Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS

Nama Peserta: dr. Atira Annisa Lubis


Nama Wahana: RSUD Rantau Prapat
Topik: demam typhoid
Tanggal (kasus): 22 januari 2013
Nama Pasien: Amri Fahmi

No. RM: -

Tanggal Presentasi: 28 Januari 2013

Nama Pendamping: dr. Nur

Tempat Presentasi: RSUD Tanjung Pura


Obyektif Presentasi:
Keilmuan

Keterampilan

Diagnostik

Manajemen

Neonatus

Bayi

Penyegaran
Masalah
Anak

Tinjauan Pustaka
Istimewa
Remaja

Dewasa

Lansia

Bumil

Deskripsi: Laki-laki, 34 tahun, demam sudah seminggu; demam dirasakan sore hari; diare + 3 hari SMRS, nyeri seluruh
sendi. Pemeriksaan fisik : nyeri tekan epigastrium (+), sens: CM, TD: 80/50mmHg, Pols: 68x/i, Frekwensi nafas: 16x/i, T: 38 0 C.

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS


Tujuan: Memberikan penanganan awal penyakit Demam Typhoid
Bahan bahasan:

Tinjauan
Pustaka

Cara membahas:
Data pasien:

Riset

Presentasi dan
diskusi

Diskusi
Nama: Amri Fahmi

Nama RS: RSUD Tanjung Pura

Telp: -

Audit

Kasus
Email

Pos

Nomor Registrasi: Terdaftar sejak: 22 Januari 2013

Data utama untuk bahan diskusi:


1. Diagnosis/Gambaran Klinis: Demam Typhoid/Keadaan umum: Baik, demam, nyeri perut, berkeringat, mual, muntah, dan
riwayat diare 3 hari SMRS, Nyeri sendi.
2. Riwayat Pengobatan: Tidak jelas
3.

Riwayat kesehatan/Penyakit: Tidak Jelas

4. Riwayat keluarga: 5. Riwayat pekerjaan: Pekerja Bangunan

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS


6. Kondisi lingkungan sosial dan fisik (RUMAH, LINGKUNGAN, PEKERJAAN): Sanitasi Buruk
7. Riwayat imunisasi (disesuaikan dengan pasien dan kasus): Riwayat imunisasi pasca trauma (-), lain-lain:

tidak jelas
Lain-lain: Pemeriksaan Fisik: Kepala: Mata: Konj. Palp. Inferior pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)
Mulut: lidah kotor(+)
Leher: tidak ada kelainan
Thorax: I: Simetris fusiformis
P: SF ka=ki
P: Sonor
A: Vesikuler, ST: (-), RR: 20x/i
Abdomen: I: Simetris
P: soepel, nyeri tekan (+)
P: Tympani
A: Peristaltik (+) meningkat
Ekstremitas: Superior: tidak dijumpai kelainan

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS


-

Terapi yang diberikan di IGD:

- IVFD RL 20gtt/i
-

- injeksi ranitidin 1 ampul /12jam

lansoprazole tablet 3x1

thiamfenicol tablet 4x1

PCT tab 3x1

1. Ismanoe Gatoet. Demam Typhoid in Sudoyo Aru W., Setiyohadi Bambang, Alwi Idrus etc (eds) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 5th Ed. Volume
III. Jakarta: FK UI.2009; 2916-2923
2. National Center for Emerging and Zoonotic Infectious Disease. CDC. September 2011. Available from: HYPERLINK
"http://www.cdc.gov/nczved/divisions/dfbmd/diseases/typhoid_fever/" (accessed on January 24 2013)
3. Health Topics, Typhoid Fever. World Health Organization. 2006. Available from: HYPERLINK "http://www.who.int/topics/typhoid_fever/en/
[accessed on January 24 2013]
4. Typhoid Fever, Definition Symptoms Causes Risk factors Complications Tests and Diagnosis Treatments and Drugs Prevention. Mayo Clinic.
2003. Available from: HYPERLINK "http://www.mayoclinic.com/health/typhoid-fever/DS00538 [accessed on January 24 2013]
Hasil Pembelajaran:
1. Diagnosis Demam Typhoid
2. Mekanisme terjadinya Demam

