Anda di halaman 1dari 12

Teori Dasar Listrik

1/27/2009 HaGe 22 komentar

Artikel kali ini lebih saya tujukan kepada orang awam yang ingin mengenal dan
mempelajari teknik listrik ataupun bagi mereka yang sudah berkecimpung di
dalam teknik elektro untuk sekedar mengingat kembali teori-teori dasar listrik.1.
Arus Listrikadalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan
berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada
beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah
Ampere. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-),
sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang
bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap
berlawanan dengan arah gerakan elektron.

Gambar 1. Arah arus


listrik dan arah gerakan elektron.1 ampere arus adalah mengalirnya elektron
sebanyak 624x10^16 (6,24151 10^18) atau sama dengan 1 Coulumb per detik
melewati suatu penampang konduktor Formula arus listrik adalah: I = Q/t
(ampere)Dimana:I = besarnya arus listrik yang mengalir, ampereQ = Besarnya
muatan listrik, coulombt = waktu, detik2. Kuat Arus ListrikAdalah arus yang
tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu
penampang kawat dalam satuan waktu. Definisi : Ampere adalah satuan kuat
arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni
dalam satu detik. Rumus rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik,
kuat arus dan waktu:Q = I x tI = Q/tt = Q/IDimana : Q = Banyaknya muatan listrik
dalam satuan coulomb I = Kuat Arus dalam satuan Amper. t = waktu dalam
satuan detik.Kuat arus listrik biasa juga disebut dengan arus listrikmuatan
listrik memiliki muatan positip dan muatan negatif. Muatan positip dibawa oleh
proton, dan muatan negatif dibawa oleh elektro. Satuan muatan coulomb (C),
muatan proton +1,6 x 10^-19C, sedangkan muatan elektron -1,6x 10^-19C.
Muatan yang bertanda sama saling tolak menolak, muatan bertanda berbeda
saling tarik menarik3. Rapat ArusDifinisi : rapat arus ialah besarnya arus listrik
tiap-tiap mm luas penampang kawat.

Gambar 2. Kerapatan
arus listrik.Arus listrik mengalir dalam kawat penghantar secara merata menurut
luas penampangnya. Arus listrik 12 A mengalir dalam kawat berpenampang
4mm, maka kerapatan arusnya 3A/mm (12A/4 mm), ketika penampang
penghantar mengecil 1,5mm, maka kerapatan arusnya menjadi 8A/mm
(12A/1,5 mm).Kerapatan arus berpengaruh pada kenaikan temperatur. Suhu
penghantar dipertahankan sekitar 300C, dimana kemampuan hantar arus kabel
sudah ditetapkan dalam tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).

Tabel 1.
Kemampuan Hantar Arus (KHA)Berdasarkan tabel KHA kabel pada tabel diatas,
kabel berpenampang 4 mm, 2 inti kabel memiliki KHA 30A, memiliki kerapatan
arus 8,5A/mm. Kerapatan arus berbanding terbalik dengan penampang
penghantar, semakin besar penampang penghantar kerapatan arusnya
mengecil. Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat
arus dan penampang kawat:J = I/AI = J x AA = I/JDimana:J = Rapat arus
[ A/mm] I = Kuat arus [ Amp] A = luas penampang kawat [ mm]4. Tahanan dan
Daya Hantar PenghantarPenghantar dari bahan metal mudah mengalirkan arus
listrik, tembaga dan aluminium memiliki daya hantar listrik yang tinggi. Bahan
terdiri dari kumpulan atom, setiap atom terdiri proton dan elektron. Aliran arus
listrik merupakan aliran elektron. Elektron bebas yang mengalir ini mendapat
hambatan saat melewati atom sebelahnya. Akibatnya terjadi gesekan elektron
denganatom dan ini menyebabkan penghantar panas. Tahanan penghantar
memiliki sifat menghambat yang terjadi pada setiap bahan. Tahanan didefinisikan
sebagai berikut : 1 (satu Ohm) adalah tahanan satu kolom air raksa yang
panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm pada temperatur 0 C"Daya
hantar didefinisikan sebagai berikut:Kemampuan penghantar arus atau daya
hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang

mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar
atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik. Rumus
untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus:R = 1/GG
= 1/RDimana :R = Tahanan/resistansi [ /ohm] G = Daya hantar arus
/konduktivitas [Y/mho]

