Anda di halaman 1dari 6

BAB II

LAPORAN PEMBERDAYAAN KEGIATAN MASYARAKAT


DI BANJAR GELOGOR CARIK KECAMATAN DENPASAR SELATAN
24 NOVEMBER 2014
Jumlah kepala keluarga di Banjar Glogor Carik berjumlah 487 untuk
banjar dinas dan 330 untuk banjar adat. Batas wilayah banjar di sebelah utara
yaitu Banjar Gunung, Sebelah Timur Sungai, Sebelah Selatan Bypas Ngurah Rai
dan sebelah Barat Desa Pemecutan Kelod.
2.1 Organisasi Pemerintahan di Bidang Kesehatan Banjar Gelogor Carik
Berikut organisasi pemerintahan dalam bidang kesehatan di Banjar
Gelogor Carik yaitu :
a. PKK
PKK atau Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga merupakan lembaga
atau organisasi yang membantu tugas-tugas pemerintahan dalam
bidang kesehatan khususnya kesehatan balita, kesehatan lansia,
kesehatan ibu hamil dan kesehatan lingkungan.
1) PKK memiliki 10 Program Kegiatan Pokok yaitu :
a) Pengayatan dan pengamalan Pancasila
b) Gotong royong
c) Pendidikan
d) Keterampilan
e) Sandang
f) Pangan
g) Tatalaksana rumah tangga
h) Kesehatan
i) Pelestarian lingkungan hidup
j) Perencanaan sehat
Program kegiatan di atas diwujudkan dalam bentuk Kelompok
Kerja (Pokja) yang melaksanakan program tersebut pada masyarakat :
1) Pokja 1 : Bidang Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
Pokja 1 merupakan wujud dari program 1 dan 2 yang bentuk
kegiatannya penghayatan dan pengamalan pancasila berupa
gotong-royong yang dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Glogor
Carik yang bertujuan untuk menjaga lingkungan banjar agar tetap

bersih dan rapi sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan


seluruh anggota banjar. Gotong royong dilaksanakan oleh seluruh
anggota PKK Banjar Glogor Carik setiap bulan pada minggu ke
tiga dari jam 16.00 wita sampai 18.00 wita. Pada saat gotong
royong PKK dibagi menjadi empat tempek yaitu Tempek Kaja,
Tempek Tengah Kaje , Tempek Tengah Kelod , dan Tempek Kelod.
Biasanya dua tempek membersihkan balai banjar Glogor Carik dan
dua tempek membersihkan wilayah banjar. Adapun aturan yang
diterapkan dalam gotong royong adalah pemungutan denda sebesar
Rp. 5.000 per orang jika tidak menghadiri gotong royong tersebut.
2) Pokja 2 : Bidang Pendidikan dan Keterampilan, Pengembangan
Kehidupan Berkoperasi
Pokja 2 merupakan wujud dari program 3 dan 4 yang bentuk
kegiatannya berupa pendidikan dan keterampilan pada masyarakat
Banjar Glogor Carik. Wujud nyata dari Pokja 2 ini adalah
mengadakan dan mengikuti penyuluhan dan pelatihan dalam
bidang kesehatan. Penyuluhan kesehatan ini biasanya berasal dari
luar PKK contohnya dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan
Mahasiswa dengan jadwal yang tidak menentu sesuai dengan
jadwal program yang menyelenggarakan dan dengan peserta
penyuluhan dan pelatihan adalah seluruh PKK Banjar Glogor
Carik. Adapun materi penyuluhan dan pelatihan dalam bidang
kesehatan yang pernah diadakan dan diikuti di Banjar Glogor Carik
adalah Narkoba, Kanker Servik, HIV/AID, dan Posyandu.
3) Pokja 3 : Bidang Pangan, Sandang Perumahan, dan Tata Laksana
Rumah Tangga
Pokja 3 merupakan wujud dari program 5, 6, dan 7 berupa pangan,
sandang dan tatalaksana rumah tangga pada masyarakat Banjar
Gelogor Carik. Wujud nyata dari pokja ini dalam bidang kesehatan
adalah pemanfaatan pekarangan rumah berupa tanaman obat
keluarga (toga) di masing-masing rumah yang melibatkan seluruh
anggota keluarga dan di pantau oleh kader pemanfaatan
pekarangan rumah dari PKK Banjar Gelogor Carik.

4) Pokja 4 : Bidang Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup,


Perencanaan Sehat
Pokja 4 merupakan wujud dari program 8, 9, dan 10 berupa
kesehatan, pelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat
bagi masyarakat Banjar Glogor Carik. Wujud nyata dari pokja ini
adalah

diselenggarakannya

Posyandu.

Posyandu

Balita

dilaksanakan setiap bulan pada minggu ke dua tepatnya pada hari


Selasa dari jam 09.00 wita-12.00 wita. Sistem yang digunakan
dalam Posyandu Balita ini adalah sistem lima meja. Jumlah balita
yang terdaftar dalam Posyandu Balita Banjar Glogor Carik adalah
45 balita dengan kepengurusan posyandu yang terdiri dari 10 orang
kader serta dalam pelaksanaannya didampingi oleh petugas
Puskesmas.

