Anda di halaman 1dari 3

Tugas Elemen Mesin

Nama : Martina J.K


Nim : 08540007

Analisa Pembuatan Aspal

Gambar Proses Pembuatan Aspal

Aspal menurut American Society for Testing and Materials (ASTM) adalah suatu material

yang berwarna coklat tua sampai hitam, padat atau semi padat yang terdiri dari bitumen-bitumen

yang terdapat di alam atau diperoleh dari residu minyak bumi. Aspal dalam kehidupan memiliki

banyak kegunaan diantaranya digunakan sebagai pelapis dalam pembuatan jalan, coating atap, dan

sebagai waterproofing pada peralatan industri.

Berdasarkan cara memperolehnya, aspal dapat dibedakan atas :

a. Aspal Alam (nature asphalt) merupakan aspal yang terbentuk karena proses.

b. Anionik disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negatif.

c. Non-ionik disebut juga aspal emulsi yang tidak mengalami icnisasi, berarti tidak mengantarkan

listrik.

Aspal emulsi yang umum digunakan dalam perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionik dan

kationik.

Aspal jadi yang siap dipakai hasil pencampuran dari bahan-bahan utama,yaitu : kerikil, pasir
dan aspal cair. Yang dimaksud dengan aspal cair adalah aspal yang dihasilkan oleh jenis Crude Oil

jenis Asphaltic berbentuk semisolid, bersifat Non Metalik, larut dalam CS2 (Carbon Disulphide),

mempunyai sifat waterproofing dan adhesive.

Hasil pengolahan itu yang digunakan untuk pengaspalan jalan. Dengan truk-truk pengangkut

yang sudah disediakan perusahaan, transportasi aspal mulai dijalankan. Aspal dal dum-drum ini

memiliki kapasitas tekanan temperatur yang memang sudah dikondisikan, sehingga kualitas aspal

tetap baik selama pengangkutan hingga penggunaanya.

Saat ini, negara kita sedang mengusahakan penggunaan aspal buton. Aspal buton adalah

salah satu aspal alternatif yang terletak di Pulau Buton yaitu Waisiu, Kabungka, Winto, Wariti,

Lawele dan Epe. Luas areanya sekitar 70.000 Ha yang membujur dari teluk Sampolawa di sebelah

selatan sampai Teluk Lawele di sebelah utara.

Mengapa harus aspal buto? Karena aspal ini erletak hanya 1,5 meter di bawah permukaan

tanah, bandingkan dengan kadar aspal alam yang diolah di Amerika Serikat yang hanya 12 - 15%

dan Perancis (Danau Trinidad) dengan kadar aspal hanya 6 - 10% dan terletak ratusan meter di

bawah permukaan tanah.

PT. SARANA KARYA mulai memproduksi aspal ini dengan beberapa alasan seperti

dibawah ini:

• Kebutuhan Aspal di Indonesia Sekitar 1.300.000 ton/tahun

• Produksi Aspal Pertamina dewasa ini 600.000 ton/tahun

• Kekurangannya 700.000 ton/tahun

Sedangkan jika kita memproduksi aspal buton, didapat :

• Deposit sekitar 650 Juta ton dan dengan produksi 1 juta ton tiap tahun berarti akan dapat

diolah selama 650 tahun.

• Harga aspal minyak (aspal impor) yang meningkat secara drastis

• Dengan menggunakan hasil kekayaan alam kita sendiri berarti mengurangi aspal impor,
menghemat devisa negara serta membuka lapangan kerja.

Aspal Buton dapat digunakan untuk :

• Perkerasan/lapisan permukaan sebagai pengganti aspal minyak.

• Asbuton Tile (Tegel Asbuton).

• Block Asbuton untuk trotoar dan lain-lain.

• Mengekstraksi bitumen dari Asbuton.

• Melapis bendung/embung agar kedap air.

Cocok untuk konstruksi berat karena aspal hasil ekstraksi dari asbuton tidak mengandung parafin

dan sedikit kadar sulfur sehingga kualitasnya lebih tinggi.