Anda di halaman 1dari 25

REFERAT

SPINA BIFIDA

Definisi
Spina bifida adalah defek pada
penutupan
kolumna
vertebralis
dengan atau tanpa tingkatan protusi
jaringan
melalui
celah
tulang
(Hockenberry & Wilson, 2009). Spina
bifida (sumbing tulang belakang)
adalah suatu celah pada tulang
belakang (vertebra) yang terjadi
karena bagian dari satu atau
beberapa vertebra gagal menutup

Anatomi Fisiologi Tulang


Belakang

Tulang belakang adalah struktur yang


kompleks, yang terbagi menjadi bagian
anterior dan posterior. Tulang belakang
terdiri dari korpus vertebra yang silindris,
dihubungkan oleh diskus intervertebralis,
dan
dilekatkan
oleh
ligamentum
longitudinal anterior dan posterior. Bagian
posterior lebih lunak dan terdiri dari
pedikulus dan lamina yang membentuk
kanalis spinalis.

Bagian posterior dihubungkan satu


sama lain oleh sendi facet (disebut
juga sendi apofisial atau zygoapofisial)
superior dan inferior. Sendi facet dan
sendi sacroiliaka, yang dilapisi oleh
sinovia, diskus intervertebralis yang
kompresibel, dan ligamen yang elastic,
yang berperan dalam gerak fleksi,
ekstensi, rotasi, dan gerak lateral dari
tulang belakang (Ropper et al, 2005).

Etiologi
Penyebab spesifik dari spina bifida
tidak
diketahui,
tetapi
menurut
beberapa sumber menyebutkan bahwa
spina bifida muncul akibat dari faktor
genetik (keturunan), kekurangan asam
folat, dan ibu dengan epilepsi yang
menderita
panas
tinggi
dalam
kehamilannya. Biasanya penutupan
tabung saraf terjadi pada minggu ke
empat masa embrio. Namun jika
sesuatu yang mengganggu dan tabung

Patofisiologi

Klasifikasi

SPINA BIFIDA OKULTA


Bentuk spina bifida paling
ringan
Tidak terjadi herniasi dari
menings melalui defek
vertebra
Sering didaerah sacro
lumbal
Sebagian besar ditutupi
kulit sehingga tidak
nampak dari luar
Gejala neurologis tidak
ditemukan
Seringkali lesi pada kulit

Lipoma Spinal

Terdapat jaringan lemak yang masuk dalam jaringan


saraf.
umumnya tanpa kelainan neurologis tapi kadang terjadi
karena lipoma yang membesar akan menekan sistem
saraf

Sinus Dermal

Tdp lubang terowongan di bawah kulit mulai


epidermis menuju lap dalam menembus
duramater sampai ke rongga sub arakhnoid.

Lipomielomeningokel

Infiltrasi perlemakan jaringan saraf


yang juga mengandung meningokel
atau meningomielokel

Spina Bifida Aperta (cystica)

defek neural tube berat dimana jaringan saraf


dan atau meningens menonjol melewati
sebuah cacat lengkung vertebra dan kulit
sehingga membentuk sebuah kantong mirip
kista.
Kebanyakan terletak di daerah lumbosakral
dan mengakibatkan gangguan neurologis,

MENINGOCELE
Kehilangan lamina vertebra sehingga seluruh kanalis
vertebralis prolaps membentuk kantung menings yang
berisi CSF, ttp kantong tsb tdk berisi spinal cord atau saraf.

Meningomyelocele
bentuk spina bifida dimana jaringan
saraf ikut di dalam kantong tersebut.
Bayi yang terkena akan mengalami
paralisa di bagian bawah

DIAGNOSIS
1. Anamnesis
analisa riwayat kesehatan dari individu
tersebut (jika bukan bayi), riwayat
kesehatan keluarga dan penjelasan
yang detail tentang kehamilan dan
kelahiran.

Spina bifida okulta


- Sering kali
asimtomatik
- Tidak ada
gangguan
pada neural
tissue
Regio lumbal
dan sakral
- Defek
berbentuk
dimpel,
seberkas
rambut,
nevus
- Gangguan
traktus
urinarius
(mild)

Spina bifida aperta


Meningocele
Tertutupi
oleh kulit
Tidak
terjadi
paralisis

Mielomeningocele
Tidak
tertutup
oleh kulit,
tetapi
mungkin
ditutupi
oleh
membran
yang
transparan
Terjadi
paralisis

Pemeriksaan Fisik
Cara Pemeriksaan :
bayi ditelungkupkan di lengan
pemeriksa, anggota gerak bawah bayi
disisi lengan bawah pemeriksa.
Yang dinilai adalah letak scapula,
ukuran leher, bentuk tulang belakang
dan gerakan.

Pemeriksaan Penunjang
1. Prenatal
Triple screen
. alfa fetoprotein (AFP),
. USG tulang belakang janin,
. amniosentesis.

2. Setelah bayi lahir, dilakukan pemeriksaan :


X- Ray tulang belakang
untuk menentukan luas dan lokasi kelainan
CT scan :
memungkinkan untuk melihat secara langsung
defek pada anatomi dan tulang. Pemeriksaan ini
juga digunakan untuk menentukan ada atau
tidaknya hidrosefalus atau kelainan intracranial
lainnya.

MRI merupakan pemeriksaan pilihan untuk jaringan


saraf dan untuk mengidentifikasi kelainan pada bayi
baru lahir. Pemeriksaan ini memungkinkan untuk
melihat anomali yang berkaitan baik intraspinal
maupun intrakranial

Penanganan
1. Penanganan Awal
Penutupan defek pada kulit
Dilakukan
jika
pasien
memiliki
prognosis yang baik, dilaksanakan
dalam 48 jam setelah kelahiran. Neural
plate ditutup dengan hati-hati dan kulit
diinsisi luas. Hanya dengan cara ini
ulkus dapat dicegah.

2. Deformitas
Harus tetap dikontrol. Operasi ortopedi biasanya tidak dilakukan
sampai minggu ke-3, selanjutnya pada masa pertumbuhan anak.
Penanganan Paralisis dan Deformitas
Untuk 6 12 bulan pertama deformitas diterapi dengan strecthing
dan strapping. Koreksi dengan menggunakan plester tidak
dibenarkan. Efek : tulang dapat patah dan muncul ulkus di kulit.
Open methods adalah koreksi yang terbaik untuk deformitas, tetapi
harus ditunda sampai anak berumur beberapa bulan.
Deformitas proksimal dikoreksi sebelum deformitas distal terjadi. Jika
sudah seimbang maka deformitas residu yang terjadi ditangani
dengan osteotomi.
Splint tidak pernah digunakan tunggal dalam mengkoreksi
deformitas. Hanya bisa digunakan untuk mempertahankan
deformitas, pelaksanaannya diperkuat dengan strecthing berulangulang. (2)

PENCEGAHAN
Resiko terjadinya spina bifida bisa
dikurangi dengan mengkonsumsi asam
folat. Kebutuhan asam folat pada
wanita hamil adalah 1 mg/hari.

PROGNOSIS
Prognosis tergantung dari tipe spina bifida,
jumlah dan beratnya abnormalitas, dan
semakin jelek apabila disertai dengan
paralisis.
Mielomeningokel merupakan spina bifida
dengan prognosis yang jelek. Setelah
dioperasi mielomeningokel memiliki
harapan hidup 92 % (86 % dapat bertahan
hidup selama 5 tahun).