Anda di halaman 1dari 35

PROGRAM HIBAH MITI

PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (P2M)


JUDUL PROGRAM

BATTLING GAMES (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers) :


Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan Kamblok
(Kotoran Ayam Molasses Blok) untuk Pemberdayaan Peternak Sapi Potong
Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan

Diusulkan Oleh :

MIRSA ITA DEWI A

(135050100111189)

Angkatan 2013

ALVINA DYAH A

(135050100111183)

Angkatan 2013

M ARIF RAHMAN

(135050100111225)

Angkatan 2013

NADYA ARERA R.A

(125050100111084)

Angkatan 2012

LANA QORIUL

(125050100111099)

Angkatan 2012

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014

HALAMAN PENGESAHAN PENGUSULAN


PROGRAM HIBAH MITI PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT (P2M)
1. Judul Kegiatan

2. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas
e. Alamat Tinggal
f. Nomor Telepon
g. email
3. Anggota Pelaksana Kegiatan
4. Dosen Pendamping
a. Nama lengkap
b. Fakultas
c. Nomor Induk Pegawai
d. Nomor Hp
5. Biaya Kegiatan Total
6. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Battling Games (Beef Catle Counseling of


Janggan Farmers): Aplikasi Teknologi
Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan
Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Blok)
untuk Pemberdayaan Peternak Sapi
Potong Ds. Janggan Kec. Poncol Kab.
Magetan.
:
:
:
:
:
:
:
:

Mirsa Ita Dewi Adiana


135050100111189
Peternakan
Universitas Brawijaya
Jalan Sumbersari Gang VII 20A Malang
081946367797
icha.ibach@gmail.com
4 Orang

:
:
:
:
:
:

Rini Dwi Wahyuni, S.Pt., MSc.


Peternakan
198004062005012002
085815559651
Rp. 11.896.000,5 bulan

Malang, 20 Januari 2014


Ketua Pelaksana Kegiatan

Mirsa Ita Dewi Adiana


NIM. 135050100111189
Mengetahui,

Dosen Pembimbing

Rini Dwi Wahyuni, S.Pt.,MSc


NIP.198004062005012002

ii

RINGKASAN

BATTLING GAMES (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers) :


Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan Kamblok
(Kotoran Ayam Molases Blok) untuk Pemberdayaan Peternak Sapi Potong
Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan
Mirsa Ita Dewi Adiana, Alvina Dyah Arumsari, Muhammad Arif Rahman, Nadya Arera
Ritma Ajeng, Lana Qoriul
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Permasalahan mengenai gagalnya Swasembada Daging 2014 merupakan


topik yang sering diperbincangkan dalam bidang peternakan. Banyak faktor yang
mempengaruhi gagalnya program tersebut, diantaranya ketidakmampuan peternak
lokal memproduksi kebutuhan daging yang dibutuhkan masyarakat Indonesia
yang semakin meningkat, menurunnya tingkat populasi ternak lokal di Indonesia
serta rendahnya SDM masyarakat dalam mengolah pakan yang berkualitas.
Sehingga, menyebabkan ternak sapi potong lokal rentan terhadap penyakit seperti
malnutrisi atau kekurusan. Seperti halnya yang terjadi di Desa Janggan,
Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, bahwa dibalik desa yang menjadi sentra
penggemukan sapi potong tersebut tidak didukung dengan produktivitas pakan
yang berkualitas seperti halnya proses pemberian pakan alternative limbah jerami,
di mana peternak masih secara tradisional dengan memberikan pakan tanpa
diolah. Meskipun jerami ini dapat dimakan oleh sapi, namun sebagian tidak
tercerna dan tidak akan menjadikan gemuk bagi ternaknya. Upaya yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya cerna jerami padi adalah melalui
teknik amoniasi. Selain itu, kebutuhan sapi akan konsentrat sebagai pelengkap
nutrisi pakan juga diperlukan untuk produksi secara optimal. Oleh sebab itu, dapat
dimanfaatkan limbah dari kotoran ayam dan molases (Kamblok) sebagai pakan
tambahan, di mana di Desa Janggan juga memiliki banyak penduduk yang
berternak ayam petelur. Sehingga, permasalahan di Desa Janggan dapat
dipecahkan dengan program Battling Games, di mana peternak Desa Janggan
akan diberikan penyuluhan mengenai pentingnya pakan ternak yang berkualitas.
Teknologi AJEP dan Kamblok berguna untuk penyediaan pakan berbutrisi tinggi
dalam peningkatan ternak sapi potong di Desa Janggan.

Kata Kunci: Jerami, Kamblok, Penggemukan Sapi, Desa Janggan

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Tingkat kebutuhan daging sapi di Indonesia sampai pada tahun 2013
mencapai lebih dari 550 ribu ton. Namun, dengan meningkatnya kebutuhan
konsumsi daging sapi tersebut tidak diiringi dengan jumlah produksi daging serta
populasi ternak lokal. Badan Pusat Statistika melaporkan bahwa populasi sapi dan
kerbau pada 1 Mei 2013 mencapai 14,2 juta ekor atau mengalami penurunan yang
cukup tajam apabila dibandingkan dengan hasil pendataan pada Juni 2012 yang
mencapai 16,7 juta ekor. Hal tersebut memberikan asumsi bahwa populasi sapi
mengalami penurunan sebesar 15,30% dalam 2 tahun, dan populasi sapi susut 2,5
juta ekor.
Dalam pemenuhannya, kebijakan pemerintah untuk mengatasi
peningkatan konsumsi daging sapi ini adalah melalui produksi lokal dan impor.
Penerbitan izin impor daging ini merupakan upaya pemerintah untuk meredam
kenaikan harga yang terjadi selama hampir dua tahun terakhir, sehingga harga
daging dalam negeri melambung akibat kurangnya pasokan.
Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) yang disusun oleh
Kementerian Pertanian sejak tahun 2005 dan 2010 yang hasilnya belum optimal,
kini akan dikiatkan lagi pada tahun 2014. Dirjen Peternakan dan Kesehatan
Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa swasembada
adalah program pemerintah secara nasional. Namun, akhirnya pemerintah
mengakui bahwa target swasembada daging sapi pada tahun 2014 tidak tercapai
(Suara Pembaruan, 2014). Dengan populasi sapi potong yang menyusut, menjadi
kali kedua bagi pemerintah gagal meraih target swasembada daging.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa
tantangan pembangunan peternakan menuju swasembada daging dan susu
nasional sangat besar. Adapun salah satu poin penting pembangunan peternakan
adalah masalah ketersediaan pakan berkualitas (Jumadil, OkeZone 2013).
Direktur Pakan Ternak (2011) menuturkan bahwa penurunan populasi ternak
ruminansia diduga disebabkan oleh semakin sempitnya lahan panganan, yang
tidak memungkinkan untuk memelihara ternak karena ketersediaan rumput dan
sisa-sisa hasil pertanian yang tidak mencukupi kebutuhan pakan. Hal inilah yang
harus lebih diperhatikan oleh pemerintah.
Seperti halnya yang terjadi di Desa Janggan, Kecamatan Poncol,
Kabupaten Magetan, di mana berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten
Magetan tahun 2013 menunjukkan bahwa populasi sapi dan kerbau hasil PSPK di
Kabupaten Magetan mencapai 107.608, dan yang memiliki sapi dan kerbau paling
banyak adalah Kecamatan Poncol dengan jumlah populasi sebanyak 11.567 ekor.
Namun, desa yang menjadi sentra penggemukan sapi potong tersebut tidak
didukung dengan produktivitas pakan yang berkualitas. Sebagai contoh pada
musim kemarau yang panjang, sehingga petani sulit menyediakan pakan yang
kualitasnya sama pada musim hujan. Sehingga, dapat menyebabkan malnutrisi
ataupun penurunan nafsu makan pada ternak yang dapat memperlambat suatu

