Anda di halaman 1dari 15

PERALATAN TAMBANG

1. TAMBANG TERBUKA (SURFACE MINING)

Penambangan dengan metoda tambang terbuka adalah suatu kegiatan penggalian bahan
galian seperti batubara, ore (bijih), batu dan sebagainya di mana para pekerja berhubungan
langsung dengan udara luar.dan iklim. Metode tambang terbuka dipakai untuk menggali mineral
deposit yang ada pada suatu batuan yang berada atau dekat dengan permukaan.
PERALATAN TAMBANG TERBUKA
Adapun alat-alat yang digunakan dalam tambang terbuka adalah sebagai berikut :
1. Scrapper
Scraper adalah alat gali tanah, umumnya digunakan di tambang
terbuka. Alat ini mampu melakukan tiga tugas sekaligus: memuat,
mengangkut, dan membongkar muatan. Saat scraper bergerak maju,
bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop. Tanah garukan
ini langsung ditampung dalam bak. Setelah bak penuh bilah kemudian
diangkat, dan melajulah scraper ke tempat pembongkaran muatan.

2. Bucket Wheel Excavator


Bucket-wheel excavator (BWE) adalah alat super berat yang
digunakan di tambang terbuka. BWE paling efektif digunakan di
tanah lembek yang tidak banyak mengandung batuan keras.
Komponen utama BWE adalah roda berputar besar yang
dipasang pada sebuah lengan raksasa. Ujung roda ini kemudian
dipasangi semacam ember besi (bucket) dengan gigi-gigi logam dipinggiran bucket yang
digunakan untuk menggali tanah. Bucket ini terus berputar seiring putaran roda (wheel) yang
kemudian dirancang untuk menumpahkan muatannya pada sabuk berjalan (belt conveyor) yang
terdapat di badan BWE. BWE disebut juga sebagai continuous excavators karena dapat menggali
secara menerus tanpa terputus. Bucket yang terus berputar akan memberikan tingkat penggalian
maksimal plus tidak diperlukannya lagi alat angkut tambahan, sebab mineral yang digali
langsung diangkut oleh belt conveyor.
3. Dump truck
Alat angkut yang paling umum digunakan di tambang
terbuka adalah dump truck. Dump Truck dirancang
khusus untuk kondisi jalan tambang (bukan aspal). Alat
angkut ini dipakai untuk mengangkut : tanah, endapan
bijih, batuan untuk bangunan dll kecepatannya dan
produksinya tinggi serta bersifat fleksibel, artinya dapat
dipakai untuk mengangkut bermacam-macam material
yang

mempunyai

bentuk

dan

jumlah

yang

beranekaragam pula dan tidak terlalu tergantung pada


jalur jalan
4. Belt Conveyor
Belt conveyor merupakan rangkaian ban berjalan yang dapat digunakan untuk mengangkut
material baik yang berupa unit load atau bulk material secara mendatar maupun miring. Belt
dapat dibuat dari beberapa macam bahan baik dari karet, maupun logam. Yang dimaksud dengan
unit load adalah benda yang biasanya dapat dihitung jumlahnya satu per satu, misalnya kotak,

kantong, balok dll. Sedangkan Bulk Material adalah material yang berupa butir-butir, bubuk atau
serbuk, misalnya pasir, semen dll.

5. Power shovel
Power Shove umumnya bertenaga listrik, digunakan untuk menggali dan memuat batuan hasil
peledakan. Karena menggunakan listrik, power shovel selalu terhubung dengan kabel
berdiameter besar yang mensuplai listrik dari gardu terdekat.Ketika power shovel sedang
memuat, truk kosong mesti sudah bersiap di dekatnya. Pemuatan ke dalam truk bisa berlangsung
beberapa

kali,

tergantung

dari

perbandingan

kapasitas

kedua

alat.

6. Bulldozer
lat ini merupakan alat berat yang sangat kuat untuk pekerjaan penggalian tanah (excavator),
mendorong tanah, menggusur tanah (dozer), membantu pekerjaan alat-alat muat, dan
pembersihan lokasi (land clearing). Kegunaan Buldoser sangat beragam antara lain untuk

Pembabatan atau penebasan (cleraring) lokasi proyek, Merintis (pioneering) jalan proyek, Gali/
angkut jarak pendek, Pusher loading, Menyebarkan material, Penimbunan kembali, Trimming
dan sloping, Ditching, Menarik,Memuat.

7. Crusher
Dalam pertambangan crusher digunakan sebagai alat untuk memecah batu atau

material

berukuran besar menjadi ukuran kecil dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Biasanya
dieperlukan beberapa tahapan dalam proses crushing.

8. Back hoe loader


Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Bagian depan
dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi
dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator.

