Anda di halaman 1dari 19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI
Lainnya BlogBerikut

BuatBlog Masuk

Berbagi Ilmu Pengetahuan Yuukzz...


^_^
Beranda
Home

AboutMe

Contact

DaftarIsi

PilihBahasa
Diberdayakanoleh

Terjemahan

Cari Blog Ini

Selasa, 21 April 2015

Blog Archive
2015 (4)

Cari

Perbedaan RME, PMR, dan PMRI

April (4)
Persamaan
Diophantine
Non Linear
Sederhana
Tripel ...

I.PEMBAHASAN

Perbandingan
Diskonto
Perbedaan
RME, PMR,
dan PMRI

Entri Populer
Diskonto
I.

PENDAHULUAN
Dalam makalah ini
dibahas mengenai
pengertian diskonto,
cara menentukan
diskonto, dan
penerapan...
Perbedaan RME,
PMR, dan PMRI
I.
PEMBAHASAN 1.1
Realistic
Mathematics
Education (RME)
Realistic
Mathematics
Education (RME)
mer...
Perbandingan
I.

PENDAHULUAN 1.1
Latar
Belakang
Matematika
merupakan salah

1.1RealisticMathematicsEducation(RME)
Realistic Mathematics Education (RME) merupakan salah satu
pendekatan pembelajaran matematika yang berorientasi pada
matematisasi pengalaman seharihari dan menerapkannya dalam
kehidupanseharihari.
Realistic Mathematics Education (RME) merupakan teori
pembelajaran matematika yang dikembangkan di negeri Belanda
oleh Freudhenthal pada tahun 1973. Menurut Freudhental
matematika merupakan aktivitas manusia (mathematics as a human
activity) dan harus dikaitkan dengan realita (de Lang, 1999
Gravemeijer,1994).
BerdasarkanhasilTheThirdInternationalMathematicsandScience
Study (TIMSS) tahun 2000. Menurut Freudhenthal, aktivitas pokok
yangdilakukandalamRMEmeliputi:
a. Menemukan masalahmasalah atau soalsoal kontekstual
(lookingforproblems).
b.Memecahkanmasalah(problemsolving).
c.Mengorganisasikanbahanajar(organizingasubjectmatter).
Hal ini dapat berupa realitasrealitas yang perlu diorganisasikan
secara matematis dan juga ideide matematika yang perlu
diorganisasikan dalam konteks yang lebih luas. Kegiatan
pengorganisasianinidisebutmatematisasi.
Terkait dengan aktivitas matematisasi dalam belajar matematika,
Freudenthal (dalam Panhuizen, 1996: 11) menyebutkan dua jenis
matematisasi yaitu matematisasi horisontal dan vertikal dengan
penjelasansepertiberikut:
1. Matematisasi horisontal menyangkut proses transformasi
masalahnyataatausehariharikedalambentuksimbol.
Contoh:
Matematisasihorisontaladalahpengidentifikasian,perumusan
dan pemvisualisasian masalah dengan caracara yang berbeda
olehsiswa.

satu ilmu
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

Mengenai Saya

putri novita
Ikuti

Lihat profil
lengkapku

Labels
Diskonto
Matematika
Matematika
Kejuruan
Matematika Sekolah
Pembelajaran
Inovatif 2
Perbandingan
Perbedaan RME PMR
dan PMRI
Persamaan
Diophantine Non
Linear Sederhana

1/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI
satu ilmu
pengetahuan yang
sangat pentin...
Persamaan
Diophantine Non
Linear Sederhana
Tripel Pythagoras
PERSAMAAN
DIOPHANTINE
NON LINEAR
SEDERHANA
TRIPEL
PYTHAGORAS
BAB I
PENDAHULUAN
Per...

2. Matematisasi vertikal merupakan proses yang terjadi dalam


lingkupsimbolmatematikaitusendiri.

Linear Sederhana
Tripel Pythagoras

Contoh:
Matematisasi vertikal adalah presentasi hubunganhubungan

Teori Bilangan

dalam rumus, menghaluskan dan menyesuaikan model

Recen
t
Posts

matematika, penggunaan modelmodel yang berbeda,


perumusanmodelmatematikadanpenggeneralisasian.
Berdasarkan matematisasi horisontal dan vertikal, pendekatan
dalampendidikanmatematikadapatdibedakanmenjadiempatjenis
yaitu pendekatan mekanistik, empiristik, strukturalistik, dan
realistik(dalamDepdiknas,2005:95).
1.PendekatanMekanistik
Pendekatan mekanistik merupakan pendekatan tradisional
dan didasarkan pada apa yang diketahui dari pengalaman
sendiri (diawali dari yang sederhana ke yang lebih kompleks).
Dalam pendekatan ini manusia dianggap sebagai mesin. Jenis
matematisasiinitidakdigunakan.
2.PendekatanEmpiristik
Pendekatan empiristik adalah suatu pendekatan dimana
konsepkonsep matematika tidak diajarkan, dan diharapkan
siswadapatmenemukanmelaluimatematisasihorisontal.
3.PendekatanStrukturalistik
Pendekatan strukturalistik merupakan pendekatan yang
menggunakan

sistem

formal,

misalnya

pengajaran

penjumlahan cara panjang perlu didahului dengan nilai


tempat, sehingga suatu konsep dicapai melalui matematisasi
vertikal.
4.PendekatanRealistic
Pendekatan realistik adalah suatu pendekatan yang
menggunakan masalah realistik sebagai pangkal tolak
pembelajaran. Melalui aktivitas matematisasi horisontal dan
vertikal

diharapkan

siswa

dapat

menemukan

dan

mengkonstruksikonsepkonsepmatematika.
TabelTipePendekatanPembelajaranMatematika
Tipe

