Anda di halaman 1dari 5

Parkinson dapat diklasifikasikan menjadi enam kategori berdasarkan proses

terjadinya, yaitu :
1. Parkinson primer (idiopatik) dimana penyebabnya tidak diketahui.
2. Parkinson postencephalitis, penyebab Parkinson karena encephalitis.
3. Parkinson latrogenik, Parkinson karena obat-obatan seperti obat psikotropik
dan anti psokotik.
4. Parkinson juvenile, Parkinson yang terjadi usia dibawah 40 tahun.
5. Parkinson sekunder, disebabkan karena kerusakan substansi anigra akibat
trauma, iskhemik.
6. Pseudoparkinson (Parkinson semu) merupakan gabungan dari beberapa
penyebab Parkinson seperti pada hipotiroid.
Tingkatan Parkinson
Berdasarkan tanda dan gejalanya tingkatan Parkinson dapat dibagi :
1. Tingkat awal/dini
Pada tingkat ini pasien masih dapat melakukan tugas sehari-hari tanpa
gangguan, terjadi kerusakan pada sebelah tungkai dan lengan, kelemahan
sedikit, tangan dan kaki gemetar.
2. Tingkat ringan/sedang
Pada tingkat ini terjadi kerusakan pada kedua tungkai dan lengan, wajah
seperti bertopeng, gaya jalan diseret dan pelan. Pada keadaan ini pasien
sudah terasa terganggu dan sukar dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
3. Tingkat berat
Pasien terjadi akinesia, rigiditas, dimana pasien tidak mampu melakukan
aktivitas sehari-hari sehingga pasien mengalami ketergantungan penuh.

Diagnosa dan Intervensi keperawatan


1. Kerusakan mobilitas fisik b.d tremor otot, rigiditas, bradikinesia.
Data pendukung :
1) Pasien mengatakan kesulitan bergerak, kekakuan otot
2) Tremor
3) Kesulitan dalam pergerakan, kekakuan
4) Ketidakmampuan dalam melakukan ADL
5) Kekuatan otot, tonus otot
6) Perubahan tanda vital
Kriteria hasil :
1) Kesulitan pergerakan berkurang
2) Tremor berkurang atau tidak ada
3) Pasien dapat melakukan ADL secara mandiri

No
1.

Rencana tindakan
Kaji adanya rigiditas, tremor, kesulitan
pergerakan, bradikinesia setiap 8 jam.

2.
3.

Tetapkan derajat ambulasi (ketergantungan


atau mandiri)
Bantu pasien melakukan ambulasi.

4.

Lakukan ROM aktif.

5.

Kolaborasi dengan fisioterapis dalam


penyediaan alat pergerakan.
Anjurkan pasien untuk merubah posisi
setiap 2 jam.
Lakukan program pengobatan dan observasi
respon obat.

6.
7.

Rasional
Kurangnya dopamine
menimbulkan tanda-tanda
Parkinson.
Menentukan rencana lebih
lanjut
Memenuhi kebutuhan
aktivitas.
Mencegah kontraktur dan
kelemahan.
Membantu dalam latihan
pergerakan.
Mencegah trauma pada
daerah tertekan.
Membantu memulihkan
pergerakan.

2. Resiko Injuri b.d tremor otot, regiditas, bradikinesia.


Data pendukung :
1) Pasien mengatakan kesulitan bergerak, tremor.
2) Tremor, ketidakseimbangan berjalan.
3) Kesulitan dalam pergerakan, kekakuan.
4) Ketidakmampuan dalam melakukan ADL.
5) Postural hipotensi.
Kriteriahasil :
1) Kesulitan pergerakan berkurang
2) Tremor berkurang atau tidak ada
3) Pasien dapat melakukan ADL secara mandiri
N
o
1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

RencanaTindakan

Rasional

Monitor fungsi motoric dan


keseimbangan berjalan
Bantu ambulasi sesuai kebutuhan
Berikan alat bantu tongkat, walkers,
kursi roda sesuai kebutuhan
Jelaskan pada pasien untuk
merubah posisi dengan pelan-pelan
Jelaskan pada pasien setelah
bangun tidur tidak langsung
melakukan pergerakan
Gunakan kursi, kamar mandi yang
ada pegangannya
Penerangan yang cukup dan lantai

