Anda di halaman 1dari 2

PROSEDUR ANALITIS

Bagian terpenting pengauditan utang jangka panjang adalah


penentuan bahwa informasi keuangan yang akan diaudit konsisten dengan
perkiraan auditor. Pemahaman auditor atas bisnis dan bidang usaha klien
serta risiko prosedur analitis bisa mengarahkan pada prosedur-prosedur yang
bisa dilakukan auditor untuk menetapkan kewajaran informasi keuangan
yang berkaitan dengan utang jangka panjang dan biaya bunga. Auditor juga
harus menilai pengungkapan tentang saat jatuh tempo dan hal-hal penting
lainnya sesuai dengan isi perjanjian.

PENGUJIAN DETIL TRANSAKSI


Dalam pengauditan obligasi, auditor harus mendapatkan bukti
mengenai nilai nominal obligasi dan hasil bersih yang diperoleh dari
penerbitan obligasi. Penerbitan surat-surat utang harus ditelusur ke
penerimaan kas yang dibuktikan dangan tanda terima pembayaran dari
broker. Pembayaran pokok pinjaman utang jangka panjangdapat diverifikasi
dengan memeriksa voucher atau bukti pengeluaran kas. Obligasi mungkin
juga dikonversi menjadi saham. Apabila hal ini terjadi maka auditor harus
memeriksa transaksi konversi tersebut dengan menginspeksi sertifikat
obligasi yang dibatalkan dan sertifikat saham yang bersangkutan. Apabila
bunga obligasi dibayar melalui pihak luar (agen) yang independen. Maka
auditor harus memeriksa laporan pembayaran bunga yang dibuat agen.

PENGUJIAN DETIL SALDO-SALDO


1. Review Otorisasi dan Kontrak
Kewenangan melakukan perjanjian untuk meminjam uang dalam
bentuk utang jangka panjang berada di tangan dewan komisaris. Bukti
mengenai pengotorisasian ini dapat dijumpai pada notulen rapat
dewan komisaris. Pengotorisasian untuk penerbitan surat utang harus
juga ditelusur sampai ke anggaran dasar perusahaan, khususnya pada
pasal yang mengatur tentang pembelanjaan memalui utang atau
pinjaman.
2. Konfirmasi Utang

Konfirmasi mengenai keberadaan utang jangka panjang dan


ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan utang jangka panjang
dilakukan auditor dengan melakukan konfirmasi langsung kepada
kreditur dan wali amanat obligasi. Utang wesel ke bank dikonfirmasi
bersamaan dengan konfirmasi yang dikirim auditor dalam rangka
mengaudit saldo rekening giro di bank. Wesel-wesel lainnya
dikonfirmasi pemegang wesel dengan surat tersendiri. Surat tersebut
harus dibuat kllien, tetapi dikirimkan atau diposkan oleh auditor.
Keneradaan hipotik atau utang obligasi biasanya langsung dikonfirmasi
ditanyakan juga mengenai status uang yang bersangkutan pada saat
ini, serta transaksi-transaksi yang terjadi pada tahun yang diperiksa.
3. Perhitungan Ulang Biaya Bunga
Bukti mengenai biaya bunga dan utang bunga mudah diperoleh
auditor. Auditor menghitung ulang perhitungan hunga yang telah
dilakukan klien dan selanjutnya menelusur pembayaran bunga
tersebut ke dokumen pendukungnya seperti voucher, bukti engeluaran
kas, dan jawaban konfirmasi. Utang bunga diperiksa dengan
mengidentifikasi tanggal terakhir pembayaran dan menghitung
kembali jumlah yang dibukukan klien. Apabila menyangkut kupon
bunga obligasi, auditor dapat memerisa kupon yang telah dibayar dan
merekonsiliasinya dengan jumlah yang telah dibayar. Apabila obligasi
diterbitkan dengan premi atau diskonto, auditor harus mereview daftar
amortisasi yang dibuat klien dan memeriksa jumlah amortisasi yang
dibukukan klien melalui perhitungan kembali.