Anda di halaman 1dari 7

A.

Komponen Komponen Vektor


Untuk vektor di bidang (dua dimensi), komponen vektor adalah hasil penguraian suatu vektor
menjadi dua vektor lain yang saling tegak lurus. Kedua vektor lain ini disebut komponen vektor.
Dalam koordinat Cartesian, komponen vektor biasanya berupa proyeksi vektor pada sumbu-x dan
sumbu-y. Vektor posisi A ( x1,y1 ) pada sumbu kartesius diperlihatkan pada gambar berikut ini

Y
A = (X1 , Y1)
Y1

X
X1

Untuk vektor di ruang (tiga dimensi), komponen vektor adalah hasil penguraian suatu vektor
menjadi tiga vektor lain yang saling tegak lurus. Ketiga vektor lain ini disebut komponen vektor.
Dalam koordinat Cartesian, komponen vektor biasanya berupa proyeksi vektor pada sumbu-x, sumbuy dan sumbu-z. Untuk menyatakan sebuah titik di ruang A ( X 1, Y1, Z1 ) dengan sumbu kartesius,
Sumbu X ,Y, dan Z digunakan aturan tangan kanan, seperti gambar brikut ini
Z

Z1
A = ( X1, Y1, Z1 )

Y1
Y
X1

Notasi yang digunakan untuk menyatakan hipunan vektor di bidang dan hipunan vektor di
ruang berturut- turut adalah
R2 = { ( X1,Y1 ) | X1 R dan Y1 R } dan
R3 = { ( X1,Y1,Z1 ) | X1 R , Y1 R dan Z1 R }

Selanjutnya notasi,
Rn = { (X1,X2,....,Xn) | X1,X2,....,Xn R}
Digunakan untuk menyatakan himpunan vektor dengan n pasangan bilangan atau vektor
dengan n komponen

B. Medan Skalar dan Medan Vektor


Medan Skalar adalah: sebuah fungsi (medan) yang menghasilkan nilai tunggal pada setiap
titik dalam ruang. Namun nilai tunggal pada setiap titik tsb. tidak cukup untuk mengkarakterisasi
besaran lainnya seperti kecepatan angin (selama arah pada setiap titik dalam ruang sangat perlu).
Contoh medan skalar:Potensial listrik, temperatur, tekanan atmosfir, ketinggian, kedalaman, dll.
Medan Vektor adalah: sebuah fungsi (medan) yang memiliki besar dan arah dalam ruang.
Contoh: kecepatan, momentum, percepatan, gaya, aliran fluida, sirkulasi, medan gravitasi, medan
listrik, medan magnetik, dll.

C. Vektor Vektor Ortogonal


Vektor-vektor yang tegak lurus disebut juga vektor-vektor ortogonal.Jika u dan v adalah
vektor-vektor yang saling tegak lurus ( dapat ditulis dengan lambang u v ) , maka kedua vector
tersebut dikatakan vector ortogonal dan memenuhi
u.v=0
Sifat- sifat hasil kali titik
Jika u , v dan w adalah vector-vektor pada bidang atau ruang , dan k adalah skalar , maka
berlaku
a) u . v = v . u
b) u ( v + w ) = uv + uw
c) k (uv) = (ku) v = u (kv)
d) v.v > 0 , jka v 0
e) v.v = 0 jika v = 0
2

D. Proyeksi Ortogonal
Misal kita punya dua buah vektor yaitu a dan u yang berada pada ruang yang sama seperti
terlihat pada gambar dibawah ini.

w2

w1

w2

(a)

w1

(b)

w2
u
w1

(c)
Jika vektor u dan a ditempatkan sedemikian sehingga titik awalnya berimpit dan
vektor u disusun dari dua vektor yang saling tegak lurus yaitu w1 dan w2,sehingga vektor u dapat
dituliskan sebagai u = w1 + w2. Kemudian vektor a terletak sejajar dengan w1, sedemikian
sehingga w1 = ka. Jika kita lihat vektor w1 pada gambar diatas maka vektor w1 diperoleh dari
proyeksi ortogonalu terhadap a dan dapat ditulis sebagai w1 = ka, w1 disebut proyeksi ortogonal u
pada
a [ditulis
:
proyau]
atau dinamakan
komponen
vector
u
sepanjang
a,sedangkan w2 disebut komponen vektor u yang ortogonal terhadap a. Nilai k ini akan menentukan
arah dan panjang dari w1. Jika sudut antara u dan a adalah tumpul , maka tentunya nilai k akan negatif
ini juga berarti arah w1 akan berlawanan dengan arah a [perhatikan gambar diatas].
Bagaimana menghitung proyeksi ortogonal u pada a [proyau] dan komponen vektor u yang
ortogonal terhadap a [u proyau] ? Berikut teorema yang memberikan rumus proyau dan u proyau.
Teorema :
Jika u dan a adalah vektor di ruang-2 atau ruang-3 dan jika a

0, maka

proyau =

u proyau =

Bukti :

Misalkan w1 = proyau dan w2 = u proyau.


Dengan menggunakan Hasil Kali Titik, maka diperoleh
u.a = (w1 + w2).a
= w1.a + w2.a
Karena a dan w2 ortogonal, maka diperoleh
= w1.a
=

cos

karena a dan w1 sejajar, sehingga

= 00

cos 00

=
=k

k=
karena proyau = w1 = ka, sehingga diperoleh

proyau =

contoh :
Carilah proyeksi ortogonal dari u pada a dan komponen vektor u yang orthogonal ke a.
1. u = (2, 1), a = (-3, 2)
u.a = (2, 1).(-3, 2)
= 2(-3) + 1(2)
= -6 + 2
= -4
= (-3)2 + 22
= 9 + 14
4

= 13

proyau =

(-3, 2)

= (12/13, -8/13)
w2 = u proyau
= (2, 1) (12/13, -8/13)
= (14/13, 21/13)
2. u = (-7, 1, 3), a = (5, 0, 1)
u.a = (-7, 1, 3). (5, 0, 1)
= -7(5) + 1(0) + 3(1)
= -35 + 0 + 3
= -32
= (5)2 + 02 + 12
= 25 + 0 + 1
= 26

proyau =
=

(5, 0, 1)

= (-80/13, 0, -16/13)
w2 = u proyau
= (-7, 1, 3) (-80/13, 0, -16/13)
= (-11/13, 1, 55/13)

Daftar Pustaka
Anton, H. 1992. Aljabar Linier Elementer. Erlangga: Jakarta.
Anton, H. and Rorres, C. 2005.Elementary Linear Algebra with Applications. John Wiley &
Sons:USA.
Mursita,Danang .2010. Aljabar Linear .Rekayasa Sains:Bandung.
6

Tentang iklan-iklan ini