Anda di halaman 1dari 29

MAKALAH ALJABAR ABSTRAK 2

Grup Permutasi Siklis dalam Permainan Suit

Disusun oleh:
Kelompok 5/2012B

Darul Yuliana

(12030214015)

Ahmad Nashrulloh

(12030214018)

Nisvi Rahmahwati

(12030214024)

Aisyah Noer Aziziah

(12030214217)

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

DAFTAR ISI

I.
II.
III.
IV.

V.
VI.

HALAMAN JUDUL .............................................................................. i


DAFTAR ISI
............................................................................. ii
BAB I Pendahuluan .............................................................................. 1
BAB II Hasil dan Pembahasan ...............................................................3
2.1 Permainan Suit .............................................................................. 3
2.2 Grup
.............................................................................. 4
2.3 Grup Permutasi .............................................................................15
2.4 Grup Siklis
............................................................................ 15
BAB III Kesimpulan ............................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. iii

ii

BAB I
PENDAHULUAN
Aljabar abstrak merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang
berhubungan dengan kajian kuantintas, hubungan dan struktur yang terbentuk.
Aljabar abstrak mempelajari struktur aljabar seperti grup, ring dan lapangan. Ilmu
aljabar abstrak berkembang pesat karena penerapan karakteristik dari bentukbentuk struktur aljabar tersebut banyak bermanfaat dalam pengembangan metode
dalam menyelesaikan masalah yang bersifat abstrak dan sulit dipresentasikan
melalui aljabar biasa. Masyarakat awam masih belum mengetahui secara nyata
aplikasi dari matematika khususnya aljabar abstrak dan hubungannya dengan
kehidupan. Padahal banyak sekali penerapannya yang secara tidak langsung telah
memberikan kemudahan di setiap aktivitas manusia.
Salah satu materi struktur aljabar yang berkaitan dengan kehidupan nyata
ialah grup. Grup adalah suatu himpunan yang disertai dengan suatu operasi yang
berlaku di dalamnya. Menurut Gallian (2010) suatu himpunan tak kosong G
disebut grup terhadap operasi yang dikenakan terhadapnya jika memenuhi sifat
tertutup, sifat assosiatif, ada elemen identitas untuk setiap elemen yang ada di G,
serta setiap elemen di G memiliki invers terhadap operasinya. Ada beberapa grup
khusus seperti grup abelian, grup siklis, dan homomorfisma. Grup permutasi siklis
merupakan salah satu kajian yang menarik dalam aljabar abstrak.
Dalam sejarah yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, suit batugunting-kertas ini pertama kali digunakan oleh dua kaisar Jepang kuno dalam
menentukan perebutan kekuasaan karena melalui perundingan tidak menemukan
mufakat. Dan kemudian menjadi permainan batu-gunting-kertas, suatu
permainan menang dan kalah dengan mengadu jari atau telapak tangan yang
beranggotakan dua orang atau lebih.
Di Jepang, permainan ini sama halnya dengan permainan Hompimpah di
Indonesia, namun nama dan bentuk permainannya berbeda. Nama permainan suit
di Jepang adalah Jankenpon, disaat bersamaan dua orang akan menurunkan
tangannya bila kata Jankenpon disebutkan.

Ada Guu (batu), bila jari tangan dikepalkan membentuk tinju.


Ada Choki (gunting), cukup dua jari membentuk huruf V.

Dan ada Paa (kertas), telapak tangan dibentangkan memperlihatkan ke lima


jari.

Batu akan kalah melawan kertas karena kertas dapat

menutupi batu, kertas akan kalah melawan gunting karena kertas bisa
dipotong oleh gunting, dan gunting akan kalah melawan batu karena batu
sangat keras dan membuat gunting akan tumpul.

Di Indonesia kita mengenalnya dengan sebutan suit.


Tetapi yang membedakan suit Jepang dengan suit Indonesia adalah suit di
Indonesia menggunakan jempol, telunjuk, dan kelingking.

Jempol menandakan gajah


Telunjuk menandakan manusia
Dan kelingking yang menandakan semut

Seperti halnya matematika yang merupakan ilmu yang terstruktur

dari aksioma-aksioma, definisi, teorema-teorema, lemma dan corollary, begitu


pula dengan suatu permainan yang terstruktur oleh aturan-aturan permainan.
Dalam permainan suit terdapat aturan-aturan yang menarik untuk dikaji dalam
grup permutasi siklis dalam aturan permainannya.

