Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Tanaman yang dapat dijadikan pangan alternatif adalah Hanjeli. Salah satu cara
meningkatkan hasil adalah dengan pemberian giberelin Percobaan ini bertujuan untuk
Mengetahui konsentrasi Giberelin manakah yang memberikan respon terbaik
terhadap pertumbuhan dan hasil 6 genotipe hanjeli (Coix lacryma-jobi L.). Percobaan
ini dilaksanakan dari Juni sampai Desember 2014di Punclut, Lembang, Kabupaten
Bandung dengan ketinggian tempat yaitu 900 meter di atas permukaan laut.
Rancangan percobaan yang digunakan ialah rancangan petak terbagi (Split plot
design) dengan dua faktor perlakuan, terdiri dari 6 taraf perlakuan genotipe dan 3
taraf perlakuan giberelin , yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah genotipe (G),
terdiri dari taraf G 9, G 26, G 37, G 38, G 44, G 45. Faktor kedua adalah konsentrasi
giberelin (GA3) terdiri dari taraf konsentrasi 0 ml/l (z0), 6 ml/l (z1)dan 12 ml/l (z2).
Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan
genotipe dan konsentrasi giberelin terhadap jumlah daun, biomassa, bobot kering
akar, nisbah pupus akar (NPA), bobot 100 biji dan indeks panen. Genotipe 5 dan
konsentrasi giberelin 12 ml/l menunjukan jumlah daun terbanyak pada 5 mst
.Genotipe 6 dan konsentrasi giberelin 12 ml/l menunjukkan biomassa tertinggi
genotipe 1 menunjukkan bobot kering akar tertinggi pada taraf jarak konsentrasi
giberelin 12 ml/l. Perlakuan genotipe 6 dengan konsentrasi giberelin 6 ml/l
menghasilkan nisbah pupus akar tertinggi. Bobot 100 biji tertinggi terdapat pada
taraf genotipe 1 dengan konsentrasi giberelin 12 ml/l, Indeks panen tertinggi terdapat
pada taraf genotipe 2 dengan konsentrasi giberelin taraf 12 ml/l menunjukkan indeks
panen tertinggi diantara semua taraf perlakuan
Kata Kunci : giberelin, genotipe, hanjeli.

ABSTRACT
Plants that can be used as an alternative food is Hanjeli. One way to improve
outcomes is the provision giberelin This experiment aims to Know Which Giberelin
concentration that gives the best response to the growth and yield of 6 genotypes
hanjeli (Coix Lacryma-Jobi L.). This experiment was carried out from June to
December 2014di Punclut, Lembang, Bandung regency altitude is 900 meters
above sea level. The experimental design used was split plot design (Split - plot
design) with two treatment factors, the level of treatment consists of 6 genotypes and
3 levels gibberellin treatment, which is repeated three times. The first factor is the
genotype (G), consisting of level G 9, G 26, G 37, G 38, G 44, G 45. The second
factor is the concentration of gibberellin (GA3) consists of the degree of
concentration of 0 ml / l (z0), 6 ml / l (z1) and 12 ml / l (Z2). The results showed that
there is an interaction effect between genotype and concentration gibberellin
treatment against leaf number, biomass, root dry weight, root dashed ratio (NPA),
weight of 100 seeds and harvest index. Genotype 5 and the concentration of
gibberellin 12 ml / l showed the highest number of leaves at 5 MST .Genotipe 6 and
the concentration of gibberellin 12 ml / l showed the highest biomass genotype 1
showed the highest root dry weight at the level of concentration within giberelin 12
ml / l. Treatment genotypes 6 with a concentration of gibberellins 6 ml / l ratio
dashed produce the highest root. The highest weight of 100 seeds contained in
genotype 1 with a concentration level giberelin 12 ml / l, harvest index is highest at
the level of genotype 2 with a concentration level giberelin 12 ml / l showed the
highest harvest index among all levels of treatment

Keywords: giberelin, genotype, jobs tears