Anda di halaman 1dari 42

INFEKSI TORCH

DALAM
KEHAMILAN

BATASAN
Infeksi yang disebabkan oleh Parasit
Toxoplasma,
Other
;
Sifilis
&
Varicella,
Rubella
dan
Cytomegalovirus

TOXOPLASMA
Infeksi

Protozoa yang disebabkan


oleh Toxoplasma Gondii
Infeksi
terjadi : makan daging
mentah/ kurang matang, kontak
dengan
kotoran
kucing
yang
terinfeksi
atau
terjadi
secara
kongenital
melalui
penularan
transplasental.

TOXOPLASMA GONDII DAPAT


BERADA DALAM 3 BENTUK :
Ookista

Merupakan stadium yang merupakan


hasil perkawinan mikrogamet dan
makrogamet yang terjadi dalam usus
kucing. Ookista diekskresi bersama
tinja & berada dalam tanah, tumbuhtumbuhan atau sayuran yang lembab
dan kaya dengan oksigen.

Lanjutan .

Trofozoit
Disebut juga takizoit/ endozoit. Merupakan
stadium vegetatif dan proliferatif. Apabila
ookista termakan oleh binatang/ manusia,
maka kemudian menjadi bentuk trofozoit
yang
sangat
infektif.
Trofozoit
memperbanyak diri dengan cara aseksual
(pembelahan) parasitemia & menyerang
berbagai organ.

Lanjutan .
Kista

Dibentuk dalam jaringan tubuh


hospes sebagai bentuk yang resisten
yang
didalamnya
mengandung
sejumlah bradizoit (dapat mencapai
3000 bradizoit), yang dapat bertahan
hidup
sepanjang
kehidupan
hospesnya.

PATOGENESIS
Invasi Toxoplasma gondii biasanya terjadi/
dimulai di usus.
Ookista/ kista yang tertelan tidak akan
menimbulkan reaksi/ kerusakan yang
berarti dalam usus, karena kerusakan
yang ditimbulkan pada sel epitel usus
halus & makrofag belum cukup untuk
menimbulkan gejala yang berarti.
Parasit akan berkembang biak dalam sel
merusak sel tersebut merusak sel
lain di sekitarnya.

Lanjutan .
Kerusakan jaringan oleh parasit dapat
dihentikan oleh sistem kekebalan, namun
bila respon imun tidak bekerja dengan baik
kerusakan terus berlanjut.
Proses kerusakan sel akan berhenti bila zat
anti sudah cukup terbentuk parasit akan
mati/ berubah menjadi kista.
Kista
dapat ditemukan dalam berbagai
jaringan tubuh dan dapat bertahan seumur
hidup. Selanjutnya kista ini dapat pecah dan
takizoit yg dilepaskan akan berkembang biak
lagi serta menghancurkan sel lain yang
terkena.

Lanjutan .
Jaringan tubuh yang sering menunjukan
reaksi/ kerusakan adalah kelenjar getah
bening, pru, otak, otot skelet, mata dan
plasenta.
Infeksi pranatal terjadi melalui plasenta.
Janin belum dapat membentuk zat anti Ig G,
tapi mendapatkannya dari ibunya secara
pasif.
Beratnya
lesi tergantung dari virulensi
toxoplasma, jumlah parasit, umur kehamilan
dan maturitas sistem imun janin tersebut.

Lanjutan .

Kehamilan yang terinfeksi toxoplasma,


bayinya
mempunyai
kemungkinan
terinfeksi sebesar 40%. Bila infeksi terjadi
pada kehamilan
muda
abortus/
kematian
janin.
Bila
terjadi
pada
kehamilan lanjut/ menjelang persalinan
persalinan prematur/ kehamilan aterm
dengan gejala toxoplasmosis kongenital
(dapat terjadi ensefalomielitis, kerusakan
pada otak dan mata bersifat permanen
karena
sel-selnya
tidak
dapat
berregenerasi.

TANDA & GEJALA


Manifestasi klinis Toxoplasmosis dikenal
dalam 4 bentuk :
Infeksi primer pada ibu yang imunokompeten
- Sebagian besar infeksi bersifat akut,
ringan, demam yg tidak
melebihi 40C
- Penyakit dapat menyerang berbagai organ.
Dapat terjadi limfadenopati terutama di
daerah kepala & leher dgn benjolan
tunggal/ multipel, keras. Limfadenopati
generalisata terdapat pada 20-30%
penderita

Lanjutan .

Infeksi Kongenital
- Bila infeksi terjadi pada ibu hamil
trimester I abortus/ lahir mati.
Kelainan kongenital yg dapat
ditemukan
berupa Tetrad Sabin :
hydrosefalus
interna, korioretinitis,
konvulsi dan
kalsifikasi serebral
- Dengan demikian dapat terjadi gejala
mikrosefalus, retardasi mental,
paralisis
spantis, gangguan penglihatan, ketulian dan
gangguan psikomotor

Lanjutan .

