Anda di halaman 1dari 15

PENGUMPULAN DATA

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Yang Dibimbing Oleh Prof. Dra. Herawati Susilo, M. Sc., Ph.D.
disajikan pada Hari Selasa, 20 Oktober 2015

Oleh:
Kelompok 7/Off A
S1 Pendidikan Biologi/2014
DewiNurArasy

(140341602754)

Fandi Tri Fajar Cahyo

(140341601660)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmatdankarunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul Pengumpulan Data.
Makalah ini diselesaikan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi
Penelitian. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Prof. Herawati selaku dosen pengampu mata kuliah Metodologi Penelitianyang
banyak membantu dan membimbing penulis,
2. kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan materi, moral dan
spiritual,
3. seluruh teman seperjuangan Pendidikan Biologi kelas A angkatan 2014, yang
banyak membantu dan memberi masukan dalam penyempurnaaan makalah
penulis, dan
4. semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
Dalam penyusunan makalah ini tentu masih terdapat kekurangan dan
kesalahan. Untuk itu penulis berharap adanya masukan yang bersifat inovatif dan
konstruktif agar makalah ini menjadi lebih sempurna. Disamping itu penulis
berharap agar hasil tugas ini nantinya dapat berguna bagi semua pihak khususnya
kalangan pendidikan, dalam menempuh matakuliah Metodologi Penelitian.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .i
DAFTAR ISI ...ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. LatarBelakang .......... 1
B. Rumusan Masalah..........1
C. Tujuan Makalah.........................................................................................2
D. Manfaat..........2
BAB II KAJIAN PUSTAKA ..3
A. Konsep Pengumpulan Data............3
B. Metode Pengumpulan Data............4
BAB III PENUTUP ...........11
A.Simpulan ............11
B. Saran .....11
DAFTAR RUJUKAN ...............12

ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan
dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Data yang dikumpulkan dari setiap
variabelditentukan oleh definisi operasional variabel yang bersangkutan.Dari
berbagai penelitian kuantitatif, bahan-bahan pustaka merupakan sumber sekunder
dari penelitian. Pentingnya pengumpulan data dalam penelitian merupakan
langkah-langkah

yang

diatur

dalam

penelitian.

Selain

pada

penelitian

pengumpulan data, juga dalam menyusun dan merumuskan landasan teoritis dan
kerangka konseptual. Metode pengumpulan data yang umum digunakan dalam
suatu penelitian adalah : kuesioner, observasi, wawancara.
Kegiatan pengumpulan data pada prinsipnya merupakan kegiatan
penggunaan metode dan instrumen yang telah ditentukan dan diuji validitas dan
reliabilitasnya. Secara sederhana, pengumpulan data diartikan sebagai proses atau
kegiatan yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring berbagai
fenomena, informasi atau kondisi lokasi penelitian sesuai dengan lingkup
penelitian. Dalam prakteknya, pengumpulan data ada yang dilaksanakan melalui
pendekatan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan kondisi tersebut,
pengertian pengumpulan data diartikan juga sebagai proses yang menggambarkan
proses pengumpulan data yang dilaksanakan dalam penelitian kuantitatif dan
penelitian kualitatif.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dibuat beberapa rumusan masalah
sebagai berikut:
1. bagaimana konsep mengenai pengumpulan data?
2. apa saja metode pengumpulan data?

C. Tujuan
Berdasarkan latar belakang serta rumusan masalah di atas, tujuan
pembuatan makalah ini, yaitu:
1. mengetahui konsep pengumpulan data
2. mengetahui berbagai macam metode pengumpulan data

D. Manfaat
Adapunmanfaat yang diharapkandenganditulisnyamakalahiniadalah:
1. mahasiswa mampu menggali informasi tentang pengertian pengumpulan data
2. mahasiswa mampu mengetahui berbagai macam metode pengumpulan data

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Konsep Pengumpulan Data
Jika di lihat dari pengertian metode pengumpulan data menurut ahli metode
pengumpulan data berupa suatu pernyataan (statement) tentang sifat, keadaan,
kegiatan tertentu dan sejenisnya. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian (Gulo,
2002 : 110). Pengumpulan data atau mengobservasi adalah suatu istilah umum
yang mempunyai arti semua bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan cara
merekam kejadian, menghitungnya, mengukurnya dan mencatatnya (Kerlinger,
1978). Menurut PPKI (2010) menguraikan bahwa pengumpulan data adalah:
a. langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan
data,
b. kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan
data,
c. jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.
Jadi dari beberapa penjelasan tersebut dapat disimpulkan, bahwa
pengumpulan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang
dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar.
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data merupakan salah satu
tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar
akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh
karena itu, tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan dengan cermat sesuai
prosedur dan ciri-ciri penelitian kualitatif (sebagaimana telah dibahas pada materi
sebelumnya).