Penulis memilih topik Grup Permutasi Siklis dalam

Permainan Suit karena rasa ingin tahu tentang hubungan antara aturanaturan yang ada di matematika khususnya grup permutasi siklis dengan
aturan-turan permainan suit. Berdasarkan jurnal Grup Permutasi Siklis
dalam Permainan Suit, permainan suit cenderung memiliki sifat siklis
seperti aljabar.

BAB II

HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 Permainan Suit

Suit batu, kertas, gunting telah dimainkan di seluruh dunia

sebagai alat untuk mengatasi perbedaan pendapat. Menurut sejarah, simbol ini
pertama kali digunakan oleh dua kaisar Jepang kuno dalam menentukan perebutan
kekuasaan setelah perundingan dan tidak menemukan mufakat.

Permainan suit juga merupakan permainan tradisional asal

Indonesia dengan menggunakan jari tangan. Permainan ini merupakan permainan


battle karena dimainkan oleh 2 orang, dimana masing-masing pemain
mengeluarkan 1 jari yang akan diadu dengan 1 jari lawannya. Jari-jari yang
digunakan adalah jari kelingking yang disimbolkan dengan k, jari telunjuk yang
disimbolkan dengan t, dan jempol yang disimbolkan denganj. Langkahlangkahpermainan suit sebagai berikut:
1. Suit dilakukan oleh dua orang pemain.
2. Setiap pemain hanya boleh mengacungkan salah satu jarinya diantara jempol,
telunjuk, atau kelingking secara bersamaan.
3. Menandingkan dua jari tersebut dengan aturan:
Jempol mengalahkan telunjuk,
Telunjuk mengalahkan kelingking
Kelingking mengalahkan jempol.
4. Pemenang adalah pemain yang mempunyai jari yang dapat mengalahkan jari
lain milik teman.
5. Jika pemain mengacungkan jari yang sama, maka permainan seri.

2.2 Grup

Definisi 1:

Himpunan G dengan operasi biner membentuk grup, jika dan hanya

(i)

jika :
a b G, a , b G (sifat tertutup).

(ii)

( a b ) c

= a (b c) , a , b , c G (sifat asosiatif).

(iii)

G a e=e a = a,

a G (punya identitas).

(iv)

a G, a1 G a a1=e (punya invers).

Kelingking, telunjuk, dan jempol yang disimbolkan berturut

turut k, t, dan j direlasikan dengan relasi lawan yang simbolnya

Daftar kontingensi relasi tersebut disajikan dalam Tabel 1 berikut ini.

Dalam permainan suit, ada beberapa kejadian yang mungkin


terjadi, yaitu menang, kalah, dan seri yang berturut-turut ditunjukkan pada gambar

dibawah ini.

Selanjutnya, kondisi menang, kalah, dan seri dituliskan dalam

aturan permutasi sebagai berikut:

Menang= k t j
j k t

Kalah= k
t

Seri= k t
k t

t j
j k

j
j

(1)

(2)

(3)

Kondisi Menang, Kalah, dan Seri dibentuk dalam suatu himpunan

Suit,ditulis S ={Menang, Kalah, Seri}. Himpunan S dilengkapi dengan operasi


komposisi fungsi membentuk grup karena memenuhi keempat sifat berdasarkan
definisi grup, yaitu:
1. Tertutup terhadap operasi komposisi fungsi.
(1)
Menang Menang = Kalah

(2)

(kj

t
k

j k t
t
j k

)(

j =k
t
t

)(

t j
j k

(kj

t
k

j k t j =k t
t
t j k
k t

)(

)(

j
j

Menang Kalah = Seri

(3)

Menang Seri = Menang

(kj

t
k

)(

j k t
t
k t

)(

j=k t
j
j k

j
t

Kalah Menang = Seri

(4)

(kt

(5)
(6)

)(

)(

t j k t
j k
j k

j =k t
t
k t

j
j

Kalah Kalah = Menang

(7)

(kt

(8)
(9)

)(

)(

)(

j=k
j
t

t j k t j =k t j
j k
t j k
j k t

Kalah Seri = Kalah

(10)

(11)
(12)
(13)

(16)

(19)

)(

t j
j k

)(

j
t

(kk

)(

t
t

j k t j=k t
j
j k t
j k

Seri Kalah = Kalah


(17)

(18)

t j k t
j k k t

Seri Menang = Menang


(14)

(15)

(kt

(kk

t
t

)(

)(

j k t j =k
j
t j k
t

t j
j k

Seri Seri = Seri


(20)

(kk

j k t
j k t

)(

j =k t
j
k t

j
j

(21)
Dari (1)-(9) dapat diringkas dalam tabel berikut ini.

