Anda di halaman 1dari 13

Disusun Oleh

: Teguh Widianto

Jurusan

: Tehnik Arsitektur

Semester

: 5 ( LIMA )

Mata Kuliah : ARSITEKTUR TROPIS

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI PELITA BANGSA


Jln. Inspeksi Kalimalang Tegal Danas
Cikarang Kab. Bekasi

ARSITEKTUR TROPIS MODERN

Pemahaman Arsitektur & Iklim

Aritektur dan iklim dikenal salahsatunya sebagai pendekatan arsitektur bioklimatik.


Bioklimatik

menggambarkan

suatu

pendekatan

desain

bangunan

yang

diinspirasikan keadaan alam dan menggunakan logika yang berkelanjutan didalam


setiap aspek suatu proyek, memfokuskan pada optimasi dan penggunaan
lingkungan. Logika logika tersebut meliputi kondisi peruntukan lahan, ekonomi,
konstruksi, manajemen bangunan, serta kesehatan dan kesejahteraan manusia
melalui keadaan fisik bangunan

Bangunan bioklimatik adalah bangunan yang memanfaatkan lingkungan dan iklim


untuk membangun suatu bangunan. Ada beberapa faktor dalam merancang
bangunan bioclimatik. Beberapa pernyataan sbb :

@ Key yeang

- Bangunan yang memanfaatkan alam dan iklim

@Jones,Lioyd

- Bioclimatic harus mempergunakan unsur logika


seperti,tapak, kesehatan, manajemen bangunan,
kesejahteraan manusia melalui keadaan fisik bangunan

@George Lippsmeier - sinar matahari yang mengarah pada empat sisi bangunan
tidak sama
@ Bryan Lawson

- ventilasi silang upaya untuk terlindungi terhadap matahari


angin dan hujan pada dinding luar

Sumber:
Agus, studi pustaka arsitektur bioklimatik, skripsi A. 2008

Arsitektur Tradisional
Arsitektur tradisional dikenal sangat responsif terhadap alam. Karya arsitektur
pada masa lalu maupun pada masa kini banyak terinspirasi oleh arsitektur
tradisional. Perhatikan ilustrasi berikut.

Tinjauan Karya Arsitek Indonesia Modern

Tinjauan karya arsitektur dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang


konsep dasar perancangan karya arsitektur khususnya respons atas iklim
tropis. Karya arsitektur yang diamati terutama adalah karya arsitektur
kontemporer di Indonesia (karya diatas tahun 1970-an, atau periode
arsitektur post-modern). Karya arsitektur pada periode tersebut diantaranya
menggambarkan tentang adaptasi atau transformasi pandangan arsitektur
post-modern atas budaya dan iklim di Indonesia.

Respons atas iklim dilakukan dengan mengambil beberapa kaidah arsitektur


tradisional (tropis) walaupun secara tidak lengkap. Rumah Jaya Ibrahim
karya Jaya Ibrahim, dirancang dengan pola dasar simetri, memiliki beranda
yang cukup luas, bagian dalam dengan taman yang sejuk, dengan aksen
material setempat. Pada bagian lain, proporsi atap khususnya teritis
dirancang tidak sepenuhnya melindungi badan bangunan seperti layaknya
bangunan tradisional. Pengolahan salah satu fasade mengambarkan
geometri yang rasional dengan ornamen oriental yang didominasi bidang
lengkung. Pengolahan rancangan berekspresi neo-vernakuler. Gagasan
karya bangunan setempat yang ditransformasikan menjadi karya arsitektur
kontemporer, secara sederhana dapat dilihat pada rancangan rumah Pia
Alisyahbana yang mengambil padanan bangunan anjungan.

Rumah tinggal karya Tan Tjiang Ay, secara tegas menggambarkan ekspresi
neo-vernakuler lebih lengkap. Pengolahan tapak dan denah rumah
menggambarkan konsistensi kaidah arsitektur modern yang sangat rasional.
Rancangan garis dan bidang mengingatkan pada rancangan karya para
minimalist. Pada sisi lain, secara konsisten kaidah arsitektur tropis
diupayakan hadir secara lengkap, aksen panggung, interior dan eksterior
yang dihadirkan secara terbuka (dengan bukaan kaca lebar), aliran udara
ruang dalam tetap mengandalkan ventilasi silang, serta rancangan atap,
teritis dan utilitas (saluran air hujan) yang dirancang fungsional. Rancangan
elemen bangunan memberikan gambaran bahwa respons atas iklim perlu
diperhitungkan secara cermat.
4

