Anda di halaman 1dari 2

3.1.

1 Bahan (Material)
Untuk bahan baku pembuatan coklat batang ialah Coklat powder, Lemak coklat, Flavoring agent, Gula,
Susu dan air. Bahan pengemas yang digunakan untuk produk coklat batang ini adalah aluminium foil
untuk kemasan primer dan bahan kardus untuk ke,asan sekunder.
a. Coklat Powder
Coklat bubuk atau cocoa powder terbuat dari bungkil/ampas biji coklat yang telah dipisahkan lemak
coklatnya. Bungkil ini dikeringkan dan digiling halus sehingga terbentuk tepung coklat. Coklat bubuk
ada 2 jenis, yang pertama melalui proses natural dan yang kedua melalui proses dutch. Cocoa natural
sedikit asam, sedangkan cocoa dutch warnanya lebih gelap dan coklatnya lebih lembut. Cocoa proses
dutch lebih disukai untuk membuat coklat panas karena aromanya lebih lembut. Kebanyakan coklat
bubuk yang dijual dipasaran adalah jenis cocoa natural. Coklat bubuk natural dibuat dari bubur coklat
atau balok coklat pahit, dengan menghilangkan sebagian besar lemaknya hingga tinggal 18-23%.
Coklat jenis ini berbentuk tepung, mengandung sedikit lemak, dan rasanya pahit. Banyak sekali yang
menggunakan coklat bubuk jenis ini sebagai bahan campuran untuk membuat kue. Pada analysis
HrACCP Coklat Bubuk untuk pembuatan coklat batang disebutkan bahwa haram yang terindentifikasi
adalah Bubuk hasil olahan, alasan penetapan resiko keharaman yaitu Terkontaminasi bahan medium
najis atau haram, cara pencegahannya Sertifikat COA,uji spesifikasi,diagram alir, resiko keharamannya
Medium.
b. Lemak Coklat
Lemak kakao dibuat dari biji kakao dengan beberapa tahap proses yaitu fermentasi, perendaman,
pengeringan, penggosengan, penghalusan dan pengepresan. Lemak kakao adalah formula yang
termahal dan terpenting dalam pembuatan penyalut pada industri permen coklat karena sekitar 29.5%
bahan penyusunnya adalah lemak kakao. Sifat-sifat dari Lemak Kakao adalah sebagai berikut;

Pada analysis HrACCP Lemak coklat untuk pembuatan coklat batang disebutkan bahwa haram yang
terindentifikasi adalah Hasil olahan, alasan penetapan resiko keharaman yaitu Alat yang digunkan
untuk mndapatkan lemak coklat terkontaminasi bahan medium najis atau haram, cara pencegahannya
Sertifikat COA,uji spesifikasi,diagram alir resiko keharamannya Medium.
c.

Flavoring Agent

Flavor atau perisa adalah bahan tambahan pangan (BTP) yang sengaja ditambahkan dalam pangan
untuk memberikan citarasa, dengan pengecualian rasa asin, manis, dan asam serta tidak dimaksudkan
untuk dikonsumsi secara langsung dan tidak diperlakukan sebagai bahan pangan. Oleh karena
merupakan BTP dan banyak dibuat secara sintetis serta merupakan komponen kimia dalam pangan
berarti ada suatu resiko bahwa produk-prooduk tersebut bias menimbulkan masalah kesehatan jika
digunakan tidak pada tempatnya atau dengan istilah penyalahgunaan dari bahan tersebut. Pada
analysis HrACCP Flavor agent untuk pembuatan coklat batang disebutkan bahwa haram yang
terindentifikasi adalah Hasil olahan, alasan penetapan resiko keharaman yaitu Penambahan pelarut
dan zat aditif, cara pencegahannya Sertifikat COA, resiko keharamannya Tinggi.
1.

d.

Gula

Gula merupakan makanan yang baru populer di abad pertengahan. Gula praktis tidak dikenal dalam
peradaban klasik Mesir, Yunani dan Romawi. Orang Yunani (yang memiliki kata hampir untuk semua
hal) bahkan tidak memiliki kata untuk gula. Orang Arab-lah yang menjadikan gula sebagai komoditi
populer di dunia, yang kini menjadi kebutuhan pokok semua bangsa dengan produksi global melebihi
120 juta ton per tahun. Gula adalah hasil pemurnian (refinasi) sari tebu atau bit setelah semua
vitamin, mineral, protein, enzim dan nutrisi bermanfaat lainnya dibuang. Akibatnya, gula tidak
mengandung aneka nutrisi dan serat yang terdapat pada karbohidrat lain yang lebih kompleks seperti
biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Pada analysis HrACCP Gula untuk pembuatan coklat batang
disebutkan bahwa haram yang terindentifikasi adalah Hasil olahan, alasan penetapan resiko
keharaman yaitu Alat yang digunkan untuk mndapatkan lemak coklat terkontaminasi bahan medium
najis atau haram, cara pencegahannya Sertifikat COA,uji spesifikasi,diagram alir resiko keharamannya
Medium.
e.

Susu

Susu adalah cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina . Susu binatang
(biasanya sapi ) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega , yogurt , es krim , keju , susu
kental manis , susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia. Dewasa ini, susu memiliki
banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara
itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.Susu mengandung
banyak vitamin danprotein . Berat jenis air susu adalah 1,028 kg/L. Penetapan berat jenis susu harus
dilakukan 3 jam setelah susu diperah, sebab berat jenis ini dapat berubah, dipengaruhi oleh
perubahan kondisi lemak susu ataupun karena gas di dalam susu. Viskositas susu biasanya berkisar
antara 1,5 sampai 2 cP, yang dipengaruhi oleh bahan padat susu, lemak, serta temperatur susu. Pada
analysis HrACCP Susu untuk pembuatan coklat batang disebutkan bahwa haram yang terindentifikasi
adalah Hasil olahan, alasan penetapan resiko keharaman yaitu PBerasal dari hewan atau cara
pemrosesan yang najis, cara pencegahannya Sertifikat COA, uji spesifikasi,diagram alir. resiko
keharamannya Tinggi.
f.

Air

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H 2O : satu molekul air tersusun atas
dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen . Air bersifat tidak berwarna ,
tidak berasa dan tidakberbau pada kondisi standar, yaitu pada temperatur 100 kPa (1 bar) and
temperatur(0 C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan
untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam beberapa jenis gas
banyak macam molekul organik. Pada analysis HrACCP air untuk pembuatan coklat batang disebutkan
bahwa haram yang terindentifikasi adalah Hasil olahan, alasan penetapan resiko keharaman yaitu
Terkontaminasi bahan najis atau haram, cara pencegahannya Sertifikat COA, resiko keharamannya
Tinggi.