Sebab,

kesalahan

atau

ketidaksempurnaan

dalam

metode

pengumpulan data akan berakibat fatal, yakni berupa data yang tidak credible,
sehingga hasil penelitiannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian
demikian sangat berbahaya, jika dipakai sebagai dasar pertimbangan untuk
mengambil kebijakan publik.

B. Metode Pengumpulan Data


Ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi,
studi dokumentasi, dan teknik lainnya.
1. Wawancara
Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan
secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban
responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
Keuntungan wawancara adalah :
a. Wawancara dapat digunakan pada responden yang tidak ari membaca dan
menulis.
b. Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera
menjelaskannya.
c. Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan
mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerakgerik responden.
Kerugian wawancara adalah :
a. Wawancara memerlukan biaya yang sangat banyak untuk perjalanan dan
uang harian pengumpulan data.
b. Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
c. Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.
Menurut Patton cara pembagian wawancara di bagi sebagaimana berikut :
(1) Wawancara pembicaraan informal (2) pendekatan dengan menggunakan
petunjuk umum wawancara, dan (3) wawancara baku terbuka. Pembagian
wawancara yang dilakukan Patton di dasari atas perencanaan pertanyaan.
Ketiganya di jelaskan secara singkat di bawah ini.
a.

Wawancara pembicaraan informal dengan mengjukan pertanyaan


yang bergantung pada pewawancara itu sendiri, jadi bergantungnya secara
spontanitas ketika mengajukan pertanyaan kepada terwawancara

b.

Pendekatan dengan menggunakan petunjuk umum wawancara


yaitu dengan membuat kerangkan dan garis besar pokok-pokok yang
dirumuskan dan tidak tidak perlu dipertanyaan secara berurutan. Demikian

pula pewawancara dengan penggunaan kata-kata untuk wawancara dalam


hal tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.
c.

Wawancara baku terbuka ini adalah wawancara yang menggunakan


seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-katanya, dan cara
penyajiannya sama untuk setiap resfonden. Keluwesan untuk mengadakan
pertanyaan pengalaman (probling) terbatas, dan hal bergantung pada situasi
wawancara dan kecakapan pewawancara (Moleong, 2006).
Daftar pertanyaan untuk wawancara ini disebut sebagai interview schedule.

Sedangkan catatan garis besar tentang pokok-pokok yang akan ditanyakan disebut
pedoman wawancara (interview guide). Untuk mendapatkan penerimaan dan kerja
sama dengan responden ada beberapa pedoman yang harus diperhatikan :
a. Penampilan fisik
b. Sikap dan tingkah laku pewawancara
c. Identitas
d. Persiapan
e. Pewawancara harus bersikap netral dan tidak mengarahkan jawaban atau
tanggapan responden
2. Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau
mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden
adalah orang yang memberikan tanggapan atas angket yang diajukan.
Keuntungan dari teknik angket adalah :
a. Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar karena dapat dikirim
melalui pos.
b. Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relative murah.
c. Angket tidak terlalu menggangu responden karena pengisiannya ditentukan
oleh responden sendiri sesuai dengan kesediaan waktunya.
Kerugiaan teknik angket :
a. Jika angket dikirimkan melalui pos, maka presentasi yang dikembalikan
relative rendah.
b. Angket tidak dapat digunakan untuk responden yang kurang ari membaca
dan menulis.

c. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah dan tidak ada


kesempatan untuk mendapat penjelasan.
Pertanyaan-pertanyaan dalam instrument penelitian dapat dibedakan
menjadi dua macam, yaitu :
a. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan
sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri.
b. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan
sehingga responden hanya tinggal memilih salah satu jawaban yang sudah
disediakan.
Dalam membuat jawaban alternative untuk pertanyaan tertutup atau dalam
menggolong-golongkan jawaban yang diberikan pada pertanyaan terbuka perlu
diperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :
a. Penggolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi. Dengan
syarat ini adalah untuk menghindari agar seseorang tidak dapat masuk
dalam lebih dari satu golongan.
b. Golongan-golongan yang dibuat harus saling meniadakan, artinya jika
seseorang sudah dimasukan kedalam satu golongan, ia tidak dapat
dimasukkan kedalam golongan lainnya.
c. Golongan-golongan yang dibuat harus menyeluruh, artinya tidak seorang
pun yang tidak termasuk kedalam salah satu golongan yang dibuat.
Terdapat beberapa pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat
pertanyaan-pertanyaan untuk instrument penelitian :
a. Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
b. Hindari pernyataan atau pertanyaan ganda.
c. Responden harus mampu menjawab. Agar dapat dipercaya.
d. Pertanyaan-pertanyaan

atau

pernyataan-pernyataan

harus

relevan

(berkenaan dengan tujuan penelitian).


