Anda di halaman 1dari 3

Nama : Asep Indra Saputra

NIM : F03112006
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir adalah sebuah pembangkit daya thermal
yang menggunakan satu atau beberapa reaktor nuklir sebagai sumber panasnya.
Prinsip kerja sebuah PLTN hampir sama dengan sebuah Pembangkilt Listrik
Tenaga Uap, menggunakan uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin. Putaran
turbin inilah yang menggerakkan generator listrik sehingga menghasilkan energi
listrik. Perbedaannya ialah sumber panas yang digunakan untuk menghasilkan
panas. Sebuah PLTN menggunakan Uranium sebagai sumber panasnya. Reaksi
nuklir Uranium menghasilkan energi panas yang sangat besar.
Berdasarkan reaksi nuklir yang terjadi, PLTN dibagi menjadi dua jenis, yaitu
reaktor fisi dan reaktor fusi
1. Reaktor Fisi
Dalam PLTN Reaktor fisi, terjadi reaksi fisi terkendali di dalam reaktornya.
Inti berat yang ditumbuk oleh sebuah partikel dapat membelah menjadi dua inti
baru yang lebih ringan. Dalam reaksi inti inin, massa total produk lebih kecil dari
pada massa total reaktan. Selisih massa muncul sebagai energi. Reaksi inti
seperti inilah yang disebut reaksi pembelahan inti atau reaksi fisi.
Hingga kini telah ada berbagai jenis dan ukuran dari reaktor, tetapi
semuanya memiliki lima komponen dasar yang sama: (1) elemen bahan bakar,
(2) moderator neuron, (3) batang pengendali, (4) pendingin, dan (5) perisai
radiasi.
Elemen bahan bakar berbentuk batang-batang tipis dengan diameter 1 cm.
Dalam suatu reaktor besar ada ribuan elemen bahan bakar yang diletakkan
saling berdekatan. Seluruh elemen bahan bakara dan daerah sekitarnya disebut
teras reaktor. Umumnya, bahan bakar reaktor adalah Uranium-235 (U-235).
Reaksi fisi diawali ketika inti uranium menyerap sebuah neutron lambat.
Berdasarkan model butir cairan (Frenkel), neutron lambat yang diserap oleh inti
U-235 memberikan tambahan energi dalam pada inti. Keadaan antara atau inti
gabungan ini adalah

235
92

(karena menyerap neutron). Energi tambahan inti

yang berada dalam keadaan tereksitasi ini, membuat gerakan masing-masing


nukleon semakin lincah, yang kemudian membuat inti mengambil bentuk
memanjang. Ketika inti memanjang, gaya nuklir (gaya tarik menarik) antara
kedua ujung inti berkurang sangat besar akibat pertambahan jarak pisah, dan

gaya tolak menolak Coulomb yang


besarnya

tetap

menjadi

lebih

dominan, akibatnya inti membelah


menjadi

dua.

Dalam

proses

pembelahan ini sejumlah neutron


(umumnya dua atau tiga) juga turut
dibebaskan.
bahwa

Dan

energi

telah

diketahui

rata-rata

yang

dibebaskan adalah 200 MeV. Energi


inilah yang menjadi sumber panas
suatu reaktor nuklir.
Tiap neutron yang dibebaskan dari reaksi fisi dapat diserap oleh inti U-235
yang belum mebelah untuk menghasilkan fisi U-235 lainnya. Dengan demikian
akan dihasilkan neutron yang lebih banyak (mengikuti deret geometri : 1 > 2 > 4
> 8 > dan seterusnya), yang akan menghasilkan sederetan pembelahan inti
sehingga semua inti U-235 yang tersedia habis membelah dengan cepat, maka
kondisi inilah yang disebut reaksi berantai tak terkendali. Agar reaksi berantai
dapat terkendali, hanya satu neutron dari tiap hasil fisi yang diperkenankan
untuk membelah satu inti U-235 lainnya. Semua neutron lainnya harus diserap
tanpa menyebabkan pembelahan. Nutron-neutron ini diserap oleh batang
pengendali yang dibuat dari material-material seperti kadmium (yang menyerap
neutron tanpa mengalami pembelahan).
Neutron-neutron yang mudah membelah inti U-235
adalah neutron-neutron lambat yang memiliki energi 0,04
eV atau lebih kecil. Sedangkan neutron-neutron yang
dibebaskan selama pembelahan (fisi) memiliki energi
beberapa MeV. Oleh karena itu, sebuah reaktor fisi harus
memiliki

material

yang

dapat

mengurangi

kelajuan

neutron-neutron yang bergerak lebih cepat ini (energinya


lebih besar) sehingga neutron-neutron ini dapat dengan
mudah membelah inti. Material yang memperlambat kelajuan neutron disebut
moderator neurtron. Material-material moderator dapat berupa: air biasa (H2O),
air berat (D2O), gravit, berillium. Tetapi moderator yang umum digunakan adalah
air.

Energi

panas

yang

dihasilkan

dalam

batang-

batang

bahan

bakar

diangkut keluar dari atas


teras reaktor oleh air yang
terdapat

disekitarnya.

Air

ini secara terus menerus


dipompakan
primer
Untuk

oleh

kedalam

pompa
reaktor.

mengangkut

kalor

sekunder
primer

Penukar
panas

sebesar mungkin, suhu air dapat naik mencapai 300 O C. Untuk menjaga agar air
tidak medidih, air diberi tekanan 160 atm. Air panas dilewatkan dalam alat
penukar panas. Di sini kalor dipindahkan dari air panas ke air yang mengalir di
dalam alat penukar panas. Kalor yang dipindahkan ke alat penukar panas,
memanaskan air dalam penukar panas hingga air pada bagian atasnya menguap
menghasilkan uap panas betekanan tinggi. Energi dari uap panas bertekanan
tinggi ini disalurkan memasuki turbin dan akan memutar turbin. Turbin
terhubung langsung dengan generatur sehingga putaran turbin diteruskan
sebagai putaran generator dan generator pun membangkitkan energi listrik. Uap
keluaran dari turbin didinginkan kembali di kondensator hingga berubah kembali
menjadi air, untuk selanjutnya dikembalikan ke alat penukar panas oleh pompa
sekunder.
2. Reaktor Fusi
Dalam PLTN reaktor fusi, terjadi reaksi fusi di dalam reaktornya. Reaksi fusi
adalah reaksi penggabungan inti. Reaksi fusi dapat menghasilkan energi yang
lebih besar dengan bahan bakar yang mudah di dapat dan tingkat polusi yang
rendah. Bahan yang digunakan bisa didapat dari air. Namun reaktor ini tidak
dapat dibuat karena diperlukan suhu sangat tinggi untuk keberlangsungan reaksi
fusi. Kondisi suhu ini yang tidak dapat dipenuhi.

Daftar Referensi
Kanginan, Marthen. 2006. Fisika SMA 3B. Jakarta: Erlangga.
http://www.danielnugroho.com/science/prinsip-dan-cara-kerja-pltn/