MatematikaHorizontal

MatematikaVertikal

Mekanistik

Empiristik

Strukturalistik

Realistik

Sumber:Freudenthal,(1991:48)
Tanda+berartiperhatianbesaryangdiberikanolehsuatujenis
pendekatan terhadap jenis matematisasi tertentu, sedangkan tanda
berarti kecil atau tidak ada sama sekali tekanan suatu jenis
pendekatan terhadap jenis matematisasi tertentu. Berdasar hal ini
tampak bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan
realistik memberi perhatian yang cukup besar, baik pada kegiatan
matematisasi horisontal maupun vertikal jika dibandingkan dengan
tigapendekatanyanglain.
2.2.1PrinsipprinsipRealisticMathematicEducation(RME)
Menurut Gravemeijer (1994: 9091) dalam pembelajaran
matematikayangmenggunakanpendekatanRMEterdapattiga
prinsiputamayaitu:
1)PenemuanKembaliTerbimbing(GuidedReinvention)dan
MatematisasiProgresif(ProgressiveMathematization)
Menurut Gravemijer (1994: 90), berdasar prinsip
reinvention, para siswa semestinya diberi kesempatan
untuk mengalami proses yang sama dengan proses saat
matematika ditemukan. Sejarah matematika dapat
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

2/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

dijadikan sebagai sumber inspirasi dalam merancang


materipelajaran.Selainituprinsipreinventiondapatpula
dikembangkan berdasar prosedur penyelesaian informal.
Dalam hal ini strategi informal dapat dipahami untuk
mengantisipasi prosedur penyelesaian formal. Untuk
keperluan tersebut maka perlu ditemukan masalah
kontekstual yang dapat menyediakan beragam prosedur
penyelesaian serta mengindikasikan rute pembelajaran
yang berangkat dari tingkat belajar matematika secara
nyata ke tingkat belajar matematika secara formal
(progressivemathematizing).
2)FenomenologiDidaktis(DidacticalPhenomenology)
Yang dimaksud fenomenologi didaktis adalah para
siswa dalam mempelajari konsepkonsep, prinsipprinsip
ataumaterilainyangterkaitdenganmatematikabertolak
dari masalahmasalah kontekstual yang mempunyai
berbagai kemungkinan solusi, atau setidaknya dari
masalahmasalah yang dapat dibayangkan siswa sebagai
masalahnyata.
Gravemeijer(1994:90)menyatakan,berdasarprinsip
inipenyajiantopiktopikmatematikayangtermuatdalam
pembelajaran matematika realistik disajikan atas dua
pertimbanganyaitu:
1.

Memunculkan ragam aplikasi yang harus

diantisipasidalamprosespembelajaran.
2. Kesesuaiannya sebagai hal yang berpengaruh
dalamprosesprogressivemathematizing.
3) Mengembangkan Modelmodel Sendiri (SelfDeveloped
Model)
Yangdimaksudmengembangkanmodeladalahdalam
mempelajari konsepkonsep, prinsipprinsip atau materi
lain yang terkait dengan matematika, dengan melalui
masalahmasalahkonteksual,siswaperlumengembangkan
sendiri modelmodel atau caracara menyelesaikan
masalah tersebut. Modelmodel atau caracara tersebut
dimaksudkan sebagai wahana untuk mengembangkan
proses berpikir siswa, dari proses berpikir yang paling
dikenal siswa, ke arah proses berpikir yang lebih formal.
Jadi dalam pembelajaran guru tidak memberikan
informasi atau menjelaskan tentang cara penyelesaian
masalah, tetapi siswa sendiri yang menemukan
penyelesaiantersebutdengancaramerekasendiri.
2.2.2KarakteristikRealisticMathematicEducation(RME)
Menurut Zulkardi (dalam Kania, 2006:19), pedekatan
matematikarealistikmemilikilimakarakteristik,yaitu:
1.TheUseofContext(PenggunaanKonteks)
Konteks dalam PMR ini adalah konteks Dunia
Nyatayangtidakhanyasebagaisumbermatematisasi
tetapi juga sebagai tempat untuk mengaplikasikan
kembali matematika. Pembelajaran matematika
realistikdiawalidenganmasalahmasalahyangnyata,
sehingga siswa dapat menggunakan pengalaman
sebelumnya secara langsung. Proses pencarian (inti)
dari proses yang sesuai dari situasi nyata yang
dinyatakanolehDeLange(1987)sebagaimatematisasi
konseptual. Dengan pembelajaran matematika
realistik siswa dapat mengembangkan konsep yang
lebih komplit. Kemudian siswa juga dapat
mengaplikasikan konsepkonsep matematika ke
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

3/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

bidang baru dan dunia nyata. Oleh karena itu untuk


membatasi

konsepkonsep

pengalaman

seharihari

matematika
perlu

dengan

diperhatikan

matematisasi pengalaman seharihari dan penerapan


matematikadalamseharihari.
2.TheUseofModels(PenggunaanModel)
Istilah model ini berkaitan dengan model situasi
danmodelmatematikayangdikembangkanolehsiswa
sendiri. Dan berperan sebagai jembatan bagi siswa
dari situasi real ke situasi abstrak atau dari
matematika informal ke matematika formal. Artinya
siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan
masalah. Model situasi merupakan model yang dekat
dengan dunia nyata siswa. Generalisasi dan
formalisasi model tersebut. Melalui penalaran
matematika modelof akan bergeser menjadi model
formasalahyangsejenis.Padaakhirnyaakanmenjadi
modelmatematikaformal.
3.TheUseofStudentsOwnProductionandConstruction
(PenggunaanKontribusidariSiswaSendiri)
Menggunakan produksi dan konstruksi, Streefland
(1991) menekankan bahwa dengan pembuatan
produksi bebas siswa terdorong untuk melakukan
refleksi pada bagian yang mereka anggap penting
dalam proses belajar. Strategistrategi formal siswa
yang

berupa

prosedur

pemecahan

masalah

konstekstual merupakan sumber inspirasi dalam


pengembanganpembelajaranlebihlanjutyaituuntuk
mengkonstruksipengetahuanmatematikaformal.
4.

The Interactive Character of Teaching Process

(InteraktifitasdalamProsesPengajaran)
Interaktifantarasiswadengangurumerupakanhal
yang mendasar dalam pembelajaran matematika
realistik. Bentukbentuk interaktif antara siswa
dengan guru biasanya berupa negoisasi, penjelasan,
pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan,
digunakan untuk mencapai bentuk formal dari
bentukbentukinformalsiswa.
5.

