Anda di halaman 1dari 5

PENANGANAN TORUS PADA GIGI TIRUAN

Torus merupakan suatu pembesaran, penonjolan tulang (exsostosis) yang membulat pada
rongga mulut. Exostosis adalaha suatu pertubuhan benigna jaringan tulang yang menonjol di
luar permukaan tulang. Jika terletak di daerah palatum disebut torus palatinus, sedangkan
terjadi pada daerah lingual ingual disebut torus lingualis. Torus lebih sering terjadi pada
wanita daripada laki-laki. torus biasanya berdiameter 1,5-4 cm.
Torus (Palatinus dan lingualis) merupakan variasi normal setiap individu. Torus tidak
membutuhkan treatmen kecuali jika menjadi besar dan menggangu penempatan gigi tiruan
dan fungsi rongga mulut atau menyebabkan ulcer atau trauma yang berulang.
Penatalaksanaan torus berkaitan dengan pembuatan gigi tiruan diantaranya :
1. Metode bedah
Torus removal surgery, indikasi torus removal adalah bagi orang yang memakai gigi
tiruan terdapat ulserasi yang berulang (kambuhan) dan kesulitan makan dan berbicara.
Menurut Fragiskos (2007) torus removal perlu dilakukan jika torus tersebut membesar
dan pasien merasa terganggu dengan adanya torus tersebut , sedangkan dapat
menghambat fungsi dari rongga mulut itu sendiri.
2. Metode non bedah
Metode non bedah dilakukan dengan cara mendesain basis kerangka logam dengan
pembebasan daerah torus (palatiunus dan lingualis). Untuk torus yang berukuran
besar dan meluas di daerah palatal menggunakan U shape konektor. Indikasi
pemakaian plat palatal bentuk U adalah kehilangan 1 atau lebih gigi anterior dan
posterior atas dan adanya torus palatinus yang luas. Untuk rahang bawah
menggunakan Lingual plate dengan indikasi pemakaian pada kasus torus
mandibularis yang besar sehngga tidak bisa menggunakan batang konvensional.
Pembuatan plat akan menghindari kontak dengan torusdan mempertahankan konektor
tetap lebar dan cukup kuat.
Untuk torus yang berukuran kecil dilakukan pada tahap pengecoran kerangka logam,
daerah torus di isolasi dan dicetak kembali dengan menggunakan gips encer kemudian
dilapisi malam dan dilakukan pengecoran sehingga torus dapat tertutupi kerangka
logam dengan baik.

