Anda di halaman 1dari 5

SYOK KARDIOGENIK

A. DEFINISI
Syok kardiogenik adalah kondisi perfusi jaringan tidak adekuat karena
disfungsi jantung. Terjadi penurunan cardiac output dan hipoksia jaringan
walaupun volume intravaskuler adekuat. Kondisi syok kardiogenik bila tidak
diterapi

dapat

menyebabkan

70-90%

mortality

rate,

dan

biasanya

berhubungan dengan acute myocardial infarction (AMI). Insidensi kejadian


syol kardiogenik dilaporkan sebanyak 5-8%.
B. GEJALA DAN TANDA
1. Anamnesis
Pada anamnesis dapat ditemukan gejala syok yang dialami pasien
akibat berkurangnya perfusi jaringan. Gejala tersebut diantaranya dada
berdebar, berkurangnya jumlah urin, ektremitas terasa dingin, dan bibir
kebiruan.
Syok

kardiogenik

paling

sering

disebabkan

karena

infark

miokardium. Biasanya sebelumnya pasien mengeluh nyeri pada dada,


nyeri menjalar ke lengan kiri atau leher. Namun bisa juga nyerinya tidak
khas, misalnya nyeri di epigastrik, nyeri dada tidak menjalar, atau nyeri
pada lengan. Pasien biasanya menyatakan rasa nyeri seperti terbakar,
menusuk, atau seperti ditindih.
Keluhan tambahan dapat berupa sesak, depresi, penurunan
kesadaran, dan gejala autonom seperti mual, muntah, dan berkeringat.
Riwayat penyakit dahulu pasien diantaranya riwayat penyakit
jantung, riwayat nyeri dada sebelumnya, riwayat operasi jantung, dan
riwayat rokok. Anamnesis juga harus ditujukan untuk mengetahui riwayat
hyperlipidemia, hipertrofi ventrikel kiri, hipertensi, dan riwayat keluarga
dengan penyakit jantung.
2. Pemeriksaan Fisik
Diagnosis syok kardiogenik ditegakkan setelah penyebab hipotensi
lain benar-benar tidak ada, diantaranya hipovolemia, perdarahan, sepsis,
emboli paru, tamponade pericardial, atau penyakit pembuluh darah.
Karakteristik pasien dengan syok kardiogenik sebagai berikut :

a. Ditemukan tanda kegagalan sirkulasi perifer, yaitu akral dingin dan/


atau sianosis
b. Nadi teraba cepat dan lemah, irregular bila terdapat aritmia
c. Peningkatan distensi vena jugularis, ronkhi pada basal paru, dan edema
ektremitas
d. Suara jantung terdengar jauh, kadang-kadang ditemukan suara jantung
ketiga dan keempat
e. Tekanan darah lemah, dengan takikardia
f. Dapat bermanifestasi penurunan kesadaran dan penurunan jumlah urin
karena hipoperfusi
g. Hipotensi sistemik (tekanan darah sistolik kurang dari 90 mmHg atau
penurunan mean arterial pressure sebanyak 30 mmHg).
3. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan darah lengkap
- Profil biokimia
- Enzim jantung (keratin kinasi, CK-MB, troponin, myoglobin,
LDH)
- Analisis gas darah
- Laktat
b. Imaging
- Pemeriksaan foto thorax untuk mengekslusi penyebab syok
-

(tension pneumothorak, pneumomediatinum)


Angiografi coroner sebagai pemeriksaan emergensi untuk pasien
dengan infark miokard atau iskemik miokard yang bermanifestasi

syok kardiogenik
- Ekokardiografi untuk mencari penyebab
c. Elektrokardiografi
- EKG merupakan tindakan yang harus segera dilakukan
- Dapat ditemukan tanda infark miokard atau iskemia miokard
- Bila ditemukan EKG normal, pasien harus tetap diawasi, karena
infark miokard masih mungkin terjadi
d. Pemeriksaan invasif
- Kateterisasi Swan-Ganz untuk menyingkirkan penyebab dan jenis
syok lainnya (misalnya karena penurunan volume atau syok
-

obtruktif)
Pengukuran pulmonary capillary wedge pressure (PCWP) lebih

dari 15 mmHg dan kardiak indeks kurang dari 2,2 L/menit/m2


Bila ditemukan gelombang V pada PCWP, membuktikan adanya
regurgutasi mitral yang berat

