Anda di halaman 1dari 11

1.

KERAJAAN KUTAI
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai
Mahakam. Wilayah Kerajaan Kutai mencakup wilayah yang cukup luas, yaitu hampir
menguasai seluruh wilayah Kaliantan Timur. Bahkan pada masa kejayaannya, Kerajaan
Kutai memiliki wilayah yang sangat luas, yaitu hampir sebagian wilayah Kalimantan.
B. PENINGGALAN-PENINGGALAN
Peninggalan sejarah yang membuktikan kerajaan Kutai sebagai kerajaan hindu
pertama adalah ditemukannya prasasti berbentuk Yupa menggunakan bahasa sanskerta
dan huruf pallawa.Yupa adalah tiang batu pengikat hewan korban untuk dipersembahkan
kepada dewa.
Beberapa peninggalan kerajaan kutai:
1) tujuh buah Yupa yang ditemukan di daerah sekitar Muarakaman;
2) kalung Cina yang di terbuat dari emas;
3) satu arca Bulus;
4) dua belas arca batu.
C. SILSILAH RAJA
1. Maharaja Kudungga, gelar anumerta Dewawarman (pendiri)
2. Maharaja Aswawarman (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman (anak Aswawarman)
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Nala Parana Tungga
10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Maharaja Sangga Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Sri Langka Dewa
15. Maharaja Guna Parana Dewa

16. Maharaja Wijaya Warman


17. Maharaja Sri Aji Dewa
18. Maharaja Mulia Putera
19. Maharaja Nala Pandita
20. Maharaja Indra Paruta Dewa
21. Maharaja Dharma Setia
D. SISTEM PEMERINTAHAN
Sejak munculnya dan berkembangnya pengaruh Hindu (India) di Kalimantan Timur,
terjadi perubahan dalam tata pemerintahan, yaitu dari pemerintahan kepala suku menjadi
pemerintahan kerajaan dengan seorang raja sebagai kepaka pemerintah. Raja-raja yang
pernah memerintah Kerajaan Kutai adalah sebagai berikut :
a. Raja Kudungga
b. Raja Aswawarman
c. Raja Mulawarman
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Kehidupan ekonomi di Kutai, tidak diketahui secara pasti, kecuali disebutkan dalam
salah satu prasasti bahwa Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan
tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana. Tidak
diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh. Apabila emas dan sapi
tersebut didatangkan dari tempat lain, bisa disimpulkan bahwa kerajaan Kutai telah
melakukan kegiatan dagang. Jika dilihat dari letak geografis, Kerajaan Kutai berada pada
jalur perdagangan antara Cina dan India. Kerajaan Kutai menjadi tempat yang menarik
untuk disinggahi para pedagang. Hal tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan
perdagangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kutai, disamping pertanian.
F. SUMBER SEJARAH
Sumber yang menyatakan, bahwa di Kalimantan Timur telah berdiri dan berkembang
kerajaan yang mendapat pengaruh Hindu (India), yaitu ditemukannya beberapa
peninggalan berupa tulisan (prasasti). Tulisan itu berhasil ditemukan pada tujuh tiang
batiu yang disebut YUPA, yaitu tiang batu yang digunakan untuk mengikat hewan korban
yang merupakan persembahan rakyat Kutai kepada para dewa yang dipujanya. Tulisan
yang terdapat pada yupa itu menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
2. KERAJAAN TARUMANEGARA
A. LETAK KERAJAAN
Berdasarkan penemuan beberapa prasasti tentang Kerajaan tarumanegara, bahwa
letak kerajaan itu adalah di wilayah Jawa Barat, dengan pusat kerajaan terletak di sekitar
daerah Bogor.
Adapun wilayah kekuasaan Tarumanegara meliputi aerah Banten, Jakarta sampai
perbatasan Cirebon, sehingga dapat ditafsirkan bahwa pada masa pemerintahan Raja
Purnawarman wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara hampir menguasai seluruh
wilayah Jawa Barat.
B. SUMBER SEJARAH

