Anda di halaman 1dari 5

USAHA PERIKANAN TANGKAP

MENGGUNAKAN JARING MILLENIUM DI kecamatan


huamual
KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT
A. LATAR BELAKANG
1. Prospek Peluang Usaha yang Diusulkan
Penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan akan mencapai jumlah lebih dari 9
milyar. Pertambahan jumlah penduduk tentu harus diiringi dengan ketersediaan
makanan yang mencukupi. Sektor pertanian sebagai pemasok bahan pangan, saat ini
kondisinya semakin mengkhawatirkan. Daratan sebagian besar telah beralih fungsi
menjadi penyedia lahan sebagai tempat tinggal dan aktifitas produksi manusia yang
lainnya.Selanjutnya sektor kelautan dan perikanan akan menjadi tumpuan bagi
penyedia kebutuhan pangan masyarakat dunia.
Aktivitas penangkapan ikan yang berkelanjutan masih menjadi primadona.
Meskipun sebagian perairan Indonesia telah mengalami overfishing, namun tidak
dapat dipungkiri bahwa Laut adalah penyedia sumber pangan dengan potensi yang
sangat besar. Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan adalah salah satu
upaya yang dilakukan untuk menjaga kelestarian laut dan tetap mendapatkan profit
sebagaimana yang diharapkan.
Adanya permintaan pasar yang besar terhadap komoditas perikanan harus diiringi
dengan ketersediaan stok bahan baku ikan yang mencukupi. Usaha perikanan tangkap
menggunakan jaring millennium diharapkan menjadi salah satu upaya pemenuhan
ketersediaan stok bahan baku ikan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian
lingkungan.
2. Profil Kondisi pasar
Permintaan pasar terhadap ikan sangat tinggi. Ikan hasil tangkapan dari laut dapat
diserap oleh pasar lokal maupun untuk kepentingan ekspor. Selain dijual dalam
bentuk segar, tangkapan ikan juga dapat menjadi bahan baku dalam industri
pengolahan.
Kabupaten Seram bagian Barat yang menjadi lokasi usaha ini, baru-baru ini telah
ditetapkan oleh KKP sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang Kelautan dan
Perikanan oleh KKP. Hal ini menunjukkan potensi perekonomian di kabupaten Seram
Bagian Barat dapat digerakkan salah satunya melalui usaha perikanan tangkap yang
ramah lingkungan.
3. Kondisi dan Potensi Wilayah

Letak Geografis Kabupaten Seram Bagian Barat adalah 119 - 116


LS dan 1291 - 12720 BT dengan batasan sebagai berikut : Sebelah Utara
berbatasan dengan Laut Seram; Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda;
Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Buru; Sebelah Timur berbatasan dengan
Kabupaten Maluku Tengah.
Luas wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat adalah 85.953,40 Km2 terdiri dari
Daratan seluas 6.948,40 Km2 ( 8,08% ); Lautan seluas 79.005 Km2 ( 91,92% )
dengan panjang garis pantai adalah 719,20 km.
Wilayah Kabupaten Seram Bagian Barat secara umum dikelompokan menjadi 5
(lima) kawasan yaitu :
1. Kawasan pertanian lahan basah meliputi kecamatan Kairatu (Desa Waimital
dan Waihatu) dan Kecamatan Seram Barat (Desa Kawa). Kawasan Lahan kering
meliputi hampir seluruh wilayah Kecamatan Seram Barat, Taniwel dan Kecamatan
Kairatu.
2. Kawasan Perikanan yaitu seluruh Kecamatan Waesala, Kecamatan Seram
Barat (Eti, Kaibobo, Ariate) dan Kecamatan Huamual.
3. Kawasan Pemukiman meliputi hamparan dari Piru-Eti dataran Huamual di
Kecamatan Seram Barat dan Dataran Waeruapa di Kecamatan Kairatu yang
menghubungkan Pulau Seram danKota Provinsi serta Pulau-pulau sekitarnya.
4. Kawasan Pegunungan meliputi Kecamatan Kairatu dan Hunitetu (Desa
Hunitetu, Rambatu, Rumberu, Manusa, Hukuanakota, Huku kecil, Watui, Abio,
Buria, Riring dan Ahiolo, ohiasapalewa, Neniari, Rumahsoal, Laturake) yang
merupakan potensi pengembangan komoditi dataran tinggi (Sayuran, buah-buahan)
Kawasan Pantai yaitu meliputi hampir seluruh kecamatan dengan potensi budidaya
Perikanan dan Pariwisata.
B. BIDANG USAHA
Usaha perikanan yang diajukan dalam Program Kewirausahaan Bagi Alumni ini
adalah Usaha Perikanan Tangkap di Kecamatan Huamual Kabupaten seram Bagian Barat
menggunakan Jaring Millenium.
C. TUJUAN
Tujuan kegiatan ini adalah menghasilkan keuntungan materi dari usaha perikanan
tangkap dengan menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan sehinggga kelestarian
sumberdaya ikan tetap berkelanjutan. Disamping itu juga sebagai proses edukasi bagi
masyarakat sekitar agar memanfaatkan laut dengan memeperhatihakan prinsip-prinsip
kelestarian lingkungan.
D. MANFAAT