proses penggemukan. Selain itu, kebutuhan sapi akan suplemen yang bermanfaat
untuk ternak juga dirasa masih kurang.
Mahasiswa sebagai agent of change, dengan permasalahan yang ada
seharusnya dapat mengatasi dan diyakini mampu membawa perubahan dengan
kegiatan-kegiatan cemerlang untuk Indonesia yang lebih baik lagi. Sehingga,
permasalahan di Desa Janggan dapat dipecahkan dengan program Battling Games,
di mana peternak Desa Janggan akan diberikan penyuluhan dan pelatihan
mengenai pakan ternak yang berkualitas. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah
pertanian sebagai pakan alternatif merupakan solusi yang tepat untuk
menanggulangi kekurangan pakan ternak. Teknologi AJEP dan Kamblok berguna
untuk penyediaan pakan bernutrisi tinggi dalam peningkatan ternak sapi potong di
Desa Janggan. Dengan demikian, penambahan AJEP dan Kamblok sebagai pakan
alternative pada ternak sapi potong sejalan dengan hasil penelitian Nurhayu dkk
(2010), bahwa pemberian konsentrat dan Urea Molases Blok (UMB) dapat
meningkatkan performans sapi penggemukan dan memberikan keuntungan yang
lebih baik dibanding hanya diberi rumput dan limbah pertanian. Sehingga,
produksi pakan ternak dapat dipertahankan baik secara kualitas maupun kuantitas.

1.2. Perumusan Masalah


Dari uraian di atas terdapat permasalahan pokok yang dapat diidentifikasi,
yaitu:
1) Bagaimanakah cara memenuhi pakan yang berkualitas untuk ternak dengan
memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang terjadi di Desa Janggan?
2) Apakah pemenuhan pakan sapi yang berkualitas dapat meningkatkan populasi
ternak sapi di Indonesia?
3) Apakah Battling Games dapat membantu meningkatkan sumberdaya
pengetahuan masyarakat di Desa Janggan untuk memenuhi pakan sapi dengan
nutrisi tinggi?

1.3. Tujuan

1.
2.
3.

4.

5.

Adapaun tujuan dari program ini adalah sebagai berikut :


Memberikan edukasi pada peternak untuk meningkatkan sumberdaya
pengetahuan dalam pengolahan pakan yang berkualitas.
Menciptakan pakan ternak bernutrisi tinggi yang berasal dari limbah pertanian
dan peternakan yang melimpah di Desa Janggan.
Mengatasi permasalahan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat di
Desa Janggan dalam pengolahan pakan ternak yang berkualitas melalui
Program Battling Games.
Melakukan Sosialisasi berupa pelatihan aplikasi pengolahan pakan ternak yang
praktis, ekonomis, dan berkualitas untuk membantu penggemukkan sapi di
Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Membantu memulihkan tingkat populasi ternak sapi di Indonesia guna
meminimalisir angka sapi impor.

1.4. Luaran yang Diharapkan


Program Battling Games adalah program yang disiapkan untuk membantu
peternak dalam memenuhi pakan serta suplemen ternak yang memiliki nutrisi
tinggi. Pengaplikasian Battling Games ini, diharapakan mampu meningkatkan
sumberdaya dan pengetahuan peternak, serta kesadaran peternak di Desa Janggan
akan pentingnya pakan ternak yang berkualitas. Sehingga nantinya program ini
dapat mengatasi permasalahan kelangkaan pakan, membantu meningkatkan
kesejahteraan peternak, peningkatan populasi sapi lokal Indonesia, dapat
diaplikasikan setiap harinya oleh peternak sebagai pakan yang berkualitas, dan
juga peternak Desa Janggan mampu mengembangkan hasil olahan seperti AJEP
dan Kamblok ini untuk dikomersilkan.

1.5. Manfaat Program


1) Bagi Mahasiswa
a. Dengan adanya Battling Games ini, diharapkan mahasiswa dapat menambah
wawasan dan pengalaman dalam penerapan ilmu peternakan secara
langsung pada masyarakat.
b. Membangun jiwa sosial dan kerjasama tim yang baik bagi mahasiswa.
2) Bagi Peternak
a. Membuka pengetahuan dan menambah wawasan peternak Desa Janggan
akan pentingnya pakan yang berkualitas untuk ternak.
b. Berdasarkan hasil dari adanya program Battling Games, diharapkan dapat
diaplikasikan setiap harinya oleh peternak sebagai pakan yang berkualitas.
c. Hasil olahan pakan yang berkualitas ini, diharapkan masyarakat dan
khususnya peternak mampu mengembangkannya dan dikomersilkan.
d. Menambah keuntungan bagi peternak.
3) Penerapan Bagi Pemerintah
a. Membantu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas ternak di
Kabupaten Magetan.
b. Secara tidak langsung, dapat membantu Program Swasembada Daging Sapi
(PSDS), karena dengan pakan yang berkualitas ini menjadikan sapi potong
di Indonesia lebih cepat gemuk dan rentan dari penyakit. Sehingga mampu
meningkatkan populasi sapi potong di Indonesia, khususnya desa Janggan.