The Intergration of Various Learning Strands

(Terintegrasi dengan Berbagai Topik Pengajaran


Lainnya)
Menggunakan keterkaitan dalam pembelajaran
matematika realistik. Dalam pembelajaran ada
keterkaitan dengan bidang yang lain, jadi kita harus
memperhatikan juga bidangbidang yang lainnya
karena akan berpengaruh pada pemecahan masalah.
Dalam mengaplikasikan matematika biasanya
diperlukan pengetahuan yang kompleks, dan tidak
hanya aritmatika, aljabar, atau geometri tetapi juga
bidanglain.
Karakteristik RME, menurut de Lange (1987) dan
Gravemeijer(1994),sebagaipenjabarandariketigalevelVan
Hiele,FenomenologiDidaktikFreudenthaldanMatematisasi
ProgresifTreffers(1991)adalahsebagaiberikut:
1. Penggunaan konteks dalam eksplorasi secara
fenomenologis (mathematics as human activity and the
useofcontext)
2.Penggunaanmodelataupenghubungsebagaijembatan
untuk mengkonstruksi konsep matematisai horisontal
danvertikal
3.Penggunaankreasidankontribusisiswa
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

4/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

4.Sifatinteraktifprosespembelajaran
5. Saling berkaitan antara aspekaspek atau unitunit
matematika(intertwinement)
2.2.3LangkahlangkahRealisticMathematicsEducation(RME)
Meninjau karakteristik interaktif dalam pembelajaran
matematika realistik di atas tampak perlu sebuah rancangan
pembelajaran yang mampu membangun interaksi antara siswa
dengan siswa, siswa dengan guru, atau siswa dengan
lingkungannya. Dalam hal ini, Asikin (2001: 3) berpandangan
perlunya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengkomunikasikan ideidenya melalui presentasi individu,
kerja kelompok, diskusi kelompok, maupun diskusi kelas.
Negosiasi dan evaluasi sesama siswa dan juga dengan guru
adalah faktor belajar yang penting dalam pembelajaran
konstruktif ini. Implikasi dari adanya aspek sosial yang cukup
tinggi dalam aktivitas belajar siswa tersebut maka guru perlu
menentukan metode mengajar yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan tersebut. Salah satu metode mengajar yang dapat
memenuhitujuantersebutadalahmemasukkankegiatandiskusi
dalampembelajaransiswa.
Menurut Kemp (1994: 169) diskusi adalah bentuk
pengajaran tatap muka yang paling umum digunakan untuk
saling tukar informasi, pikiran dan pendapat. Lebih dari itu
dalam sebuah diskusi proses belajar yang berlangsung tidak
hanya kegiatan yang bersifat mengingat informasi belaka,
namun juga memungkinkan proses berfikir secara analisis,
sintesisdanevaluasi.Selanjutnyaperlupuladitentukanbentuk
diskusi yang hendak dilaksanakan dengan mempertimbangkan
kondisi kelas yang ada. Misalkan jika pembelajaran dilakukan
dalam sebuah kelas yang pada umumnya beranggotakan 40
sampai 44 siswa dengan penempatan siswa yang sulit untuk
membentukkelompokdiskusibesar,makainteraksiantarsiswa
dimunculkan

melalui

diskusi

kelompok

kecil

secara

berpasanganselaindiskusikelas.
Mendasarkanpadakondisikelassepertiuraiandiatasserta
beberapa karakteristik dan prinsip pembelajaran matematika
realistik, maka Soedjadi (2001: 3) menyatakan bahwa dalam
pembelajaran matematika realistik juga diperlukan upaya
mengaktifkan siswa. Upaya itu dapat diwujudkan dengan
langkahlangkah:
1.Memahamimasalahkontekstual
Pada langkah ini guru menyajikan masalah
kontekstual kepada siswa. Selanjutnya guru meminta
siswauntukmemahamimasalahituterlebihdahulu.
Karakteristik pembelajaran matematika realistik
yang muncul pada langkah ini adalah menggunakan
konteks. Penggunaan konteks terlihat pada penyajian
masalah kontekstual sebagai titik tolak aktivitas
pembelajaransiswa.
2.Menjelaskanmasalahkontekstual
Langkahiniditempuhsaatsiswamengalamikesulitan
memahami masalah kontekstual. Pada langkah ini guru
memberikan bantuan dengan memberi petunjuk atau
pertanyaan seperlunya yang dapat mengarahkan siswa
untukmemahamimasalah.
Karakteristik pembelajaran matematika realistik
yang muncul pada langkah ini adalah interaktif, yaitu
terjadinya interaksi antara guru dengan siswa maupun
antara siswa dengan siswa. Sedangkan prinsip guided
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

5/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

reinvention setidaknya telah muncul ketika guru


mencoba memberi arah kepada siswa dalam memahami
masalah.
3.Menyelesaikanmasalahkontekstual
Padatahapinisiswadidorongmenyelesaikanmasalah
kontekstual secara individual berdasar kemampuannya
dengan memanfaatkan petunjukpetunjuk yang telah
disediakan. Siswa mempunyai kebebasan menggunakan
caranya sendiri. Dalam proses memecahkan masalah,
sesungguhnya siswa dipancing atau diarahkan untuk
berfikir menemukan atau mengkonstruksi pengetahuan
untuk dirinya. Pada tahap ini dimungkinkan bagi guru
untuk memberikan bantuan seperlunya (scaffolding)
kepadasiswayangbenarbenarmemerlukanbantuan.
Padatahapini,duaprinsippembelajaranmatematika
realistik yang dapat dimunculkan adalah guided
reinvention and progressive mathematizing dan self
developed models. Sedangkan karakteristik yang dapat
dimunculkan

adalah

penggunaan

model.