(22)
(23)

(24)

(27)

Menan
g

Me

nang
(31) Kal
ah
(35)

)(

t
t

Seri
(39)

(28)
(32)
(36)

Kalah
Seri

(25)

Kalah

(29)
(33)

Seri
Menan
g

(26)

Seri

(30)

Men

(34)

ang
Kala
h

Menan

(37) Kalah
(38) Seri
g
Tabel 2. Hasil Operasi Komposisi Fungsi
7

(40)

Jadi, terbukti bahwa S memenuhi sifat 1, yaitu tertutup dibawah operasi

komposisi fungsi.
(41)

2. S dengan operasi komposisi fungsi bersifat asosiatif.


(1)
Menang (Menang Menang)
(42)

(kj

t
k

) ((

)(

j k t j k t
t
j k t
j k

)) (

j =k t
t
k t

j
j

j
j

(43) (Menang Menang) Menang


(44)

((

)) (

)(

)(

k t j k t j k t j =k t
j k t
j k t
j k t
k t

(45) Jadi, Menang (Menang Menang) = (Menang


Menang) Menang.
(46)
(2)

Menang (Menang Kalah)


(47)

(kj

t
k

) ((

)(

j k t j k
t
j k t
t

)) (

)(

t j =k t j
j k
j k t

(48) (Menang Menang) Kalah


(49)

((

)) (

)(

k t j k t j k t j =k t j
j k t
j k t
t j k
j k t

(50) Jadi, Menang (Menang Kalah) = (Menang Menang)


Kalah.
(51)
(3)

Menang (Menang Seri)


(52)

(kj

t
k

) ((

)(

j k t j k t
t
j k t
k t

j
j

))

(kt

t j
j k

) = (kt

t j
j k

(53) (Menang Menang) Seri


(54)

((

)(

)) (

k t j k t j k t
j k t
j k t
k t

j
j

(55) Jadi, Menang (Menang Seri) =(Menang Menang)


Seri.
(56)
(4)

Menang (Kalah Menang)

(kj

(57)

) ((

t
k

j k
t
t

)(

t j k t
j k
j k

j
t

))

(kj

t
k

j
t

(58) (Menang Kalah) Menang

((

(59)

(kj

t
k

j
t

)(

k t j k
j k t
t

)) (

t j k t j
j k
j k t

(60) Jadi, Menang (Kalah Menang) = (Menang Kalah)


Menang.
(61)

(5)

Menang (Kalah Seri)


(6)
(7)

t
k

) ((

)(

j k
t
t

t j k t
j k k t

)) (

j
j

)(

j
j

j =k t
j
k t

(Menang Kalah) Seri


(8)

(9)

(kj

((

)) (

)(

k t j k
j k t
t

t j k t
j k
k t

j =k t
j
k t

Jadi, Menang (Kalah Seri) = (Menang Kalah)

Seri.
(11)

(10)
Menang (Kalah Kalah)
(12)

(kj

t
k

) ((

)(

j k
t
t

t j k
j k
t

)) (

)(

t j =k t j
j k
t j k

(13) (Menang Kalah) Kalah


(14)

((

)(

k t j k
j k t
t

)) (

t j k t j =k t j
j k
t j k
t j k

(15) Jadi, Menang (Kalah Kalah) = (Menang Kalah)


Kalah.

(16)

(17)

Menang (Seri Menang)


(18)

(kj

t
k

) ((

j k t
t
k t

)(

j k t
j
j k

)) (

)(

j =k t j
t
t j k

(19) (Menang Seri) Menang


(20)

((

)(

k t j k t
j k t
k t

)) (

j k t j =k t j
j
j k t
t j k

(21) Jadi, Menang (Seri Menang) = (Menang Seri)


Menang.
(22)
(23)

Menang (Seri Kalah)


(24)

(kj

t
k

) ((

j k t
t
k t

)(

)) (

j k t j =k t
j
t j k
k t

j
j

)
9

(25) (Menang Seri) Kalah


(26)

((

)(

k t j k t
j k t
k t

)) (

j k
j
t

)(

t j =k t
j k
k t

j
j

(27) Jadi, Menang (Seri Kalah) = (Menang Seri)


Kalah.

