Anda di halaman 1dari 33

BEDAH ANAK

Disusun oleh :
Yosssey Pratiwi
2010730168
Pembimbing : Dr. Saleh
Setiawan,Sp.B
STASE BEDAH RSIJ PONDOK KOPI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN K ESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2015

Enterokolitis
Nekrotikans
Neonatus

Definisi
Enterokolitis nekrotikans (EKN) ditandai
dengan kematian jaringan luas (nekrosis)
pada lapisan intestinal, terutama di ileus
terminalis.

Etiologi
Iskemik
intestinal

Ulserasi mukosa
& pertumbuhan
kuman

Mukosa ke
lapisan
muskularis

Aliran darah

Ulserasi mukosa

Lapisan
muskularis

Penetrasi
kuman berlanjut

Perforasi usus
serta peritonitis

Tanda dan Gejala


Menurut WHO (2008) :
Distensi perut atau adanya nyeri tekan
Toleransi minum yang buruk
Muntah kehijauan
Darah pada feses
Tanda-tanda umum gangguan sistemik:

Apnea, terus mengantuk atau tidak sadar, dan


demam atau hipotermia.

Diagno
sis
Faktor

predisposisi:prematur,KPD,plasenta
previa, sepsis puerperalis, sindroma distres
pernafasan, dll
Insiden : 80,4 % berusia 1 5 hari
Gejala & tanda :
Retensi sekresi cairan lambung, muntah, diare
bercampur darah, sebagian kasus tanpa diare.
Pemeriksaan abdomen: tampak buncit,udem
,dan kemrharan terutama pada punggung dan
genitalia,bayi tampak ikterik dan letargi

Kriteria stadium EKN menurut Bell


(modifikasi Wals)

Terapi medis
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Bayi dipuasakan
Pemasangan sonde lambung
Terapi cairan & elektrolit
Antibiotik sistemik
Koreksi asidosis
Alat bantu napas dan pemeriksaan gas darah
Alimentasi parenteral
Pemeriksaan berulang pada abdomen setiap 6 jam
Foto polos abdomen

Indikasi bedah
Keadaan umum yang terus memburuk
Kelainan
dinding
abdomen
yang

menunjukan adanya
eritema dan udem
Masa infiltrat

peritonitis,

seperti

Radiologi
Pnemoperitoneum
Dilatasi usus yang

persisten

Laboratorium :
Parasintesis yang
sediaan hapus

positif

dari

biakan

atau

Tindakan Pembedahan
bagian usus yang
nekrosis disekresi anatomis langsung
Drainase peritoneal dengan anestesi
lokal,
khususnya
dilakukan
pada
neonatus dengan BBLR < 1000 gr yang
keadaannya memburuk.
Laparatomi

Sakit perut berulang pada anak

Definisi
Sakit perut berulang didefinisikan sebagai

serangan sakit perut yang berlangsung


minimal 3 kali selama paling sedikit 3 bulan
dalam kurun waktu 1 tahun terakhir dan
mengganggu aktivitas sehari-hari.

Etiologi
1. Gangguan intra abdomen,salura cerna

,saluran urun,dan organ lain


2. Gangguan organ sekitar
andomen(vertebra,toraks,pelvis,genetalia)
3. Gangguan sistem
persarafan(tumor,ensefalitis dan gangguan
emosi)
4. Gangguan umum(infeksi,alergi)

patogenes
is
Gangguan
pasase organ
bersaluran

Sakit hilang
timbul

kolik

Saluran cerna
Saluran
empedu
Saluran
pankreas
Saluran urine

Persitalsis saluran di
bagian proksimal
sumbatan bertambah

Terganggu total atau


parsial

Rasa sakit

Tek. Intralumen
dibagian proksimal
sumbatan

Pemeriksaan fisik :
Deteksi adanya tanda2 rangsangan peritoneal
Deteksi massa tumor
Deteksi tanda2 lain

Pemeriksaan radiologi:
Foto
polos
abdomen
lihat
peradangan
,obstruksi,desakan organ tertentu,kalsifikasi
Foto barium meal lihat kelainan lumen serta letak
saluran cerna dari lambung sampai rektum
Foto enema barium letak kolon termasuk apendiks
adanya polip,neoplasma sumbatan fekalit

IVP dilakukan bila ada kecurigaan kelainan

saluran urin
Pemeriksaan endoskopi lihat lebih akurat
kelainan lumen lambung duodenum serta
kolon
Terapi
Pembedahan dilakukan bila ditemukan
penemuan dari pemeriksaan fisik maupun
pemeriksaan penunjang

INVAGINAS
I

Definisi
Invaginasi

adalah masuknya segmen usus


proksimal (kearah oral) kerongga lumen usus
yang lebih distal (kearah anal) sehingga
menimbulkan
gejala
obstruksi
berlanjut
strangulasi usus.

Definisi lain Invaginasi atau intususcepti yaitu

masuknya segmen usus (Intesusceptum) ke


dalam segment usus di dekatnya
(intususcipient).

