Anda di halaman 1dari 8

CARA PENAMAAN OTOT PADA OKF

Otot Dapat Dibedakan Namanya Berdasarkan Karakteristik Berikut


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Size (Ukuran)
Lokasi
Bentuk
Fungsi
Origin dan Insersio otot
Arah serat otot

1. Penamaan otot berdasarkan ukuran

Maximus: terbesar

Minimus: terkecil

Medius: intermedet

Major: lebih besar

Minor: lebih kecil

Brevis: terpendek

Longus: terpanjang

Vastus: great or huge

Pada Otot OKF contohnya adalah : M. zygomaticus major dan M. zygomaticus minor

2. Penamaan otot berdasarkan bentuk

Deltoid: triangular

Rhomboid: diamond shaped

Quadratus: square or four-sided

Trapezius: trapazoidal shaped (trapesium)

Serratus: serrated or saw-toothed

Teres: round or cylindrical shaped

Platysma: flat

Contoh pada OKF : M. Trapezius dan M. platysma

3. Penamaan otot berdasarkan bagian tubuh atau lokasi

Oculi: mata

Oris: mulut

Labii: bibir

Capitis: kepala

Cervicis: leher

Thoracis: thorax

Contoh pada OKF : M. orbicularis oculi, M. depressor anguli oris, M. levator anguli oris, M.
nasalis, M. Temporalis, M.orbicularis oris, dan M.occipitofrontalis, M. Levator labii
superioris

4. Penamaan otot berdasarkan lokasi relatif

Lateralis: di samping / lateral

Medialis: di tengah / midline

Anterior: di depan

Posterior: di belakang

Superior or Superficialis: di atas

Inferior: di bawah

Profundus: dalam / deep

Supra: atas

Infra: bawah / beneath

Sub: bawah / under

Internal: di dalam

Inter: di antara

Dorsi: di belakang

Contoh pada OKF : M. auricularis anterior, M. Auricularis superior, M. Auricularis posterior,


M. medial pterygoid , M. lateral pterygoid

5. Penamaan otot berdasarkan arah serat otot

Rectus: lurus, straight, "erect", paralel ke garis midline

Transversus: transversal atau perpendicular to the midline

Oblique: miring atau diagonal ke garis midline

Orbicularis, Sphincter: mengelilingi / encircle

Comtoh pada OKF : M. orbicularis oculi, M. Orbicularis oris, M. Superior oblique, M.


Inferior oblique

6. Penamaan otot berdasarkan fungsi atau aksi

Flexor: flexes joint, or brings two ends closer together, decreases joint angle
(memendekan)

Extensor: extends joint or bring two ends further apart, increase joint angle
(memanjangkan)

Levator: elevates a structure or part (menaikkan)

Depressor: depresses a structure or part (menurunkan)

Adductor: adducts or moves a part toward the midline (mendekatkan ke garis midline)

Abductor: abducts or moves a part away from the midline (menjauhkan dari garis
midline)

Rotator: rotates one structure relative to another (merotasi)

Contoh pada OKF : M. depressor septi nasi, M. Levator Labii Palatini, M. levator scapulae,
M. levator labii superioris, M. depressor anguli oris, M. depressor labii inferioris, M. levator
palpebrae superioris, M. levator anguli oris

7. Penamaan otot berdasarkan aksi spesial otot tertentu

Buccinator: Seperti pada aksi otot ini dengan penekanan pada pipi yang terjadi ketika
bibir meniup dengan kencang seperti sedang bermain terompet. buccinator artinya
pemain terompet. Sehingga buccinator artinya otot pemain terompet

Risorius: Seperti aksi pada otot wajah ini yang menghasilkan ekspresi wajah tertawa,
yang berasal dari bahasa latin yakni risor (tertawa)

Masseter: Pada aksi otot ini yaitu sebagai otot pengunyahan. Berasal dari bahasa
yunani mastr, yang artinya "a chewer." atau pengunyah.

8. Penamaan otot berdasarkan origin dan insersionya


Bagian pertama berasal dari originnya dan bagian kedua adalah insersionya, yang
digabungkan menjadi sebuah kata untuk nama otot.

M. Stylohyoid : Originnya Styloid Process, Insersionya hyoid bone

M. Mylohyoid : Origonya Garis mylohyoid di mandibula, Insersionya hyoid bone

Sternohyoid: Origonya Sterno pada sternum, Insersionya hyoid bone.

Sternothyroid : Originnya sterno, Insersionya Garis oblique di kartilago thyroid

Thyrohyoid : Originnya Garis oblique di kartilago thyroid, Insersionya tulang hyoid