Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN
A.

Pendekatan dan Jenis Penelitian


Jenis penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif
dengan pendekatan survey dan observasi dengan menggunakan 7
langkah

varney

yaitu

untuk

mendapat

gambaran

tentang

penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ibu Postpartum dengan


Rest Plasenta di RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2015.
Observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung,
observasi dapat di lakukan tes, kuesioner, ragam gambar, dan
rekaman suara, pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis
kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.
Penelitian

deskriptif adalah penelitian

yang dilakukan untuk

mengetahui nilai variable mandiri baik satu variable atau lebih


(independen) tanpa membuat perbandingan atau penghubungan
dengan variable lain dengan pendekatan 7 langkah varney dan SOAP
(Nasir, dkk, 2011).
B.

Tempat dan Waktu Penelitian


1.

Tempat

42

Tempat penelitian merupakan tempat dimana pengambilan kasus


dilakukan

(Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini dilaksanakan di

Ruang Teratai RSUD Abunawas Kota Kendari.

2.

Waktu
Penelitian ini akan dilaksanakan setelah proposal ini disetujui
dan dinyatakan layak untuk diteliti.

C.

Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah semua bidan yang berjumlah 34 orang dan
berada di Ruang Kebidanan Ruang Teratai RSUD Abunawas tahun 2015.

D.

Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah bidan yang melakukan 7 langkah Varney
dalam penanganan rest plasenta pada ibu postpartum yang diambil adalah sebagian
bidan di Ruang Teratai dengan menggunakan teknik accidental sampling.

E.

Definisi Operasional dan Kriteria Objektif


Penatalaksanaan yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu suatu proses/
manajemen asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah Varney, semua asuhan kebidanan
yang dilaksanakan mulai dari tahap pengkajian sampai tahap evaluasi.
1.

Rest Plasenta

43

Rest plasenta merupakan tertinggalnya bagian plasenta dalam uterus yang dapat
menimbulkan perdarahan postpartum primer atau perdarahan postpartum sekunder.
2.

Pengkajian Data
Pengkajian (skala ordinal) adalah kegiatan mengumpulkan data tentang status
kesehatan klien secara akurat, menyeluruh, singkat dan berkesinambungan. Cara
pengukuran menggunakan format observasi terdiri dari 10 item observasi. Kriteria
penilaian adalah pernyataan positif dengan pemberian nilai satu jika dilaksanakan
dan nol jika tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan tertinggi 10 dengan
kriteria obktif.

3.

Identifikasi Diagnosa/ Masalah Aktual


Identifikasi diagnosa masalah (skala ordinal) adalah

kegiatan identifikasi

terhadap masalah berdasarkan interpretasi yang akurat atas data-data yang telah
dikumpulkan. Cara pengukuran menggunakan format observasi terdiri dari 10 item
observasi. Kriteria penilaian adalah pernyataan positif dengan pemberian nilai satu
jika dilaksanakan dan nol jika tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan
tertinggi 10 dengan kriteria objektif.
4.

Identifikasi Diagnosa / Masalah Potensial


Antisipasi masalah potensial (skala ordinal) adalah kegiatan mengidentifikasi
masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa/ masalah yang
sudah diidentifikasi. Cara pengukuran menggunakan format observasi terdiri dari
10 item observasi. Kriteria penilaian adalah pernyataan positif dengan pemberian

44

nilai satu jika dilaksanakan dan nol jika tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah
0 dan tertinggi 10 dengan kriteria objektif.
5. Tindakan Segera
Identifikasi kebutuhan segera (skala ordinal) adalah

identifikasi perlunya

tindakan segera oleh responden untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama


dengan anggota tim kesehatan lain. Cara pengukuran menggunakan kuesioner
pengkajian terdiri dari 10 item observasi. Kriteria penilaian adalah pernyataan
positif dengan pemberian nilai

satu

jika dilaksanakan dan nol

jika tidak

dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan tertinggi 10 dengan kriteria objektif.


6. Rencana Asuhan
Perencanaan (skala ordinal) adalah penentukan tindakan asuhan kebidanan
pada klien sebelum pelaksanaan asuhan dilaksanakan. Cara pengukuran
menggunakan kuesioner pengkajian

terdiri dari 10 item observasi. Kriteria

penilaian adalah pernyataan positif dengan pemberian nilai satu jika dilaksanakan
dan nol jika tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan tertinggi 10 dengan
kriteria objektif.
7.