(9)

Menang (Seri Seri)

(kj

(28)

t
k

) ((

j k t
t
k t

)) (

)(

)(

j =k t j
j
j k t

)) (

j =k t j
j
j k t

j k t
j k t

(29) (Menang Seri) Seri

((

(30)

)(

k t j k t
j k t
k t

j k t
j
k t

(31) Jadi, Menang (Seri Seri) = (Menang Seri)


Seri.
(10)

(32)

Kalah
(Kalah Kalah)

) ((

(kt

(33)

t j k
j k
t

)(

t j =k t
j k
k t

)) (

j
j

)) (

)(

j
j

t j k
j k
t

(34) (Kalah Kalah) Kalah)

((

(35)

)(

k t j k
t j k
t

t j k t j =k t
j k
t j k
k t

(36) Jadi, Kalah (Kalah Kalah) = (Kalah Kalah)


Kalah.
(37)
(11)

Kalah (Kalah Menang)


(38)

(kt

) ((

t j k
j k
t

)(

t j k t
j k
j k

)) (

)(

j =k t j
t
t j k

(39) (Kalah Kalah) Menang


(40)

((

)(

k t j k
t j k
t

)) (

t j k t j =k t j
j k
j k t
t j k

(41) Jadi, Kalah (Kalah Menang) = (Kalah Kalah)


Menang.
(12)
(43)

(42)

Kalah
(Kalah Seri)

(kt

) ((

t j k
j k
t

)(

t j k t
j k k t

)) (

j =k t j
j
j k t

)
10

(44) (Kalah Kalah) Seri


(45)

((

)(

k t j k
t j k
t

)) (

t j k t
j k
k t

)(

j =k t j
j
j k t

(46) Jadi, Kalah (Kalah Seri) = (Kalah Kalah) Seri.


(47)
(48)

10

(13)

Kalah (Menang Kalah)


(14)

(kt

) ((

)(

t j k t j k
j k
j k t
t

)) (

)(

t j =k t j
j k
t j k

(15) (Kalah Menang) Kalah


(16)

((

)(

)) (

k t j k t j k t j =k t j
t j k
j k t
t j k
t j k

(17) Jadi, Kalah (Menang Kalah) = (Kalah Menang)


Kalah.
(19)

(18)

Kalah
(Menang Menang)
(20)

(kt

) ((

)(

t j k t j k t
j k
j k t
j k

)) (

)(

j =k t j
t
j k t

(21) (Kalah Menang) Menang


(22)

((

)(

)) (

k t j k t j k t j =k t j
t j k
j k t
j k t
j k t

(23) Jadi, Kalah (Menang Menang) = (Kalah Menang)


Menang.

(25)

(24)

Kalah
(Menang Seri)
(26)

(kt

) ((

)) (

j
j

)(

j
j

)(

j =k t
j
k t

)) (

j =k t
j
k t

t j k t j k t
j k
j k t
k t

(27) (Kalah Menang) Seri


(28)

((

)(

k t j k t j k t
t j k
j k t
k t

(29) Jadi, Kalah (Menang Seri) = (Kalah Menang)


Seri.
(30)
(31)

Kalah (Seri Menang)

11

(kt

(32)

) ((

t j k t
j k
k t

)(

j k t
j
j k

)) (

j =k t
t
k t

j
j

(33) (Kalah Seri) Menang


(34)

((

)(

k t j k t
t j k k t

)) (

)(

j k t j =k t
j
j k t
k t

j
j

(35) Jadi, Kalah (Seri Menang) = (Kalah Seri)


Menang.

11

(36)

Kalah (Seri Kalah)

) ((

(kt

(37)

t j k t
j k
k t

)(

)) (

)(

j k t j =k t j
j
t j k
j k t

(38) (Kalah Seri) Kalah

((

(39)

)(

k t j k t
t j k k t

)) (

j k
j
t

t j =k t j
j k
j k t

(40) Jadi, Kalah (Seri Kalah) = (Kalah Seri) Kalah.


(42)

(41)
Kalah (Seri Seri)

) ((

(kt

(43)

t j k t
j k
k t

)) (

)(

)(

j =k t j
j
t j k

)) (

j =k t j
j
t j k

j k t
j k t

(44) (Kalah Seri) Seri

((

(45)

)(

k t j k t
t j k k t

j k t
j
k t

(46) Jadi, Kalah (Seri Seri) = (Kalah Seri) Seri.


