Anda di halaman 1dari 21

Bedah anak

Fahmi rilo
2010730034
Pembimbing: Dr saleh S
Sp.B

Patofisiologi Hernia Diagframatika


Kongenital
70 80% merupakan hernia posterolateral
melalui foramen Bochdalek yang terbentuk
akibat kegagalan penutupan kanalis pleuroperitoneal pada 10 minggu kehidupan janin.
Usus halus, gaster, limpa serta sebagian kolon
transversum dari rongga peritoneal dapat
masuk ke rongga toraks (90% sebelah kiri).
Selanjutnya paru-paru di rongga toraks yang
bersangkutan tidak berkembang (hipoplasi)
dan tidak berfungsi baik pada waktu lahir.

Diagnosis
Langsung

atau setelah 2-3 hari setelah


kelahiran terdapat sindroma distres
pernapasan.

Toraks dan Abdomen


Sisi

toraks yang terkena, terlihat lebih


menonjol, perkusi pekak, suara napas
menghilang. Mediastinum tergeser ke sisi
toraks yang normal.
Terlihat skafoid pada abdomen.

terapi
Persiapan:

Pertahankan neonatus tetap hangat. Bila


perlu terapi ventilasi dengan tekanan ringan.
Pasang sonde lambung, diadakan pengisapan
kontinyu untuk mencegah distensi usus.
Pemeriksaan pH dan gas darah.
Umumnya koreksi dilakukan melalui
laparotomi. Pasca bedah perlu bantuan
pernapasan dengan ventilator, pemeriksaan
pH dan gas darah yang frekuen. Prognosis
juga ditentukan diagnosis dini, persiapan dan
tindakan koreksi secepatnya.

prognosis
Prognosis

sangat bergantung pada kondisi paruparu. Mortalitas mencapai 50% pada neonatus
yang pada hari pertama kelahiran menampilkan
sindrom distres respirasi berat. Pada kasus
dengan sindrom distres respirasi ringan dan neo
natus dapat mencapai umur 3 hari pertama,
umumnya dapat tertolong 100%.
Prognosis buruk bila paru-paru sangat
hipoplastik, dan dengan resusitasi tidak terdapat
perbaikan saturasi oksigen darah.

EVENTRASIO DIAFRAGMATIKA
Pada

eventrasio diafragmatika kelainannya


berupa atrofi atau aplasi muskulatur dan
diakibatkan oleh cedera saraf frenikus pada
waktu lahir.

Diagnosis
Manifestasi

klinik berupa sindrom distres


pernapasan terjadi ringan dan berjalan tidak
progresif seperti pada hernia diafragma.
Khas terdapat serangan-serangan distres
pernapasan, sianosis dan sering disertai
infeksi saluran napas berulang.
Foto toraks hampir seperti hernia
diafragmatika, gastrointestinal mendorong
diafragma ke arah puncak paru-paru. Pada
pemeriksaan fluoroskopi terlihat pergerakan
diafragma paradoksal.

Tindakan bedah
Melalui

laparotomi dilakukan plikasi pada


diafragma. Pada diafragma dilakukan jahitan
plikasi
(lipatan) sehingga diafragma yang semula
cembung menjadi lebih datar.

Hernia umbilikalis
Umumnya

hernia umbilikalis dapat menutup spontan


tanpa pembedahan setelah bayi berumur 2-3 tahun.
Tonjolan rongga peritoneal yang masih tertutup fasia
dan kulit. Omentum dan usus dapat masuk ke dalam
kantong hernia, khususnya bila bayi menangis.
Terapi
"Strepping" dengan plester di atas hernia dengan atau
pun tanpa uang logam yang dipertahankan selama 1020 hari dan diulang sampai 6 bulan sampai satu tahun,
dikatakan dapat mempercepat penutupan. Hal ini
masih kontroversi.

Tindakan bedah dalam


praktek:

Umbilikus dengan produk


cairan
Produksi

cairan dari umbilikus mungkin


pus, urin atau feses.

Terapi

OMFALOKEL
Omfalokel

atau disebut juga exomfalos terjadi bila


terdapat kegagalan intestin kembali ke rongga
abdomen dalam minggu ke-10 kehidupan janin
dalam kandungan.
Kegagalan ini juga menerangkan tentang insiden
malrotasi yang tinggi pada omfalokel.
Defek dinding abdomen sekitar umbilikus ini
ditutup oleh lapisan transparan yang terdiri dari
lapisan amnion di bagian luar dan lapisan
peritoneum di bagian dalam. Tali pusar terdapat
pada puncak kantong ini.
Lapisan transparan mempunyai vaskularisasi
minim sehingga cepat terjadi nekrosis dan rawan
terhadap infeksi.

Diagnosis
Diagnosis

omfalokel cukup dengan melihat


defek di daerah umbilikus dengan bagian
yang tertutup selaput tipis transparan.
Beberapa keadaan yang perlu diperhatikan
Omfalokel yang pecah mempunyai
prognosis buruk.
Omfalokel dengan diameter 5 cm atau
kurang pada bayi aterm umumnya dapat
ditutup primer dan mempunyai prognosis
baik.

Pemeriksaan radiologik
Penting pembuatan foto toraks untuk
melihat adanya aspirasi pneumoni,
malformasi jantung dan sebagainya.

Terapi

Bayi dipertahankan dalam lingkungan yang


hangat untuk mempertahankan suhu
tubuhnya.
Pemasangan sonde lambung untuk mencegah
distensi lambung dan usus-usus.
Pertahankan selaput omfalokel tetap dalam
keadaan basah dan steril.
Pemberian antibiotika profilaksis untuk
mencegah invasi kuman melalui dinding
omfalokel. Ini perlu dilakukan karena dinding
omfalokel tidak mengandung vaskularisasi
yang cukup sehingga mudah terjadi nekrosis
dan terinfeksi.