PENANGANAN MASALAH GIGI TIRUAN BERUJUNG BEBAS


Tidak stabilnya gigi tiruan berujung bebas dapat berupa : gigi tiruan mengungkit pada arah vertikal;
bagian ujung mengungkit pada arah horizontal; rotasi bagian sadel pada poros rotasi sagital ; dan
pergeseran anteroposterior.
Ungkitan Pada Arah Vertikal
Pada ungkitan ini poros rotasi berjalan horizontal pada bidang frontal. Ungkitan pada arah vertikal
dapat dibagi dua macam yaitu ungkitan kearah oklusal, dan ungkitan ke arah apikal.
Ungkitan ke Arah Oklusal (menjauhi lingir alveolar)
Ungkitan ke arah oklusal dapat terjadi pada pengunyahan jenis makanan yang lengket, yang
menyebabkan ujung distal sadel ujung bebas akan terangkat, sedangkan ujung mesialnya karena ada
ujung tangan retentif, akan tetap menempel pada gigi sandaran. Pada awal gerak, poros rotasi ada
pada kedua ujung tangan retentif, selanjutnya poros melalui retainer indirek yang paling dekat dan
terletak mesial dari tangan retentif. Untuk mengatasi ungkitan ke arah oklusal dapat dilakukan :
Perpanjangan landasan lebih jauh ke anterior dari titik retensi makin panjang/jauh ke anterior
landasan/penghubung major maka ungkitan ke arah oklusal makin mudah diatasi. Bagian landasan
yang memanjang ke anterior akan menahan terangkatnya sadel ujung bebas ke arah oklusal. Untuk
gigi tiruan rangka logam penghubung utama/major tidak perlu dibuat terlalu luas/lebar, tetapi harus
cukup panjang.
Disain retainer dibuat menjadi ungkitan kelas II Ungkitan kelas II pada kasus gigi tiruan ujung
bebas terjadi apabila titik fulkrum berada sebelah anterior dari titik retensi. Pada posisi seperti ini
sadel ujung bebas akan tertahan waktu terangkat ke arah oklusal. Makin jauh jarak antara titik
fulkrum, maka kemampuan menahannya akan makin baik. Pada gigi tiruan rangka logam sebaiknya
dibuat retainer indirek yang ditempatkan sejauh mungkin ke anterior.
Menganjurkan pasien agar hati-hati/tidak mengunyah makanan yang lengket. Hal ini merupakan
pencegahan atas penyebabnya, akan tetapi hampir setiap jenis makanan terutama karbohidrat
cenderung bersifat lengket. Yang perlu dihindarkan ialah jenis makanan yang sangat lengket misalnya
jenis dodol dan permen karet.
Ungkitan ke Arah Apikal (ke arah lingir alveolar)
Ungkitan ke apikal terjadi pada saat pengunyahan makanan di daerah sadel ujung bebas. Sadel akan
menekan jaringan pendukung di bawahnya. Akibat adanya perbedaan kompresibilitas jaringan
pendukung yang mendukung sadel ujung bebas, maka terjadi ungkitan pada gigi tiruannya. Gerak dan
kekuatan ungkitan yang terjadi tergantung pada perbedaan kompresibilitas jaringan pendukung,
tekanan penggigitan, dan letak tempat penggigitan. Perbedaan kompresibilitas dapat terjadi antara
mukosa daerah ujung sadel berujung bebas.
Resorpsi Lingir Alveolar
Suatu ungkitan ke arah apikal dari landasan gigi tiruan yang tidak stabil akan menyebabkan tidak
meratanya penyaluran tekanan kunyah. Pada kasus gigi tiruan sebagian lepasan ujung bebas, tekanan
kunyah ke arah apikal akan lebih terkonsentrasi di bagian posterior (daerah ujung bebas), sehingga

akan menimbulkan tekanan berlebih (overload/overfunction), yang selanjutnya akan mengakibatkan