Menetapkan kemungkinan jatuh


Mencegah resiko jatuh
Membantu melakukan pergerakan
dan mengurangi resiko jatuh
Menghindari jatuh
Postural hipotensi kemungkinan
terjadi sehingga dapat
mengakibatkan pasien jatuh
Menghindari resiko jatuh
Mengurangi resiko jatuh

tidak licin serta pemakaian alas


kaki tidak licin
3. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d tremor otot,
regiditas, bradikinesia dan efek pengobatan, kesulitan mengunyah dan
menelan.
Data pendukung :
1) Pasien mengatakan kesulitan mengunyah dan menelan, mual, muntah
2) Makan tidak habis sesuai porsi
3) Kekakuan otot wajah
4) Berat badan menurun
5) Tanda-tanda anemia
6) Pemakaian obat-obatan
7) Diet yang diberikan
Kriteria hasil :
1) Berat badan meningkat secara bertahap
2) Tanda-tanda anemia tidak ada
3) Pasien dapat menghabiskan makanan sesuai porsi
No
1.

Rencana tindakan
Monitor berat badan setiap 3 hari

2.
3.

Catat intake makanan


Berikan makanan yang mudah
dikunyah dan ditelan
Posisi kepala ditinggikan saat
memberikan makan
Berikan pengobatan sebelum
makan
Berikan makanan dengan tinggi
kalori
Monitor tanda-tanda anemia,
hasil Hb

4.
5.
6.
7.

Rasional
Perubahan BB menentukan status
nutrisi
Menentukan asupan makanan
Membantu memudahkan makanan
masuk
Menghindari terjadinya aspirasi
Mengurangi tremor dan kekakuan
otot mengunyah
Mempertahankan intake yang
adekuat
Menentukan status nutrisi

4. Tidak efektifny koping individu dan keluarga b.d perubahan gaya hidup,
peran, dan konsep diri.
Data pendukung :
1) Adanya kesulitan dalam pergerakan, pemenuhan adl
2) Tidak nafsu makan
3) Sensitive
4) Kesulitan tidur
5) Apatis
6) Menarik diri
Kriteria hasil :

1) Pasien dapat mendemonstrasikan koping yang efektif


2) Pasien dapat mengekspresikan perasaan kehilangan dan berespon positif
terhadap keadaan dirinya.
3) Pasien kooperatif dan berpartisipasi dalam perawatan dirinya.
No
1.

Rencana tindakan
Kaji perilaku dan mekanisme
koping pasien

2.

Gali perasaan dan ketakutan


terhadap penyakitnya

3.

Berikan kesempatan pasien untuk


mengungkapkan secara verbal
tentang gambaran masa depan
Libatkan pasien untuk berpartisiasi
dalam perawatan diri sesuai
kemampuannya
Hargai kemampuan yang telah
dimiliki pasien
Kolaborasi dengan
psikolog/psikiater dalam
meningkatkan kemampuan koping
pasien

4.

5.
6.

Rasional
Penyakit Parkinson dapat
menimbulkan perubahan perilaku
dan gaya hidup
Memberikan kesempatan kepada
pasien untuk mengekspresikan
perasaannya
Membantu menurunkan
ketegangan
Pasien merasa dihargai dan
meningkatkan harga diri
Meningkatkan harga diri pasien
Membantu meningkatkan koping
yang positif

5. Sindrom perawatan diri b.d tremor otot, regiditas, bradikinesia.


Data pendukung :
1) Pasien mengatakan kesulitan bergerak
2) Tremor
3) Kesulitan dalam pergerakan, kekakuan
4) Ketidakmampuan dalam melakukan adl
Kriteria hasil :
1) Kesulitan bergerak berkurang
2) Tremor berkurang atau tidak ada
3) Pasien dapat melakukan adl secara mandiri
No
1.

2.

Rencana tindakan
Beri kesempatan pasien untuk
melakukan perawatan dirinya
jika mungkin
Bekerja sama dengan
fisioterapi dan occupational
terapi untuk menentukan
metode terbaik dalam

Rasional
Melatih bersikap mandiri dalam
perawatan dirinya
Bekerja tim untuk melatih
kemampuan pasien dan teknik
adaptasi

3.

4.

melakukan aktivitas
Latih pasien untuk melakukan
adl dari yang paling ringan
sampai ke tahap komplek
Bantu pasien seminimal
mungkin untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari

Melatih secara bertahap kemampuan


adl
Terpenuhinya kebutuhan sehari-hari
pasien