepat dan toksisitasnya rendah. Bahan
ini digunakan dalam bentuk yang bervariasi, misalnya chlorhexidin asetat atau
glukonat

yang

merupakan

antiseptik

yang

bersifat

bakterisidal

atau
1

bakteriostatik terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Selain itu
chlorhexidin juga menghambat virus dan aktif melawan jamur.6 Meskipun
chlorhexidin dapat mengatasi antimikroba dan antiplak, penggunaan jangka
panjang memiliki efek samping secara lokal. Efek samping chlorhexidin secara
lokal pada saat digunakan sebagai obat kumur adalah memberikan pewarnaan
ekstrinsik pada gigi.7
Di bidang kedokteran gigi, basis gigitiruan untuk prostodonsia dan
ortodonsia, masih banyak menggunakan resin akrilik. Resin akrilik ini terdiri
dari monomer dan polimer (Eden 2002). Menurut American Dental Association
(ADA, 1974) terdapat dua jenis resin akrilik yaitu heat cured polymer dan self
cured polymer, yang masing-masing terdiri dari bubuk yang disebut polimer
dan cairan yang disebur monomer.7 Resin akrilik di pakai karena bahan ini
memiliki sifat yang menguntungkan, yaitu estetika terpenuhi, warna dan tekstur
mirip dengan gingiva sehingga estetika di dalam mulut baik, daya serap air
relatif rendah dan perubahan dimensi kecil. Selain mempunyai sifat-sifat yang
menguntungkan, gigi tiruan dari bahan resin akrilik mempunyai kelemahan
yaitu mudah patah bila jatuh pada permukaan yang keras.8 Disamping itu
kekurangan resin akrilik adalah bersifat toksik.9
Syarat material di bidang kedokteran gigi terutama yang digunakan di
dalam mulut harus bersifat biokompatibel, artinya dapat diterima di dalam
rongga mulut, tidak toksik, tidak iritan, tidak bersifat karsinogenik dan tidak
menimbulkan reaksi alergi.9
Bahan basis gigitiruan dalam pemakaiannya harus dapat menahan
beban yang terjadi pada waktu proses penguyahan. Kekuatan transversa atau
kekuatan fleksural merupakan salah satu parameter fisik untuk mengetahui

ketahanan suatu suatu bahan terhadap beban. Dimana sifat fisis dan mekanis
bahan dapat mempengaruhi kenyamanan penderita dalam menggunakan
gigitiruan pada saat penguyahan.8
1.2.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat di rumuskan


masalah sebagai berikut : Apakah ada pengaruh perendaman basis gigitiruan
resin akrilik didalam larutan chlorhexidin terhadap kekerasan akrilik.

1.3.

TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian pengaruh perendaman basis gigitiruan

resin akrilik didalam larutan chlorhexidin terhadap kekerasan akrilik yaitu:


1. Untuk mengetahui adakah pengaruh perendaman chlorhexidin terhadap
kekerasan basis gigitiruan resin akrilik.
2. Untuk mengetahui seberapa lama perendaman basis gigitiruan ke dalam larutan
chlorhexidin yang tidak mempengaruhi

kekerasan basis gigi tiruan resin

akrilik.
1.4.
HIPOTESIS
Hipotesis penelitian ini adalah adanya pengaruh perendaman basis
gigitiruan resin akrilik didalam larutan chlorhexidin terhadap kekerasan akrilik.
1.5.

MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat dari penelitian pengaruh

perendaman basis

gigitiruan resin akrilik didalam larutan chlorhexidin terhadap kekerasan akrilik


yaitu antara lain:

1. Dari hasil penelitian ini di harapkan dapat mengetahui seberapa besar


pengaruh perendaman chlorhexidin terhadap kekerasan basis gigitiruan
resin akrilik.
2. Sebagai ilmu dan penambahan wawasan untuk menumbuh kembangkan
keinginan dan kemampuan meneliti dalam dunia kedokteran gigi.