Anda di halaman 1dari 35

PENDAHULUAN

Air merupakan zat yang paling penting bagi manusia, setelah


udara.
Lebih dari 70% tubuh manusia berisi air.
Air digunakan untuk memasak, minum, mandi, cuci,
membersihkan sekitar kehidupan kita,
Air juga diperlukan untuk industri, kesehatan, pemadam
kebakaran, rekreasi, transportasi dll.
Penularan penyakit juga dapat ditimbulkan karena air terutama
limbah. Banyak binatang yang menularkan penyakit ada karena
genangan air.
Rata2 per orang memerlukan air 150-200 liter per hari.

Siklus Air

Penguapan
Hujan

Al

ira

nl

ua
r

Air Permukaan

Peresapan

Sungai

Penyaringan
Aliran air tanah

Gambar Siklus Air

Air Permukaan

Sumber Daya Air


Air Tanah
Air Permukaan : terdapat di permukaan tanah tersebar secara tidak merata
seperti sungai dan danau.
Air Tanah : air yang terserap pada lapisan batu karang bawah tanah yang
dikenal sebagai Aquifer (strata air dalam tanah)
Air tanah sering dipompa untuk keperluan RT, industri dan pertanian sedang
aquifer merupakan tempat persediaan air yang bebas dari penguapan.
Aliran air mengisi kembali (recharge) air tanah selama aliran tinggi, dan
sebaliknya aquifer akan memberikan air pada waktu aliran rendah di
musim kering

Air
Air yang bersih dan aman untuk dikonsumsi manusia:
Air yang bebas dari kontaminasi kuman atau bibit penyakit.
Bebas dari pencemaran kimia yang beracun dan berbahaya,
Tidak berasa dan tidak berbau,
Dapat digunakan untuk memnuhi kebutuhan rumah tangga,
Memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh WHO / Depkes.RI.
Air tercermar:
Mengandung bibit penyakit, parasit, bahan kimia yang berbahaya, sampah, limbah
industri. Mengandung waterborne disease atau water related disease:
Penyakit viral (hepatitis viral, poliomielitis,
Penyakit bacterial : kolera, disentri typoid, diare.
Penyakit protozoa: amebiasis, giardiasis.
Penyakit helmintik: askariasis,
Penyakit leptospiral

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau


tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan
dan dapat langsung diminum.
Penyelenggara air minum adalah badan usaha milik
negara/badan usaha milik daerah, koperasi, badan usaha
swasta, usaha perorangan, kelompok masyarakat dan/atau
individual yang melakukan penyelenggaraan penyediaan air
minum.

Air yang memenuhi syarat kesehatan adalah air yang bebas


dari mikroorgnisme, zat atau bahan kimia, bau, rasa, dan
kekeruhan. Adalah indra dari masing-maing pemeriksa,
namun batasannya baik menurut WHO maupun Permenkes
adalah air minum tidak boleh terdapat bau dan rasa yang
tidak diinginkan.

Parameter
Fisika

Bau, kekeruhan, rasa,


suhu, warna dan
jumlah zat padat
terlarut

Parameter
Kimia

Kimia Anorganik,
Kimia Organik,
Pestisida dan
Insektisida

Parameter
Mikrobiologi

E. Coli

Parameter
Radioaktif

Sinar Alpha
Sinar Beta

1.

Tidak berasa dan berbau: Bau dan rasa biasanya terjadi bersama-sama
dan biasanya disebabkan oleh adanya bahan-bahan organik yang
membusuk, tipe-tipe tertentu organisme mikroskopik, serta
persenyawaan kimia. Bahan-bahan yang menyebabkan bau dari rasa ini
berasal dari berbagai sumber. Karena pengukuran rasa dan bau itu
tergantung pada reaksi individual, maka hasil yang dilaporkan juga tidak
mutlak. Intensitas bau dilaporkan sebagai berbanding terbalik dengan
rasio pencemaran bau sampai keadaan yang nyata tidak berbau
(Sutrisno, 2006).

2.

Tidak berwarna: Warna pada air terjadi karena adanya suatu proses
dekomposisi pada berbagai tingkat. Tanin, asam humus dan bahan yang
berasal dari humus serta dekomposisi pigmen yang dianggap sebagai
bahan yang memberi warna yang paling utama, kehadiran unsur besi
yang berkaitan dengan zat organik akan membuat warna semakin tinggi.
Warna yang disebabkan bahan tersuspensi disebut apparent colour,
sedangkan yang disebabkan karena kekentalan organisme atau tumbuhtumbuhan yang merupakan koloidal disebut true colour. Untuk mengukur
tingkat warna digunakan satuan PICO.

3.

4.

5.

Air tidak keruh: Air yang digunakan untuk minum hendaknya air yang
jernih. Air keruh disebabkan oleh butiran-butiran koloid dari tanah liat.
Untuk mengukur kekeruhan air digunakan Turbidimeter dengan satuan
mg/l. Standar yang ditetapkan oleh U.S. Public Health Service mengenai
ini adalah batas maksimal 10 ppm dengan skala silikat (Sutrisno, 2006).
Suhu: Temperatur air akan mempengaruhi kesukaan konsumen dalam
mengkonsumsi air. Untuk memberikan rasa segar maka suhu air yang
diharapkan adalah 10 - 15C.
Jumlah zat yang terlarut: Air minum tidak boleh mengandung zat padat
lebih dari 1000 mg/liter, sedangkan untuk air bersih tidak lebih dari
1500 mg/liter. Jika angka tersebut melewati maka akan mengakibatkan
air tidak enak rasanya, menimbulkan rasa mual dan Toxaemia pada
wanita hamil.

a. Derajat keasaman atau pH: Derajat keasaman merupkan


faktor yang penting, karena pH mempengaruhi pertumbuhan
makro di dalam air.
b. Tidak terdapat zat penyebab gangguan fisiologis.
c. Tidak terdapat zat penyebab gangguan teknis.