Gambar 3.
Resistansi KonduktorTahanan penghantar besarnya berbanding terbalik
terhadap luas penampangnya dan juga besarnya tahanan konduktor sesuai
hukum Ohm.Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan diameter
penampang q serta tahanan jenis (rho), maka tahanan penghantar tersebut
adalah :R = x l/qDimana : R = tahanan kawat [ /ohm] l = panjang kawat
[meter/m] l = tahanan jenis kawat [mm/meter] q = penampang kawat [mm]
faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistant atau tahanan, karena tahanan
suatu jenis material sangat tergantung pada : panjang penghantar. luas
penampang konduktor. jenis konduktor . temperatur. "Tahanan penghantar
dipengaruhi oleh temperatur, ketika temperatur meningkat ikatan atom makin
meningkat akibatnya aliran elektron terhambat. Dengan demikian kenaikan
temperatur menyebabkan kenaikan tahanan penghantar"5. potensial atau
Teganganpotensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat
lokasi yang berbeda potensialnya. dari hal tersebut, kita mengetahui adanya
perbedaan potensial listrik yang sering disebut potential difference atau
perbedaan potensial. satuan dari potential difference adalah Volt.Satu Volt
adalah beda potensial antara dua titik saat melakukan usaha satu joule untuk
memindahkan muatan listrik satu coulombFormulasi beda potensial atau
tegangan adalah:V = W/Q [volt]Dimana:V = beda potensial atau tegangan, dalam
voltW = usaha, dalam newton-meter atau Nm atau jouleQ = muatan listrik, dalam
coulombRANGKAIAN LISTRIKPada suatu rangkaian listrik akan mengalir arus,
apabila dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Adanya sumber tegangan 2.
Adanya alat penghubung 3. Adanya beban

Gambar 4.
Rangkaian Listrik.Pada kondisi sakelar S terbuka maka arus tidak akan mengalir
melalui beban . Apabila sakelar S ditutup maka akan mengalir arus ke beban R
dan Ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain syarat mengalir arus pada
suatu rangkaian harus tertutup. 1. Cara Pemasangan Alat Ukur. Pemasangan
alat ukur Volt meter dipasang paralel dengan sumber tegangan atau beban,
karena tahanan dalam dari Volt meter sangat tinggi. Sebaliknya pemasangan
alat ukur Ampere meter dipasang seri, hal inidisebabkan tahanan dalam dari
Amper meter sangat kecil.alat ukur tegangan adalah voltmeter dan alat ukur
arus listrik adalah amperemeter2. Hukum Ohm Pada suatu rangkaian tertutup,
Besarnya arus I berubah sebanding dengan tegangan V dan berbanding terbalik
dengan beban tahanan R, atau dinyatakan dengan Rumus :I = V/RV = R x I

R = V/IDimana;I = arus listrik, ampereV = tegangan, voltR = resistansi atau


tahanan, ohm Formula untuk menghtung Daya (P), dalam satuan watt adalah: P
= I x V P = I x I x R P = I x R3. HUKUM KIRCHOFF Pada setiap rangkaian
listrik, jumlah aljabar dari arus-arus yang bertemu di satu titik adalah nol (I=0).

Gambar 5. loop arus KIRChOFF Jadi: I1 +


(-I2) + (-I3) + I4 + (-I5 ) = 0I1 + I4 = I2 + I3 + I5 semoga bermanfaat,
Tweet
5
This
page
has
been
shared
5
times.
View
these
Tweets.

S
210
u
k
a

Kategori: Dasar Teknik Elektro

Artikel Terkait Lainnya:

Dasar Teknik Elektro


Mengenal pengukuran vibrasi pada motor atau pompa
Fenomena Frekwensi Listrik
Karakteristik Beberapa Jenis Bahan Penghantar Listrik
Dasar Elektronika Daya - bagian 1
Definisi Istilah Kelistrikan Pada PUIL 2000
Jenis-jenis Plug dan Socket Listrik
Mengenal peralatan instalasi listrik rumah tinggal

Newer Post
Older Post
Home
2 2 K O M E N T AR :
vicky berkomentar:
28/1/09 15:17
Jawab

salam kenal,kalau torque ada hubungannya dengan arus ga ya?rumusnya


gimana ya?thanks sebelumnya
HaGe berkomentar:
29/1/09 10:23
Jawab

Vicky -> salam kenal juga...- pada motor listrik tentu ada hubungannya
antara arus dgn torsi, utk lebih jelasnya silahkan baca artikel "motor listrik"untuk generator silahkan baca artikel: "elektromekanis dalam sistem
tenaga 1 dan 2"semoga membantu,
Anonymous berkomentar:
22/2/09 13:23
Jawab

Salam Kenal Ya...Wah, Terima Kasih Banyak...Dengan adanya Web ini


saya dapat mengerjakan TP Fisika saya...Serta menambah wawasan
Saya....
prisa berkomentar:
5/3/09 19:58
Jawab

thanks banget..buat Webnya,


Anonymous berkomentar:
9/3/09 23:40

Jawab

kalo tutorial mikrokontroler ad g boss??/


Anonymous berkomentar:
18/3/09 17:43
Jawab

ada contoh penerapan elektrostatis ga?


wahyu berkomentar:
18/3/09 18:06
Jawab

listrik hubunganya dengan magnet bagaimana??