Klasifikasi
Enterik : usus halus ke usus halus
Ileosekal : valvula ileosekalis mengalami

invaginasi prolaps ke sekum dan menarik


ileum di belakangnya. Valvula tersebut
merupakan apex dari intususepsi.
Kolokolika : kolon ke kolon.
Ileokoloika : ileum prolaps melalui valvula
ileosekalis ke kolon.

Epidemiologi
Insidens penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Sekitar

70% ditemukan pada anak2 di < 1 tahun dan frekuensinya


menurun dengan bertambahnya usia anak.
Umumnya invaginasi ditemukan lebih sering pada anak laki

laki, dengan perbandingan antara laki laki dan


perempuan 3:2.
Pada bayi dan anak-anak intususepsi merupakan penyebab

kira-kira 80-90% dari kasus obstruksi. Pada orang dewasa


intususepsi lebih jarang terjadi dan diperkirakan menjadi
penyebab kira-kira 5% dari kasus obstruksi

Etiologi
Sekitar 90-95% terjadi pada anak dibawah 1 tahun

akibat idiopatik
Pada waktu operasi hanya ditemukan penebalan
dinding ileum terminal berupa hipertrophi jaringan
limfoid
(plaque
payer)
akibat
infeksi
virus
(limfadenitis) yang mengikuti suatu gastroenteritis
atau infeksi saluran nafas.
Keadaan ini menimbulkan pembengkaan bagian
intusupseptum, edema intestinal dan obstruksi aliran
vena -> obstruksi intestinal -> perdarahan. Penebalan
ini
merupakan
titik
permulaan
invaginasi.

Lanjutan
Pada

anak dengan umur > 2 tahun


disebabkan oleh tumor seperti limpoma, polip,
hemangioma dan divertikel Meckeli. Penyebab
lain akibat pemberian anti spasmolitik pada
diare non spesifik. Pada umur 4-9 bulan terjadi
perubahan diet makanan dari cair ke padat,
perubahan pola makan dicurigai sebagai
penyebab invaginasi

Patofisiologi
Suatu segmen usus
(mesentrium atau
mesenkolon)

Peradangan
viral

Obstruksi usus
stangulasi

muntah

Lumen usus
bag. distal

Hiperplasi jaringan
limfoid submukosa ileum
terminal

Perdarahan pre
rektal

Kausa

Penebalan
dinding usus
(ileum)

Darah segar
bercampur
lendir

Gambaran Klinis
Bayi dalam keadaan sehat,gizi baik tiba2

menangis diam, main2 atau tertidur lagi


rangsangan muntah defekasi darah segar
dan lendir defekasi hanya darah dan lendir.
Pemeriksaan abdomen mungkin teraba massa
24 jam setelah invaginasi tanda2 obstruksi
usus perut kembung dengan terlihat kontur
& peristaltik usus muntah sudah berwarna
hijau atau sudah fekal massa intra abdomen
sulit diraba

Diagnosis
Trias Invaginasi
Anak mendadak kesakitan episodic, menangis
dan mengangkat kaki (Craping pain), bila
lanjut sakitnya kontinyu
Muntah warna hijau (cairan lambung)
Defekasi feses campur lendir (kerusakan
mukosa) atau darah (lapisan dalam) currant
jelly stool

Lanjutan
Pemeriksaan Fisik :
Teraba massa seperti sosis di daerah
subcostal yang terjadi spontan
Nyeri tekan (+)
Dances sign (+): kekosongan pada
kuadran kanan bawah karena masuknya
sekum pada kolon ascenden
RT:pseudoportio(+), darah (+), lendir(+)

Pemeriksaan Laboratorium

Pada pemeriksaan darah rutin ditemukan peningkatan jumlah


leukosit ( leukositosis > 10.000/mm3. ).
Pemeriksaan Radiologi
Photo polos abdomen : didapatkan distribusi udara didalam

usus tidak merata, usus terdesak ke kiri atas, bila telah lanjut
terlihat tanda tanda obstruksi usus dengan gambaran air
fluid level. Dapat terlihat free air bilah terjadi perforasi.
Barium enema : dikerjakan untuk tujuan diagnosis dan

terapi, untuk diagnosis dikerjakan bila gejala gejala klinik


meragukan, pada barium enema akan tampak gambaran
cupping, coiled spring appearance.

Penatalaksanaan
Pemasangan sonde lambung
Rehidrasi
Fenobarbital dan valium
Pembedahan :
Reposisi barium enema

Lanjutan
Penatalaksanaan invaginasi pada bayi dan anak
mencakup dua tindakan :
Reduksi hidrostatik
Metode ini dengan cara memasukkan barium
melalui anus menggunakan kateter dengan
tekanan tertentu
Reduksimanual(milking)danreseksiusu
s
Reseksi usus dilakukan apabila pada kasus yang
tidak berhasil direduksi dengan cara manual,
bila viabilitas usus diragukan atau ditemukan
kelainan patologis sebagai penyebab invaginasi

Thank
you