Bila menilik dari catatan sejarah ataupun prasasti yang ada, tidak ada penjelasan atau
catatan yang pasti mengenai siapakah yang pertama kalinya mendirikan kerajaan
Tarumanegara. Raja yang pernah berkuasa dan sangat terkenal dalam catatan sejarah
adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan
Candrabaga (Kali Bekasi) sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian,
sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum
brahmana.
Bukti keberadaan Kerajaan Taruma diketahui dengan tujuh buah prasasti batu yang
ditemukan. Lima di Bogor, satu di Jakarta dan satu di Lebak Banten. Dari prasastiprasasti ini diketahui bahwa kerajaan dipimpin oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman
pada tahun 358 M dan beliau memerintah sampai tahun 382 M. Makam Rajadirajaguru
Jayasingawarman ada di sekitar sungai Gomati (wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara
ialah kelanjutan dari Kerajaan Salakanagara.
C. SILSILAH RAJA
a. Rajadirajaguru Jaya Singawarman (358 - 382 M)
b. Dhamayawarman (382 - 395 M)
c. Sri Purnawarman (395 - 434 M)
d. Wisnuwarman (434 - 455 M)
e. Indrawarman (455 - 515 M)
f.

Candrawarman (515 - 535 M)

g. Suryawarman (535 - 561 M)


h. Kertawarman (561 - 628 M)
i.

Sudhawarman (628 - 639 M)

j.

Hariwangsawarman (639 - 640 M)

k. Nagajayawarman (640 - 666 M)


l.

Sang Linggawarman (666 - 669 M)

m. Tarusbawa (669 - 670 M)


D. SISTEM PEMERINTAHAN
Berdasarkan tulisan-tulisan yang terdapat pada prasasti diketahui bahwa raja yang
pernah memerintah di Tarumanegara hanyalah Raja Purnawarman.
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Prasasti Yugu menyatakan bahwa Raja Purnawarman memerintahkan rakyatnya untuk
membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai
arti ekonomis yang besar bagi masyarakat, karena dapat dipergunakan sebagai sarana
untuk mencegah banjir serta sarana lalu-lintas pelayaran perdagangan antardaerah di

Kerajaan Tarumanegara dengan dunia luar. Juga perdagangan dengan daerah-daerah di


sekitarnya. Akibatnya, kehidupan perekonomian masyarakat Kerajaan Tarumanegara
sudah berjalan teratur.
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan
kopi milik Jonathan Rig, Ciampea, Bogor
b. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan
Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti
tersebut isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan
penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau 12km oleh Purnawarman
pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut merupakan
gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa
pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
c. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai
Cidanghiyang yang mengalir di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten
Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja Purnawarman.
d. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor
e. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
f.

Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor

g. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor


3. KERAJAAN HOLING
A. LETAK KERAJAAN
Menurut berita Cina, bahwa letak Kerajaan Holing berbatasan dengan laut selatan, TaHen-La (Kamboja) di sebelah utara, Po-Li (Bali) sebelah timur, dan To-Po-Teng di
sebelah barat. Nama lain dari Holing adalah Cho-Po (Jawa), sehingga berdasarkan berita
tersebut dapat disimpulkan bahwa Kerajaan holing terletak di Pulau Jawa, khususnya
Jawa Tengah.
B. SUMBER SEJARAH
Satu-satunya sumber sejarah yang menyatakan keberadaan Kerajaan Holing /
Kerajaan Keling adalah dari berita Cina. Berita ini datang dari pendeta I-tsing yang
menyebutkan bahwa seorang temannya yang bernama Hui-Ning dengan pembantunya
bernama Yunki pergi ke Holing tahun 664/665 M untuk mempelajari agama Buddha.
C. SISTEM PEMERINTAHAN
Berdasarkan berita cina di sebutkan bahwa kerajaan kalingga / holing di perintah oleh
seorang raja putri yang bernama Ratu Sima. Pemerintahan Ratu Sima sangat keras namun
adil dan bijaksana. Kepada setiap pelanggar, Ratu Sima selalu memberikan sanksi yang
tegas. Rakyat tunduk dan patuh terhadap segala perintah Ratu Sima bahkan tidak seorang
pun rakyat maupun pejabat kerajaan yang melanggar segala perintahnya.
D. SILSILAH RAJA

Ratu Shima (di Jepara, tahun 640 M)