Dalam

menyelesaikan masalah siswa mempunyai kebebasan


membangunmodelatasmasalahtersebut.
4.Membandingkandanmendiskusikanjawaban
Padatahapinigurumulamulamemintasiswauntuk
membandingkan dan mendiskusikan jawaban dengan
pasangannya. Diskusi ini adalah wahana bagi sepasang
siswa mendiskusikan jawaban masingmasing. Dari
diskusi ini diharapkan muncul jawaban yang dapat
disepakati oleh kedua siswa. Selanjutnya guru meminta
siswa untuk membandingkan dan mendiskusikan
jawaban yang dimilikinya dalam diskusi kelas. Pada
tahap ini guru menunjuk atau memberikan kesempatan
kepada pasangan siswa untuk mengemukakan jawaban
yang dimilikinya ke muka kelas dan mendorong siswa
yang lain untuk mencermati dan menanggapi jawaban
yangmunculdimukakelas.
Karakteristik pembelajaran matematika realistik
yang muncul pada tahap ini adalah interaktif dan
menggunakan kontribusi siswa. Interaksi dapat terjadi
antara siswa dengan siswa juga antara guru dengan
siswa.Dalamdiskusiinikontribusisiswabergunadalam
pemecahanmasalah.
5.Menyimpulkan
Dari hasil diskusi kelas guru mengarahkan siswa
untuk menarik kesimpulan mengenai pemecahan
masalah, konsep, prosedur atau prinsip yang telah
dibangun bersama. Pada tahap ini karakteristik
pembelajaran matematika realistik yang muncul adalah
interaktifsertamenggunakankontribusisiswa.
2.2.4AplikasiRealisticMathematicsEducation(RME)
Pembelajaran matematika realistik cocok digunakan
sebagai pengantar dan juga pada pelajaran inti dari suatu
proses pembelajaran. Pada pengantar pelajaran guru dapat
memancing minat belajar siswa dengan cara memberikan
pertanyaanpertanyaan tentang bendabenda di sekitar siswa
yang berhubungan dengan matematika. Sementara itu, pada
pelajaran inti guru dapat menggunakan metode pembelajaran
yang sesuai dengan konsep PMR. Misalnya diskusi, praktek
langsungmaupunmelakukanpembelajarandiluarkelas.
Contoh materi yang dapat disampaikan dengan
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

6/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

menggunakan pembelajaran matematika realistik ini antara


lain adalah materi tentang pengukuran, bangun datar, dan
bangunruang.
PenerapanPendekatanRMEpadaKonsepBangunDatar
Langkahlangkah pendekatan RME pada materi bangun
datar,yaitu:
a)Siswamembawabangundataryangterbuatdarikardus.
b) Siswa secara berkelompok mempelajari tentang luas
persegipanjang.
c)

Guru memberikan persoalan pada siswa tentang

bagaimana mencari luas bangun segitiga, belah ketupat,


trapesiumdanlayanglayang.
d) Guru menginstruksikan pada tiap kelompok untuk
mencari luas bangun tersebut dari turunan rumus
persegi panjang. Dengan cara memotong bangun datar
yang terbuat dari kardus agar menjadi persegi panjang
seperticontohberikutini:
(bangunjajargenjangsebelumdipotong)

(bangunjajargenjangsetelahdipotong)

Jadiluasjajarangenjangadalahalasjajargenjang
dikalikantinggijajargenjangsesuailuasdaripersegi
panjang.
e)Gurumempersilakanbeberapasiswauntukmenjelaskan
tentangpermasalahanyangmerekapahami.
f) Siswa saling bekerja sama untuk menyelesaikan
permasalahnsecaraberkelompok.
g) Guru memberikan waktu untuk tiaptiap kelompok
membandingkandanmendiskusikanjawabanmereka.
h) Guru mengarahkan pada siswa untuk menyimpulkan
jawabandaripemasalahan.

2.2.5KelebihandanKekuranganRealisticMathematicsEducation
(RME)
Model pembelajaran matematika realistik ini memiliki
beberapakelebihandankelemahan(Marpaung,2001).
Kelebihan
a.Siswatidakmudahlupadenganpengetahuanyangia
dapatkan
b.Prosespembelajaranmenyenangkan
c.Siswamerasadihargaidansemakinterbuka
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

7/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

d.Memupukkerjasamadalamkelompok
e.Melatihkeberaniansiswadalammenjawabsoalsoal
f.

Melatih siswa untuk terbiasa berfikir dan

mengemukakanpendapat
g. Pendidikan budi pekerti, misalnya saling kerjasama
danmenghormatitemanyangsedangberbicara
Kelemahan:
a.

Siswa masih kesulitan dalam menemukan

penyelesaiansoalsoalsendiri
b. Membutuhkan waktu yang relatif lama terutama
bagisiswayanglemah
c.Siswayangpandaikadangkadangtidaksabaruntuk
menantitemannyayangbelumselesai
d. Membutuhkanalatperagayangsesuaidengansituasi
pembelajaran
e. Belumadapedomanpenilaiansehinggagurumerasa
kesulitandalamevaluasi
Menurut pendapat Suwarsono (2001: 5) terdapat beberapa
kelebihan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR)
antaralain:
1.PMRmemberikanpengertianyangjelasdanoperasional
kepada siswa tentang keterkaitan antara matematika
dengan kehidupan seharihari (kehidupan dunia nyata)
dankegunaanmatematikapadaumumnyabagimanusia.
2.PMRmemberikanpengertianyangjelasdanoperasional
kepada siswa bahwa matematika adalah suatu bidang
kajianyangdikonstruksidandikembangkansendirioleh
siswatidakhanyaolehmerekayangdisebutpakardalam
bidangtersebut.
3.PMRmemberikanpengertianyangjelasdanoperasional
kepada siswa bahwa cara penyelesaian suatu soal atau
masalah tidak harus tunggal, dan tidak harus sama
antaraorangyangsatudenganorangyanglain.
4.PMRmemberikanpengertianyangjelasdanoperasional
kepada siswa bahwa dalam mempelajari matematika,
proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama,
dan untuk memperlajari matematika orang harus
menjalani prose situ dan berusaha untuk menemukan
sendiri konsepkonsep matematika, dengan bantuan
pihaklainyangsudahlebihtahu(misalnyaguru).
Sedangkan beberapa kelemahan PMR, menurut Suwarsono
(2001)yangmerupakantantanganyangakandihadapiguru
dalampelaksanaanPMR,antaralain:
1. Upaya mengimplementasikan PMR membutuhkan
banyak perubahan paradigma bagi guru, siswa,
peranan sosial, peranan konteks dan peranan alat
peraga.
2.Pencariansoalsoalkontekstualyangmemenuhisyarat
syarat yang dituntut PMR tidak mudah untuk setiap
topikmatematikayangperludipelajarisiswa,terlebih
lebih karena soalsoal tersebut harus bisa diselesaikan
denganbermacammacamcara.
3. Upaya mendorong siswa agar bisa menemukan
berbagai cara untuk menyelesaikan soal juga
merupakanhalyangtidakmudahdilakukanolehguru.
4. Proses pengembangan kemampuan berpikir siswa,
melalui soalsoal kontekstual, proses matematisasi
horisontaldanprosesmatematisasivertikaljugabukan
merupakansesuatuyangsederhana,karenaprosesdan
mekanismeberpikirsiswaharusdiikutidengancermat,
agar guru bisa membantu siswa dalam melakukan
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

