Anda di halaman 1dari 15

Teknologi Petrokimia

Syaiful Ahsan, M.T.

Pendahuluan

Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta


Kementerian Perindustrian Republik Indonesia

Pendahuluan
Bobot penilaian, Tugas : UTS : UAS = 30 : 35 : 35
Syarat ikut UAS: kehadiran minimal 75%.
Ketidakhadiran yang ditandai sebagai izin dan sakit
harus dilengkapi dengan keterangan tertulis.

Pendahuluan
Referensi:
Matar, S dan Lewis F. Hatch. 2000. Chemistry of Petrochemical
Processes, 2nd edition. Gulf Publishing Company, Houston, Texas
Meyers, R.A. 2005. Handbook of Petrochemicals Production
Processes. The McGraw-Hill Companies, Inc.
Moulijn, J.A., Michiel Makkee, dan Annelies E. Van Diepen. 2013.
Chemical Process Technology; 2nd edition. John Wiley & Sons, Ltd.
Burdick, D.L. dan Leffler, W.L. 2010. Petrochemicals in Nontechnical
Language, 4th ed. PennWell Corporation: Oklahoma.
Franck, H.G. dan Stadelhofer, J.W. 1988. Industrial Aromatic
Chemistry: Raw Materials, Processes, Products. Springer-Verlag,
Berlin.
Matar, S., Mirbach, M.J., dan Tayim, H.A. 1989. Catalysis in
Petrochemical Processes. Kluwer Academic Publishers: Dordrecht.

Petrokimia
Petrokimia (petrochemical atau petroleum chemical):
bahan kimia yang diperoleh dari petroleum/
minyak bumi ataupun gas alam
Petrokimia juga dapat diturunkan dari batubara, gambut,
oil shale, dan gas shale.

termasuk senyawa yang dihasilkan dari bahan nabati


seperti lemak, minyak, selulosa, dll. (biomassa)
4

Natural Gas Production


Natural gas production

Minyak Bumi dan Gas Alam


Reservoir

Gas Alam
Natural Gas Processing

Gas Alam
Kualitas Gas Alam:
lean (dry) gas

rich (wet) gas

sweet gas

sour gas

acid gas

low calorie gas

NGL rendah
NGL tinggi
H2S rendah
H2S tinggi
CO2 dan/atau H2S tinggi
CO2/N2 tinggi

Keberadaan komponen berat (LPG, kondensat)


meningkatkan keekonomian proyek gas
Gas-gas H2S, CO2, dan N2 biaya pemrosesan lebih
tinggi sehingga menurunkan nilai proyek gas
8

Petrokimia
Istilah-istilah petrokimia yang umum:
parafin (paraffin): hidrokarbon jenuh atau alkana,
CnH2n+2
n-parafin:
parafin parafin tanpa cabang
i-parafin:
parafin parafin dengan cabang
olefin (olefin): hidrokarbon tak jenuh, umumnya
alkena, CnH2n
-olefin:
olefin olefin dengan ikatan rangkap pada atom
karbon nomor 1
9

Petrokimia
naftena (naphthene): hidrokarbon siklik atau
sikloalkana, CnH2n
aromatik (aromatic): hidrokarbon dengan cincin
benzena
nafta (naphtha): campuran hidrokarbon ringan, kirakira C-5 hingga C-11 dengan titik didih pada kisaran
90 C 140 C
oksigenat (oxygenate): senyawa organik
mengandung atom O (selain C dan H)

yang

10

Pohon Industri Petrokimia


Pohon industri
petrokimia
berbasis
minyak mentah

11

Pohon Industri Petrokimia


Pohon industri petrokimia berbasis gas bumi

12

Perkembangan Industri Petrokimia


Permen Perindustrian RI No. 14/2010
Pengembangan lokasi klaster
Sasaran jangka panjang (2015 2025):
Peningkatan kapasitas produksi industri petrokimia
hulu:
olefin
aromatik
C1
13

Petrokimia
Pengembangan lokasi klaster:
Bontang dan Balikpapan, Kalimantan Timur
Gresik, Lamongan, dan Tuban Jawa Timur
Anyer, Merak, Cilegon, Serang, dan Bojonagara Banten
Balongan Jawa Barat
Cilacap Jawa Tengah

14

Petrokimia
Olefin
etilena: 750.000 ton/thn 1,6 juta ton/thn
propilena: 1,27 juta ton/tahun 1,33 juta ton/thn
Aromatik
toluena: 170.000 ton/thn
benzena: 440.000 ton/thn
paraxilena: 796.000 ton/thn 1,25 juta ton/thn
ortoxilena: 120.000 ton/thn
Gas metana, C1
amonia: 6,8 juta ton/thn 7,5 juta ton/thn
metanol: 990.000 ton/thn 1,5 juta ton/thn
15