BAB II
GAMBARAN UMUM DAN ANALISIS KONDISI MASYARAKAT

2.1 Gambaran Umum Masyarakat Desa Janggan


Desa Janggan yang terletak di sebelah timur Kecamatan Poncol, tergolong
daerah pegunungan yang berhawa sejuk dan memiliki topografi berbukit dan
berlereng. Menurut data Statistik tercatat bahwa penduduk Desa Janggan sampai
dengan akhir Tahun 2012 adalah 3.336 jiwa. Dengan luas wilayah 312,933 Ha
dengan kepadatan penduduk Janggan, rata-rata adalah 933 jiwa/km.
Sektor pertanian, perkebuman dan peternakan merupakan sektor yang
mendukung perekonomian Desa janggan. Sektor peternakan, khususnya terletak
pada usaha penggemukan sapi atau yang sering dikenal dengan usaha Sapi
Kereman lebih dari 80% kepala keluarga (1.412 anggota keluarga) di Desa
Janggan mengembangkan usaha ini. Rata-rata setiap warga memiliki 2 s/d 5 ekor
sapi, bahkan bagi warga yang memiliki modal besar, mereka bisa memiliki sapi
antara 20 s/d 50 ekor ekor. Sapi-sapi tersebut, selain untuk memenuhi kebutuhan
daging di Kabupaten Magetan dan sekitarnya, juga telah dikembangkan
pemasarannya hingga ke Jakarta dan sekitarnya. Penggemukan Sapi inilah yang
menjadi Icon Unggulan Ekonomi Desa Janggan.
Desa Janggan, Kecamatan Poncol merupakan salah satu desa yang menjadi
primadona bahkan sebagai sentra usaha peternakan penggemukan sapi potong di
Kabupaten Magetan. Dengan topografi dataran tinggi usaha penggemukan sapi di
desa ini sudah menjadi pilihan pekerjaan warga desa selain bercocok tanam.
Lahan pertanian selain dimanfaatkan untuk menanam sayuran juga dimanfaatkan
pula dengan ditanami rumput gajah yang dapat dijadikan pakan ternak sapi
(Setdahumas Magetan, 2012).
Masyarakat Desa Janggan memelihara ternak sapi dengan sistem
kereman. Dengan pemeliharaan sistem kereman, pada tahun 2012 ini telah
dikirimkan 3.214 ekor sapi-sapi gemuk Desa Janggan untuk memenuhi kebutuhan
konsumen hingga ke Propinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta (Setdahumas Magetan,
2012). Kereman merupakan sistem pemeliharaan penggemukan sapi potong
jantan dalam suatu kandang dengan jangka waktu antara enam bulan hingga satu
tahun. Jadi, sapi tidak digembalakan di luar atau dipergunakan untuk menarik
bajak sawah namun dipelihara dan tidak dikeluarkan dari kandang. Kelompok
ternak sapi di Desa Janggan yang menggunakan sistem Kereman ini memiliki
empat kelompok, yaitu Kelompok Tani Ternak Usaha Tani I, Usaha Tani II,
Usaha Tani III dan Tani Makmur. Namun dalam pelaksanaannya, peternak di
Desa Janggan masih mengalami beberapa kendala dalam penggemukan ternak
sapi potong.
Kendala yang pertama, disebabkan karena permasalahan rendahnya
sumberdaya dan pengetahuan dari peternak sapi di Desa Janggan menyebabkan
minimnya pengolahan pakan yang berkualitas. Sehingga, untuk meningkatkan
SDM masyarakat desa Janggan diperlukan pendampingan kreativitas pengolahan
pakan ternak. Kendala kedua, yaitu ketersediaan bahan pakan hijauan sangat
dipengaruhi oleh faktor musim, di mana pada musim penghujan tersedia dalam
jumlah banyak, sedangkan pada musin kemarau ketersediannya sangat terbatas.

Sehingga pada musim kemarau yang panjang, peternak sulit menyediakan pakan
ternak yang berkualitas sama pada musim hujan.
Sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan dan kreativitas dalam
mengolah pakan ternak yang berkualitas guna mempercepat penggemukan ternak
sapi potong. Program Battling Games merupakan metode yang tepat diterapkan
mengingat rendahnya sumberdaya pengetahuan dalam pengolahan pakan ternak di
Desa Janggan, sehingga nantinya luaran program ini dapat membantu
mempercepat penggemukan, dengan memanfaatkan bahan yang murah dan praktis
seperti limbah pertanian, perkebunan, industri, dll akan mempunyai pengetahuan
yang lebih maju dan dengan kreativitas tersebut dapat membangun sumberdaya
dan pengetahuan masyarakat peternak Desa Janggan.

2.2 Analisa Kondisi Masyarakat Desa Janggan


Berdasarkan rancangan kami, analisa SWOT yang dapat digali adalah
sebagai berikut :
Strength

Teknologi Pakan yang efektif,


efisien, dan menguntungkan
Bahan
Baku
AJEP
dan
Kamblok yang mudah didapat
Daerah peternakan yang sangat
mendukung
Bahan baku relatif murah dan
terjangkau
Sistem
pemberdayaan
masyarakat yang terarah

Weaknes

Opportunity

Belum ada penyuluhan di Desa


Janggan
Memungkinkan penambahan
dan pengembangan hasil produk
untuk dikomersilkan
Pangsa pasaran sapi yang terus
tumbuh seiring pertumbuhan
tingkat konsumsi yang
meningkat
Pemberdayaan masyarakat
sebagai basis pengembangan
sosial

Diperlukan edukasi dan


pembimbingan serta penyuluhan
yang terarah
Kesadaran masyarakat SDM
yang masih rendah
Menurunnya harga pasaran sapi
karena kalah dengan sapi impor

Threat

Pembuatan pakan tersebut dapat


terhambat karena dipengaruhi
oleh kemalasan masyarakat
Sulitnya menjaga komitmen
SDM

Tabel 1. Analisa Kondisi Masyarakat Desa Janggan

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1. Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi)


Amoniasi adalah cara pengolahan kimia menggunakan amoniak (NH )
3

sebagai bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan daya cerna bahan pakan
berserat sekaligus meningkatkan kadar N (proteinnya). Cara ini mempunyai
keuntungan-keuntungan, yaitu: sederhana, mudah dilakukan, murah (sumber NH

diambil dari urea), juga sebagai pengawet, anti aflatoksin, tidak mencemari
lingkungan dan efisien (dapat meningkatkan kecernaan sampai 80%). Amoniak
dapat menyebabkan perubahan komposisi dan struktur dinding sel sehingga
membebaskan iikatan antara lignin dengan selulosa dan hemiselulosa, sehingga
memudahkan pencernaan oleh selulase mikroorganisme rumen. Amoniak akan
terserap dan berikatan dengan gugus asetil dari bahan pakan, kemudian
membentuk garam amonium asetat yang pada akhirnya terhitung sebagai protein
bahan.
Teknologi pengolahan dengan amoniak ini benar-benar mudah untuk
dilaksanakan dan tidak berbahaya sama sekali dalm pengerjaannya (meskipun
dinamakan pengolahan kimia). Siapa saja dapat melakukan asal mengerti dengan
jelas prinsip dan metode mana yang akan dilakukan (metode basah atau kering).
Dibandingkan dengan pengolahan cara kimia lain, biayanya jauh lebih murah.
Jerami padi yang telah diamonasi dengan cara diatas mempunyai
kandungan protein menjadi 2 x lipat (dari 4% menjadi 9,5%) tau meningkat
100%. Kecernaan in vitro meningkat dari 36% menjadi 73%, produksi VFA dan
NH3 meningkat cukup signifikan karena adanya peningkatan kecernaan dan kadar
protein dari bahan pakan yang diamoniasi. Dalam keadaan tertutup (plastik belum
dibuka/ dibongkar), bahan pakan yang diamoniasi dapat tahan lama (Komar,
1984).