Toxoplasmosis Okuler
- Korioretinitis adalah gambaran
klinik
pada 30% penderita
toxoplasmosis.
Manifestasi dapat
berupa penglihatan
kabur, skotoma, fotopobia & sakit mata.
- Bila daerah makula terkena dapat terjadi
kehilangan penglihatan sentral
dan
nistagmus. Bila terkena otot-otot ekstra
okuler, dapat terjadi gangguan
konvergensi &
strabismus
- Pada pemeriksaan mata dapat ditemukan
proses inflamasi yang menetap sebagai lesi
nekrotik fokal di retina

Lanjutan .
Infeksi

Primer/ reaktivasi pada ibu


dengan imunokompromais
- Pada penderita AIDS, keganasan/
penderita yang diterapi imunosupresif,
kerusakan organ yang sering terkena
adalah otak, meliputi daerah ganglia
basalis, batang otak, kelenjar hipofise
dan penghubung kortikomeduler,
koreoatetosis, panhipopituitarisme dan
hiponatremi yang disebabkan tidak
cukupnya sekresi vasopresin.

SKRINING PADA WANITA HAMIL


Protokol skrining toxoplasmosis pranatal
secara serologis belum disepakati secara
internasional.
Idealnya skrining sudah dapat dilakukan
sebelum kehamilan/ selambat-lambatnya
pada minggu ke 10-12 kehamilan
mendeteksi serokonversi/ peningkatan
titer antibodi.
Pemeriksaan ulang dilakukan pada usia
kehamilan 20-22 minggu (setelah
organogenesis selesai) & pemeriksaan
terakhir dilakukan menjelang persalinan
untuk kepentingan observasi pada
neonatus.

Lanjutan .
Skrining

dilakukan terutama pada


ibu
risiko
tinggi,
yaitu
yang
mempunyai kebiasaan makan daging
mentah/ tidak matang, sering kontak
dgn binatang piaraan khususnya
kucing
&
pada
individu
yang
mempunyai kebiasaan berkebun/
sering tercemar tanah.
Dianjurkan
untuk
diagnosis

Pemeriksaan serologis

PENATALAKSANAAN

Pencegahan :
- Pencegahan infeksi pada ibu hamil :
daging yg dimakan harus dimasak/
dipanasi > 66C, Jangan menyentuh
selaput lendir mulut/ mata setelah
memegang daging mentah sebelum
mencuci tangan, bersihkan alat-alat
dapur
yang terkena daging mentah, cuci
buah
& sayuran sebelum dimakan,
hindari
kontak dgn lalat/ kecoa, hindari kontak dgn
peralatan
yg
berisiko
terkontaminasi
kotoran kucing; sarung
tangan/ tempat
kotoran kucing/ setelah
berkebun

Lanjutan .

- Pencegahan infeksi pada janin :


Mengidentifikasi ibu-ibu yang
berisiko, dengan test serologis
Pengobatan ibu hamil yang
mengalami infeksi primer akan
mengurangi 60% kemungkinan
infeksi pada janin
Kurang dari 50% toxoplasmosis
ada trim. I & II memerlukan
tindakan abortus terapeutikus.

Lanjutan .
Terapi :
Terapi antimikroba
- spiramisin terutama bila terjadi infeksi
pada kehamilan < 21
minggu/ bila
diyakini janin belum
terinfeksi.
- Kombinasi pirimetamin & sulfadiazin/
sulfonamid & leucovorine (asam folat).
Terutama bila infeksi janin telah ditegakkan
> 8 minggu kehamilan
- Sulfonamida digunakan sebagai
pengganti spiramisin
- Kombinasi spiramisin & eritromisin

Lanjutan .
Terapi
Pertimbangan
terminasi
kehamilan.
Dilakukan bila telah ditegakkan diagnosa
toxoplasmosis kongenital secara pranatal
utk mencegah kelahiran bayi dengan cacat
bawaan.
Kombinasi
antimikroba (spiramisin) &
imunomodulator (isoprinosin/ levamisol)
terutama utk psien dgn gangguan
imunitas.
Pertimbangan
kontrasepsi

utk
mencegah terjadinya infeksi kongenital
berulang.

OTHER (SIFILIS)
Infeksi
yang
disebabkan
Spirochaeta
Triponema Pallidum.
JIka
infeksi
tjd
setelah
trim.I
perkembangan organ fetus tidak terganggu
Infeksi dapat ditularkan melalui darah ibu
janin infeksi kongenital.
Kelainan
yang dapat terjadi lahir
prematur,
IUGR,
anemia
hemolitik,
osteokondritis,
hepatosplenomegali,
trombositopenia.
Skrining
pada ibu hamil berupa test
serologi
yang
dilakukan
pada
saat
kunjungan I dan diulang pada kehamilan
28 minggu

GEJALA KONGENITAL DINI


Muncul

pada 2 tahun pertama.


Gangguan makan, gerakan-gerakan
mengisap,
hepatosplenomegali,
pneumonia, pankreatitis, nefrosis/
nefritis,
ascites,
glaukoma,
korioretinitis dan meningitis aseptik.