(48)

(47)

Seri
(Seri Seri)

(kk

(49)

t
t

) ((

j k t
j k t

)(

j k t
j
k t

j k t
j
k t

)) (

j
j

)(

j
j

)(

j =k t
j
k t

)) (

j =k t
j
k t

(50) (Seri Seri) Seri

((

(51)

k t
k t

j k t
j k t

(52) Jadi, Seri (Seri Seri) = (Seri Seri) Seri.


(54)

(53)

Seri
(Seri Menang)
(55)

(kk

t
t

) ((

j k t
j
k t

)(

)) (

)) (

j =k t j
t
j k t

)(

j k t j =k t j
j
j k t
j k t

(56) (Seri Seri) Menang


(57)

((

k t
k t

)(

j k t
j k t

j k t
j
j k

12

(58) Jadi, Seri (Seri Menang) = (Seri Seri)


Menang.
(59)

12

(60)

Seri (Seri Kalah)


(61)

(kk

t
t

) ((

j k t
j
k t

)(

)) (

)(

j k t j =k t j
j
t j k
t j k

(62) (Seri Seri) Kalah


(63)

((

k t
k t

)(

j k t
j k t

)) (

j k
j
t

t j =k t j
j k
t j k

(64) Jadi, Seri (Seri Kalah) = (Seri Seri) Kalah.


(65)

(66)

Seri (Menang Menang)


(67)

(kk

t
t

) ((

j k t
j
j k

)(

j k t
t
j k

)) (

)(

j =k t j
t
t j k

(68) (Seri Menang) Menang


(69)

((

k t
k t

)(

j k t
j
j k

)) (

j k t j =k t j
t
j k t
t j k

(70) Jadi, Seri (Menang Menang) = (Seri Menang)

(72)

Menang.
(71)
Seri (Menang Kalah)
(73)

(kk

t
t

) ((

j k t
j
j k

)(

)) (

j
j

)) (

t j =k t
j k
k t

)(

j
j

j k t j =k t
t
t j k
k t

(74) (Seri Menang) Kalah


(75)

((

k t
k t

)(

j k t
j
j k

j k
t
t

(76) Jadi, Seri (Menang Kalah) = (Seri Menang)


Kalah.
(77)
(78)

Seri (Menang Seri)


(79)

(kk

t
t

) ((

j k t
j
j k

)(

j k t
t
k t

)) (

j =k t j
j
j k t

(80) (Seri Menang) Seri

13

(81)

((

k t
k t

)(

j k t
j
j k

)) (

j k t
t
k t

)(

j =k t j
j
j k t

(82) Jadi, Seri (Menang Seri) = (Seri Menang)


Seri.

13

(83)

Seri (Kalah Menang)


(84)

(kk

t
t

) ((

j k
j
t

)(

t j k t
j k
j k

)) (

j
j

)(

j
j

j =k t
t
k t

(85) (Seri Kalah) Menang


(86)

((

k t
k t

)(

j k
j
t

)) (

t j k t j =k t
j k
j k t
k t

(87) Jadi, Seri (Kalah Menang) = (Seri Kalah)

(89)

Menang.
(88)
Seri (Kalah Kalah)
(90)

(kk

t
t

) ((

j k
j
t

)(

)) (

)(

t j k t j =k t j
j k
t j k
j k t

(91) (Seri Kalah) Kalah


(92)

((

k t
k t

)(

j k
j
t

)) (

t j k
j k
t

t j =k t j
j k
j k t

(93) Jadi, Seri (Kalah Kalah) = (Seri Kalah) Kalah.


(94)

(95)

Seri (Kalah Seri)


(96)

(kk

t
t

) ((

j k
j
t

)) (

)(

t j k t
j k k t

)(

j =k t j
j
t j k

)) (

j =k t j
j
t j k

(97) (Seri Kalah) Seri


(98)

((

k t
k t

)(

j k
j
t

t j k t
j k
k t

(99) Jadi, Seri (Kalah Seri) = (Seri Kalah) Seri.


(100)

Dari (1) (27), terbukti bahwa S memenuhi sifat 2, yaitu sifat

asosiatif.
3. Dari tabel 2,diketahui bahwa identitas dari S adalah Seri.

14

(101)

(102) Menan

(105) Me
nang
(109) Kal
ah
(113) Seri
(117)

(106) Kalah
(110) Seri
(114) Menan
g

(103) Kalah
(107) Seri

(104) Seri
(108) Men

(111) Menan

ang
(112) Kala

(115) Kalah

(116) Seri

Jadi, S memenuhi sifat 3, yaitu punya identitas.