8/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

penemuankembalikonsepkonsepmatematikatertentu.
1.2PendidikanMatematikaRealistikIndonesia(PMRI)
Terkait

dengan

pendekatan

pembelajaran

matematika,

pendekatan matematika realistik saat ini sedang dikembangkan di


Indonesia, yang selanjutnya dikenal dengan Pendidikan Matematika
RealistikIndonesia(PMRI).Pendekataninimerupakanadaptasidari
pendekatan

Realistic

Mathematics

Education

(RME)

yang

dikembangkan di Belanda oleh Freudenthal. PMRI merupakan


pendekatan pembelajaran yang menekankan aktivitas insani, dalam
pembelajarannya digunakan konteks yang sesuai dengan situasi di
Indonesia.
DasarfilosofiyangdigunakandalamPMRIadalahkontruktivisme
yaitudalammemahamisuatukonsepmatematikasiswamembangun
sendiri pemahaman dan pengertiannya. Karakteristik dari
pendekatan ini adalah memberikan kesempatan seluasluasnya
kepada siswa untuk mengkonstruksi atau membangun pemahaman
danpengertiannyatentangkonsepyangbarudipelajarinya.
MenurutZulkardi(2000)PMRIadalahpendekatanpembelajaran
yang bertitik tolak dari halhal yang real bagi siswa, menekankan
keterampilan

proses

of

doing

mathematics, berdiskusi

berkolaborasi berargumentasi dengan teman sekelas sehinga dapat


menemukansendiridanpadaakhirnyamenggunakanmatematikaitu
untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun
kelompok.
PendidikanMatematikaRealistikIndonesiamulaidiujicobakandi
Indonesiapadatahun2002.PadaawalnyaterdapatempatUniversitas
yangterlibatdalampengembanganPMRI,yaituUPIBandung,UNY
Yogyakarta,USDYogyakartadanUNESASurabaya.Masingmasing
Universitas tersebut melakukan uji coba pada dua Sekolah Dasar
(SD) dan satu MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri). Uji coba tersebut
dilaksanakanmulaikelassatudanujicobasudahsampaipadakelas
6. Untuk melengkapi proses pembelajaran telah disusun perangkat
pembelajaranyangterdiridariBukuGuru,BukuSiswadanLembar
Aktifitas Siswa (LAS) yang disusun oleh TIM PMRI dari ke empat
Universitastersebut.
1.2.1StandarPenjaminanMutuPMRI
Untuk melengkapi karakteristik RME, tim pengembang
PMRI dalam Quality Assurance Conference yang diadakan di
Yogyakarta tanggal 1718 April 2009 sepakat menetapkan
beberapa standar penjaminan mutu PMRI. Standar yang
ditetapkan diantaranya meliputi standar guru PMRI, standar
pembelajaran PMRI, dan standar bahan ajar PMRI. Standar
tersebut dapat digunakan dan diacu para guru matematika.
Berikut ini adalah standar dimaksud yang berkaitan dengan
gurumatematika.
a.StandarGuruPMRI
1. Guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
memadai tentang matematika dan PMRI serta dapat
menerapkannya dalam pembelajaran matematika untuk
menciptakanlingkunganbelajaryangkondusif.
2.Gurumemfasilitasisiswadalamberfikir,berdiskusi,dan
bernegosiasiuntukmendoronginisiatifdankreativitas
3. Guru mendampingi dan mendorong siswa agar berani
mengungkapkan gagasan dan menemukan strategi
pemecahanmasalahmenurutmerekasendiri.
4. Guru mengelola kelas sedemikian sehingga mendorong
siswa bekerja sama dan berdiskusi dalam rangka
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

9/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

pengkonstruksianpengetahuansiswa.
5. Guru bersama siswa menyarikan (summarize) fakta,
konsep, dan prinsip matematika melalui proses refleksi
dankonfirmasi.
b.StandarPembelajaranMenurutPMRI
1. Pembelajaran dapat memenuhi tuntutan ketercapaian
standarkompetensidalamkurikulum.
2.Pembelajarandiawalidenganmasalahrealistiksehingga
siswatermotivasidanterbantubelajarmatematika.
3.

Pembelajaran memberi kesempatan pada siswa

mengeksplorasi masalah yang diberikan guru dan


berdiskusi sehingga siswa dapat saling belajar dalam
rangkapengkonstruksianpengetahuan.
4.Pembelajaranmengaitkanberbagaikonsepmatematika
untuk membuat pembelajaran lebih bermakna dan
membentukpengetahuanyangutuh.
5. Pembelajaran diakhiri dengan refleksi dan konfirmasi
untuk menyarikan fakta,

konsep,

dan

prinsip

matematika yang telah dipelajari dan dilanjutkan


denganlatihanuntukmemperkuatpemahaman.
c.StandarBahanAjarPMRI
1.Bahanajaryangdisusunsesuaidengankurikulumyang
berlaku.
2.Bahanajarmenggunakanpermasalahanrealistikuntuk
memotivasi siswa dan membantu siswa belajar
matematika.
3. Bahanajarmemuatberbagaikonsepmatematikayang
saling terkait sehingga siswa memperoleh pengetahuan
matematikayangbermaknadanutuh.
4.