GEJALA LANJUTAN :
Terjadi akibat proses parut.
Interstitial dermatitis, uveitis, glaukoma,
frontal bossing, short maksila, lengkung
langit-langit yg tinggi, saddle nose, saber
shins, schopoid scapula, clutton point,
mulbery molars, hutchinson teeth, enamel
distrofi,
deafness
syaraf
8,
keterbelakangan
mental,
kejang,
kesemutan, lumpuh, rhegardes, gumma
dan langit-langit terbuka.

OTHER (VARICELLA)
Penyebab : Virus Varicella
Penularan : melalui udara pernafasan &
kontak personal.
Masa inkubasi :10-21 hari.
Penularan terjadi 24-48 jam sebelum rash
muncul, selama dan sampai muncul
krusta.
Gejala : sakit kepala, malas & panas
diikuti dengan lesi vesiko papular yg gatal
pada muka, badan, tangan & kaki.

RUBELLA (CAMPAK JERMAN)


Suatu

penyakit yg biasanya tidak


begitu penting pada keadaan tidak
hamil. Namun pada masa hamil
dapat menjadi penyebab langsung
hasil akhir kehamilan yg jelek
bahkan malformasi kongenital
berat.
Masa inkubasi : 14-21 hari.
Malformasi
janin
tjd
apabila
penyebaran virus terjadi pada saat
organogenesis.

AKIBAT RUBELLA PADA JANIN


2 1 bulan
4 6 minggu

3 10 minggu
4 9 minggu
8 12 minggu

Abortus 50%
Kerusakan pada
lensa mata
Katarak
PDA, VSD
Tuli

Lanjutan .
Congenital

Rubella Syndrome
malformasi dari mata, jantung &
telinga.
EXPANDED
RUBELLA SYNDROME,
mencakup satu/ lebih abnormalitas
berikut :
1. Kelainan mata; katarak,
glaukoma,
mikroftalmia
dan
abnormalitas lainnya

Lanjutan .
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Penyakit jantung; PDA, defect


septum
jantung,
stenosis
arteri
pulmonalis.
Cacat pendengaran
Cacat sistem syaraf pusat, termasuk
meningo ensefalitis.
Retardasi pertumbuhan janin
Trombositopenia & anemia
Hepatosplenomegali
Perubahan tulang
Abnormalitas kromosom

TANDA & GEJALA PADA IBU


Ruam

pada wajah 1-5 hari


Sakit pada tulang dan sendi
Trombositopenia

Test yang dilakukan :


Single

radial haemolysis
Serologi
Kultur : pharynx, CSF dan urine

PENCEGAHAN
Pendidikan

tentang bahaya infeksi

Rubella
Vaksinasi
Skrining pada ibu hamil

CYTOMEGALOVIRUS
Ditemukan

infeksi CMV pada 0,5% 2% dari semua neonatus.


Cara
infeksi : lewat membran
mukosa, transmisi seksual, kontak
fisik

GEJALA PADA IBU


Pyrexia,

malaise, letargi gejala


sepertin influenza.
Lymphadenopathy
Lymfosit yang abnormal.
Anorexia
leucorrhoe

DIAGNOSIS
Kultur

air ludah dan urine yang

segar.
Servikal smear dan smear semen
bapak
Kadang dari ASI

GAMBARAN KLINIS PADA FETUS


Syaraf pusat : microcephal, hydrocephal,
psikomotor spasticity, epilepsi, metal
retardasi pad anak.
THT : ketulian 5-10%, 50% bilateral,
choroidoretinitis.
Lever : hepatosplenomegali & penyakit
kuning.
Darah
:
trombositopenia,
anemia
(hemolitik), purpura, melena.
Paru-paru : interstitial pneumonitis
kematian.
General : IUGR, edema, hydrops fetalis

KOMPLIKASI & BAHAYA


BBLR
Prematur
Kematian

intra uterin
Kematian neonatal 20-30%
Abortus

PENGOBATAN
Kortikosteroid
Immuno

serum globulin sangat


membantu

VIRUS HERPES
Penyebab

Herves Simpleks Virus

EFEK VIRUS HERPES PADA


KEHAMILAN
Serangan awal dalam 20 minggu I
- abortus, 30-50% kasus
- stillbirth
- Kelainan kongenital
Infeksi dekat masa matur
terdapat 10% risiko jika infeksi primer
terjadi dalam trimester akhir kehamilan,
diikuti :
- 50% preterm labour
- mononuklear choronitis
- necrotizing amnionitis berat

PENATALAKSANAAN
Kehamilan

aterm SC elektif & jika


membran pecah < 4 jam
Tindakan pencegahan tidak penting
jika terdapat luka aktif.
Pendidikan kesehatan sangat penting
Kontak langsung dari pasangan
bila mungkin beri pengobatan

INFEKSI TRANSPLASENTAL
Jarang terjadi, tapi dpt menyebabkan :
Mikrosefal
Mental retardasi
Dysplasia retina
PDA
Kalsifikasi intrakranial
Prematur

Terimakasih .