3.2. Teknologi Pakan Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Blok)


Menurut Santoso (1989) dalam Rachmawati dkk (2007) bahwa pembuatan
kamblok dilakukan dengan tujuan agar bahan tersebut mempunyai nilai nustrisi
yang lebih tinggi dan meningkatkan daya cerna, sehingga bahan pakan yang
dihasilkan mempunyai nilai guna yang lebih tinggi. Kamblok adalah suatu proses
pembuatan pakan ternak ruminansia dengan mencampur kotoran ayam dan
molases serta ditambahkan vitamin dan mineral, kemudian dibentuk menjadi blok
(Rachmawati dkk, 2007). Fungsi kotoran ayam sebagai pengganti urea dalam
UMB (Urea Molasses Blok) pada umumnya.

BAB IV
METODE PELAKSANAAN

4.1. Tahapan Program


Penyusunan program ini didasarkan pada studi kasus yang terjadi di Desa
Janggan, yaitu perencanaan dan perealisasian program sesuai dengan yang
direncanakan dengan mengacu pada rumusan masalah. Langkah-langkah yang
perlu dilakukan untuk merealisasikan program yang akan dilaksanakan adalah
sebagai berikut :
4.1.1. Studi Literatur
Studi literatur berisi serangkaian kegiatan pencarian dan pengkajian
sumber-sumber yang relevan dan terpercaya terkait dengan permasalahan
yang diangkat. Literatur yang kami pakai dititik beratkan pada berita-berita,
artikel dan jurnal ilmiah tentang kandang swasembada daging, penurunan
populasi ternak di Indonesia, dan olahan pakan yang berkualitas untuk ternak.
Setelah mendapatkan literatur yang sesuai kami berupaya melakukan
perancangan program untuk pengadaan kegiatan Battling Games.
4.1.2. Survey Lokasi dan Konsolidasi dengan Pihak Terkait
Survey yang dilakukan secara terjun langsung kepada masyarakat
sasaran, guna membangun kedekatan sosial dan mencari tahu, serta
mengumpulkan fakta yang ada di Desa Janggan, Kecamatan Poncol,
Kabupaten Magetan untuk diangkat permasalahannya dan untuk diselesaikan.
4.1.3. Membuat Olahan Pakan Berkulitas dari Limbah Jerami Padi dan
Kotoran Ayam yang diawasi oleh Dosen Pembimbing
Kegiatan ini dilakukan oleh tim sebelum melakukan penyuluhan
secara langsung pada masyarakat. Pembuatan pakan AJEP dan Kamblok ini
akan digunakan sebagai contoh pada masyarakat mengenai produk yang akan
dibuat nantinya.
4.1.4. Pengujian Hasil Olahan pada Ternak Sapi Potong
Pengujian tersebut dilakukan guna mengetahui tingkat keberhasilan
dari olahan pakan yang berkualitas untuk mempercepat suatu penggemukan
ternak sapi potong di Desa Janggan.

4.2. Lokasi Pelaksanaan


Lokasi Battling Games ini akan dilaksanakan di Desa Janggan,
Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Gambar 1. Peta Lokasi Desa Janggan


4.3. Peserta Program
Adapun peserta dalam Battling Games diantaranya adalah anggota dari
empat kelompok Usaha Ternak Tani di Desa Janggan, yaitu:
Kelompok Tani Ternak Usaha Tani I terdiri dari 21 orang,
Kelompok Tani Ternak Usaha Tani II terdiri dari 18 orang,
Kelompok Tani Ternak Usaha Tani III terdiri dari 19 orang, dan
Kelompok Tani Ternak Tani Makmur terdiri dari 18 orang.
Kelengkapan nama, alamat, dan kepemilikan ternak akan disebutkan
dalam lampiran.
4.4. Pendampingan Program
Pelaksanaan Battling Games, yang akan diawali dengan penyuluhan
kepada masyarakat sasaran akan dilaksanakan oleh tim secara langsung. Pemateri
dari penyuluhan tersebut adalah dari tim sendiri yang telah dikarantina oleh dosen
pembimbing. Setelah pengadaan penyuluhan selesai, dilanjutkan dengan pelatihan
oleh tim yang akan dilihat oleh peserta penyuluhan. Kegiatan tersebut dilanjutkan
dengan memproduksi AJEP dan Kamblok secara mandiri oleh peserta penyuluh
yang akan didampingi oleh tim. Pada saat pemberian pakan hasil olahan AJEP
dan Kamblok, akan diawasi oleh tim untuk diberi pengarahan seperti yang akan
dijelaskan pada saat penyuluhan. Evaluasi akan dilaksanakan setiap 2 minggu
sekali setiap hari sabtu, yang mana sekaligus mendampingi peternak untuk
membuat AJEP dan Kamblok untuk persediaan 2 minggu ke depan. Setelah akhir
3 bulan pengujian pemberian pakan, akan diakan Mubes (Musyawarah besar)
dengan peserta penyuluhan seperti di awal, untuk mengevaluasi perjalanan
program dan berdiskusi untuk berkelanjutan dari program ini. Tim Battling
Games sangat mengharapkan agar ke depannya, dapat terus bekerja sama untuk
mengadakan penyuluhan guna membantu masyarakat Desa Janggan mengatasi
permasalahan yang ada.

4.5. Alur Sistem Pelaksanaan Program

Gambar 2. Alur Pelaksanaan Battling Games


Tahap Pelaksanaan PKM-M ini adalah sebagai berikut:
1. Rapat Koordinasi TIM PKMM
Rapat koordinasi ini berisi serangkaian pembagian kerja dan pemantapan
tim serta berkonsultasi dengan dosen pembimbing sebelum terjun ke masyarakat,
sehingga terciptanya keefektifan dalam koordinasi di lapangan.
2. Persiapan Pelaksanaan
a. Survey Lokasi
Kegiatan ini ditujukan sebagai pengamatan kondisi dan terjun langsung
untuk persiapan pelaksanaan di Desa Janggan.
b. Konsolidasi dengan Pihak Terkait
Kegiatan ini merupakan pengenalan dan Konsolidasi kepada pihak-pihak
terkait di Desa Janggan guna menjalin interaksi yang kuat dan kedekatan sosial
dengan masyarakat. Pada kegiatan ini, juga akan dilakukan permintaan surat
izin kepada Kepala Desa dan perwakilan dari kelompok tani yang diwakilkan
oleh Ketua Usaha Tani II sebagai mitra program Battling Games.