Kegitan

yang

dilakukan

Posyandu

meliputi

penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang balita setiap


bulan, pemberian vitamin A pada bulan Februari dan Agustus,
pemberian obat cacing, dan pemberian PMT berupa kacang hijau
dan telur pada balita. Adapun aturan yang diterapkan dalam
Posyandu adalah pemungutan denda sebesar Rp. 5.000 per orang
jika tidak menghadiri Posyandu. Selain Posyandu Balita banjar
Glogor Carik juga memiliki Posyandu Lansia.
2.2 Organisasi Non Pemerintahan di Bidang Kesehatan Banjar Gelogor Carik
Organisasi non pemerintahan atau adat dibidang kesehatan yang
terdapat di banjar Glogor Carik tidak ada, namun dalam pengaplikasiannya
banjar Adat Glogor Carik menerapkan prinsip Tri Hita Karana dimana salah
satunya adalah Palemahan. Dalam mewujudkan Tri Hita Karana/Palemahan
banjar Adat mengadakan kerja bakti dilingkungan banjar Adat Glogor Carik
yang diikuti oleh seluruh warga banjar Adat Glogor Carik yang bertujuan
untuk menjaga keharmonisan antara lingkungan dan manusia sehiangga
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kerja bakti diadakan satu bulan
sekali pada minggu pertama pada hari Jumat di wilayah Banjar Adat Glogor
Carik.
2.3 Permasalahan yang dihadapi organisasi di Banjar Glogor Carik.
a Organisasi pemerintahan (PKK)

Permasalahan yang dihadapi PKK Banjar Gelogor Carik sesuai


dengan Pokja adalah sebagai berikut :
1) Pokja I
Selama menjalankan

program

belum

ditemukan

permasalahan karena kesadaran masyarakat Banjar Glogor Carik


tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dengan
jalan gotong royong, dapat mempertahankan serta meningkatkan
status kesehatan.
2) Pokja II
Dalam pelaksanaannya jadwal penyuluhan atau pelatihan
tersebut yang diselenggarakan oleh pihak diluar wilayah yang
melibatkan seluruh PKK Banjar Glogor Carik berbenturan
dengan adanya kegiatan Adat seperti : Piodalan.
Permasalahan yang kedua adalah jadwal pelatihan dan
penyuluhan yang tidak menentu (terkadang tiga kali dalam
sebulan/tidak sama sekali dalam tiga bulan). Karena masih
mengandalkan penyelanggara penyuluhan dan pelatihan yang
berasal dari luar.
3) Pokja III
Dalam menjalankan Pokja III belum ditemukan suatu
permasalahan.
4) Pokja IV
Posyandu yang terdapat di Banjar Glogor Carik terdiri dari
dua Posyandu yaitu Posyandu Lansia dan Posyandu Balita
untuk Posyandu Balita sampai saat ini belum ditemukan suatu
permasalahan. Untuk Posyandu Lansia terdapat permasalahan
yaitu tidak terlaksananya Posyandu Lansia tiga bulan terakhir
karena lansia mengatakan memiliki kesibukan dan cenderung
malas untuk datang ke Posyandu Lansia.
2.4 Kerja sama lintas program dan lintas sektoral di Banjar Glogor Carik

a. Organisasi Pemerintahan (PKK)


Kerja sama yang dilakukan PKK Banjar Glogor Carik dalam penerapan
seluruh Pokja meliputi kerja sama dengan Desa Pemogan , Puskesmas

Denpasar Selatan III , Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Dinas Kebersihan


dan Pertamanan Kota Denpasar,
2.5 Pemecahan masalah di bidang kesehatan di Banjar Gelogor Carik
a

Organisasi Pemerintahan (PKK)


1) Pokja I
Tidak ada pemecahan masalah karena belum ditemukan permasalahan
untuk kegiatan Pokja I yang terkait dengan Gotong Royong.
2) Pokja II
Pemecahan masalah untuk permasalahan jadwal yang berbenturan
dengan kegiatan Adat seperti kematian dan piodalan adalah mencarikan
hari pengganti untuk dilaksanakannya penyuluhan atau pelatihan di
bidang kesehatan sehingga antara kegiatan adat dan pelaksanaan Pokja
sama-sama dapat berjalan dengan maksimal. Sedangkan untuk
permasalahan jadwal penyuluhan dan pelatihan yang tidak menentu
oleh karena mengikuti jadwal penyelenggara dari luar dapat di
pecahkan dengan membuat jadwal penyuluhan dan pelatihan teratur
dalam satu kali sebulan sehingga penyelanggara dari luar dapat
mempertimbangkan jadwal yang telah ada dengan jadwal kegiatan di
Banjar Glogor Carik.
3) Pokja III
Tidak ada pemecahan masalah karena belum ditemukan permasalahan
yang berkaitan dengan tatalaksana perumahan.
4) Pokja IV
Posyandu lansia yang tidak berjalan tuga bulan terakhir yang
diakibatkan karena kesibukan dan kemalasan dapat ditanggulangi
dengan para Kader akan mencari kerumah para lansia untuk mengikuti

posyandu dan agar kegiatan senam lansia berjalan dengan optimal para
Kader akan mencarikan para lansia guru senam.