Anda di halaman 1dari 29

PERDARAHAN UTERUS

DISFUNGSIONAL
Hengki - 406148087

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan dan


Penyakit Kandungan
RS Bhayangkara Semarang
Periode 31 Agustus 2015 6 November 2015
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

ANATOMI UTERUS

HISTOLOGI UTERUS

Dinding uterus relatif tebal dan terdiri

atas :
Perimetrium
Miometrium lapisan paling tebal
Endometrium
Lapisan basal (bagian dalam)
Lapisan fungsional (yang mengalami
perubahan besar selama siklus
menstruasi)

FISIOLOGI UTERUS & SIKLUS


MENSTRUASI

Perdarahan Uterus
Disfungsional

DEFINISI PUD
Perdarahan uterus abnormal yang

terjadi tanpa adanya keadaan


patologi pada panggul, penyakit
sistemik atau kehamilan.
Disebabkan oleh gangguan fungsi
mekanisme kerja poros
hipotalamus hipofisis ovarium
endometrium

EPIDEMIOLOGI
10 % dari kunjungan poliklinis

ginekologik.
20 % terjadi pada kelompok usia
remaja
50 % berusia 40-50 tahun
30 % berada pada usia reproduksi

ETIOLOGI
1. PUD pada siklus ovulatori
2. PUD pada siklus anovulatorik
3. PUD pada keadaan folikel

persisten

PATOFISIOLOGI
1. Estrogen withdrawal

bleeding
2. Estrogen breakthrough
bleeding
3. Perdarahan lucut
progesteron

KLASIFIKASI

GAMBARAN KLINIS
BATASAN
OLIGOMENOREA

PERDARAHAN UTERUS YANG


TERJADI DENGAN INTERVAL > 35
HARI

POLIMENOREA

PERDARAHAN UTERUS YANG


TERJADI DENGAN INTERVAL < 21
HARI

GANGGUAN
SIKLUS HAID

MENORAGIA
GANGGUAN LAMA
DAN JUMLAH
DARAH
HIPOMENOREA

GANGGUAN

POLA

MENOMETRORAGI

PERDARAHAN UTERUS YANG


TERJADI DENGAN INTERVAL NORMAL
NAMUN JUMLAH DAN LAMA HAID
BERLEBIH
PERDARAHAN UTERUS YANG
TERJADI DENGAN INTERVAL NORMAL
NAMUN JUMLAH DAN LAMA HAID
KURANG
PERDARAHAN UTERUS YANG TIDAK
TERATUR DENGAN JUMLAH DAN

DIAGNOSIS - ANAMNESIS

DIAGNOSIS PEMERIKSAAN FISIK

DIAGNOSIS
Pemeriksaan Ginekologi

Menyingkirkan adanya
kelainan organik pada
genetalia
1.
2.
3.

Perlukaan genetalia
Erosi/radang atau
Mioma uteri

DIAGNOSIS

Penilaian Endometrium
Pengambilan sampel
endometrium perlu
dilakukan pada perdarahan
uterus abnormal yang
menetap

DIAGNOSIS
Penilaian Kavum Uteri
USG transvaginal merupakan alat

penapis yang tepat.


Bila dicurigai terdapat polip
endometrium disarankan untuk
melakukan SIS atau histeroskopi.
Keuntungan dalam penggunaan
histeroskopi adalah diagnosis &
terapi dapat dilakukan bersamaan.

DIAGNOSIS
Penilaian Miometrium
Miometrium dinilai

menggunakan USG, SIS,


histeroskopi atau MRI
Pemeriksaan adenomiosis
menggunakan MRI lebih
unggul dibandingkan USG
transvaginal

TATALAKSANA
Manajemen medisinalis PUD
o Nonhormonal
1. Asam Traneksamat
2. Anti inflamasi non steroid

(AINS)

TATALAKSANA
Manajemen medisinalis PUD
o Hormonal
1. Estrogen

2. PKK (Pil Kontrasepsi Kombinasi)


3. Progestin
4. Androgen

5. Gonadotropine Releasing

Hormone (GnRH) agonist

TATALAKSANA
Terapi Operatif
1. Dilatasi dan kuretase
2. Ablasi endometrium
3. Histerektomi

KOMPLIKASI
1. Anemia
2. Infertil
3. Resiko kanker

PROGNOSIS
Pada dasarnya keseimbangan hormonal

akan dicapai dengan pengobatan yang


tepat.
Meskipun terapi medikal digunakan

pertama kali, lebih dari setengah wanita


dengan menoragia akan melakukan
histerektomi dalam waktu 5 tahun.

PROGNOSIS
Bila kehamilan tidak diinginkan dan

penatalaksanaan konservatif tidak


efektif, ablasi endometrial dapat
mengurangi perdarahan uterus yang
berlebihan sampai 88 %.
Ablasi endometrial efektif untuk jangka
pendek, dan 48 bulan setelah ablasi, 29
% individu memerlukan prosedur lain.

DAFTAR PUSTAKA
Manuaba IBG, Manuaba IAC, Manuaba IBGF. Pengantar Kuliah

Obstetri. Jakarta: EGC; 2003.


Junqueira LC, Carneiro J. Histologi Dasar: Teks dan Atlas. 10th ed.
Jakarta: EGC; 2004.
Sherwood L. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. 2nd ed.
Jakarta: EGC; 1996.
Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan, Edisi 3, Yayasan Bina
Pustaka, Jakarta, 2011 : 161-173.
Hendarto H. 2014. Gangguan Haid/Perdarahan Uterus
Abnormal : Ilmu Kandungan. Editor Mochamad Anwar. Yayaan
Bina Pustaka Sarwono, Edisi Ketiga. Jakarta. Pp161-171.
Chou Betty, Vlahos Nikos, Abnormal Uterine Bleeding, dalam :
The John Hopkins Manual of Gynecology and Obstetrics, 4th
Edition , 2002 : p.170

DAFTAR PUSTAKA
John T Queenan, Jr, MD , Dysfunctional Uterine Bleeding , Department

of Obstetrics and Gynecology, Division of Reproductive Endocrinology,


University of Rochester Medical School, www.eMedicine.com, 2015
Malcolm G M et all ; 2011 ; The FIGO classification of causes of abnormal
uterine bleeding in the reproducyive years ; American Society for
Reproductive Medicine, Elsevier
Hestiantoro Andon, Wiweko Budi. 2007. Panduan Tatalaksana Perdarahan
Uterus Disfungsional. Himpunan Endokrinologi-Reproduksi dan Fertilisasi
Indonesia Peekumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.
Prof. Dr. med. Ali Baziad, SpOG(K) dr. Andon Hestiantoro, SpOG(K) dr. Budi
Wiweko, SpOG(K) dr. Kanadi Sumapradja, SpOG, MSc, Panduan Tata
Laksana Perdarahan Uterus Abnormal, Himpunan Endokrinologi
Reproduksi Dan Fertilitas Indonesia Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi
Indonesia
Cunningham FG, Hauth JC, Bloom SL, et al. Hematological disorders. In:
William obstetrics. 22nd ed. New York: Mc-Graw Hill Medical Publishing
Division, 2005

TERIMA
KASIH