10

3. Pelatihan Produksi AJEP dan Kamblok oleh tim PKMM


Sebelum program penyuluhan akan dilaksanakan, tim akan memproduksi
olahan AJEP dan Kamblok yang dibimbing oleh dosen pembimbing. Hasil olahan
tersebut akan dijadikan suatu sampel pada sesi penyuluhan dilaksanakan.
4. Persiapan Teknis
Persiapan teknis meliputi persiapan alat yang akan digunakan untuk
penyuluhan program Battling Games di Desa Janggan. Selain itu, persiapan
penyediaan alat pengolahan AJEP dan Kamblok juga akan dipersiapkan sebaikbaiknya. Semua peralatan yang akan digunakan telah mendapat persetujuan dari
Kepala Desa yang nantinya akan disimpan di Kantor Desa Janggan guna
mendukung kelancaran acara dan terjamin keamanannya.
5. Penyuluhan Program Battling Games
Pada inti kegiatan ini, tim akan mengadakan penyuluhan atau sosialisasi
Program Battling Games kepada masyarakat peternak yang tergabung dalam
kelompok usaha tani di Desa Janggan. Penyuluhan akan dilaksanakan di Aula
Kantor Balai Desa Janggan pukul 13.00 WIB. Penyuluhan berupa pemberian
materi dan pengenalan hasil olahan AJEP dan Kamblok yang telah diproduksi
oleh tim. Materi yang akan disampaikan, ditekankan mengenai pentingnya pakan
ternak sapi yang berkualitas dan proses olahan pakan alternative dari limbah yang
ada, secara praktis dan ekonomis sekaligus menguntungkan seperti Amoniasi dan
Kamblok. Setelah penyampaian materi akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab
dan diskusi untuk memperjelas materi.
Di akhir penyuluhan program ini, tim akan membentuk kelompok
pembuatan Amoniasi dan Kamblok secara undian oleh masing-masing ketua
Kelompok Usaha Tani. Hasil dari undian ini adalah terdapat 2 tim yang akan
memproduksi Amoniasi, dan 2 tim memproduksi Kamblok.
6. Pelatihan Pembuatan Amoniasi dan Kamblok
Proses pelatihan ini akan dilakukan oleh tim secara jelas dan mendetail
yang akan dicontohkan sampai masyarakat paham dan mengerti. Masyarakat akan
diberikan masing-masing handout cara pengolahan AJEP dan Kamblok, supaya
dapat dipelajari dan diingat untuk proses produksi selanjutnya.
7. Proses Produksi Amoniasi dan Kamblok
Dalam tahap ini masyarakat akan digerakkan untuk memproduksi
langsung produk olahan limbah pakan ternak berkualitas secara mandiri oleh
masing-masing kelompok yang akan didampingi oleh tim. Setiap kelompok akan
difasilitasi bahan dan peralatan yang telah disediakan oleh panitia tim.
8. Pemberian Hasil Amoniasi dan Kamblok
Hasil olahan AJEP dan Kamblok akan diberikan pada sapi salah satu
peternak di Desa Janggan, lama penggemukan selama 3 bulan untuk dilihat
hasilnya, dan dibandingkan dengan perkembangan sapi tanpa pemberian olahan
AJEP dan Kamblok. Adapun pemberian pakan yang akan diberikan terdapat tiga
perlakuan, diantaranya:
Perlakuan A = Kontrol (kebiasaan peternak)
Perlakuan B = Konsentrat 1% dari bobot badan + Kamblok 500
gr/ekor/hari + Rumput Lapangan 100%
Perlakuan C = Konsentrat 1% dari bobot badan + Kamblok 500
gr/ekor/hari + Rumput Lapangan 50% + AJEP 50%

11

9. Evaluasi Akhir Produksi Pemberian Pakan dan Pelaksanaan


Pada tahap ini, pengevaluasian akan dibagi menjadi 3, diantaranya
evaluasi tiap akhir kegiatan oleh tim untuk memperbaiki kinerja yang akan
datang. Selanjutnya, evaluasi terhadap pemberian pakan AJEP dan kamblok yang
akan dianalisis perekonomiannya seperti tabel.1 di akhir bulan ke 3. Evaluasi
terakhir yaitu akan diadakan dengan pertemuan dengan kelompok penyuluhan
untuk mengadakan Mubes (Musyawarah besar) mengenai permasalahanpermasalahan yang terjadi selama kegiatan, produksi, dan pemberian pakan pada
ternak serta keberlanjutan dari peternak untuk mengembangkan olahan AJEP dan
Kamblok.

4.6. Financial Plan


1. Biaya Produksi
Total biaya produksi selama satu bulan adalah penjumlahan dari biaya
penyusutan alat dan biaya bahan produksi yaitu:
Biaya Produksi
= Biaya habis pakai + Biaya Tetap
= Rp1.368.000 + Rp 630.500
= Rp 1.998.500
Artinya, Produksi dengan dalam satu bulan membutuhkan Biaya sebesar Rp
1.998.500. Sehingga dalam satu tahun dibutuhkan biaya produksi sebesar Rp
1.998.500 x 12 bulan yaitu Rp 23.982.000
2. Penetapan Harga Jual
Dalam menentukan harga jual AJEP dan Kamblok, dengan cara menyesuaikan
dengan biaya yang telah dikeluarkan. Produk ini dijual dengan harga Rp
23.000/karung. Dengan estimasi selama satu bulan menghasilkan produk AJEP dan
Kamblok sebesar 150 karung.
3. Hasil Usaha dan Keuntungan
Hasil Usaha
= Jumlah Produksi x Harga Jual
= 150x Rp 23.000
= Rp 3.450.000
Artinya, hasil penjualan dengan stok 150 karung sebesar Rp 3.450.000/bulan.
Sehingga dalam satu tahun didapatkan hasil penjualan sebesar Rp 3.450.000 x 12
bulan yaitu Rp 41.400.000
Keuntungan
= Hasil usaha Produksi
= Rp 3.450.000 Rp 1.998.500
= Rp 1.451.500
Artinya, keuntungan yang kami dapat setiap bulannya sebersar Rp 1.451.500.
sehingga dalam satu tahun didapatkan keuntungan sebesar Rp 1.451.500 x 12 bulan
yaitu Rp 17.418.000

12

4. Kelayakan Usaha
Secara sederhana kelayakan usaha dapat diperkirakan dengan menghitung
BEP (break event poin), Jangka Watu Pengembalian Modal danB/C ratio (benefit
cost ratio).
a. Jangka Waktu Pengembalian Modal
= (Peralatan Penunjang+ Biaya Produksi) : keuntungan x lama produksi
= (Rp 3.560.000+ Rp 1.998.500) : Rp 1.451.500 x 1 bln
= Rp. 5.558.500 : Rp. 1.451.500 x 1 bln
= 3,8 bln
Artinya modal akan kembali setelah produksi selama 3,8 bulan.
b. B/C
B/C ratio berguna untuk mengetahui perbandingan antar besarnya keuntungan
dengan jumlah biaya yang telah dikeluarkan. Rumus yang digunakan dalam
menghitung B/C ratio adalah:
B/C= Keuntungan : biaya produksi
= Rp 1.451.500 : Rp 1.998.500
= 0,726
Artinya B/C sebesar 0,726 menunjukkan bahwa dari modal Rp. 1,00 akan
diperolehkeuntungan sebesar 0,726 kalinya.
c.

