Anda di halaman 1dari 4

Indonesia merupakan salah satu negara Agraris yang melimpah akan sumber daya alamnya

salah satunya adalah bahan makanan. Kebutuhan manusia akan hidup itu bergantung dengan apa
yang dimakan untuk keberlangsungan hidupnya. Di Indonesia, bahan makanan pokok yang biasa
dimakan adalah beras, jagung, sagu, dan kadang-kadang juga singkong atau ubi. Bahan makanan
tersebut berasal dari tumbuhan atau senyawa yang terkandung di dalamnya sebagian besar adalah
karbohidrat. Karbohidrat merupakan segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di
bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai
bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen
pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan
jamur).
Pati atau amilum merupakan simpanan energi didalam sel-sel tumbuhan,
berbentuk butiran-butiran kecil mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50
nm. Di alam, pati banyak terkandung dalam beras, gandum, jagung, biji-bijian
seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung dalam
berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi. Didalam berbagai
produk pangan, pati umumnya akan terbentuk dari dua polimer molekul glukosa
yaitu amilosa dan amilopektin. Amilosa merupakan polimer glukosa rantai panjang
yang tidak bercabang, sedangkan amilopektin merupakan polimer glukosa dengan
susunan yang bercabang-cabang. Komposisi kandungan amilosa dan amilopektin ini
akan bervariasi dalam produk pangan, dimana produk pangan yang memiliki
kandungan amilopektin tinggi akan semakin mudah untuk dicerna
Hidrolisis merupakan reaksi pengikatan gugus hidroksil / OH oleh suatu
senyawa. Gugus OH dapat diperoleh dari senyawa air. Hidrolisis dapat digolongkan
menjadi hidrolisis murni, hidrolisis katalis asam, hidrolisis katalis basa, gabungan
alkali dengan air dan hidrolisis dengan katalis enzim. Sedangkan berdasarkan fase

reaksi yang terjadi diklasifikasikan menjadi hidrolisis fase cair dan hidrolisis fase
uap.

TIPUS

Karbohidrat adalah polihidroksi alkohol dengan


Gugus karbonil yang berpotensi aktif dari yang mungkin aldehyde
atau kelompok keto. Karbohidrat dapat diklasifikasikan pada
dasar atom karbon hadir dalam karbohidrat.
Karbohidrat diklasifikasikan menjadi empat jenis
monosakarida, disakarida, oligosakarida, polisakarida.
Monosakarida tidak dapat dihidrolisis
lebih lanjut ke bentuk yang lebih sederhana. Disakarida memberikan dua
monosakarida
pada hidrolisis. Polisakarida mungkin
homopolysaccharides dan heteropolisakarida.
Monosakarida
Monosakarida tidak dapat dihidrolisis lebih lanjut ke
bentuk sederhana dari karbohidrat.

Carbohydrates,
H. M. Asif, 2Muhammad Akram, 3Tariq Saeed, 2M. Ibrahim Khan,
1Naveed Akhtar, 1Riaz ur Rehman, 1S. M. Ali Shah, 1Khalil Ahmed,
1Ghazala Shaheen
International Research Journal of Biochemistry and Bioinformatics Vol. 1(1) pp. 001-005,
February 2011
Carbohydrate is any of a group of organic compounds that include sugars, starches,
celluloses, and gums. It serves as a major energy source in the diet of animals. These compounds
are produced by photosynthetic plants and contain only carbon, hydrogen, and oxygen, usually in
ration 1:2:1[1]. The class of compounds known as carbohydrate includes polyhydroxyaldehydes and polyhydroxyketones or substances which when hydrolysed, give these
compounds as products

Comparative Analysis of Monosaccharide and Disaccharide Using Different


Instrument Refactometer and Polarimeter
Anyika L.C.1,*Okonkwo S.I.2 and Ejike E.N. Vol.2 Issue 4 Oct. 2012 Int. J. Res. Chem.

Environ

Amilum atau pati terdapat pada umbi, daun batang dabn biji-bijian. Umbi yang terdapat
pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon mengandung pati yang cukup banyak. Amilum dapat
dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis
juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase. Dalam ludah dan dalam cairan yang
dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat dalam
makanan. Glikogen terdapat dalam hati dan otot. Glikogen yang terdapat dalam air dapat
diendapkan dengan menambahakan etanol. Pada reaksi hidrolisis persial, amilum terpesah
menjadi molekul-molekul yang lebih kecil yang dikenal dengan nama dekstrin. Selulosa terdapat
dalam tumbuhan sebagai bahan pembentuk dinding sel(poedjiadi,2005)
Poedjiyadi, Anna dkk. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. Jakarta: UI-Press
Proses hidrolisa merupakan proses pemecahan rantai molekul polimer menjadi molekul
penyusunnya yang lebih sederhana. Saat ini proses hidrolisa polimer pati menjadi molekul yang
lebih sederhana telah menjadi salah satu tahapan penting dalam dunia industri [1]. Hidrolisa pati
tersebut dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan asam atau enzim pemecah pati
misalnya dari golongan amilase. Penggunaan enzim amilase lebih dimintai sebab ramah
lingkungan, pemecahan yang terjadi lebih spesifik dan tidak menimbulkan rasa yang
menyimpang pada produk akhir [2]. Proses hidrolisis pati menggunakan enzim amilase dapat
mencapai derajat hidrolis pati hingga 42%-97% tergantung jenis substrat dan waktu
inkubasi(Nangin dan sutrisno , 2015).
ENZIM AMILASE PEMECAH PATI MENTAH DARI MIKROBA: KAJIAN PUSTAKA,
Debora Nangin1*, Aji Sutrisno1, Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No 3, 2015
Hidrolisa pati terjadi antara suatu reaktan pati dengan reaktan air. Reaksi hidrolisa pati
banyak diaplikasikan secara komersial untuk memproduksi glukosa, sirup glukosa, dan
maltodekstrin. Proses hidrolisa pati dapat dijalankan dengan menggunakan katalisator bisa
berupa enzim atau asam. Katalisator yang sering diaplikasikan dalam proses hidrolisa adalah
katalisator asam. Jenis asam yang sering digunakan yaitu asam khlorida asam sulfat, asam nitrat.
Proses hidrolisa dapat berjalan dengan baik apabila menggunakan data kinetika yang tepat untuk
mengendalikan produk yang dihasilkan. Sehingga diperlukan penelitian tentang kinetika reaksi
hidrolisa pati menjadi glukosa(Dinarsari dan adhitasari, 2013)
PROSES HIDROLISA PATI TALAS SENTE (Alocasia macrorrhiza)
MENJADI GLUKOSA : STUDI KINETIKA REAKSI
Astrinia Aurora Dinarsari dan Alfiana Adhitasari, 2013, Jurnal Teknologi Kimia dan
Industri, Vol. 2, No. 4

Anda mungkin juga menyukai