resorpsi lingir alveolar yang lebih hebat di tempat tersebut. Untuk mengatasi ungkitan ke arah apikal
dapat dilakukan :
a. Memperluas landasan ujung bebas (daerah posterior) Makin luas landasan/sadel maka penyaluran
tekanan kunyah per satuan luas tertentu akan makin kecil, sehingga mukosa akan lebih sedikit
tertekan, dan gerak ungkit yang terjadi juga akan makin kecil. Perluasan landasan/sadel yang
maksimal dapat diperoleh dengan cara melakukan muscle trimming baik untuk gigi tiruan rangka
logam maupun gigi tiruan akrilik sederhana.
c. Pencetakan khusus yang mengurangi tekanan terhadap lingir pada saat pengunyahan, misalnya :
pencetakan berganda; pemakaian bahan cetak mukostatik; dan teknik alter cast.
d. Memperkecil luas permukaan oklusal gigi artifisial pada sadel ujung bebas Makin kecil/sempit luas
permukaan kunyah, makin sedikit bagian bolus makanan yang dikunyah, sehingga makin kecil
tenaga/tekanan/gaya yang diperlukan. Dengan demikian tekanan ke apikal terhadap sadel ujung bebas
akan makin kecil. Agar hal ini dapat dicapai, maka dipiilih gigi artifisial berukuran mesiodistal dan
bukolingual yang lebih kecil
e. Mengurangi jumlah gigi artifisial di distal Dengan dikuranginya jumlah gigi artifisial di distal,
maka selain akan mengurangi luas permukaan oklusal, juga akan memperpendek panjang lengan
ungkit (jarak dari titik beban ke titik fulkrum), sehingga apabila disain retainernya ungkitan kelas I,
ungkitan yang terjadi akan lebih kecil.
f. Membuat titik retensi mesial/lebih jauh ke mesial dari titik fulkrum paling distal. Pada ungkitan
kelas I maka dengan bertambah besarnya jarak dari titik fulkrum ke titik retensi, sedangkan jarak
lengan ungkit dan besar beban tetap, maka ungkitan yang terjadi akan lebih kecil. Pembuatan tangan
retentif pada gigi yang lebih ke anterior atau di gigi anterior (kaninus) dapat mengganggu estetika
karena akan lebih banyak bagian logam yang terlihat. Untuk mengatasi hal ini dipilih jenis retainer
yang lebih estetis antara lain: T clasp; I clasp; bahan plastik khusus; atau kombinasi dengan cara
sebagian retainer yang nampak dibuat dari bahan cangk. kawat. Selain itu agar ujung tangan retentif
dapat ditempatkan serendah mungkin mendekati margin gusi, tangan retentif harus dibuat sangat
fleksibel.
Ungkitan Terhadap gigi sandaran
Gigi tiruan yang mengungkit selain dapat menyebabkan resorpsi lingir alveolar yang lebih hebat, juga
dapat mengungkit gigi sandaran apabila disain retainer pada gigi sandaran tersebut menimbulkan
ungkitan kelas I. Faktor utama yang menimbulkan gaya ungkit paling besar adalah tekanan/gaya
kunyah, yang menyebabkan ungkitan bagian sadel ke arah apikal/lingir alveolar. Akibat ungkitan
kelas I gigi tiruan ujung bebas ke apikal, gigi sandaran seolah-olah diputar dan ditarik arah posterior.
Karena hal ini berlangsung kontinu, maka dapat terjadi kerusakan jaringan periodontal.
Bagian Ujung Mengungkit pada Arah Horizontal
Akibat tidak adanya gigi sandaran di ujung distal ujung bebas, bagian ini bebas bergeser/berrotasi
baik ke arah medial maupun ke arah lateral. Poros rotasi yang terjadi berjalan vertikal melalui titik
fulkrum paling distal pada gigi sandaran. Penyebab pergeseran ke lateral atau medial ialah karena
bekerjanya komponen gaya lateral/medial pada fungsi pengunyahan. Untuk mengurangi pergeseran ke
arah tersebut dapat dilakukan usaha-usaha sebagai berikut :