Bahan ajar memuat materi pengayaan yang

mengakomodasi perbedaan cara dan kemampuan


berpikirsiswa.
5. Bahan ajar dirumuskan atau disajikan sedemikian
sehingga mendorong atau memotivasi siswa berpikir
kritis,kreatif,inovatifsertaberinteraksidalambelajar.
1.2.2RefleksidanPenilaiandalamPembelajaranPMRI
Dalam setiap pembelajaran, refleksi merupakan suatu hal
yang utama untuk memberikan gambaran mengenai proses
belajar mengajar yang telah berlangsung sebelumnya. Refleksi
merupakan suatu kegiatan dengan menyimak kembali secara
intensif terhadap proses pembelajaran, antara lain materi
pelajaran, pengalaman, ideide, usulusul, atau reaksi spontan
agar dapat memahami dan menangkap maknanya secara lebih
mendalam. Dengan demikian, akan mampu mengungkap
tentang apa yang sudah dan sedang dikerjakan. Apakah yang
dikerjakan itu sesuai dengan apa yang dipikirkan? Dengan
adanya refleksi guru dapat mengetahui perkembangan
pembelajaranyangdilakukan.Hasildarirefleksidapatmenjadi
gambaranbagigurudalammengambiltindakandalamkegiatan
selanjutnya.PentingnyarefleksidinyatakanSupinah(2009:78)
sebagaiberikut:
1.Bagiguru
Mendapatkan informasi tentang apa yang dipelajari
siswa dan bagaimana siswa mempelajarinya. Disamping
itu,gurudapatmelakukanperbaikandalamperencanaan
dan pembelajaran pada kesempatankesempatan
berikutnyaatauwaktuyangakandatang.
2.Bagisiswa
Meningkatkan kemampuan berfikir matematika siswa,
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

10/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

disamping itu juga sama halnya seperti yang dilakukan


guru.
Tentang halhal yang perlu dalam refleksi menurut Arvold,
Turner,

dan

Cooney

dalam

Supinah

(2009:

79)

merekomendasikan siswa untuk memberi jawaban atau respon


terhadappertanyaanpertanyaanberikutini:
1.Apayangsayapelajarihariini?
2.Kesulitanapakahyangsayapelajarihariini?
3.Bagianmatematikamanakahyangsayasuka?
4. Pada bagian matematika manakah saya mengalami
kesulitan?
Dari pihak guru, dalam melakukan refleksi baik jika dapat
mengikutsertakan metode mengajar, pedagogi, penyelesaian
yang menarik dan bermanfaat baginya serta bagaimana
mengelolasuasanabelajaryangbaikdalamkelas.DalamRME,
penilaianbukanhanyapadahasilakhir,tetapijugapadaproses
pembelajaran

itu

sendiri.

Idealnya,

selama

kegiatan

pembelajaran, proses penilaian pun dilaksanakan. Ada banyak


halyangdapatdigunakansebagaisaranauntukmelaksanakan
penilaian. Diantaranya, kemampuan siswa dalam memecahkan
masalahdenganmenggunakanstrategiyangberbeda,interaksi
siswa,diskusiselamaprosesbelajar.
Tujuandilaksanakannyapenilaianuntukmemberigambaran
informasi tentang proses belajar mengajar yang telah
dilaksanakan dan dapat juga sebagai alat untuk membantu
prosespengambilankeputusan.
De Lange (1987) dalam Zulkardi (2002: 35) merumuskan
lima prinsip panduan penaksiran atau penilaian dalam RME,
sepertiberikut:
1. Tujuan utama pengujian adalah untuk memperbaiki
prosesbelajarmengajar.
2. Metode penilaian sebaiknya dapat memudahkan para
siswa mendemonstrasikan apa yang mereka tahu
daripadaapayangtidaktahu.
3. Penilaiansebaiknyamengoperasionalkansemuatujuan
pendidikanmatematika.
4. Kualitas penilaian matematika tidak ditentukan oleh
kemudahanaksesterhadappenilaianobjektif.
5. Alatpenilaiansebaiknyapraktis,cocokdenganpraktek
sekolahumum.
2.3.4SintaksPembelajaranPMRI
Marpaung (2006: 1) dalam selebaran sajian menuliskan
sintakspembelajaranPMRIsebagaiberikut:
1.Pembukaan
2.Penyampaiantujuanpembelajaran
3.Penegasantentangdisiplin
4.Penyampaianstrategipembelajaran
5.Prosespembelajaran
a.Dimulaidenganmasalahkontekstual/realistik
b. Siswa diberi kesempatan menyelesaikan masalah
denganmemilihstrategisendiri(disampaikanbatasan
waktu)
c. Gurumemfasilitasi,antaralaindenganmenyiapkan
alatperaga
d. Selanjutnya beberapa siswa menjelaskan caranya
menyelesaikan
masalah
informal.
Jangan
mengintervensi, biarkan siswa selesai mengutarakan
idenya
e.Diskusikelas:dipimpinolehguru
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

11/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

f.Penyampaikantugasberikut:
1.menggambarataumembuatskema
2.siswamenyajikanhasilyangdiperoleh
3.tanggapansiswalain
g.Diskusikelasdipimpinolehguru
h.Gurumemintasiswamerefleksimateriyangbarusaja
dipelajari
i.Gurusecaraperlahanmembawasiswakematematika
formal
j.Asesmen:berkelanjutandenganpenilaianautentik

2.3.5ContohRPPPMRI
RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN
(RPP)
NamASekolah:SMPNegeri259Jakarta
MataPelajaran:Matematika
Kelas/Semester:VII/2
MateriPokok:Transformasi
AlokasiWaktu:2x40menit

A.KompetensiInti:
1.Menghargaidanmenghayatiajaranagamayangdianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,

tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun,


percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan

prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu


pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan
kejadiantampakmata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret

(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan


membuat)danranahabstrak(menulis,membaca,menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
B.KompetensiDasar:
2.1Menunjukkansikaplogis,kritis,analitik,konsistendanteliti,
bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah
dalammemecahkanmasalah.
3.9

Memahami konsep transformasi (dilatasi, translasi,


pencerminan, rotasi) menggunakan objekobjek geometri
Mendeskripsikanlokasibendadalamkoordinatkartesius

4.6 Menerapkanprinsipprinsiptransformasi(dilatasi,translasi,
pencerminan,rotasi)dalammemecahkanpermasalahannyata.

C.Indikator:
2.1Menunjukkansikapkritisdalammenyelesaikanmasalah
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

12/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

3.9Menyelesaikanpermasalahanyangberkaitandengan
transformasi(Refleksi,Translasi,DilatasidanRotasi)
4.6MenerapkanprinsipprinsipTransformasi(Refleksi,
Translasi,DilatasidanRotasi)dalammemecahkan
permasalahannyata
D.TujuanPembelajaran :
2.1DiberikanpertanyaanyangberkaitandenganTransformasi,

siswadapatmenjawabdenganbenar.
3.9Diberikanpermasalahanyangberkaitandengan
Transformasi,siswadapatmenyelesaikannyadenganbenar.
4.6Diberikanpermasalahanyangberkaitandengankehidupan
seharihari,siswadapatmenyelesaikannyamenggunakan
prinsipprinsiptransformasidengantepat.
E.Materi Pembelajaran :
Transformasi
F.Metode/Model Pembelajaran :
-Pendekatan Pembelajaran : Pendekatan Scientific
-Metode :
Ekspositori
-Model :
Pembelajaran Langsung

G.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan
Deskripsi
Pendahuluan Fase 1
-Meenyampaikan
Tujuan dan
mempersiapkan
siswa
1.Guru memotivasi
siswa dengan
mengaitkan materi
pelajaran dengan
kehidupan seharihari agar siswa
tertarik untuk
mengikuti
pelajaran.
2.Guru melakukan
apersepsi dengan
menggunakan
kejadian yang
analog dengan
materi untuk
membangun
pemahaman siswa
3.Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran yang
ingin dicapai yaitu
menyelesaikan
permasalahan yang
berkaitan dengan
transformasi.
Inti
Fase 2
-
Mendemonstrasikan
pengetahuan atau

http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

Alokasi Waktu
5 menit

65 menit

13/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI
ketrampilan
1.Guru menjelaskan
tentang konsep
Refleksi.
(mengamati)
2.Guru membantu
memantapkan
pemahaman siswa
dengan membuat
representasi dalam
diagram Cartesius.
(mengamati).
Fase 3
-Membimbing
Latihan Siswa
1.Guru
memberikan soal
yang berkaitan
dengan Refleksi
dan meminta siswa
maju ke depan
untuk mengerjakan.
(mencoba)
2.Guru
membimbing siswa
yang mengalami
kesulitan dalam
menyelesaikan
masalah tentang
Refleksi Hal ini
akan mendorong
siswa yang belum
memahami untuk
bertanya.
(menanya)
Fase 4
-Mengecek
pemahaman dan
memberikan umpan
balik
1.Memberikan kuis
kepada siswa
berkaitan dengan
Refleksi. (menalar)
2.Memberikan
kesempatan
kepada siswa yang
ingin bertanya
berkaitan dengan
kuis yang telah
dikerjakan.
(menanya)
Penutup

My Widget

1.Guru memberikan
penghargaan
kepada semua
kelompok atas
keberhasilannya
dalam belajar hari
ini
2.Guru bersama-sama
dengan siswa
menyimpulkan
tentang materi
yang telah
dipelajari.

http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

11
menit

14/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI
(membuat gambar
pencerminan)

Fase 5
-Memberikan
kesempatan untuk
latihan lanjutan dan
penerapan.
1.Guru memberikan
PR kepada siswa
dan meminta siswa
mempelajari materi
selanjutnya.
2.Guru menutup
pelajaran

ac

a b m e M

S
le
a
m
a

H.Sumber/Bahan/Alat Pembelajaran
1.Buku Matematika Kelas VII
2.Bahan tayang (Power point)
I.Penilaian Hasil Belajar
-Teknik Penilaian : Pengamatan, tes tertulis
-Prosedur Penilaian
Widget Animasi

No
1

Aspek yang dinilai


Sikap :

Teknik Penilaian
Pengamatan

Selama kegiatan
pembelajaran

Tes tertulis

Pada saat
penyerahan tugas

Tes tertulis

Pada saat
penyerahan tugas

a.Menunjukkan
sikap kritis saat
kegiatan belajar
mengajar
sedang
berlangsung.
2

Pengetahuan :
a.Menyelesaikan
permasalahan
yang berkaitan
dengan Refleksi.

Ketrampilan :

Waktu Penilaian

a.Menerapkan
prinsip-prinsip
Refleksi dalam
memecahkan
permasalahan
nyata.

J.Instrumen Penilaian
Tes tertulis :
1.Jika titik A(2,3) dicerminkan terhadap sumbu X, tentukan
koordinat bayangan titik A.
2.Jika titik C(a,b) dicerminkan terhadap sumbu Y, jika
bayangan titik C adalah C(4,-7), tentukan koordinat titik C.