Peningkatan saturasi oksigen antara atrium kanan dan ventrikel

kanan menunjukkan adanya rupture septum ventrikel


Peningkatan tekanan pengisian jantung kanan namun tekanan
PCWP tidak meningkat menunjukkan infark ventrikel kanan

C. ETIOLOGI
Etiologi syok kardiogenik dapat dibagi menjadi tiga penyebab berdasarkan
patofisiologinya, yaitu :
1. Iskemia ventrikel, yaitu karena infark miokard akut (eiologi paling sering),
cardiopulmonary arrest, dan operasi jantung
2. Masalah struktur, misalnya ruptur septum, ruptur otot papilari, ruptur
dinding jantung, aneurisma ventrikel, kardiomoipati, tumor jantung,
thrombus atrium, emboli paru, disfungsi katup, miokarditis, dan
tamponade jantung
3. Disritmia, yaitu bradidisritmia atau takidisritmia
D. DIAGNOSIS BANDING
Diagnosis banding syok kardiogenik diantaranya :
- Angina pectoris
- Sepsis
- Edema pulmo
- Syok distributif
- Syok hipovolemik
- Infark miokardium
- Miokarditis
- Emboli paru
- Syok septik
E. PATOFISIOLOGI
Patofisiologi syok kardiogenik dapat dijelasakan melalui bagan berikut :

F. TATA LAKSANA
1. Tata laksana umum syok kardiogenik adalah sebagai berikut :
a. Resusitasi cairan untuk memperbaiki hipovolemia dan hipotensi,
namun dikontradindikasikan bila terdapat edema pulmo
b. Terapi farmakologi untuk memperbaiki dan mempertahankan tekanan
darah dan cardiac output
c. Pengawasan di pelayanan intensif (ICU atau ICCU)
d. Tindakan untuk restorasi segera dan definitive aliran darah koroner,
tindakan ini diperlukan bila syok disebabkan karena iskemik
miokardium
e. Koreksi kelainan elektrolit dan asam basa lainnya (misalnya
hipokalemia, hipomagnesia, asidosis)
2. Terapi invasif (dilakukan sesuai indikasi)
a. Pemasangan infus vena sentral, untuk mempercepat resusitasi cairan,
dan melakukan pemantauan terhadap tekanan vena sentral
b. Pemasangan arterial line untuk memantau tekanan darah secara terus
menerus dengan tepat
c. Pemasangan pompa balon intra-aorta untuk tindakan persutaneous
coronary intervention (PCI0 atau coronary artery bypass grafting
(CABG)
3. Terapi farmakologi
a. Aspirin dan heparin untuk sindrom koroner akut
b. Obat-obatan inotropic dan/atau vasopressor pada kondisi inadekuat
perfusi jaringan namun volume intravaskuler adekuat, untuk
mempertahankan mean arterial pressure 60 atau 65 mmHg
1) Dopamine
- Obat pilihan untuk meningkatkan kontraktilitas jantung pada
-

pasien dengan hipotensi


Dapat meningkatkan kebutuhan oksigen miokardium
Indikasi dopamine diberikan pada pasien dengan tekanan darah

sistolik 70-100 mmHg dengan tanda syok


- Dosisnya 2-20 mcg/kg/menit IV
2) Dobutamin
- Indikasi dobutamin adalah pada kondisi tekanan darah sistolik
-

70-100 mmHg tanpa disertai tanda syok


Dobutamin tidak berpengaruh pada kebutuhan oksigen

miokardium
- Dosisnya 2-20 mcg/kg/menit IV
3) Noerpinefrin

Indikasinya adalah kondisi tekanan darah sistolik kurang dari

70 mmHg dengan tanda/gejala syok


- Dosisnya 0,5-30 mcg/kg/menit IV
c. Diuretic bila terdapat penumpulan volume plasma dan edema perifer
G. PROGNOSIS
Kondisi syok kardiogenik memerlukan penganan yang tepat dan agresif.
Tatalaksana yang tidak benar dapat menyebabkan mortalitas sebanyak 7090%.

Anda mungkin juga menyukai