Beberapa karya Arsitek Muda Indonesia, mencerminkan ekspresi ruang


post-modern, grid-plan merupakan distorsi dari bentuk persegi-empat serta
bidang-bidang lengkung yang mengeliminir tepi atau batas bangunan
dengan ruang luar (ambiguity space). Distorsi ruang seperti pada karya
Robert Stern serta Peter Einsenman serta eliminasi dari tepi bangunan pada
beberapa karya Robert Venturi tampaknya menjadi inspirasi. Sesuatu yang
berbeda adalah pengembangan bidang atap dengan sudut curam sebagai
respons atas iklim (curah hujan ?) yang turut memperkuat kesan complexity.
Tata

udara

rumah

tersebut

menggunakan

pendingin

udara

(air

conditioner/AC), Sarjono Sani menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan


pula respons atas iklim sama seperti-halnya penggunaan heater pada
bangunan di iklim dingin. Penjelasan tersebut tampaknya berkaitan dengan
peran dan fungsi alat hasil teknologi pada konsep dan ekspresi arsitektur
(khususnya arsitektur tropis).

Post-modern clasicism menjelaskan arah ekspresi arsitektur sebagai alat


komunikasi melalui simbol dan teknik membangun. Antara simbol sebagai
sistem pertanda dalam arsitektur dengan teknik membangun (termasuk
penggunaan teknologi) merupakan suatu kesatuan. Termasuk sebagai sign
dan simbol adalah kaidah arsitektur tropis, sehingga penggunaan teknologi
(mengacu pada konsep arsitektur post-modern) harus selaras dengan
simbol yang digunakan.

Hotel Novotel, Surabaya karya Duta Cermat Mandiri/DCM dirancang untuk


menghidupkan pola arsitektur disekitarnya. Rancangan ditekankan pada
ekspresi tampak muka bangunan. Geometri yang dihadirkan merupakan
eklektisisme radikal atas pola rancangan bangunan disekitarnya, dengan
transformasi bentuk lokal kedalam kaidah arsitektur modern (menonjol
dengan geometri rasional pola a-b-c-b-a, serta back lighting). Ekspresi
tampak muka tersebut juga menghadirkan metafora seperti susunan
gunungan (atau orang berbaris?). Rancangan respons atas iklim dilakukan
secara tradisional dengan melindungi bukaan (pintu dan jendela) dengan
teritis lebar (dari elemen atap maupun beton) serta permainan bidang
(bukaan pada bidang masuk).
5

Tata udara (memperhatikan bukaan besar ditutup kaca) tampaknya


mengunakan AC karena pertimbangan fungsi bagi kenyamanan penghuni
hotel.

Melalui tinjauan karya diatas, dapat disusun klasifikasi pola rancangan khususnya respons terhadap iklim sbb:
a) Pola rancangan beradaptasi penuh terhadap iklim
Kaidah arsitektur tropis (tradisional) secara cermat diikuti, secara
bersamaan digunakan pula rancangan arsitektur modern hingga detail
elemen bangunan.
b) Pola rancangan beradaptasi terhadap iklim, dilengkapi alat kenyamanan
suhu
Kaidah arsitektur tropis diikuti, namun dengan pertimbangan tertentu
digunakan alat kenyamanan suhu.
c) Pola rancangan menggunakan sebagian kaidah adaptasi terhadap iklim,
dilengkapi alat kenyamanan suhu
Kaidah arsitektur tropis pada beberapa elemen rancangan diterapkan,
pada bagian lain
d) Pola rancangan mengunakan bentuk tradisional tanpa memperhatikan
kaidah iklim Pola rancangan tidak menggunakan kaidah adaptasi
terhadap iklim

Tinjauan Karya Arsitektur Lainnya

Tinjauan karya arsitektur dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang konsep


dasar perancangan karya arsitektur khususnya respons atas iklim tropis. Karya
arsitektur modern dengan memperhatikan gagasan respon atas iklim dapat
diperhatikan pada ilustrasi berikut.

Green Complex di Singapura

Menara Mesiniaga di Kuala Lumpur, Malaysia

Shanghai armoury tower Cities in sky

10

Umno Tower di Kuala Lumpur, Malaysia

11