Manfaat kegiatan ini bagi pengusul khususnya adalah keuntungan ekonomi yang
berkontribusi terhadap peningkatan bisnis di sektor perikanan. Selain itu juga menjadi
media pembelajaran bagi masyarakat sekitar agar dalam usaha penangkapannya selain
mendapatkan keuntungan ekonomi juga menjaga keberlanjutan sumberdaya perikanan.
E. TARGET LUARAN
Produk yang dihasilkan dalam usaha ini adalah ikan ikan demersal misalnya
Kakap, Kerapu, dll dengan kapasitas produksi 50 kilogram per hari atau 1,25 ton per
bulan dengan asumsi waktu penangkapan selama 25 hari dalam satu bulan.
F. RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN PERKIRAAN PROFIT
NO.
RINCIAN
1.
Investasi
1. Gill net Millenium 5 piece.
@ Rp. 1.800.000
2. Tali Ris atas ukuran 6 inch; 8 kg.
@ Rp. 50.000
3. Tali Ris bawah ukuran 4 inch; 8 kg.
@ Rp. 50.000
4. Pelampung ukuran Y3; 200 buah.
@ Rp. 3.000
5. Pemberat (tima); 250 buah.
@ Rp. 2.000
6. Pelampung tambahan (kapsul); 20
buah.
@ Rp. 5.000
7. Mesin Ketinting merk HONDA; 1
buah.
8. Perahu semang 3 GT; 1 buah
Total investasi
2.
Biaya operasional
Bahan bakar harian
Upah tenaga kerja
Total biaya operasional harian
3.
Target produksi (bulan)
4.
Harga
5.
Laba / Rugi per bulan
6.
B/C Rasio
8.
Periode Pengembalian Modal
G. JADWAL PELAKSANAAN

JUMLAH
JUMLAH (Rupiah)
9.000.000
400.000
400.000
600.000
500.000
100.000
5.000.000
9.000.000
25.000.000
325.000
225.000
550.000
1,25 (Ton)
Rp. 25.000 / Kg
17.500.000
1,3
2 bulan

NO
.
1.
2.
3.

KEGIATAN
Persiapan
Pelaksanaan
Pelaporan Usaha

WAKTU
1 4 Juli 2014
5 Juli 5 September 2014
8 12 September 2014

H. PENUTUP
Demikian proposal Wirausaha ini kami susun. Atas perhatiannya kami sampaikan
terimakasih.
Seram Bagian Barat, 13 Juni 2013
Penyusun

Mustafa Suneth, A.Md


NIT. 08.03.229

proposal
USAHA PERIKANAN TANGKAP
MENGGUNAKAN JARING MILLENIUM
DI kecamatan huamual
KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAt

Disusun Oleh
Mustafa Suneth, A. Md.
Nit. 08.03.229

Alumni akademi perikanan sorong


2014