Anda di halaman 1dari 4

1.

Pada saat t = 0 diketahui fungsi (x,0) = Ax untuk daerah 0 x


1 dan (x,0) = A(2-x) untuk daerah 1 x 2 sedangkan sisanya
(x,0) = 0.
a. Berikut akan dihitung koefisien normalisasi A.

dx=1

x dx + A2 (2x)2 dx=1

Dengan
A=

mamnfaatkan

ketelitian,

maka

didapatkan

nilai

3
2

b. Kita gambarkan saja grafik (x,0) dan dengan mudah dapat


ditentukan puncak maksimalnya, yakni probabilitas tertinggi
untuk menemukan partikel, yakni di x = 1.
c. Berikut akan dihitung probabilitas menemukan partikel di
daerah 0 x 1,25.
1

( )

1,25

3 2
x dx +
2
1

( )

3
101
( 2x)2 dx=
2
128

d. <

> =

x dx

<

> =
=

32 x 3 dx+ 32 x (2x)2 dx
0
1
1

x dx

x 2> x >2

=1

32 x 2 dx+ 32 x 2 (2x )2 dx
0
1

11
10

= 0,1

2. Diketahui fungsi gelombang pertikel bermassa


terperangkap di dalam sumur potensial tak hingga.
( x) =

( )

( )

yang

A
x
3
3 x
1
5 x
sin
+
sin
+
sin
a
5a
a
5a
a
a

a. Akan dihitung
ternormalisasi.
a

Ingat bahwa 0 sin

dx=1

( )

koefisien

( nxa ) sin ( mxa )= a2

n, m

agar
.

fungsi

gelombang

( )) +(

A
3 x
sin
a
a

( )) + (

3
3 x
sin
5a
a

( )) dx=1

1
5 x
sin
5a
a

aA a 3 a 1
+
+
=1
2 a 2 5a 2 5a
A=

6
5

b. Nilai rata rata energi dapat diperoleh dengan menurunakan


persamaan berikut.

<

^H dx
> =

E
a

2
nx
sin
e
a
a

i En t

( ) (

=
=

2
mx
sin
dx
E A A sin nx
a0 m n n m m
a
a

( )

dx

2 n ,m

E n An An
n

2 2 2
En=
n
2
2 ma

Dengan
( x) =
( x) =

( ) ( ) ( )
( ) ( )
( ) ( ) (
6
x
3
3 x
1
5 x
sin
+
sin
+
sin
5a
a
5a
a
5a
a

6 2
x
3 2
3 x
1 2
5 x
sin
+
sin
+
sin
10 a
a
10 a
a
10 a
a

( x ) =A 1

<

i Em t

( ) ( )

2
E An Am
a n n
m

Am

2
mx
sin
e
a
a

An

2
x
2
3 x
2
5 x
sin
+ A3
sin
+ A5
sin
a
a
a
a
a
a

>=

2 2 2 6
3
1
1
+ 32 +5 2
2 ma
10
10
10

( )
)

29 2 2
10 ma

c. Untuk menemukan partikel dengan tingkat energi dasar,


probabilitasnya dapat diketahui dari

A 21=

6 3
=
10 5

3. Diketahui proton dengan massa m memiliki energi 4 MeV = 6,4 10 13


J dari potensial nol di x = 0 akan menembus inti atom dengan
energi -12 MeV = -19,2 10-13 J.
a. Persamaan Schrodinger untuk daerah V(x) = 0 adalah sebagai
berikut.
2
2 d (x)
2 m dx 2

E (x) =

2 m( EV )
2
k 2=

Pilih

+ V (x)

(x) =

2 mE
2

d (x )
dx 2

,V=0

dengan solusi (x) =

ikx

ikx

r e

Persamaan Schrodinger untuk daerah V(x) = Vinti adalah


sebagai berikut.
2
2 d (x)
2 m dx 2

E (x) =
2 m(E+V inti )
2

k '2 =

Pilih

(x) =

2 m( E+V inti )
2

+ V (x)
d 2 (x )
dx 2

dengan solusi (x) =

teik ' x

Sebagai syarat kekontinuan di x = 0 maka perlu digunakan


relasi berikut.
1. 1(0) = 2(0)
ik0

ik 0

ik ' 0

r e =te

1r =t

2.

d1
d 2
( 0 )=
( 0)
dx
dx
k eik 0kr e ik 0=k ' teik ' 0
1+r=

k'
t
k

Jumlahkan kedua persamaa, maka akan diperloleh


t=

2k
k +k '

r=

dan
2

t=

k k '
k+k '

2 mE
2

2k
2 E
2
=
=
=
k +k '
2 m( E+V inti ) E+ E+ V inti 3
2 mE
+
2
2

2 m( E+V inti )
2 mE

2
E E+V inti 1
k k '

2
r=
=
=
=
k+ k '
3
2 m(E+V inti ) E+ E+V inti
2mE
+
2
2

b. Probabilitas neutron untuk menembus inti dapat langsung


dinyatakan dengan nilai transmitansi T dari hubungan berikut.
1=T+R
1 = T + r*r
1 r*r = T
T=1-

1
9

8
9