Anda di halaman 1dari 34

Protein dan

Karbohidrat
ISOLASI KASEIN DAN LAKTOSA DARI SUSU

KELOMPOK 2

HASTIAN RIZKY NUGRAHANTO


10513008
AJENG PUSPITA
10513010
AULIYA NUR AMALINA
10513012
NEVILA NUR FAIZ
10513014

TUJUAN

Mengisolasi senyawa kasein dan


laktosa dalam susu bubuk dan
mengujinya dengan uji
kandungan protein dan
karbohidrat

Latar Belakang
Susu merupakan bahan makanan yang mengandung protein, lemak,
dan karbohidrat. Senyawa protein yang terdapat dalam susu 80%
adalah kasein dan lainnya adalah whey protein. Kasein merupakan
senyawa yang melimpah pada susu selain lemak dan laktosa. Kasein
merupakan protein konjugasi antara protein dengan fosfat membentuk
fosfoprotein. Kasein berwujud serbuk amorf warna putih. Laktosa adalah
salah satu komponen terdapat dalam susu yang merupakan senyawa
gula disakarida yang kandungannya 2-8% dari susu

Struktur Casein

Struktur Laktosa

Cara Kerja
Timbang 25 gram susu bubuk lowfat
Larutkan dalam 100 ml air hangat (suhu <550C) Aduk dengan Stirer

Tambahkan tetes demi tetes Asam Asetat 10% hingga terbentuk gumpalan dan larutan hampir
Bening (maks 4ml)

Saring campuran ini sehingga kristal kasein Dan larutan terpisah

a. Isolasi kasein
Kristal kasein yang telah dipisahkan
Dan ditempatkan dalam gelas kimia

lakukan penyaringan dengan


Corong Buchner

100 ml
Ditambahkan 5 ml 1:1 campuran

Keringkan kristal kasein dengan

Dietileter dan etanol, lalu aduk kertas isap, timbang dan catat, lalu bagi dua bagian
Dekantasi campuran ini, lalu bilas bagian pertama
Kristal dengan 5ml 1:1 campuran
dalam kertas
Dietil eter dan etanol

tempatkan dalam Erlenmeyer 125 ml

tambahkan 0.5 ml NaOH 1 M

Tutup Untuk uji reaksi Protein

bagian kedua

sampel

masukkan

b. Isolasi laktosa
Larutan yang telah ditambahkan kalsium karbonat

dinginkan lalu tambahkan 1ml air

Aduk dengan teratur. Simpan campuran lalu lakukan filtrasi


Larutan akan mendidih/ berbuih, saring dengan pastikan filtratnya bening, jika keruh ulang pemanasan
Penyaring Buchner pada keadaan panas.

Dan penambahan 0.5 mL air

Pindahkan filtrat dalam gelas kimia, lalu uapkan tutup labu dan dinginkan hingga terbentuk kristal
laktosa
Hingga 5 ml.
Tambahkan 25 ml etanol 95% panas dan 0.01 g saring dengan penyaring isap dan cuci dengan etanol
95%
Karbon aktif dingin, keringkan laktosa dan timbang produknya

C. Uji Protein dan Karbohidrat


Uji millon
Masukkan 1ml larutan kasein dan larutan tirosin 0,1 M dalam tabung reaksi yang
berbeda, beri label, tambahkan 3 tetes reagen millon dan celupkan dalam penangas air
dan catat warna yang terjadi
Uji Ninhidrin
Masukkan 1 ml larutan kasein dan larutan glisin 0.1 M dalam dua tabung reaksi yang
berbeda, beri label, tambahkan 4 tetets larutan ninhidrin 0.1%, tambahkan batu didih ke
dalam tiap tabung reaksi lalu panaskan dalam penangas air.
Uji Sulfur
Masukkan 1 ml kasein dan sistein 0.1 M ke dalam tabung reaksi yang berbeda,
tambahkan 2 ml larutan NaOH 1% dan tambahkan 5 tetes timbal asetat 10%, tutup
tabung reaksi dan guncangkan, lalu buka dan panaskan dalam penangas air selama 5
menit, dinginkan dan catat hasilnya

Reaksi dengan asam nitrit


Masukkan glisin dalam tabung reaksi lalu tambahkan 5 ml larutan HCL 10%, lalu buat
dalam tabung reaksi lainnya tambahkan 5 ml larutan HCL 10%sebagai pembanding,
dinginkan kedua tabung reaksi sampai 00 C, tambahkan 1 ml NaNO2 5% dan catat
perubahannya
Uji Biuret
Masukkan 0.5 gram urea dalam tabung reaksi dan panaskan hingga urea meleleh dan gas
Nitrogen terbentuk, catat bau gas dan uji dengan kertas lakmus basah dan lanjutkan
hingga padat, dinginkan lalu larutkan zat padat dalam 3 ml air suling panas, saring larutan
dan tambahkan kepada filtrate 2 ml larutan NaOH 10% kemudian 2-3 tetes larutan CuSO 4
2%, lalu aduk larutan dan amati warnanya.
Masukkan 0.1 gram Kasein dalam tabung reaksi dan panaskan tambahkan 2 ml air suling
panas, saring larutan dan tambahkan kepada filtrate 2 ml larutan NaOH 10% kemudian 23 tetes larutan CuSO4 2%, lalu aduk larutan dan amati warnanya.
Uji xanthoproteat
Masukkan 0.1 gram kasein dalam tabung lalu tambahkan 2 ml asam nitrat pekat lalu
panaskan dan amati warnanya, lalu dinginkan campuran reaksi dan netralkan dengan
larutan NaOH 10% dan tambahkan sedikit basa berlebih catat perubahan warna larutan