PERALATAN TAMBANG BAWAH TANAH ( UNDERGROUND MINING )

Tambang bawah tanah adalah metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan
membuat terowongan menuju lokasi mineral tersebut.Berbagai macam logam bisa diambil
melalui metode ini seperti emas, tembaga, seng, nikel, dan timbal. Adapun peralatan yang
digunakan dalam tambang bawah tanah adalah sebagai berikut :
1. Continous miner

Continuous miner adalah alat gali yang dapat langsung memuat batubara ke alat angkut. Alat ini
dilengkapi dengan gigi-gigi bor yang dipasang pada drum berputar untuk memotong batubara.

2. Underground truck
Salah satu jenis alat angkut yang digunakan untuk mengangkut material tambang bawah tanah.
Jenis dan materialnya ha,pir mirip dengan truck pada tambang terbuka namun dalam bentuk yang
lebih kecil karena disesuaikan dengan wilayah operasinya.

3. Personel carrier
Merupakan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pekerja tambang dan peralatan
tambang dari permukaan tambang menuju lokasi pekerjaan tambang di bawah tanah.

4. Scaler
Scaler berfungsi untuk menjatuhkan atau mengambil bagian dari material yang lepas dari atap,
dinding dan rangakaian bataun di pertambangan batuan yang keras.

5. Scissor lift
Lift scissor merupakan alat yang digunakan oleh pekerja bawah dalam operasi tambang bawah
tanah dan permukaan untuk mencapai tempat yang tinggi.

6. Scooptram
Scooptram atau disebut juga underground loader adalah peralatan yang dirancang untuk
membersihkan landasan tambang bawah tanah dan mengangkut material.bentuknya yang
didesain pendek memang diperuntukkan agar mudah bermanuver di bawah tanah.

7. Shotcreter
Alat ini berfungsi untuk menembakkan material concrete ke permukaan didnding lubang bukaan
di dalam tambang bawah tanah. penembakan material concrete ini sendiri ditujukan untuk
menjadi salah satu bagian dari sistim penyanggaan di tambang bawah tanah. guna menghindari
runtuhnya lubang bukaan yang telah ada.

8. Jumbo Drill
biasanya digunakan untuk membuat lubang tembak dan juga pembersihan batu gantung sisa
peledakan di dalam tambang bawah tanah. selain kedua fungsi diatas alat ini juga dapat
digunakan untuk memasang sistim penyanggaan awal dalam tambang bawah tanah. Pada
beberapa type jumbo drill juga dilengkapi dengan lengan khusus guna pengisian bahan peledak
yang biasanya berupa ANFO (Amonium Nitrat Fuel Oil).

9. Anfo Loader/Blasting Material Loader


Berfungsi untuk memasukkan bahan peledak kedalam lubang tembak yang telah dibuat
sebelumnya menggunakan bahan peledak.

10. Rope Haulage


Merupakan jenis alat angkut yang umumnya digunakan pada tambang bawah tanah, dimana
berupa satu rangkaian rel dengan menggunakan wire rope dan drum hoist yang dilengkapai
dengan motor penggerqk yang dipasang ditambang atau dipermukaan tanah secara permanen
baik yang bertenaga mekanis maupun secara

gravitasi untuk menarik rangkaian lori yang

berisi muatan dan biasanya digunakan pada jalan-jalan yang relatif merata dan datar.

11. Skip
Skip merupakan salah satu alat angkut pada tambang bawah tanah yang digunakan pada
pengangkutan material melalui shaft. Skip merupakan semacam lori yang di tarik oleh kabel
untuk mengangkut bijih.

12. Load Haul Dump (LHD)


LHD adalah suatu alat angkut pada tambang bawah tanah yang bisa sekaligus melakukan
pemuatan,pengangkutan dan dumping. Mesinnya bergerak dengan kecepatan sederhana dan
terdiri dari komponen internal dan eksternal. Bagian internal dari LHD terdiri dari bucket, mesin
kecil, emisi knalpot, profiler panjang dan sempit, diesel knalpot perangkat perawatan, ban dan
aksesoris ban, dan sistem ventilasi. LHD dimodelkan sesuai dengan ketinggian tertentu dan
disesuaikan dengan daerah sempit di dalam tambang. Ini terdiri dari profiler panjang, rendah dan
sempit, yang membuatnya mudah beradaptasi dengan tambang dari semua ukuran.

13. Slushier

Merupakan suatu alat garuk yang digerakkan dengan udara dimana efek penggerakannya
diperoleh melalui suatu garukan yang dihubungkan dengan kawat masuk dalam tumpukan
material ke tempat penumpahan, sering digunakan pada screen drift pada dasar scrape.

