Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK


Persepsi Sensorik, Kognitif dan Motorik Kasar
A. LATAR BELAKANG
Gangguan persepsi sensorik, kognitif dan motorik kasar merupakan
masalah penting yang menyertai lanjut usia. Akibat dari masalah ini dapat
menurunkan aspek sosialisasi dan kesehatan dari para lanjut usia, yang pada
akhirnya dapat menyebabkan depresi dengan berbagai akibatnya.
Terapi aktivitas kelompok adalah suatu upaya untuk memfasilitasi
psikoterapis terhadap sejumlah lansia pada waktu yang sama untuk memantau
dan meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota. Dalam kelompok
akan terbentuk satu sistem sosial yang saling berinteraksi (Christopher, 2007).
Adapun TAK kognitif bertujuan membantu lansia yang mengalami
kemunduran orientasi, persepsi dalam upaya memotivasi proses berpikir dan
afektif. TAK stimulasi sensori bertujuan unutk meningkatkan kemampuan
sensori, memusatkan perhatian, kesegaran jasmani, dan mengekspresikan
perasaan. Sedangkan TAK motorik kasar adalah untuk merangsang kesegaran
jasmani dari lansia.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Lansia mampu meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota
kelompok dan memotivasi proses pikir afektif.

2. Tujuan Khusus
a. Klien mampu melatih motorik kasar terutama otot-otot tangan
b. Klien mampu melatih kemampuan kognitif terutama dalam menyusun
puzzle
c. Klien mampu menempatkan diri dalam memainkan peran
d. Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok
e. Klien mampu membina kerjasama antara kelompok
f. Klien mampu mengikuti instruksi permainan yang diberikan
g. Klien mampu mengutarakan perasaan setelah terapi dilakukan
h. Klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAK
yang telah dilakukan.
C. METODE
1. Dinamika Kelompok
2. Bermain Peran / simulasi
D. PERLENGKAPAN
1. Laptop
2. Spidol
3. White Board
4. Bola
5. Papan nama
6. Speaker aktif
E. KLIEN
Semua klien yang ada di PSTW Gau Mabaji Gowa, berjumlah 100 orang

1. Karakteristik / Kriteria Klien


Peserta atau klien yang mengikuti TAK Persepsi Sensorik, Kognitif
dan Motorik Kasar

di PSTW Gau Mabaji Gowa adalah klien yang

memenuhi kriteria sebagai berikut :


a. Klien yang menghuni Panti Sosial Tresna Wherda Gau Mabaji Gowa
b. Klien yang dapat berkomunikasi secara verbal maupun non verbal.
c. Klien yang dapat melakukan aktivitas fisik secara mandiri.
d. Klien yang bersedia untuk mengikuti TAK Persepsi Sensorik, Kognitif
dan Motorik Kasar yang akan dilaksanakan.
2. Proses Seleksi
Proses seleksi dilakukan berdasarkan observasi sehari-hari klien
yang dikelola dan dilaporkan serta dimungkinkan dilakukan TAK Persepsi
Sensorik, Kognitif dan Motorik Kasar pada klien tersebut.
F. PELAKSANAAN
Hari

: Rabu, 27 February 2013

Waktu

: 09.00 - 10.00 WIB

Tempat

: Aula PSTW Gau Mabaji Gowa

G. PENGORGANISASIAN
1. Leader

: Nasrullah, S.Kep

2. Co leader

: Mutmainna Nur, S.Kep

3. Observer

a. Sri Nurnaningsih, S.Kep


b. Nurul Inayah, S.Kep
c. Masniati, S.Kep
d. Desy Ahriani Ningsih, S.Kep
e. Sri Mildawati Nur, S.Kep
f. Novia Endriani, S.Kep

4. Fasilitator

g. Faizal Akbar, S.Kep


h. Hidayatullah, S.Kep
i. Mady Irawan, S.Kep
j. Muh. Akbar, S.Kep
k. Satria, S.Kep
l. Andriyani Pakayamo, S.Kep
m. Nuriyanti, S.Kep
n. Atillah Daeng Parany, S.Kep
o. Riski Amalia S.Kep
p. Murni, S.Kep
q. Dewi Purnamawati, S.Kep
r. Indar Kumalasari, S.Kep
s. Sri Adriana Irma. S.Kep
PERAN
Leader

TUGAS
Memperkenalkan anggota kelompok dan tugas masing
masing anggota

Membacakan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas


kelompok sebelum kegiatan dimulai

Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok


dan memperkenalkan dirinya

Mampu memimpin terapi aktifitas kelompok dengan baik


dan tertib

Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok

Co
leader

f Menjelaskan aturan permainan


Co leader bertugas untuk membantu leader dalam memimpin
acara.

