Anda di halaman 1dari 4

ANGGARAN PRODUKSI

PENGANGGARAN BISNIS

Di Susun Oleh:
Miori (141120229)
Wiliam (141120178)

MANAJEMEN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA

Anggaran produksi dalam arti sempit juga disebut Anggaran Jumlah yang Harus
Diproduksi adalah suatu perencanaan tingkat atau volume barang yang harus
diprodusir oleh perusahaan agar sesuai dengan volume atau tingkat penjualan yang
telah direncanakan.
Perencanaan produksi mencakup masalah-masalah yang bersangkutan dengan
penentuan:

Tingkat produksi
Kebutuhan fasilitas- fasilitas produksi
Tingkat persediaan barang jadi

Dalam pelaksanaannya pada kehidupan perusahaan sehari- hari terdapat kebijakan


tertentu tentang tingkat produksi dan tingkat persediaan barang. Cara pendekatan yang
berbeda dalam penyusunan Anggaran Produksi:
a) Kebijaksanaan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi, dengan
tingkat persediaan barang dibiarkan mengambang.
b) Kebijakan yang mengutamakan pengendalian tingkat persediaan barang,
dengan tingkat produksi dibiarkan mengambang.
c) Kebijakan yang merupakan kombinasi dari kedua kebijaksanaan yang disebut
terdahulu, dimana tingkat produksi maupun tingkat persediaan sama- sama
berubah dalam batas- batas tertentu.

TUJUAN PENYUSUNAN ANGGARAN PRODUKSI


1) Menunjang kegiatan penjualan, sehingga barang dapat disediakan sesuai
dengan yang telah direncanakan
2) Menjaga tingkat persediaan yang memadai. Artinya: tingkat persediaan yang
tidak terlalu besar, tidak pula terlalu kecil. Prinsip manajemen produksi
menyatakan bahwa tingkat persediaan yang terlalu besar mengakibatkan
banyaknya gangguan, kekurangan persediaan bahan mentah mendatangkan
gangguan pada proses produksi, sedangkan kekurangan persediaan barang jadi

mengakibatkan banyaknya langganan yang kecewa dan hilangnya peluang


memperoleh keuntungan
3) Mengatur produksi sedemikian rupa sehingga biaya- biaya produksi barang yang
dihasilkan akan seminimal mungkin.
Dalam menentukan kapan suatu barang akan diprodusir, terlebih dahulu diperkirakan:
1) Lamanya proses produksi, yakni jangka waktu yang diperlukan untuk
memproses bahan mentah menjadi barang jadi
2) Jumlah barang yang akan dihasilkan selama satu periode, dengan melihat
kembali Anggaran Penjualan
Dalam menentukan atau memperkirakan jangka waktu produksi dan jumlah barang
yang akan dihasilkan, ada beberapa faktor harus dipertimbangkan, seperti:
1)
2)
3)
4)
5)

Fasilitas Pabrik
Fasilitas Pergudangan
Stabilitas Tenaga Kerja
Stabilitas Bahan Mentah
Modal yang Digunakan

MENUYSUN ANGGARAN PRODUKSI


1) Mengutamakan Stabilitas Produksi
2) Mengutamakan Pengendalian Tingkat Persediaan
3) Cara Kombinasu dimana Baik Tingkat Persdiaan maupun Tingkat produksi
sama- sama Berfluktuasi pada Batas- Batas Tertentu

KEBIJAKSANAAN PERSEDIAAN
Setiap perusahaan harus mempunyai kebijaksanaan persediaan yang jelas,
yang gunanya antara lain:

1) Untuk menempatkan perusahaan pada posisi yang selalu siap untuk melayani
penjualan, baik pada saat- saat biasa maupun bilamana ada pesanan secara
mendadak.
2) Untuk membantu dicapainya kapasitas produksi yang kontinyu dan seimbang.
Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelun diputuskan berapa
besarnya persediaan. Faktor- faktor tersebut adalah:
1) Daya tahan daripada barang yang akan disimpan
2) Sifat penawaran (bahan mentah)
3) Biaya- biaya yang timbul, seperti:
Sewa gudang
Biaya pemeliharaan
Biaya asuransi
Pajak atas barang di gudang
Modal yang diserap
Bunga pinjaman, dll
4) Besarnya modal kerja yang tersedia
5) Risiko- risiko yang harus ditanggung
Risiko pada umumnya berasal dari 3 sumber, yaitu:
Manusia
Alam
Sifat barang itu sendiri

Anggaran Produksi sebagai Alat Perencanaan, Pengkoordinasian dan


Pengawasan
Anggaran produksi berfungsi sebagai alat perencanaan, pengkoordinasian dan
pengawasan. Dalam hubungannya dengan fungsi pengawasan, hal- hal utama yang
perlu diperhatikan adalah pengawasan bahan mentah, penganalisaan proses produksi,
penentuan routing dan scheduling, pemberian kerja (dispatching) dan akhirnya sampai
kepada follow-up.