a. Perluasan landasan yang maksimal (ant., post., sisi lain). Perluasan landasan yang maksimal
diperoleh dengan melakukan muscle trimming. Landasan yang lebih luas akan memberikan tahanan
gesekan yang lebih besar yang akan mengurangi bergesernya landasan ke arah lateral/medial.
Besarnya tahanan ini akan bertambah apabila lingir alveolarnya masih tinggi.
b. Retainer indirek (makin ke anterior > baik) Adanya retainer indirek yang menempati seat (lekuk
dudukan) di anterior akan menahan sadel ujung bebas bergeser ke arah lateral/medial. Seperti halnya
pada ungkitan, makin jauh retainer indirek ke titik fulkrum, maka akan makin besar kemampuannya
untuk menahan pergeseran titik beban ke arah apikal.
c. Menghilangkan sangkutan oklusi (interference) Gigi artifisial disusun sesuai dengan kaidah Hukum
Artikulasi, dan menghilangkan disharmoni oklusal waktu artikulasi perlu dilakukan baik pada saat
remounting maupun grinding in.
d. Gigi artifisial non-anatomik Pemakaian gigi artifisial non-anatomik juga akan menghilangkan
terjadinya komponen gaya kunyah yang mengarah ke lateral/medial.
Rotasi Bagian Sadel pada Poros Rotasi Sagital
Bagian sadel dapat berotasi dengan poros melalui puncak lingir alveolar. Pada sadel ujung bebas satu
sisi sehubungan tidak ada gigi penyanggadi posterior sadel, cenderung lebih mudah terjadi. Untuk
mencegah atau mengurangi kemungkinan ini, dapat dilakukan tindakan-tindakan berikut :
a. Perluasan landasan ke sisi lain Perluasan penghubung major/landasan ke sisi lain akan mencegah
terputarnya sadel ke arah medial pada poros rotasi sagital.
b. Retensi di sisi lain Adanya retensi di sisi lain akan mencegah penghubung major/landasan di sisi
ini terangkat, sehingga selanjutnya akan mencegah sadel ujung bebas terputar ke arah lateral.
c. Sandaran oklusal yang lebih lebar Lebar sandaran oklusal yang biasa kira-kira sepertiga lebar
permukaan oklusal gigi sandarannya. Untuk dapat lebih mencegah terputarnya sadel ujung bebas,
lebar sandaran oklusal harus ditambah. Pada gigi tiruan rangka logam hal ini mudah diperoleh, akan
tetapi untuk gigi tiruan akrilik sandaran oklusal yang dibuat dari cangk. kawat ukurannya jauh lebih
kecil dari sepertiga lebar permukaan oklusal gigi sandaran. Untuk mengatasi kekurangan ini sandaran
oklusal pada satu tempat dibuat dari beberapa cangk. kawat yang disusun melebar.
d. Tangan retentif di permukaan bukal dan mesial gigi sandaran (mod. Akers) Apabila tangan retainer
baik di bukal maupun lingual bersifat retentif, maka kedua tangan retainer ini dapat mengurangi
terputarnya sadel baik ke arah medial maupuin lateral.
e. Perluasan landasan maksimal Landasan yang lebih luas terutama ke medial maupun lateral akan
lebih dapat mencegah terputarnya sadel. Perluasan landasan yang maksimal ke bagian forniks maupun
ke posterior dapat dilakukan dengan muscle trimming. Pergeseran Anteroposterior
Pada kasus all tooth supported Pergeseran sadel ke arah mesial maupun distal dapat dicegah karena
baik sebelah mesial maupun sebelah distal tertahan oleh gigi kodrat. Pada gigi tiruan berujung bebas
karena sebelah distal dari sadel sudah tidak ada lagi gigi kodrat, maka sadel ujung bebas mudah sekali
bergeser ke arah posterior. Untuk mencegah bagian sadel ujung bebas tergeser ke arah posterior dapat
dilakukan hal-hal berikut :

a. Retainer merangkum gigi sandaran > 200 Dengan cara ini hampir seluruh gigi sandaran
dirangkum oleh tangan retainer, sehingga dapat mencegah pergeseran sadel baik ke arah distal
maupun ke mesial. Untuk gigi tiruan rangka logam dapat dipilih retainer
Ring Clasp atau Back Action Clasp. Untuk gigi tiruan akrilik sederhana agak tidak mudah, karena
tangan retainer cangk. kawat yang terlalu panjang akan sangat lemah sekali (misalnya C clasp),
sehingga untuk mengatasinya perlu tambahan lain.
b. Sandaran oklusal diletakkan di bagian mesial permukaan oklusal gigi sandaran. Dengan
meletakkan sandaran oklusal di tempat ini pergeseran sadel ujung bebas ke posterior dapat dicegah.
Baik untuk gigi tiruan rangka logam maupun akrilik sederhana dapat dibuat membuat retainer yang
berjalan dari mesial ke distal.
c. Retainer indirek Dengan menempatkan indirek retainer di gigi anterior, akan mencegah pergeseran
sadel ujung bebas ke posterior.
d. Ada sadel all tooth supported (sadel lain di mesial sadel ujung bebas)
Sadel lain yang menempati daerah tidak bergigi sebelah anterior sadel ujung bebas juga akan
menahan bergesernya sadel ujung bebas ke posterior.