BEP

Kegunaan dari menghitung BEP ini adalah untuk mengetahui kapan hasil
usaha yang dilakukan mencapai titik impas, artinya perusahaan tidak untung dan juga
tidak rugi. Nilai titik impas yang dihitung yaitu BEP harga dan BEP produksi.
BEP (Break Event Point) Harga
= Biaya Produksi : Jumlah Produksi
= Rp 1.998.500 : 150
= Rp 13.400
Artinya, titik impas akan dicapai apabila dapat menjual produk sebesar Rp
13.400.
BEP (Break Even Point) Produksi
= Biaya Produksi : Harga Produksi
= Rp 1.998.500 : Rp. 23.000
= 86,5 sak
Artinya, titik impas akan dicapai apabila dapat memproduksi sebesar 86,5
karung.

13

BAB V
RANCANGAN JADWAL KEGIATAN

Bulan
ke-1

Kegiatan
1

Bulan
ke-2
4

Bulan
ke-3
4

Bulan
ke-4
4

Bulan
ke-5
4

Rapat Koordinasi
Tim PKMM
Persiapan
Pelaksanaan
(Survei Lokasi
dan Konsolidasi)
Produksi AJEP
dan Kamblok oleh
tim PKMM
Persiapan Teknis

X
M
X
N
X
I

A
I

Tabel 2. Jadwal kegiatan Pelaksanaan


Keterangan:
:
:
:
:
:
:

P
J
L

Penyuluhan
Program Battling
Games
Pelatihan AJEP
dan Kamblok
Produksi AJEP
dan Kamblok
Pemberian AJEP
dan Kamblok
pada ternak
Evaluasi Produksi
Pemberian Pakan
dan Pelaksanaan
Pembuatan
Laporan

L
I
M
N
A
X

Bulan
ke-6

Lana Qoriul
Mirsa Ita Dewi Adiana
Muhammad Arif Rahman
Nadya Arera Ritma Ajeng
Alvina Dyah Arumsari
Semua Tim

14

BAB VI
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

1. Peralatan Penunjang
Tabel 3. Rancangan Biaya
Material

Timbangan
Plastik Besar
Terpal
Ember
Tong atau
Drum
Alat Semprot
Tali
Sabit
Cetakan
Cetok
Timba
Sarung Tangan
Karet
Box
Sewa
LCD+Layar
Sewa Gedung
Sewa Alat
Ukur
Sewa
Timbangan

Justifikasi
Pemakaian
Penimbangan
Bahan
Pembungkus AJEP
dan Kamblok
Alas AJEP
Tempat bahan
AJEP dan Kamblok
Penyimpanan
AJEP
Menyiram Urea
pada AJEP
Mengikat AJEP
Alat pemotong
jerami
Pencetak Kamblok
Pencetak Kamblok
Tempak adonan
Kamblok

Kuantitas

Total
Harga (Rp)

200.000

200.000

2.000

100.000

2 buah

150.000

300.000

4 buah

40.000

160.000

4 buah

120.000

480.000

2 buah

100.000

200.000

2 roll

10.000

20.000

2 buah

50.000

100.000

20 buah
4 buah

10.000
20.000

200.000
80.000

2 buah

80.000

160.000

Pelindung tangan

10 pasang

6.000

60.000

Wadah Peralatan

4 Buah
1 paket/3x
pakai

50.000

200.000

150.000

450.000

3x pakai

50.000

150.000

2x pakai

100.000

200.000

2x pakai

250.000

500.000

SUB TOTAL (Rp)

3.560.000

Alat Penyuluhan
Tempat
Penyuluhan
Pengukuran Berat
Badan Sapi
Penimbangan Berat
Badan Sapi

1 buah

Harga
Satuan
(Rp)

50 meter

15

2. Bahan Habis Pakai

Material
Jerami Padi
(Kering Udara)

Urea
Air
Molases
Kotoran Ayam
Garam
Dedak
Mineral
Kapur/
gamping
Bata Tumbuk
Semen
Konsentrat
Makan
Snack
Air Minum
Rokok untuk
Penduduk
Tinta Printer
Literatur
Penggandaan
Laporan
Bolpoin Hitam
Vandel
Kertas HVS 80
gr

Harga
Satuan (Rp)

Total
Harga (Rp)

550 kg

1.000

550.000

25 kg

4.500

112.500

500

275.000

35 kg

2.500

87.500

9 kg

500

4.500

5 kg

4.000

20.000

25 kg

2.500

62.500

4 kg

3.500

14.000

7 kg

500

3.500

7 kg

500

3.500

5 kg

2.000

10.000

90 kg

2.500

225.000

1x@80

10.000

800.000

2x@80

5.000

800.000

9 dus

25.000

225.000

24
bungkus

10.000

240.000

1 Pack

70.000

70.000

4 Buku

50.000

200.000

10x

10.000

100.000

1 Pack

52.500

52.500

2 buah

35.000

70.000

2 Rim

35.000

70.000

Justifikasi
Pemakaian

Kuantitas

Bahan Utama AJEP

Bahan Utama
AJEP dan Kamblok
Bahan Utama
AJEP dan Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan Utama
Kamblok
Bahan utama
Kamblok
Pakan Penunjang
Konsumsi peserta
Penyuluhan
Konsumsi peserta
Penyuluhan
Konsumsi peserta
Penyuluhan
Tambahan
Konsumsi untuk
Peserta Penyuluhan
Untuk Mencetak
Data
Untuk Referensi
Untuk Rekapan
Untuk Menulis
Data
Souvernir
Untuk Mencetak
Data

550 liter

16

Materai

Perjanjian dengan
Pihak Lain

5 buah

6.500

32.500

SUB TOTAL (Rp)

4.028.000

3. Perjalanan
Material

Survey Lokasi

Pelaksanaan
Perjalanan
Pembelian
Alat dan
Bahan di
Magetan

Harga
Satuan (Rp)

Total
Harga (Rp)

100.000

600.000

100.000

1.800.000

500.000

500.000

SUB TOTAL (Rp)

2.900.000

Justifikasi
Kuantitas
Pemakaian
Survey dan
3
Konsolidasi dengan
org/2xPP
Masyarakat
Pelaksanaan
3
Program Battling orang/5bln
Games
/6x PP
Pembelanjaan Alat
dan Bahan

1 Mobil

4. Lain-lain
Material

Dokumentasi
Spanduk
Poster
Fotocopy Materi
Fotocopy
Undangan
Buku Besar
Pulsa
Banner

Justifikasi
Pemakaian
Cetak Kegiatan
Foto
Penunjang
Dekorasi
Penunjang
Penyuluhan
Materi untuk
Peserta
Undangan untuk
Peserta
Pembukuan
Komunikasi
Penunjang
Dekorasi

Kuantitas

50 x

Harga
Satuan
(Rp)

Total
Harga (Rp)

5.000

250.000

1 buah

100.000

100.000

2 buah

50.000

100.000

80 x

1.000

80.000

80 x

100

8.000

2 buah
5
orang/4bul
an

10.000

20.000

25.000

500.000

2 buah

175.000

350.000

SUB TOTAL (Rp)

1.408.000

17

5. Penyusutan Biaya Tetap (Fixed Cost)

1.