Pedomanpenskorantestertulis
1.x=2..(1)
y=3..(1)
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

15/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

JadikoordinatbayangantitikAadalahA(2,3)..
(2)
2.x=(4)..(1)
y=7..(1)
JadikoordinattitikCadalahC(4,7)....(2)
Nilai=(skoryangdiperoleh:skormaksimum)x100

LembarpengamatanPenilaiansikap
MataPelajaran:Matematika
Kelas:VII
Topik/SubTopik:Transformasi/MemahamiKonsepRefleksi
Sikap
No

1
2
3
4
5
6

NamaSiswa

Kritis

Teliti

Kerjasama

Tanggungjawab

Keterangan

Tidak
mudah
menyerah

AnniHelena
M
AgusSuroto
Bambang
Suwisno
Dedy
Hernayadi
Gunadi
SautSinaga

Keterangan:
4=Apabilaselalukonsistenmenunjukkansikapsesuaiaspeksikap
3 = Apabila sering konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek sikap dan
kadangkadangtidaksesuaiaspeksikap
2 = Apabila kadangkadang konsisten menunjukkan sikap sesuai aspek
sikapdanseringtidaksesuaiaspeksikap
1=Apabilatidakpernahkonsistenmenunjukkansikapsesuaiaspeksikap
Materi:
Refleksi
PencerminantitikA(a,b)terhadapsumbuXmenghasilkan
bayanganA(a,b),dengana=adanb=b
Y

X
a
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

16/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

A(a, b)

PencerminantitikB(c,d)terhadapsumbumenghasilkan
bayanganB(c,d),denganc=cdand=d
Y

X
cc

Jakarta,12Juli2014
Mengetahui,
KepalaSMPN259JakartaGuruMata
Pelajaran

Drs.H.BambangSutapa,MMAGUSSUROTO,
SPd.
NIP.196104051990021001
NIP.196804161990031007
DAFTARPUSTAKA
Asikin, Mohammad. 2001. Komunikasi Matematika dalam RME. Makalah.
Disajikan dalam Seminar Nasional RME di Universitas Sanata
Darma,Yogyakarta,1415November2001.
Asikin,Mohammad.2001.RealisticMathematicsEducation(RME):Prospek
dan Alternatif Model Pembelajarannya. Makalah. Disajikan dalam
Seminar Nasional Matematika di Jurusan Matematika FMIPA
UNNES,Semarang,27Agustus2001.
De Lange, J. 1987. Mathematics, Insight and Meaning. Dordrecht: Kluwer
AcademicPublisher.
DeLange,J.1987.Mathematics,Insight,andMeaning,Utrecht:OW&Co.
Depdiknas.2003.UndangUndangRINomor20Tahun2003,tentangSistem
PendidikanNasional.
Depdiknas.2006.KurikulumTingkatSatuanPendidikanStandarKompetensi
SMPdanMTs.Jakarta:Depdiknas.
Freudenthal,H.1991.Revisitingmathematicseducation.Dordrecht:Kluwer
AcademicPublishers.
Freudenthal.H.1973.MathematicsasanEducationalTask.Dalamvanden
Heuvel Panhuizen. 1996. Assessment and Realistic Mathematics
Education.FreudenthalInstitution.Utrecht.
Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistic Mathematics Education.
Utrecht:FreudentalInstitute.
Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistic Mathematics Education:
onwikkelen van relistich reken/wiskundeonderwijs (met een
samenvattinginhetnederlands).Nederland:UniversiteitUtrechte.
Kemp,J.E.1994.ProsesPerancanganPengajaran.Terjemahanoleh:Asril
http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

17/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

Marjohan.Bandung:ITB.
Marpaung, Y. 2001. Pendekatan Realistik dan Sani dalam Pembelajaran
Matematika. Disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia di Universitas Sanata Dharma
tanggal1415November2001.
Marpaung,Y.2006.SintaksPembelajarandanSoalPMRI.Disajikandalam
seminarpembelajaranmatematika).Yogyakarta:PPPGMatematika.
Muslich, Masnur. 2007. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan.
Jakarta:BumiAksara.
Soedjadi, R. 2001. Pemanfaatan realitas dan lingkungan dalam
pembelajaran matematika. (Makalah pada Seminar Nasional
Realistic Mathematics Education di Jurusan Matematika FMIPA
UNESASurabaya).
Streefland, Leen. 1991. Fraction in Realistic Mathematics Education: A
ParadigmofDevelopmentalResearch.Netherlands:KluwerAcademic
Publishers.
Supinah.

2007.

Pembelajaran

Matematika

dengan

Model

PMRI.Yogyakarta:PPPGMatematika.
Suryanto

&

Sugiman.

2003.

Pembelajaran

Matematika

Realistik (Disampaikan pada seminar Pendekatan realistik dan sani


dalam

Pendidikan

Matematika

di Indonesia). Yogyakarta:

UniversitasSanataDharma.
Suwarsono,St.(2001).BeberapaPermasalahanyangTerkaitdenganUpaya
ImplementasiPendidikanMatematika RealistikdiIndonesia. Makalah
disampaikan dalam Seminar Nasional tentang PMR yang
diselenggarakandiUSDYogyakarta,1415November2001.
Bahri, Syaiful & Zain, Aswan. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
PT.RinekaCipta.
VandenHeuvelPanhuizen,M.1985.AssesmentandRealisticMathematics
Education.FreudenthalInstitute:UntrechtUniversity.
Zulkardi.2000.HowToDesignMathematicsLessonBasedOnTheRealistic
Approach.Tersedia:http//www.geocities.com/ratuilma/rme.html.[25
Juni2003].[online].
Zulkardi. 2002. Developing a Learning Envorinment on Realistic
Mathematics Education for Indonesian Students Teachers. Thesis.
UniversityofTwente.Enschede:PrintpartnersIpskamp.

Diposkan oleh putri novita di 21.37


+1 Rekomendasikan ini di Google

Label: Matematika, Pembelajaran Inovatif 2, Perbedaan RME PMR dan


PMRI

Tidak ada komentar:


Poskan Komentar
MasukkankomentarAnda...

Berikomentarsebagai:

Publikasikan

Unknown(Google)

Pratinjau

http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

Keluar

Beritahusaya

18/19

11/1/2015

BerbagiIlmuPengetahuanYuukzz...^_^:PerbedaanRME,PMR,danPMRI

Beranda

Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Ini, Jangan Lupa Beri Kritik dan Sar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Recent comments

Google+ Followers
putrinovita

+kelingkaran

Total Tayangan Laman

1215
8memilikisayadilingkaran

Lihatsemua

Template Watermark. Diberdayakan oleh Blogger.

http://poetrinovyetha04berbagiilmu.blogspot.co.id/2015/04/perbedaanrmepmrdanpmri_36.html

19/19

Anda mungkin juga menyukai