d. Uji kimia untuk karbohidrat


Uji Molisch
Kedalam 2 ml larutan gula dalam tabung reaksi yang diuji tambahkan 2 etes larutan alfa
naftol 1.5 M dalam etanol. Ke dalam tabung reaksi kedua tempatkan 2ml H2SO4 pekat, dan
tuangkan larutan gula sedemikian rupa hingga mengapung tanpa tercampur, amati batas
kedua cairan
Uji benedict
Masukkan 15 tetes larutan 1% masing masing sampel karbohidrat yang tersedia dalam
tabung reaksi yang berbeda, beri label, masukkan 1ml akuades dalam tabung reaksi lainnya
sebagai control. Ke dalam tabung reaksi tambahkan 1 ml reagen benedict dan panaskan
tabung dalam penangas air, diamati hasilnya
Uji barfoed
Masukkan 15 tetes larutan 1% masing-masing sampel karbohidrat dalam tabung reaksi
berbeda, beri label, tambahkan 1ml reagen barfoed dan panaskan tabung dalam penangas
air panas 10 menit, diamati hasilnya

Uji hidrolisis gula


Masukkan 5 ml larutan 10% karbohidrat sukrosa, laktosa
hasil isolasi, maltose dan larutan kanji ke dalam tabung
reaksi yang berbeda, beri label, tambahkan 3 tetes HCl
pekat setiap tabung reaksi, panaskan dalam penangas
airselama 10 menit, dinginkan tabung reaksi, netralkam
tabun reaksi dengan larutan NaOH 10% menggunakan
kertas lakmus. Jika perlu sesuaikan pH hingga netral , uji
tiap larutan dengan meneteskan 1 tetes larutan Tes-Tape
dan dicatat perubahan warna yang terjadi

Pembahasan

Uji Millon
Uji millon untuk mengidentifikasi senyawa yang
mengandung gugus hidroksi fenolik

Uji Millon
Uji millon menunjukkan hasil negatif pada kasein dan
hasil positif pada tirosin
Hidroksi fenolik ini akan bereaksi dengan asam nitrit
sehingga membentuk nitrofenol dan dengan merkuri
akan menghasilkan merah bata. Sesuai referensi bahwa
hanya asam amino tirosin yang mengandung gugus
hidroksi fenolik dan kasein tidak memiliki asam amino.

Uji Ninhidrin
Uji ninhidrin untuk mengidentifikasi adanya asam amino
dan protein yang mengandung gugus amina bebas

Uji Ninhidrin
Kasein berubah warna menjadi ungu, yang menandakan
adanya gugus amina

Uji Sulfur
Uji sulfur untuk mengidentifikasi asanya belerang dalam
asam amino yang ditentukan dengan mengubah sulfur
menjadi sulfida anorganik

Uji Sulfur
Dari hasil pengamatan diperoleh bahwa kasein tidak
mengalami perubahan warna (tetap putih) sedangkan
sistein mengalami perubahan warna dari warna putih
menjadi coklat kehitaman.
Warna coklat kehitaman ditimbulkan akibat endapan
PbS yang merupakan hasil dari reaksi timbal asetat
dengan sistein

Kasein

Sistein

Reaksi Dengan Asam Nitrit


Bertujuan untuk mengetahui adanya gugus amina
bebas pada asam amino dan protein yang ditandai
dengan terbentuknya gan nitrogen. Reaksi asam nitrit
merupakan reaksi yang menunjukkan adanya amina
primer pada pengujian protein.

Gas nitrogen ini dapat diamati dari hasil reaksi yang


muncul selama pengamatan dan juga larutan berubah
warna menjadi biru muda. Warna biru muda ini terjadi
karena asam amino bereaksi dengan asam klorida
membentuk senyawa lain

glisin

Uji Biuret
Uji biuret merupakan uji umum untuk mengetahui
ikatan peptida dalam suatu protein.
Uji ini memberikan reaksi positif yaitu ditandai dengan
timbulnya warna merah violet atau biru violet

Uji Xantoproteat
Uji xanthoproteat merupakan suatu uji pada protein yang
digunakan untuk menunjukkan keberadaan gugus
benzena

Uji Xantoproteat

Reaksi xanthoproteat

Hasil pengamatan uji xanthoproteat

Uji Molisch

Reaksi
molisch
Pada uji molisch yang merupakan uji yang paling umum untuk karbohidrat. Uji
molisch sangat efektif untuk senyawa-senyawa yang dapat didehidrasi oleh
asam pekat menjadi senyawa furfural yang tersubstitusi, seperti
hidroksimetilfurfural. Warna yang terjadi disebabkan oleh kondensasi furfural
atau derivatnya dengan alfa-naftol menghasilkan senyawa kompleks berwarna
merah ungu.