14. Gathering Arm Loader


Sering digunakan pada tambang batubara, pada bagian depan dilengkapi dengan alat penggumpal
material yang bertumpuk kemudian didorong menuju belt conveyor yang berada di belakang,
selanjutnya ke alat angkut berikutnya, dilengkapi dengan klaurel dan digerakkan dengan tenaga
listrik.

15. Overshoot Loader


Merupakan alat muat yang bekerja dengan cara mendorong bucket ke dalam tumpukan material
hingga penuh, kemudian bucket diangkat ke belakang melewati mesinnya dan menumpahkan
muatan ke alat angkut yang berada di belakangnya tanpa memutar alat muat.Digerakkan dengan
udara bertekanan tinggi (hydarulic).Overshoot leader bekerja di drift heading sempit. Ukuran
bucket bervariasi antara 0,14 - 0,60 m3.

PERALATAN TAMBANG BAWAH AIR (UNDERWATER MINING)

Penambangan bawah laut adalah proses pengambilan mineral yang relatif baru yang dilakukan di
lantai samudra. Situs penambangan samudra biasanya berada di sekitar kawasan nodul
polimetalik atau celah hidrotermal aktif dan punah pada kedalaman 1.400 - 3.700 meter di bawah
permukaan laut. Celah tersebut menciptakan deposit sulfida, yang berisikan logam mulia seperti
perak, emas,tembaga, mangan, kobalt, dan seng. Deposit tersebut ditambang menggunakan
pompa hidrolik atau sistem ember yang mengangkut bijih ke permukaan untuk diproses. Seperti
semua operasi penambangan, pertambangan didasar laut dalam, menimbulkan pertanyaan
tentang kerusakan lingkungan alam sekitarnya. Seperti meningkatnya pertambangan bawah
laut dari yang pernah ada memintal satu pertanyaan besar Dapatkah mineral-mineral berharga
ini diekstraksi dalam skala besar tanpa menyebabkan kerusakan lingkungan yang

signifikan, terutama bagi ekosistem yang unik di dekat celah lubang

hidrotermal dimana

banyak kandungan mineral menumpuk?


Karena penambangan dilaut dalam merupakan bidang yang relatif baru, konsekuensi
menyeluruh dari kegiatan penambangan ini

belum banyak diketahui. Namun, banyak

ahli yakin bahwa penghilangan bagian dari dasar laut akan mengakibatkan gangguan
terhadap lapisan bentik, meningkatnya toksisitas dari kolom air dan bulu-bulu sedimen
dari tailing. Menghilangkan bagian dari dasar laut akan mengganggu habitat organisme
bentik, tergantung pada jenis pertambangan dan lokasi, yang akan menyebabkan gangguan
permanen.
Salah satu ilmuwan yang berusaha menjawab pertanyaan ini adalah Cindy Lee Van Dover
seorang ahli biologi kelautan Universitas Duke , yang merupakan salah satu peneliti
pertama yang menjelajahi celah lubang hidrotermal, pencatatan jumlah

spesies dari hewan

dan mikroba yang kehidupannya merupakan bagian dari samudera diasumsikan oleh para
ahli

biologi

mandul.

Kini, sebagian besar karyanya

difokuskan

untuk

bagaimana pengeboran ke dasar laut akan mengganggu bentuk kehidupan

mencari tahu
baru

yang

ditemukan, seperti tubeworms raksasa yang tumbuh di dekat celah lubang dalam laut.
Dalam sebuah wawancara dengan Yale Environment 360, Van Dover membandingkan
laut dalam dengan alam liar

Amerika barat dan memperingatkan bahwa kehilangan satwa

liar bisa sama besar jika perusahaan pertambangan dan Otoritas International Dasar Laut
(sebuah badan pengawas yang bertanggung jawab atas sumber daya mineral laut) - gagal
menyuarakan untuk menegakkan aspek lingkungan pada praktek pertambangan dilaut dalam
pada saat eksploitasi dimulai. Untuk tujuan ini, dia telah melakukan perjalanan penelitian
dengan Nautilus Minerals, sebuah perusahaan pertambangan Kanada, dan memberikan
saran kepada perusahaan mengenai isu-isu konservasi. Tapi waktu sangat singkat, dan Van
Dover mengatakan dia berulang kali

terkejut oleh cepatnyapertambangan di laut dalam

berkembang. "Ketika saya mendengar pada tahun 2005 bahwa orangorang serius tentang
keinginan untuk menambang

di celah lubang hidrotermal, saya hanya tertawa," kata Van

Dover. "Mereka dari kami dalam komunitas biologis tidak berpikir bidang pertambangan
yang akan terjadi selama beberapa dekade." Ada luas yang tidak diketahui untuk

pertambangan bawah laut. Salah satu kekhawatiran utama adalah dampaknya terhadap
kehidupan laut yang sudah ada.
Adapun peralatan yang digunakan dalam tambang bawah air adalah sebagai berikut :