E. KEHIDUPAN EKONOMI
Kehidupan perekonomian masyarakat kerajaan kalingga / holing berkembang pesat.
Masyarakat kerajaan kalingga telah mengenal hubungan perdagangan. Mereka menjalin
hubungan perdagangan pada suatu tempat yang di sebut dengan pasar. Pada pasar itu,
mereka mengadakan hubungan dengan teratur. Selain itu, kegiatan ekonomi masyarakat
lainnya, di antaranya bercocok tanam, menghasilkan kulit, penyu, emas, perak, cula
badak, dan gading serta membuat garam. Kehidupan masyarakat holing tentram. Hal itu
di sebabkan karena di Holing tidak ada kejahatan dan kebohongan. Berkat kondisi itu,
rakyat Holing memperhatikan pendidikan. Hal itu terbukti dengan adanya rakyat Holing
telah mengenal tulisan dan ilmu perbintangan.
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasati Tukmas
b. Prasati Sojomerto
c. Candi Angin
d. Candi Bubrah, Jepara
4. KERAJAAN MELAYU
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan Melayu merupakan salah satu kerajaan terkemuka di Sumatra bagian selatan
waktu itu. Kerajaan Melayu diperkirakan berpusat di daerah Jambi, yaitu di tepi kirikanan Sungai Batanghari.
B. SUMBER SEJARAH
Sumber sejarah yang dapat digunakan untuk menyelidiki Kerajaan Melayu hanyalah
berasal dari sumber Cina, sedangkan berita-berita dari prasasti sama sekali tidak ada.
C. SISTEM PEMERINTAHAN
Besarnya pengaruh islam terhadap politiok melayu mengakibatkan timbulnya gelar
raja-raja Melayu yang bercorakkan islam seperti zillullah fil alam, sultan dan khalifah.
Implikasinya, pengembangan konsep-konsep hukum melayu merujuk pada hukum-hukum
islam yang berlandaskan al-Quran dan sunnah Nabi
Bagi raja-raja melayu islam bukan sekedar agama tetapi lebih dari itu ia menjadi
lansdasan politik dan panbdangan hidup mereka dalam menjalankan roda
pemerintahannya.
D. SILSILAH RAJA
a. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1183).
b. Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa (1286).
c. Akarendrawarman(1300).
d. Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa
(1347).
e. Ananggawarman (1375).
E. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti Tanyore
b. Candi
c. Arca,dsb

F. KEHIDUPAN EKONOMI
Kegiatan perekonomian yang lebih banyak dilakukan pada zaman itu adalah kegiatan
perdagangan.
5. KERAJAAN SRIWIJAYA
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan besar yang terletak di pulau Sumatera
tepatnya Sumatera Selatan (Sumsel) dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan
daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya,
Sumatera, Jawa, dan pesisir Kalimantan.
B. SUMBER SEJARAH
Pertama, pendiri Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanegara yang
berkedudukan di Minangatwan. Kedua, Raja Dapunta Hyang berusaha memperluas
wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan wilayah di sekitar Jambi. Ketiga, Sriwijaya
semula tidak berada di sekitar Pelembang, melainkan di Minangatwan, yaitu daerah
pertemuan antara Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Setelah berhasil
menaklukkan Palembang, barulah pusat kerajaan dipindah dari Minangatwan ke
Palembang.
C. SISTEM PEMERINTAHAN
Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan besar dan masyhur. Selain mendapat julukan
sebagai Kerajaan Nasional I, Sriwijaya juga mendapat julukan Kerajaan Maritim
disebabkan armada lautnya yang kuat. Raja-rajanya yang terkenal adalah Dapunta Hyang
(pendiri Sriwijaya) Balaputradewa, dan Sanggrama Wijayatunggawarman. Berdasarkan
Prasasti Kedukan Bukit diketahui bahwa Raja Dapunta Hyang berhasil memperluas
wilayah Kerajaan Sriwijaya dari Minangatwan sampai Jambi.
Pemerintahan Raja Balaputradewa berhasil mengantarkan Sriwijaya menjadi kerajaan
yang besar dan mencapai masa kejayaan. Balaputradewa adalah putra Raja Syailendra,
Samaratungga, yang karena dimusuhi saudarinya, Pramodhawardhani (istri Raja Pikatan
dari wangsa Sanjaya), terpaksa melarikan diri ke Sriwijaya. Saat itu, Sriwijaya diperintah
oleh Raja Dharmasetu, kakek dari ibunda Balaputradewa.
D. SILSILAH RAJA
Raja yang pertama : Sri Jaya Naga
Raja yang terkenal : Bala Putra Dewa
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Kerajaan Sriwijaya mampu mengembangkan diri sebagai negara maritim yang pernah
menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan internasional selama berabad-abad
dengan menguasai Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Jawa. Setiap pelayaran dan
perdagangan dari Asia Barat ke Asia Timur atau sebaliknya harus melewati wilayah
Kerajaan Sriwijaya yang meliputi seluruh Sumatra, sebagian Jawa, Semenanjung
Malaysia, dan Muangthai Selatan. Keadaan ini juga yang membawa penghasilan Kerajaan
Sriwijaya terutama diperoleh dari komoditas ekspor dan bea cukai bagi kapalkapal yang
singgah di pelabuhan-pelabuhan milik Sriwijaya. Komoditas ekspor Sriwijaya antara lain
kapur barus, cendana, gading gajah, buah-buahan, kapas, cula badak, dan wangi-wangian.
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a) Prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 605 Saka (683 M) ditemukan di tepi Sungai
Tatang, dekat Palembang.