Implementasi
Implementasi atau Pelaksanaan (skala ordinal) adalah kegiatan merealisasikan
rencana asuhan kebidanan yang telah ditetapkan. Cara pengukuran menggunakan
kuesioner pengkajian

terdiri dari 10 item observasi. Kriteria penilaian adalah

pernyataan positif dengan pemberian nilai satu jika dilaksanakan dan nol jika

45

tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan tertinggi 10 dengan kriteria


objektif.
8.

Evaluasi
Evaluasi atau Penilaian (skala ordinal) adalah kegiatan menentukan nilai atau
tingkat

keberhasilan

pelaksanaan

menggunakan kuesioner pengkajian

asuhan

kebidanan.

Cara

pengukuran

terdiri dari 10 item observasi. Kriteria

penilaian adalah pernyataan positif dengan pemberian nilai satu jika dilaksanakan
dan nol jika tidak dilaksanakan, sehingga skor terendah 0 dan tertinggi 10 dengan
kriteria objektif:
F.

Variabel Penelitian
Untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran umum tentang penatalaksanaan
asuhan kebidanan tentang rest plasenta dengan menggunakan 7 langkah Varney dan
SOAP.

G.

Pengolahan Data
1. Pengolahan Data
Teknik analisa data yang digunakan di penelitian ini menggunakan
perhitungan statistik sederhana yaitu presentasi atau proporsi (Budiarto, 2009).
Setelah data terkumpul melalui pengumpulan data, kemudian dilakukan pengolahan
data melalui tahapan antara lain;
1.1.

Editing
Dimana penulis akan melakukan penelitian terhadap data yang diperoleh dan
diteliti apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam penelitian.

46

1.2. Koding
Setelah dilakukan editing, selanjutnya penulis memberikan kode tertentu pada
tiap-tiap data sehingga memudahkan dalam melakukan analisa data.
1.3.

Skoring
Setelah melakukan pengkodean maka dilanjutkan dengan tahap pemberian skor
pada lembar observasi dalam bentuk angka-angka.

1.4.

Tabulasi
Pada tahap ini jawaban responden yang sama dikelompokkan dengan teliti dan
teratur, dijumlahkan dan dituliskan dalam bentuk tabel (Nasir, dkk, 2011).

H.

Penyajian Data
Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk studi kasus yang kemudian
dinarasikan secara deskriptif (pemaparan) variabel yang diteliti.

I.

Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian, peneliti memandang perlu adanya rekomendasi
pihak institusi atas pihak lain dengan mengajukan permohonan izin kepada intansi
tempat penelitian dalam hal ini RSUD Abunawas Kota Kendari setelah mendapat
persetujuan, barulah dilakukan penelitian dengan menekankan masalah etika penelitian
yang meliputi;
1. Lembar persetujuan menjadi Responden
Lembar persetujuan menjadi responden ini diberikan kepada responden sebelum
diberikan quesioner, jika responden bersedia diteliti maka diminta tanda tangan di
47

lembar persetujuan tersebut, tetapi tidak bersedia maka peneliti menghormati hakhak responden.
2. Anoniminity (tanpa nama)
Nama ibu yang bersedia menjadi responden tidak perlu di cantumkan pada lembar
pengumpulan data.

3. Konfidentiality (karakteristik)
Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dari subjek dijamin kerahasiaannya
oleh peneliti. Hanya kelompok data tertentu saja yang akan disajikan pada hasil
penelitian (Nasir, dkk, 2011).
J.

Prosedur Pengumpulan Data


1. Data Primer
Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengambil data primer yaitu
dengan cara mengobservasi dan wawancara bidan pada

ibu dengan

menggunakan lembar observasi (daftar ceklis) di RSUD Abunawas Kota Kendari


tahun 2015.
2. Data Sekunder
Data sekunder yang diperoleh yakni dari rekam medik (medical record) maupun
register kebidanan di RSUD Abunawas Kota Kendari dan data sekunder lain
termaksud profil RSUD Abunawas Kota Kendari, data yang relevan dengan

48

masalah, landasan teori serta bahan penelitian yang diperoleh melalui artikel,
jurnal, skripsi dan data dari RSUD Abunawas Kota Kendari tahun 2015.

49