HaGe berkomentar:
18/3/09 19:48
Jawab

anonymous & Prisa-> termia kasih sudah berkunjung, senang bisa


membantu kalian...anonymous & wahyu -> salah satu contoh penerapan
elektrostatis adalah pada Electrostatic Precipitator (ESP), sebagai media
penangkap debu pada gas buang PLTU.Magnet dan listrik tidak dapat
dipisahkan, tanpa adanya medan magnet yang dipotong oleh sebuah
penghantar dan atau memotong sebuah penghantar, maka tidak akan
timbul listrik (hukum induksi faraday)
opal berkomentar:
23/4/09 08:44
Jawab

kalo untuk menentukan luas penampang kabel (mm2) rumusnya apa omtksHaGe berkomentar:
1/5/09 01:58
Jawab

opal -> diartikel ini sudah dibahas, 4. Tahanan dan Daya Hantar
Penghantar...ada rumusnya juga pada sub judul tersebut...terima kasih

dens berkomentar:
6/5/13 15:07
Jawab

mau tanya bagai mana cara utk menghitung penampang kabel DC 12


Volt,utk menentukan kekuatan nya,kansering ada mobil mobil terbakaran
akibat kelistrikan nya..mohon informasi nya...?
hary yansyah berkomentar:
19/7/13 15:12
Jawab

nice lessons..
kukuh putra prambodo berkomentar:
14/8/13 07:19
Jawab

bagus nih informasinya.. thankz a lot


VARIOUS PRODUCT INFORMATION berkomentar:
26/8/13 10:41
Jawab

This comment has been removed by a blog administrator.


mar'atur roifah berkomentar:
22/12/13 23:43
Jawab

mas,, kalau aq di suruh jelasin ari gambar instalasiku (instalasi rumah


sederhana),,, apa aja sih yang perlu aq jelasin?
Delapan pocong menari berkomentar:
22/3/14 05:26
Jawab

mas mas boleh tanya ..... sebab saya rada2 bingung nih 12v 5 Amper
maksudnya gimana? apa listrik 12 v itu ada wattnya karena setahu saya 1
amper = 220 watt jadi kalo 5 amper = 1100 watt..... tapi lampu pijar 220
volt kok menyala?

Ahmad Zulfakar berkomentar:


25/3/14 14:11
Jawab

mas delapan pocong menari12v 5 Amper kemampuan suatu komponen


dalam tegangan dan arus tertentutidak selamanya 1 ampere itu 220 watt
diatas sudah dicantumkan rumus daya (watt) = I(arus) x V(tegangan)dan
jika dikaitkan dengan listrik yang umumnya memiliki tegangan 220V maka
nilai untuk 1 ampere adalah 220 watt
bagus fajar septiawan berkomentar:
15/4/14 22:24
Jawab

mantap gan, ijin copy. makasih :)


Harry Ahmadi berkomentar:
19/4/14 15:22
Jawab

This comment has been removed by a blog administrator.


Alizarin berkomentar:
13/6/14 18:30
Jawab

bro...mau nanya klo amperemeter ada hubungannya sama gaya lorentz


gak?
Di Aprakosomaria Gejonsu berkomentar:
20/10/14 13:43
Jawab

Wuuuuuuuh kurang mantap infonya


cesper berkomentar:
11/11/14 10:52
Jawab

gan mohon bantuan nya kalaw accu 75 amper dengan charger 20 amper
kira2 pake dioda silikon berapa amperya gan buat tahanan nya biar ga
arus balik,,,

POST A COMMENT
Terima kasih atas kunjungan anda di blog Dunia Listrik, Semoga
bermanfaat.Untuk diskusi dan opini, silahkan kunjungi "Forum Dunia
Listrik"Dapatkan informasi melalui email, setiap artikel baru diterbitkan
dengan mendaftarkan alamat email anda di fitur "Registrasi E-mail".
Comment as:

L I N K KE AR T I K E L I N I
Create a Link
W
W

POPULER
ARSIP

POPULAR POSTS

Teori Dasar Listrik

Motor Listrik

Generator DC

AVR (Automatic Voltage Regulator)

Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Sistem 3 Fasa

Unduh Buku-Buku Teknik Elektro Gratis

SEBARKAN BLOG INI

CARI ARTIKEL

REGISTRASI E-MAIL
Dapatkan informasi artikel terbaru dari Blog Dunia Listrik
Klik gambar Thomas Alva Edison dibawah ini untuk mendaftarkan alamat e-mail anda

Kami tidak akan mempublikasikan alamat e-mail anda kepada pihak manapun. Dijamin

Jika anda tidak menerima konfirmasi pendaftaran email dari feedburner. Periksa Kotak
SPAM atau BULK E-mail anda
*** Terima Kasih ***