Timbangan

200.000

Umur
Ekonomi
24 bulan

2.

Plastik Besar

100.000

0,5 bulan

200.000

3.

Terpal

300.000

12 bulan

25.000

4.

Ember

160.000

3 bulan

54.000

5.

Tong atau Drum

480.000

12 bulan

40.000

6.

Alat Semprot

200.000

12 bulan

17.000

7.

Tali

20.000

6 bulan

4.000

8.

Sabit

100.000

12 bulan

8.500

9.

Cetakan

200.000

24 bulan

8.500

10.

Cetok

80.000

24 bulan

3.500

11.

Timba

160.000

12 bulan

13.500

12.

Sarung
Karet

60.000

0,5 bulan

120.000

13.

Box

200.000

18 bulan

11.200

14.

Sewa
LCD+Layar

450.000

6 bulan

75.000

15.

Sewa Gedung

150.000

6 bulan

25.000

16.

Sewa Alat Ukur

200.000

6 bulan

33.500

17.

Sewa Timbangan

500.000

6 bulan

83.400

No.

Jenis Barang

Harga (Rp)

Tangan

Jumlah

Total/ Bulan (Rp)


8.400

730.500

18

BAB VII
PELAKSANA EKSEKUTIF

Gambar 3. Susunan Organisasi Panitia


Nama
Pelaksana

Alamat

Telepon

Spesifikasi
Kompetensi

Peran dalam
Tim
Eksekutif

Jl.
Pengolahan
Sumbersari
Limbah
Koordinator
081946367797
7B, No.
Pertanian dan
Program
20A, Malang
Hasil Ternak
Jl .
Penanggung
Alvina Dyah
Mertojoyo
Produksi
082143236642
Jawab
Arumsari
Selatan Blok
Olahan Limbah
Produksi
B, No. 10
Jl. Semanggi
Hubungan
Humas dan
Muhammad
Barat No.
089617627282
Sosial
Pengembangan
Arif Rahman
2C, Malang
Kemasyarakatan
SDM
Penanggung
Jl. Kertoasri
Pengolahan data
Nadya Arera
Jawab
No. 56,
085783264944
dan
Ritma Ajeng
Keuangan dan
Malang
Administrasi
Administrasi
Jl. Kertoasri
Pengembangan
Penanggung
Lana Qoriul
No. 112,
08999856376
Produksi
Jawab Lapang
Malang

Mirsa Ita
Dewi Adiana

19

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, A., Khan, M.J., Shahjalal, M. and Islam, K.M.S., 2002. Effects of
Feeding Urea and Soybean Meal Treated Rice Straw on Digestibility of
feed Nutrient and Growth Performance of Bull Calves. Asian-Aus. J.
Anim-Sci 15 : 522-527.
Badan Pusat Statistika. 2013. Angka Sementara Hasil Sensus Pertanian 2013.
Magetan.
Badan Pusat Statistika. 2013. Hasil Sensus Pertanian. Instruktur Nasional Sensus
Pertanian 2013. Jakarta.
Direktorat Pakan Ternak. 2011. Pedoman Umum Pengembangan Integrasi Ternak
Sapi Tahun 2011. Jakarta.
Komar, A. 1984. Teknologi Pengolahan Jerami Sebagai Makanan Ternak.
Yayasan Grahita. Jakarta.
Nolan, J.V. 1993. Nitrogen Kinetics. In. Quantitative Aspects of Ruminant
Digestion and Metabolism. J.M. Forbes and J. France. CAB.
International.
Nurhayu, A., Pasambe, D., Sariubang, M. 2010. Kajian Pemanfaatan Pakan
Lokal dan UMB untuk Sapi Potong di Kabupaten Pinrang Sulawesi
Selatan. Seminar Teknologi Peternakan Veterine.
Rachmawati, A., Wahyuni, R.D., Kusumastuti, A. E. 2007. Kotoran Ayama
Molases Blok Sebagai Konsentrat Alternatif Ternak Sapi Perah Di
Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Laporan Program Penerapan
IPTEK. Departemen Pendidikan Nasional.
Santoso, U., 1989. Limbah Bahan Pakan yang Rasional. PT. Bharata Karya
Aksara. Jakarta.
Siadari. 2013. Swasembada Daging 2014 Dipastikan Gagal, Profesor Ini Usulkan
5 Jurus. www.jaringannews.com. Di akses pada 8 Januari 2014.
Suara Pembaruan. 2014. Peternak Lokal Terabaikan, Swasembada Daging 2014
Tak Tercapai. www.suarapembaruan.com. di akses pada 8 Januari 2014.
Trisnadewi, A. A. A. S., N. L. G. Sumardani, B. R. Tanama Putri, I G. L. O.
Cakra, dan I G. A. I. Aryani. 2010. Peningkatan Kualitas Jerami Padi
Melalui Penerapan Teknologi Amoniasi Urea Sebagai Pakan Sapi
Berkualitas Di Desa Bebalang Kabupaten Bangli. 10 (2): 72 74.

20

Lampiran
1. Daftar Riwayat Hidup
KETUA
Nama Lengkap
Tempat tanggal lahir
Alamat di Malang
Contact Person
Alamat email
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Mirsa Ita Dewi Adiana


Magetan, 13 Desember 1995
Jl. Sumbersari 7B, No. 20A, Malang
081946367797
icha.ibach@gmail.com
2001 2007 : SDN 1 JANGGAN
2007 2010 : SMPN 1 PONCOL
2010 2013 : MAN 2 MADIUN
2013 : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Pengalaman Organisasi

: 2010 2011 : OSIS MAN 2 MADIUN


2011 2012 : OSIS MAN 2 MADIUN
2010 2013 : Kelompok Olimpiade Kimia MAN 2 MADIUN
2010 2013 : Kelompok Olimpiade Bhs. Inggris MAN 2 MADIUN
2013
: Kelompok Ilmiah Mahasiswa Fakultas Peternakan
Universitas Brawijaya
EGP Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya
Unit Aktivitas Bola Voli Universitas Brawijaya
Unit Aktifitas Tari Universitas Brawijaya

Penelitian yang pernah dibuat

Ashanti (Android System of Hen House Automation):


Perancangan Sistem Monitoring Perangkat Bergerak Berbasis
Android Pada Otomatisasi Kandang Ayam Guna Menekan
Produktivitas Telur Ayam Petelur.
Battling Games (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers):
Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan
Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Blok) untuk Pemberdayaan
Peternak Sapi Potong di Desa Janggan, Kecamatan Poncol,
Kabupaten Magetan.