b) Prasasti Talang Tuo berangka tahun 606 Saka (684 M) ditemukan di sebelah barat
Pelembang.
c) Prasasti Kota Kapur berangka tahun 608 Saka (686 M) ditemukan di Bangka.
d) Prasasti Karang Berahi berangka tahun 608 Saka (686 M).
e) Prasasti Telaga Batu (tidak berangka tahun).
f) Prasasti Ligor berangkat tahun 697 Saka (775 M) ditemukan di Tanah Genting Kra.
g) Prasasti Palas Pasemah (tidak berangka tahun) ditemukan di Lampung.
6. KERAJAAN MATARAM KUNO
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan Mataram terletak di Jawa Tengah dengan daerah pusatnya disebut Bhumi
Mataram. Daerah tersebut dikelilingi oleh pegunungan dan gunung-gunung, seperti
Pegunungan Serayu, Gunung Prau, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung
Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Pegunungan Kendang, Gunung Lawu,
Gunung Sewu, Gunung Kidul.
1. DINASTI SANJAYA
A. SUMBER SEJARAH
Bukti-bukti berdirinya Dinasti Sanjaya dapat diketahui melalui Prasasti
Canggal (daerah Kedu) tahun 732 M, Prasasti Balitung, Kitab Carita
Parahyangan.
B. SILSILAH RAJA
a. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
b. Sri Maharaja Rakai Pikatan
c. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
d. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
e. Sri Maharaja Watukura Diah Balitung
f. Sri Maharaja Daksa
g. Sri Maharaja Rakai Wawa
C. SISTEM PEMERINTAHAN
Menurut Prasasti Canggal (732 M), Raja Sanjaya adalah pendiri Kerajaan
Mataram dari Dinasti Sanjaya. Raja Sanjaya memerintah dengan sangat adil dan
bijaksana, sehingga akyatnya terjamin aman dan tentram.
D. KEHIDUPAN EKONOMI
Secara alamiah, alam Bhumi Mataram tertutup dari dunia luar sehingga kerajaan
sulit berkembang. Selain itu, sungai-sungai tidak dapat digunakan sebagai sarana
transportasi seperti di daerah-daerah lain. Dengan keadaan alam seperti ini, rakyat
Kerajaan Mataram tidak dapat mengembangkan aktivitas perekonomiannya
dengan pesat.
Namun pada masa pemerintahan Raja Balitung, mengubah perekonomian rakyat
Kerajaan Mataram menjadi lancar.
E. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti Canggal
b. Prasasti Balitung
c. Kitab Carita Parahyangan
d. Candi-candi yang bercorak Hindu, seperti : Candi Prambanan, Candi
Sambisari, Candi Ratu Baka dan Candi Gedong Songo