14

4. Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa


Menang1 =Kalah S
(118)
(119)

Kalah1=Menang S

(120)

Seri =Seri S

(121)
(122)
2.3

Jadi, syarat 4 terpenuhi bahwa setiap elemen S punya invers.


Dari 1, 2, 3, dan 4 terbukti bahwa S merupakan grup.
(123)
Grup Permutasi
(124) Permutasi dari sebuah himpunan adalah fungsi dari himpunan A ke

himpunan A atau suatu fungsi bijektif dari himpunan n ke himpunan itu sendiri
yang berkorespodensi satu-satu dan onto. Grup permutasi dari himpunan A adalah
himpunan permutasi-permutasi A yang membentuk sebuah grup dengan operasi
komposisi fungsi.
(125) Teorema 1:
(126) Grup simetri pada n huruf Sn adalah grup yang banyak
anggotanya n! dengan operasi binernya adalah komposisi fungsi. Sebuah
subgrup dari Sn adalah grup permutasi. S adalah sebuah grup permutasi
karena S S3 dan S dengan operasi komposisi adalah grup.
(127)
2.4
Grup Siklis
(128)
Definisi 2:
(129) Misalkan G adalah grup, dan Z = {x | x bilangan bulat}, maka G
disebut grup siklis, jika ada g

G sedemikian hingga G = {gn| n

Z}.

Elemen g pada G ={gn| n Z} disebut generator dari grup siklis tersebut.


(130) Berdasarkan definisi 2, himpunan S = {Menang, Kalah, Seri}
terhadap operasi komposisi fungsi merupakan grup siklis dengan generator kalah
Z} dan S = {Kalahn| n

Z}.

1. Jika G merupakan grup siklis dengan generator g yaitu G = {gn | n

Z },

atau menang. Karena S = {Menangn| n

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

maka grup G itu cukup ditulis dengan <g> atau (g).

15

2. Penulisan G = {gn | n

Z } yang menyatakan bahwa G grup siklis dengan

generator g biasanya dipakai untuk grup G yang operasi binernya multiplikatif


(perkalian) sedangkan untuk grup G yang operasi binernya aditif
(penjumlahan) dinotasikan dengan G = {ng | n Z }.
(131)
(132) Dalam makalah ini, grup siklis yang digunakan adalah grup
siklis yang operasi binernya multiplikatif (perkalian). Sehingga,
(133) S = {Menangn | n Z }
(134) Menang1 = Menang.

(135) Menang2 = Menang Menang = Kalah.


(136) Menang3 = Menang Menang Menang = Seri.
(137) Menang4 = Menang

Menang

Menang

Menang

= Menang.
(138) Sehingga, S dengan operasi komposisi fungsi merupakan grup
siklis dengan generator menang berorde 3.
(139)

(140) S = {Kalahn | n Z }
(141) Kalah1 = Kalah.

(142) Kalah2 = Kalah Kalah = Menang.


(143) Kalah3 = Kalah Kalah Kalah = Seri.
(144) Kalah4 = Kalah Kalah Kalah Kalah = Kalah.
(145) Sehingga, S dengan operasi komposisi fungsi merupakan grup
siklis dengan generator kalah berorde 3.
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)

16

(153) BAB III


(154) KESIMPULAN
(155)
(156) Kesimpulan dari hasil penelitian pada jurnal ini menunjukkan
bahwa aturan yang digunakan pada permainan suit membentuk suatu grup yaitu S
= {Menang, kalah, seri}. S membentuk grup karena telah terbukti bahwa S
dibawah operasi komposisi fungsi memenuhi empat sifat berdasarkan definisi
grup. Aturan dalam pemainan suit tersebut menggunakan grup permutasi siklis.
(157)

17

(158) DAFTAR PUSTAKA


(159) Gallian, JosephA. 2010. Contemporary Abstract Algebra.
America: United States of America.
(160) https://aswhat.files.wordpress.com/2013/02/4-stral_grup-

siklis1.pdf (diakses 30 April 2015 pkl. 19.36)


(161) http://s3.amazonaws.com/ppt-download/gruppermutasi130115210248-phpapp02.pdf (diakses 1 mei 2015)
(162) https://stefanuskaparang.wordpress.com/2010/03/04/skenariogame-suit-adu-jari/ (diakses 22 April 2015 pkl. 14.00)
(163)
(164)

iii