e. Pertanyaan atau pernyataan yang pendek adalah terbaik.
f. Hindari pertanyaan,

pernyataan atau

istilah bias, termasuk tidak

menanyakan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan yang sugestif


(mendorong responden untuk menjawab kearah tertentu).

g. Angket yang dikirimkan harus disertai surat pengantar yang menjelaskan


maksud dan tujuan penelitian serta siapa penelitinya. Perlu juga untuk
melampirkan sampul pengembalian yang sudah beralamat dan sudah
berprangko cukup.
3. Observasi
Observasi atau pengamatan kegiatan adalah setiap kegiatan untuk
melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan
yang berarti tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
Observasi juga diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara
sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan
pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya
peristiwa, sehingga observasi berada bersama objek yang diselidiki, disebut
observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yan
dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan dilakukan
tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki, misalnya
peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian foto.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang melakukan observasi
(observer) agar penggunaan teknik ini dapat menghimpun data secara efektif
adalah sebagai berikut :
a. Pemilikan pengetahuan yang cukup mengenai objek yang akan diobservasi.
b. Pemahaman tujuan umum dan tujuan khusus pada penelitian yag
dilaksanakannya.
c. Penentuan cara dan alat yang dipergunakan dalam mencatat data.
Pertimbangan pencatatan langsung ditempat langsung atau setelah observasi
haruslah saksama. Demikian juga alat pencatat data, yaitu Anecdotal record,
catatan berskala, check list, rating scale

atau

mechanical devide perlu

dipertimbangkan.
d. Penentuan kategori pendataan gejala yang diamati, apakah dengan
mempergunakan skala tertentu sekadar mencatat frekuensi munculnya gejala
tanpa klasifikasi tingkatannya sehingga perumusan cirri-ciri setiap kategori
dengan tegas dan jelas sangat perlu.
Keuntungan oservasi adalah :

a. Data yang diperoleh adalah data yang segar.


b. Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.
Kerugian observasi adalah :
a. Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu
dan mengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
b. Beberapa tingkah laku, bahkan ari membahayakan jika diamati.
Berdasarkan keterlibatan pengamatan dalam kegiatan-kegiatan orang yang
diamati, observasi dapat dibedakan menjadi:
c. Observasi partisipan (participant observation) ; pengamat ikut serta dalam
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh subjek yang diteliti atau yang
diamati.
d. Observasi tak partisipasi (nonparticipant observation) : pengamat berada
diluar sujek yang diamati dan tidak ikut dalam kegiatan-kegiatan yang
mereka lakukan.
Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi juga dibedakan
menjadi dua bagian:
a. Observasi tak berstruktur: pengamat tidak membawa catatan tingkah laku
apa saja yang harus diamati.
b. Observasi

terstruktur:

observasi

dengan

prosedur

sistematis

dan

perencanaan serta pelaksanaan yang rinci dan membutuhkan proses kontrol


yang memungkinkan observasi dilakukan kembali (Indrawati et al, 2007).
4. Menggunakan Tes
Maksud dari menggunakan tes, yaitu seperangkat ransangan atau stimulus
kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat
dijadikan dasar bagi penetapannya (biji-angka seseorang) yang berkenaan dengan
karakteristik/variable tertentu yang hendak diukur, untuk mengukur da
melukiskan aspek-aspek tertentu dari atingkah-laku manusia. Ditiliti dari
tujuannya, tes bisa dibedakan ke dalam tiga jenis, yaitu ;
a.

tes prestasi belajar (achievement test) dimaksudkan untuk mengukur


hasil belajar seseorang pada suatu bidang pengetahuan atau keterampilan :
mengukur tingkat performant individu sehingga bisa menetapkan status atau

posisi sesuatu individu atau kelompok did lam pengusaannya terhadap suatu
bidang pengetahuan atau keterampilan tertentu.
b.