Uji Molisch

Senyawa

Pengamatan

Glukosa

Terjadi perubahan
warna dari bening
menjadi keruh

Sukrosa

Tidak terjadi
perubahan warna

Fruktosa

Terjadi perubahan
warna dari bening
menjadi keruh

Maltosa

Terjadi perubahan
warna dari bening
menjadi sedikit
kekuningan

Gambar

Uji Benedict
Uji benedict digunakan untuk menguji keberadaan gula pereduksi dalam suatu
sampel. Larutan benedict ini akan menguji keberadaan gugus aldehid dan keton
pada gula. Uji ini akan memberikan hasil yang positif jika terbentuk endapan
berwarna merah bata yang tidak larut. Endapan merah bata ini terbentuk akibat
adanya reaksi dari ion logam tembaga (II) direduksi menjadi tembaga (I). Uji
gula pereduksi pada sampel benedict ini sangat sensitif hingga dapat
mendeteksi kadar glukosa sebesar 0,1% dalam campuran. Jika dilihat dari hasil
uji ini, maka hanya sukrosa yang memberikan hasil yang negatif. Hal ini
menunjukkan bahwa sukrosa tidak termasuk kedalam gula pereduksi.

Uji Benedict
Pengamatan
Senyawa

Setelah ditambahkan
reagen benedict

Setelah dipanaskan

Air

Terjadi perubahan warna


dari bening menjadi biru

Warna larutan tetap biru

Glukosa 1%

Terjadi perubahan warna


dari bening menjadi biru

Warna larutan menjadi


orange

Fruktosa 1%

Terjadi perubahan warna


dari bening menjadi biru

Warna larutan menjadi


orange

Maltosa 1%

Terjadi perubahan warna


dari bening menjadi biru

Warna larutan menjadi


orange

Sukrosa 1 %

Terjadi perubahan warna


dari bening menjadi biru

Warna larutan menjadi


kehijauan

Uji Barfoed
Uji barfoed digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat yang
termasuk monosakarida dan disakarida. Uji ini akan memberikan
hasil yang positif pada monosakarida dengan dihasilkannya
endapan merah tua kehitaman. Jika dilihat dari hasil pengamatan
maka hanya glukosa, fruktosa yang memberikan hasil yang positif.
Hal ini menandakan bahwa hanya glukosa dan fruktosa yang
merupakan monosakarida.
Senyawa
Glukosa 1%

Sukrosa 1%

Fruktosa 1%
Maltosa 1%

Pengamatan
Warna larutan dari
bening menjadi biru
dan terdapat endapan
hitam
Warna larutan dari
bening menjadi biru
dan terdapat endapan
hitam
Warna larutan dari
bening menjadi biru
kehijauan
Warna larutan dari
bening menjadi biru

Uji Hidrolisis Glukosa


Disakarida dan polisakarida dapat terhidrolisis di dalam larutan asam
menjadi monosakarida penyusunnya, dan kemudian dilakukan uji kimia
seperti Benedict.
Uji kandungan glukosa dapat dilakukan dengan menggunakan Tes-Tape
(Glucotest). Tape ini mengandung enzim glukosa oksidase dan
peroksidase, serta orto-toluidin.
Glukosa oksidase berperan mengoksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan
hidrogen peroksida (H2O2).
Hidrogen peroksida bereaksi dengan peroksidase menghasilkan oksigen
Oksigen dapat mengoksidasi orto-toluidin dan menghasilkan produk perwarna
hijau.

Sukrosa, laktosa, dan maltosa membutuhkan waktu yang cukup singkat


untuk terpecah atau terhidrolisis menjadi monomer-monomernya,
sedangkan kanji membutuhkan waktu yang lebih lama.
Karena kanji mengandung amilum yang merupakan polisakarida mempunyai rantai

Kesimpulan
Senyawa kasein dalam tidak memiliki gugus hidroksi
fenolik berdasarkan uji protein millon
Senyawa kasein memiliki gugus amina berdasarkan uji
ninhidrin
Senyawa kasein tidak memiliki gugus sulfur
berdasarkan uji sulfur
Senyawa kasein memiliki gugus amina bebas
berdasarkan uji asam nitrit
Senyawa kasein memiliki gugus benzene berdasarkan
uji xantoproteat
Senyawa dalam susu mempunyai kandungan

Senyawa laktosa menunjukan adanya gugus aldehid


keton berdasarkan pada uji benedict
Senyawa laktosa menunjukan adanya senyawa furfural
berdasarkan uji mollisch
Senyawa laktosa adalah disakarida karena tidak
terbentuk endapan

TERIMA KASIH