Fasilitato

Memfasilitasi klien yang kurang aktif

Memberi motivasi dan stimulus kepada anggota kelompok


atau peserta agar dapat mengikuti jalannya kegiatan dalam
kelompok klien selama kegiatan

c
Observer

Berperan sebagai role play bagi klien selama kegiatan

d Fasilitator bertugas memberikan


a.
Mengobservasi jalannya kegiatan
b.

Mencatat prilaku verbal dan non verbal klien selama


kegiatan berlangsung

c.

Mengatur

alur

permainan

(menghidupkan

dan

mematikan musik)
d.

Mengamati peserta yang drop out (tidak dapat


mengikuti kegiatan sampai selesai)

H. SETTING TEMPAT
Leaderr

Fasilitat
or

Fasilitat
or

Papan
1

Papan
2

Fasilitat
or

Fasilitat
or

Ember
1

Ember 2

Fasilitat
or

Ember 3

Ember 4

Fasilitato
r

Papan
3

Fasilitat
or

Fasilitat
or

Papan
4

Fasilitat
or

Fasilitat

Keterangan :
:Leader
:Fasilitator
: pasien
: papan tulis
I. PROSES PELAKSANAAN

: Ember Bola

Fasilitat
or

1. Perkenalan
a. Kelompok perawat memperkenalkan anggota kelompok, perkenalan
dimulai oleh leader untuk memulai menyebut nama dan selanjutnya
memperkenalkan anggota kelompok, kemudian leader menjelaskan
tujuan dan peraturan kegiatan dalam kelompok
b. Bila klien ingin keluar untuk minum, BAB/BAK harus minta ijin pada
perawat atau fasilitator.
2. Permainan
a.

Semua klien dipanti diikut sertakan dalam kegiatan TAK.


Peserta dibagi menjadi 4 kelompok besar.

b.

Masing-masing kelompok kecil didampingi oleh 5 orang


perawat fasilitator.

c.

Satu kelompok besar dibagi menjadi dua kelompok kecil, yang


pertama mengikuti permainan bola dan satu kelompok lain berada
disamping memberikan semangat pada teman kelompok yang
memainkan bola.

d.

Masing-masing

anggota

kelompok

kecil

bekerjasama

membawa bola. Satu orang mengambil bola didalam ember yang telah
ditempeli kertas huruf sesuai dengan instruksi leader kemudian
menyerahkan pada 2 orang anggota kelompok secara bergantian, lalu
bola dibawa menuju papan (white board) dengan cara meletakkan bola
di antara dahi masing-masing anggota, setelah sampai di papan, bola
tersebut diserahkan pada satu orang anggota kelompok yang bertugas

menjaga papan (white board), kemudian kertas yang ditempelkan pada


bola dilepas, dan satu anggota kelompok menempelkan pada papan
(white board). Setelah seluruh bola yang diinstruksikan oleh leader di
bawa ke papan (white board), masing-masing kelompok menyusun
huruf tersebut sehingga terbentuk sebuah kata.
e.

Leader selanjutnya meminta satu orang perwakilan anggota


kelompok untuk membacakan susunan huruf yang sudah dibentuk dan
disepakati oleh semua anggota kelompok.

f.

Memberikan reward (tepuk tangan)

g.

Pembagian snack.

3. Peer Review (Evaluasi Kelompok)


Leader meminta masing-masing kelompok mengemukakan perasaannya
setelah melakukan TAK
4. Terminasi
a. Klien dapat menyebutkan kembali tujuan kegiatan
b. Leader menjelaskan kembali tentang tujuan dan manfaat dari kegiatan
kelompok ini
Antisipasi Masalah
1. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
Memanggil klien dan memotivasi klien untuk melanjutkan kegiatan
2. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit :
a. Panggil nama klien
b. Tanya alasan klien meninggalkan permainan

c. Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan


pada klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu
klien boleh kembali lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Herawaty, Netty. 2009. Materi Kuliah Terapi Aktivitas Kelompok. FIK : Jakarta

LAMPIRAN NAMA-NAMA PELAKSANA ACARA


MC

: LISNA, S.Kep

LEADER

: JUSNAENI NUR, S.Kep

CO-LEADER

: IKHA ZULAIKA, S.Kep

OBSERVER

1. ST. NURFATUL JANNAH, S.Kep


2. HASPAWATI, S.Kep
3. RAHMAYANTI, S.Kep
4. ITHA FITRIA. P, S.Kep
FASILITATOR

GRUP 1

1. ARIE SEPTIAN, S.Kep


2. SRI RAHMAWATI, S.Kep
3. ZAINABUN WALIULU, S.Kep
GRUP 2

1. SALMAWATI, S.Kep
2. RATIH KURNIATI, S.Kep
3. KASMAN, S.Kep
GRUP 1

1. SARFINAH SIAR, S.Kep


2. SITTI RAHMATIAH, S.Kep
3. FARADILLA, S.Kep
GRUP 1

1. REZKY PRATIWI, S.Kep


2. INDAH PRATIWI, S.Kep
3. ETI KURNIATI, S.Kep