Anda di halaman 1dari 2

Apakah ada ketentuan lain yang harus terpenuhi?

Ada. Permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi


administrasi harus memenuhi ketentuan:
a. sanksi administrasi dalam STP belum dibayar; atau
b. sanksi administrasi dalam STP sudah dibayar sebagian.
Dalam hal sanksi administrasi dalam STP telah diperhitungkan
dengan kelebihan pembayaran pajak, yang dilakukan melalui
potongan SPM dan/atau transfer pembayaran, sanksi administrasi dalam STP dianggap belum dibayar oleh Anda.

Berapa kali permohonan dapat diajukan untuk 1 STP?

Kementerian Keuangan RI
Direktorat Jenderal Pajak

Anda Dikenakan Sanksi Administrasi atas


Keterlambatan Penyampaian SPT,
Pembetulan SPT, dan
Keterlambatan Pembayaran atau
Penyetoran Pajak,
yang Anda Lakukan pada Tahun 2015?

permohonan dapat diajukan paling banyak 2 (dua) kali;


permohonan kedua hanya dapat diajukan setelah Surat
Keputusan atas permohonan pertama dikirim.

Berapa lama proses penyelesaian atas


permohonan tersebut?
Dalam hal permohonan telah memenuhi ketentuan dan
persyaratan yang ditentukan, Direktur Jenderal Pajak
memberikan penghapusan atau pengurangan sanksi
administrasi dengan menerbitkan Surat Keputusan
Penghapusan Sanksi Administrasi atau Surat Keputusan
Pengurangan Sanksi Administrasi atas masing-masing STP
yang diajukan permohonan, paling lama 6 (enam) bulan sejak
tanggal diterimanya permohonan.

Bagaimana dengan proses penagihan pajak dalam


hal pengajuan permohonan?
Dalam hal Anda mengajukan permohonan penghapusan,
tindakan penagihan pajak atas STP yang diajukan
permohonan ditangguhkan.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

Account Representative

Panduan ini bersifat informasi untuk memudahkan pemahaman


masyarakat mengenai peraturan terkait.
Beberapa ketentuan dalam panduan ini dapat berubah
mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku
Tahun pencetakan leaflet 2015
Nomor: PJ.091/KUP/L/003/2015-01

Pengurangan atau Penghapusan


Sanksi Administrasi

Manfaatkan Penghapusan Sanksi Pajak


#PajakMilikBersama

Apabila Anda dikenakan sanksi administrasi atas


keterlambatan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT),
Pembetulan SPT, dan keterlambatan pembayaran atau
penyetoran pajak, yang Anda lakukan pada tahun 2015, Anda
dapat memperoleh pengurangan atau penghapusan sanksi
administrasi yang dikenakan tersebut.

Apa dasar hukumnya?


Yang menjadi dasar hukum adalah:

d. pembetulan yang Anda lakukan dengan kemauan sendiri


atas SPT Tahunan PPh untuk Tahun Pajak 2014 dan
sebelumnya dan/atau SPT Masa untuk Masa Pajak
Desember 2014 dan sebelumnya yang mengakibatkan
utang pajak menjadi lebih besar,
yang dilakukan pada tahun 2015.

Bagaimana cara memperolehnya?

a. Pasal 36 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun


1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Undang-Undang
KUP);

Untuk dapat memperoleh pengurangan atau penghapusan


sanksi administrasi, Anda harus menyampaikan permohonan
kepada Direktur Jenderal Pajak.

b. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.03/2015


tentang Pengurangan Atau Penghapusan Sanksi
Administrasi Atas Keterlambatan Penyampaian Surat
Pemberitahuan, Pembetulan Surat Pemberitahuan, Dan
Keterlambatan Pembayaran Atau Penyetoran Pajak (PMK
Nomor 91/PMK.03/2015).

Permohonan harus memenuhi persyaratan:


a. 1 (satu) permohonan untuk 1 (satu) Surat Tagihan Pajak
(STP);
b. diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia (contoh
format surat permohonan sesuai Lampiran A.1. PMK
Nomor 91/PMK.03/2015);
c. ditandatangani (tidak dapat dikuasakan); dan
d. disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak tempat terdaftar.

Sanksi administrasi apa yang dapat dikurangkan atau


dihapuskan?
Sanksi administrasi berupa bunga atau denda yang terutang
sesuai dengan ketentuan Pasal 7, Pasal 8 ayat (2), Pasal 8 ayat
(2a), Pasal 9 ayat (2a), Pasal 9 ayat (2b), atau Pasal 14 ayat (4)
Undang-Undang KUP.

Adakah batasan atas sanksi administrasi yang dapat


dikurangkan atau dihapuskan tersebut?
Ada, yaitu sanksi administrasi yang dikenakan karena kekhilafan Anda atau bukan karena kesalahan Anda terbatas atas:
a. keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh untuk
Tahun Pajak 2014 dan sebelumnya dan/atau SPT Masa
untuk Masa Pajak Desember 2014 dan sebelumnya;
b. keterlambatan pembayaran/penyetoran atas kekurangan
pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT
Tahunan PPh untuk Tahun Pajak 2014 dan sebelumnya;
c. keterlambatan pembayaran atau penyetoran pajak yang
terutang untuk suatu saat atau Masa Pajak sebagaimana
tercantum dalam SPT Masa untuk Masa Pajak Desember
2014 dan sebelumnya; dan/atau

Apa persyaratan yang harus dipenuhi?

Dokumen apa saja yang harus dilampirkan?


Dokumen yang harus dilampirkan pada permohonan:
a. surat pernyataan yang menyatakan bahwa keterlambatan
penyampaian SPT, keterlambatan pembayaran pajak,
dan/atau pembetulan SPT dilakukan karena kekhilafan
atau bukan karena kesalahan dan ditandatangani di atas
meterai (contoh format surat pernyataan sesuai Lampiran
A.2. PMK Nomor 91/PMK.03/2015);
b. fotokopi SPT atau SPT pembetulan atau print-out SPT atau
SPT pembetulan berbentuk dokumen elektronik;
c. fotokopi bukti penerimaan atau bukti pengiriman surat
sebagai bukti penerimaan penyampaian SPT atau SPT
pembetulan;
d. fotokopi Surat Setoran Pajak (SSP) atau sarana administrasi
lain sebagai bukti pelunasan kurang bayar dalam SPT atau
SPT pembetulan; dan
e. fotokopi STP.