2. DINASTI SYAILENDRA
A. SUMBER SEJARAH
Sumber sejarah Kerajaan Syailendra tidak begitu banyak yang berhasil diketahui,
baik berupa prasasti maupun peninggalan-peninggalan arkeologi.
B. SISTEM PEMERITAHAN
Pada akhir abad ke-8 M, Dinasti Sanjaya terdesak oleh dinasti lain, yaitu Dinasti
Syailendra. Peristiwa ini terjadi ketika Dinasti Sanjaya diperintah oleh Rakai
Panangkarann.
Dinasti Syailendra menjalankan politik ekspansi pada masa pemerintaahan Raja
Indra.
C. SILSILAH RAJA
a. Raja Bhanu (752-775 M)
b. Raja Wisnu (775-782 M)
c. Raja Indra (782-812 M)
d. Raja Samaratingga (812-833 M)
e. Raja Balaputra Dewa (833-856 M)
f. Raja Pramodhawardani (856 M)
D. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti Kalasan
b. Prasasti Kelurak
c. Prasasti Ratu Boko
d. Prasasti Nalanda
e. Candi-candi yang tterkenal, yaitu : Candi Borobudur, Candi Mendhut, Candi
Pawon, Candi Sewu, Candir Sari dan Candi Kalasan.
7. KERAJAAN KEDIRI
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan Kediri dengan ibukota Daha terletak di tepi Sungai Brantas.
B. SUMBER SEJARAH
Berita asing tentang Kerajaan Kediri dapat dikatakan jelas, terbukti dengan ditemukannya
silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kediri. Di samping itu, ditemukannya
prasasti-prasasti dari raja-raja yang pernah memerintah.
C. SILSILAH RAJA
a. Raja Jayawarsa
b. Raja Bameswara
c. Raja Jayabaya
d. Raja Saweswara dan Raja Aryeswaa
e. Raja Gandra
f. Raja Kameswara
g. Raja Kertajaya
D. SISTEM PEMERINTAHAN
Mapanji Garasakan memerintah tidak lama. Ia digantikan Raja Mapanji Alanjung
(1052 1059 M). Mapanji Alanjung kemudian diganti lagi oleh Sri Maharaja
Samarotsaha. Pertempuran yang terus menerus antara Jenggala dan Panjalu menyebabkan
selama 60 tahun tidak ada berita yang jelas mengenai kedua kerajaan tersebut hingga
munculnya nama Raja Bameswara (1116 1135 M) dari Kediri.

Pada masa itu ibu kota Panjalu telah dipindahkan dari Daha ke Kediri sehingga
kerajaan ini lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kediri. Raja Bameswara menggunakan
lencana kerajaan berupa tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang biasa disebut
Candrakapala. Setelah Bameswara turun takhta, ia digantikan Jayabaya yang dalam
masa pemerintahannya itu berhasil mengalahkan Jenggala.
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Banyak menghasilkan beras, barang-barang dagangan yang laku pasaran {emas,
perak, daging, kayu cendana, pinang, dsb}
8. KERAJAAN SINGASARI
A. LETAK KERAJAAN
Lokasi kerajaan ini sekarang diperkirakan di daerah Singosari, Malang.Kerajaan
Singasari hanya sempat bertahan 70 tahun sebelum mengalami keruntuhan. Kerajaan ini
beribu kota di Tumapel yang terletak di kawasan bernama Kutaraja.
B. SUMBER SEJARAH
Keberadaan Kerajaan Singosari dibuktikan melalui candi-candi yang banyak
ditemukan di Jawa Timur yaitu daerah Singosari sampai Malang, juga melalui kitab sastra
peninggalan zaman Majapahit yang berjudul Negarakertagama karangan Mpu Prapanca
yang menjelaskan tentang raja-raja yang memerintah di Singosari serta kitab Pararaton
yang juga menceritakan riwayat Ken Arok yang penuh keajaiban. Kitab Pararaton isinya
sebagian besar adalah mitos atau dongeng tetapi dari kitab Pararatonlah asal usul Ken
Arok menjadi raja dapat diketahui.
C. SILSILAH RAJA
a. Raja Ken Arok
b. Raja Anusapati
c. Raja Tohjaya
d. Raja Wisnuwadhana
e. Raja Kertanegara
D. SISTEM PEMERINTAHAN
Kitab Pararaton menyebutkan Ken Arok adalah pendiri Kerajaan Singasari yang
digantikan oleh Anusapati (12471249 M). Anusapati diganti oleh Tohjaya (12491250
M), yang diteruskan oleh Ranggawuni alias Wisnuwardhana (12501272 M). Terakhir
adalah Kertanegara yang memerintah sejak 1272 hingga 1292 M.
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Kehidupan ekonomi, Kerajaan Singasari tidak diketahui secara jelas. Akan tetapi,
mengingat Kerajaan Singasari berpusat di tepi Sungai Brantas (Jawa Timur),
kemungkinan masalah perekonomian tidak jauh berbeda dari kerajaan-kerajaan
terdahulunya, yaitu secara langsung maupun tidak rakyatnya ikut ambil bagian dalam
dunia pelayaran.
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Kitab-kitab, seperti : kitab Pararaton dan kitab Negarakertagama.
b. Prasasti-prasasti
c. Candi-candi, seperti : V\Candi jago, Candi Kidal dan Candi Singasari.
9. KERAJAAN BALI
A. LETAK KERAJAAN