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS


3. Penanganan dan Perawatan penyakit Demam Typhoid
4. Edukasi: Pencegahan penyakit Demam Typhoid

RANGKUMAN:
Subjektif: Pasien mengeluh demam sejak 7 hari SMRS, demam dapat disebabkan oleh karena adanya infeksi dari bakteri Salmonella typhi dapat dikaji
pasien mengatakan sanitasi di lingkukngan pasien kurang baik, dan pasien juga mengatakan ada riwayat membeli makanan di pinggiran jalan tempat os
bekerja. hampir dapat dipastikan bahwa keluhan pasien disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi
Objektif: Dari pemeriksaan fisik didapatkan adanya demam, nyeri perut, nyeri sendi, terdapat lidah kotor, serta keringat yang berlebihan. Telah dilakukan
pemeriksaan laboratorium pada pasien ini, hasil dari widal test menunjukkan pasien terkena bakteri salmonella typhi, pemeriksaan darah terlihat leukosit
meningkat.

Assessment: Membeli makanan di sembarang tempat hendaknya dihentikan, karenan makanan yang di proses dengan tidak bersih dapat menjadi tempat
berkembangnya bakteri salmonella typhi. Demam yang terjadi pada pasien disebabkan karena adanya bakteri Salmonella typhi di dalam tubuh dan tubuh
merespon bakteri ini sebagai benda asing, tubuh merespon dengan menaikkan suhu tubuh dengan harapan bakteri ini akan mati karena bakteri tidak dapat
hidup pada suhu yang tinggi. efek dari demam ini adalah pasien tidak merasa nyaman, tidak dapat bekerja dengan baik dan harus beristirahat di rumah
ataupun rumah sakit. demam dapat di turunkan dengan pemberian obat paracetamol 500 mg tablet 3 kali sehari. bakteremia salmonella typhii dapat di
hentikan dengan pemberian obat kloramfenikol 4 kali sehari selama seminggu. nyeri perut dan sendi pada pasien dapat diberikan obat-obat simptomatis,
sehingga pasien merasa nyaman. Dengan begitu penanganan yang diberikan akan menghilangkan seluruh gejala yang ditimbulkan secara komprehensive.
selama perawatan hendaknya pasien di tempatkan di ruangan yang nyaman, bersih, mendapatkan makanan yang bersih dan tidak keras. karena bakteri ini
menyerang sistem pencernaan, dan sistem pencernaan ridak boleh bekerja secara lebih keras.

LAPORAN FORTOPOLIO KASUS

Plan: Diagnosis: Dari hasil anamnese dan pemeriksaan dapat dipastikan diagnosis pasien adalah Demam Typhoid. Pengobatan: Penanganan pasien
didasarkan pada tiga prinsip dasar yakni penghancuran organisme yang terdapat dalam tubuh pasien untuk mencegah demam selanjutnya, memberikan rasa
nyaman pasien dengan memberikan obat-obat simptomatis. Pendidikan: Untuk membantu proses pemulihan pasien dengan demam typhoid, diharapkan
keluarga pasien dapat lebih menjaga kondisi lingkungan aman, bersih dan nyaman mengingat bakteri ini dapat dengan mudah berkembang. Konsultasi:
Pasien akan dikonsultasikan ke dokter ahli bila selama perawatan, timbul komplikasi yang mengancam jiwa seperti perdarahan pada sistem pencernaan atau
perforasi dapat berkembang pada minggu ke-3 dari penyakit ini. Rujuk: pasien tidak perlu di rujuk karena sudah mendapatkan pengobatan maksimal di
RSUD .