tes intelegensi atau kecerdasan yang belakangan ini lebih cenderung


disebut dengan " tes kemampuan skolastik " (scholastic attitude test)
dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan umum seseorang guna
untuk mendapatkan tingkat kafasitas atau potensi kecendasan seseorang.
Dalam penelitian, kecerdasanya lazimnya di tempatkan sebagai variable
yang berkenaan dengan performans dari responden subjek penelitian pada
sesuatu hal.

c.

tes kepribadian (personality meansurement) dimaksudkan untuk


mendapatan ukuran kepribadian seseorang, apakah berkenaan dengan sikap,
motivasi, minat, ataukah " gangguan kejiwaan ". Pengukuran kepribadian
tersebut, biasa dilakukan dengan menggunakan teknik seperti, (1) teknik
inventory (2) teknik skala penilaian (rating scale) (3) teknik proyektif dan
(4) teknik skala sikap (attitude scale) (Faisal, 2001).

5. Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak
langsung ditujukan kepada sujek penelitian. Dokumen dapat dibedakan menjadi
dokumen primer (dokumen yang ditulis oleh orang yang langsung mengalami
suatu peristiwa), dan dokumen sekunder (jika peristiwa dilaporkan kepada orang
lain yang selanjutnya ditulis oleh orang ini) contohnya otobiografi.
Keuntungan studi dokumentasi adalah :
a. Untuk subjek penelitian yang sukar, studi dokumentasi dapat memberikan
jalan untuk melakukan penelitian.
b. Tak kreatif, karena studi dokumentasi tidak dilakukan secara langsung
dengan orang, maka data yang diperlukan tidak berpengaruh oleh kehadiran
peneliti atau pengumpulan data.
c. Analisis longitudinal, menjangkau jauh kemasa lalu.

1
0

d. Besar sampel. Dengan dokumen-dokumen yang tersedia, teknik ini


memungkin untuk mengambil sampel yang lebih besar karena biaya yang
diperlukan relative kecil.
Kerugian studi dokumentasi adalah:
a) Bias, karena dokumen yang diuat tidak untuk keperluan penelitian, maka
data yang tersedia mungkin bias.
b) Tersedia

secara selektif. Tidak semua dokumen dipelihara untuk dapat

dibaca ulang oleh orang lain.


c) Tidak lengkap. Karena tujuan penulisan dokumen berbeda dengan tujuan
penelitian.
d) Format yang tidak baku. Sejalan dengan maksud dan tujuan penulisan
dokumen yang berbeda dengan tujuan penelitian, maka formatnya juga
dapat bermacam-macam sehingga ari mempersulit pengumpulan data.

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa:
1. pengumpulan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data
yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar. Secara
konsep, pengumpulan data sangat berpengaruh terhadap kredibilitas
penelitian karena teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan
data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya.
2. Metode pengumpulan data antara lain wawancara, angket, observasi, tes dan
studi dokumentasi. Setiap metode memiliki jenis, kelebihan, dan
kekurangan masing-masing.
B. Saran
Supaya makalah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembaca,
maka penulis menyarankan:
1. belajar untuk membiasakan membaca berbagai bahan atau rujukan informasi
untuk mengetahui, memahami, dan memanfaatkan informasi tersebut dalam
penelitian khususnya metode pengumpulan data
2. belajar mengaplikasikan setiap metode pengumpulan data sesuai penelitian
yang dilakukan.

1
1

DAFTAR RUJUKAN
Anonim. 2010. Pedoman Karya Ilmiah Edisi Kelima. Malang: Universitas Negeri
Malang.
Chamidy.

2010.

Kajian

Pustaka.

(http://www.scribd.com/doc/661023/04-Kajian-Pustaka)

(Online),
,

diakses

pada

tanggal 12 September 2015.


Faisal, Sanafiah. 2001. Format-format Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Howard, K.& Sharp, J., A. 1993. The management of a Student Research Project.
Great Britain: Gower.
Ibnu, S., Moehnilabib, M.,Mukhadis, A., Suparno, Rafiudin, A. & Sukarnyana, I.,
W. 2003. Dasar-dasar Metodologi Penelitian. Malang: UM Pres.
Indrawati, S. W., Misbach, Ifa H. 2007. Handout: Observasi. Bandung: UPI FIP
Psikologi
Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta.
Triyono. 2003. Beberapa Kelemahan Umum Proposal Penelitian Dosen
Universitas Palangkaraya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 042 (9):
383.

12