Bali yang dikenal sebagai Pulau Dewata pada zaman duhulu kala sebelum kedatangan
majapahit terdapat sebuah kerajaan yang muncul pertama kali di Bali yaitu sekitar 914 M
yang diketahui dari sebuah prasasti yang ditemukan di Desa Blanjong dekat Sanur yang
memiliki pantai matahari terbit.
B. SUMBER SEJARAH
Sumber-sumber tentang Kerajaan Bali dapat diketahui melalui beberapa sumber, seperti
sumber-sumber berita dari Kerajaan Bali (misalnya berita dari Jawa) dan juga bangunanbangunan candi.
C. SISTEM PEMERINTAHAN
Mengingat kurangnya sumber-sumber atau bukti dari Kerajaan bali, maka sistem dan
bentuk pemerintahan raja-raja Bali kuno tidak dapat diketahui dengan jelas.
D. SILSILAH RAJA
a. Raja Sri Kesari Warmadewa
b. Raja Ugrasena
c. Raja Tabanendra Warmadewa
d. Raja Jayasingha Warmadewa
e. Raja Jayasadhu Warmadewa
f. Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi
g. Dharma Udayana Warmadewa
h. Raja Marakata
i. Raja Anak Wungsu
j. Raja Jaya Sakti
k. Raja Bedahulu
E. KEHIDUPAN EKONOMI
Kegiatan ekonomi masyarakat Bali bersumber dari hasil pertanian {padi, hano/enau, talas,
kedelai, nyuh/kelapa, pucang/pinang, biyu/pisang, kapas dan sarwa bija/padi-padian}.
Selain bercocok tanam rakyat juga berternak {sampi/sapi, kambing, babi, anjing, ayam,
kuda dan kerbau}.
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti-prasasti, seperti Prasasti Sanur dan Prasasti Calcuta, India.
b. Bangunan Candi : Candi Gunung Kawi (Tampak Siring).
10. KERAJAAN PAJAJARAN
A. LETAK KERAJAAN
Kerajaan

Pajajaran adalah

sebuah kerajaanHindu

yang

diperkirakan

beribukotanya di Pakuan (Bogor) di Jawa Barat. Dalam naskah-naskah kuno nusantara,


kerajaan ini sering pula disebut dengan nama Negeri Sunda, Pasundan, atau berdasarkan
nama ibukotanya yaitu PakuanPajajaran. Beberapa catatan menyebutkan bahwa kerajaan
ini didirikan tahun 923 oleh Sri Jayabhupati, seperti yang disebutkan dalam prasasti
Sanghyang Tapak.
B. SUMBER SEJARAH
Sumber sejarah dari Kerajaan Pajajaran dapat diketahui melalui sumber-sumber prasasti
maupun kitab-kitab cerita.
C. SILSILAH RAJA

a. Prabu Susuktunggal (1475-1482)


b. Jaya Dewata / Prabu Siliwangi II (1482 1521)
c. Surawisesa (1521 1535)
d. Ratu Dewata (1535 1543)
e. Ratu Sakti (1543 1551)
f.

Raga Mulya (1567 1579)

D. SISTEM PEMERINTAHAN
Sistem pemerintahan raja-raja Pajajaran begitu banyak mengalami pertempran.

E. KEHIDUPAN EKONOMI
a. Perdagangan Laut
b. Perdagangan Darat
F. PENINGGALAN-PENINGGALAN
a. Prasasti-prasasti, sepertu : Prasasti Rakryan Juru Pangambat, Prasasti Horen, Prasasti
Citasih dan Prasasti Astanagede.
b. Cerita Kitab, seperti : Kitab Carita Kidung Sundayana dan Kitab Cerita Parahyangan.