Pengolahan air
1. Pengolahan Secara Sederhana
- Pengolahan secara alamiah dengan melakukan
penyimpanan.
- Pengolahan air dengan penyaringan
- Pengolahan air dengan menambahkan zat kimia
- Pengolahan air dengan mengalirkan udara
- Pengolahan air dengan cara memanaskan air
(untuk air minum)

2. Pengolahan air berdasarkan


konsumennya.
- Pengolahan air minum untuk umum
- Pengolahan air minum untuk rumah tangga
3. Purifikasi Air
a. Purifikasi alamiah
b. Purifikasi buatan

Pencemaran air
Peristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen
lainnya ke dalam air shg menyebabkan kualitas air
terganggu.
Aktivitas manusia dlm memenuhi keperluannya sehari2,
secara sengaja atau tidak telah menambah jumlah bahan
anorganik pada perairan dan mencemari air.

Mekanisme Penularan
Penyakit Melalui Air
Mekanisme penularan penyakit tersebut terbagi
menjadi empat yaitu :

1. Mekanisme Waterborne
dimana penyakit yang ditularkan langsung
melalui air minum, dimana air tersebut
mengandung kuman patogen sehingga
menyebabkan yang bersangkutan menjadi
sakit. Contohnya : hepatitis, kolera.

2. Mekanisme Waterwashed
Penularan berkaitan dengan kebersihan umum dan
perseorangan. Pada mekanisme ini terdapat tiga
cara penularan yaitu : infeksi melalui alat,
pencernaan, kulit dan mata, penularan melalui binatang
pengerat.

3. Mekanisme Water-based
Penyakit yang ditularkan melalui mekanisme ini memiliki
bibit penyakit yang menjalani sebagian siklus hidupnya
berhubungan dengan air. Contohnya schistosomiasis.

4. Mekanisme Water-related insect vector


penyakit yang disebabkan oleh vektor yang sebagian atau
seluruh perindukannya berada di air. Yang termasuk
dalam kategori ini adalah filariasis, dengue, malaria

Ditinjau dari asal polutan dan sumber


pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan
antara lain :
1. Limbah Pertanian
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau
pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota
sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia, orang
yang memakannya akan keracunan.
Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan
lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan
tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal yang demikian akan
mengancam kelestarian bendungan, bendungan akan cepat dangkal
dan biota air akan mati karenanya.

Ditinjau dari asal polutan dan sumber


pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan
antara lain :
2. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal
sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa
air got/parit, kemudian ikut aliran sungai. Bahan organik yang larut dalam
air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen
dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran
bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna
kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis
(bioindikator) parahnya pencemaran oleh bahan organik dari limbah
pemukiman.
Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang
hanyut terbawa arus air. Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan
mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga
adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur.

Ditinjau dari asal polutan dan sumber


pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan
antara lain :
3. Limbah Industri
Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air.
Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri.
Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan
anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan
yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa
suhu (air menjadi panas).

Ditinjau dari asal polutan dan sumber


pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan
antara lain :
4. Penangkapan Ikan Menggunakan racun
Racun tidak hanya mematikan hewan-hewan dewasa, tetapi
juga hewan-hewan yang kecil. Dengan demikian racun yang
disebarkan akan memusnahkan jenis makluk hidup yang ada
didalamnya. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut
mengakibatkan pencemaran di lingkungan perairan dan
menurunkan sumber daya perairan.

CONTOH KONTAMINASI AIR


DAN EFEK SAMPINGNYA

Pengaruh Tingginya Kadar Mn terhadap


Penyediaan Air Bersih
Endapan Mn akan memberikan noda-noda pada
bahan/benda-benda yang berwarna putih. Adanya unsur ini
dapat menimbulkan bau dan rasa pada minuman (Sutrisno,
2006).
Konsentrasi Mn yang lebih besar dari 0,5 mg/liter dapat
menyebabkan rasa yang aneh pada minuman dan
meninggalkan warna coklat pada pakaian cucian dan dapat
juga menyebabkan kerusakan pada hati (Sutrisno, 2006).

Hubungan Mangan (Mn) dengan


Kesehatan
Mn merupakan nutrien yang penting dan dibutuhkan
tubuh dengan kebutuhan 10 mg yang dapat diperoleh
dari makanan. Unsur ini bersifat toksis pada alat
pernafasan. Gejala yang timbul berupa gangguan pada
susunan syaraf: insomia, lemah pada kaki dan otot
muka sehingga ekspresi muka menjadi beku dan muka
tampak seperti topeng. Keracunan Mn adalah salah satu
contoh, dimana kasus keracunan tidak menimbulkan
gejala muntaber.

Hubungan Zat Besi dengan Kesehatan


Kebutuhan zat besi (Fe) relatif sangat kecil yaitu 0,8 mg per berat
badan/hari, namun bila terjadi kekurangan Fe akan mengakibatkan anemia
dengan gejala berupa 3 L. Di samping masalah kekurangan Fe adapula
masalah kelebihan absorbsi Fe, yang menimbulkan masalah kesehatan,
dengan gejala klinis berupa kelainan pigmen kulit dan hepatomegali yang
disebut hemopromatisidiopetik. Ini merupakan kelainan genetik yang
berkaitan dengan absorbsi Fe yang tinggi oleh tubuh. Tingginya kadar Fe
melebihi batas maksimal yang ditetapkan dikhawatirkan dapat
menyebabkan menumpuknya Fe dalam tubuh yang dapat mengakibatkan
efek toksis pada manusia (Nasution, 1993).

Terima kasih