Malang, 14 Februari 2014

(Mirsa Ita Dewi Adiana)

21

Anggota
Nama Lengkap
Tempat tanggal lahir
Alamat di Malang
Contact Person
Alamat email
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Alvina Dyah Arumsari


Malang, 13 Agustus 1995
Jl. Mertojoyo Selatan Blok B, No 10
082143236642
kejevid@gmail.com
2002-2008: SDN Lawang 3
2008-2011: SMPN 1 Singosari
2011-2013: MAN Malang 1
2013 : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Pengalaman Organisasi

: 2011-2013: Pasukan Pengibar Bendera MAN Malang 1


2013: Kelompok Ilmiah Mahasiswa Fapet UB
2013: Unit Kegiatan Forum Mahasiswa Studi Bahasa Inggris
Universitas Brawijaya
2013:Unit Kegiatan Mahasiswa Periasai Diri Universitas
Brawijaya

Penelitian yang pernah dibuat

Ashanti (Android System of Hen House Automation):


Perancangan Sistem Monitoring Perangkat Bergerak Berbasis
Android Pada Otomatisasi Kandang Ayam Guna Menekan
Produktivitas Telur Ayam Petelur.
Battling Games (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers):
Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan
Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Blok) untuk Pemberdayaan
Peternak Sapi Potong di Desa Janggan, Kecamatan Poncol,
Kabupaten Magetan.

Malang, 14 Februari 2014

(Alvina Dyah Arumsari)

22

Anggota
Nama Lengkap
Tempat tanggal lahir
Alamat di Malang
Contact Person
Alamat email
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Muhammad Arif Rahman


Tuban, 9 januari 1995
Jl. Semanggi Barat No 2C, Malang
089617627282
arif.rahman911995@gmail.com
2001-2007: SDI Tuban
2007-2010: SMPN 3 Tuban
2010-2013: SMAN 3 Tuban
2013 : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Pengalaman Organisasi

: 2011-2013: OSIS SMPN 3 Tuban


2013: OSIS SMAN 3 Tuban
2013: IAAS LC-UB
2013: Forum OSIS Jatim
203 : KIM FAPET UB
2013 : EGP FAPET UB

Penelitian yang pernah dibuat

Ashanti (Android System of Hen House Automation):


Perancangan Sistem Monitoring Perangkat Bergerak Berbasis
Android Pada Otomatisasi Kandang Ayam Guna Menekan
Produktivitas Telur Ayam Petelur.
Battling Games (Beef Cattle Counseling of Janggan Farmers):
Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi Jerami Padi) dan
Kamblok (Kotoran Ayam Molasses Blok) untuk Pemberdayaan
Peternak Sapi Potong di Desa Janggan, Kecamatan Poncol,
Kabupaten Magetan.

Malang, 14 Februari 2014

(Muhammad Arif Rahman)

23

Anggota
Nama Lengkap
Tempat tanggal lahir
Alamat di Malang
Contact Person
Alamat email
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Nadya Arera Ritma Ajeng


Bojonegoro, 16 April 1994
Jl. Kertoasri No. 56, Malang
085783264944
nadyaarera@gmail.com
2000-2006: SDN Kebomlati
2006-2009: SMP Muhammadiyah 1 Babat
2009-2012: SMA Muhammadiyah 1 Babat
2012 : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Pengalaman Organisasi

: 2006-2007 : OSIS SMPM 1 Babat


2007-2008 : DKG SMPM 1 Babat
2011-2012 : DA SMAM 1 Babat
2012 : KIM FAPET UB

Penelitian yang pernah dibuat

Emping Edan: Emping Petai Kaya Antioksidan sebagai Peluang


Usaha Camilan Sehat Pencegah Kanker
Honeyscan: Deteksi Pemalsuan Dini Madu dengan Teknik
Spektrofometer Flourescene sebagai Jaminan Mutu Madu Ekspor
Fiesta: Feed of Samanea Saman with Aceobacter Liquifaciens
Sa-Tech: Inovasi Teknologi Pencetak Sate Efektif, Efisien dan
Hygine Menggunakan Shoot Pneumatic System di Balibul Aqiqoh
Malang.

Malang, 14 Februari 2014

(Nadya Arera Ritma Ajeng)

24

Anggota
Lana Qoriul
Lumajang, 10 September 1994
Jl. Kertoasri No. 112, Malang
08999856376
lanaqori@gmail.com
2000-2006: SD Islam Lumajang
2006-2009: MTSN 1 Lumajang
2009-2012: MAN 1 Lumajang
2012 : Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya

Nama Lengkap
Tempat tanggal lahir
Alamat di Malang
Contact Person
Alamat email
Riwayat Pendidikan

:
:
:
:
:
:
:
:
:

Pengalaman Organisasi

: 2006-2007 : OSIS MTSN 1 Lumajang


2011-2012 : OSIS MAN 1 Lumajang
2012 : KIM FAPET UB

Penelitian yang pernah dibuat

Honeyscan: Deteksi Pemalsuan Dini Madu dengan Teknik


Spektrofometer Flourescene sebagai Jaminan Mutu Madu Ekspor
Fiesta: Feed of Samanea Saman with Aceobacter Liquifaciens
Sa-Tech: Inovasi Teknologi Pencetak Sate Efektif, Efisien dan
Hygine Menggunakan Shoot Pneumatic System di Balibul Aqiqoh
Malang.

Malang, 14 Februari 2014

(Lana Qoriul)

25

Lampiran 2. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra


SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJASAMA DARI MITRA
USAHA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM HIBAH MITI
Yang bertanda tangan di bawah ini,
Nama
Pimpinan Mitra Usaha
Bidang Usaha
Alamat

:
:
:
:

PARNO
Usaha Tani II
Peternak Sapi Potong Kereman
RT. 12/ RW. 05, Desa Janggan,
Kecamatan Poncol, Kabupaten
Magetan.
Dengan ini menyatakan Bersedia untuk Bekerjasama dengan Pelaksana
Kegiatan Program Hibah Miti dalam program Battling Games (Beef Cattle
Counseling of Janggan Farmers) Aplikasi Teknologi Pakan AJEP (Amoniasi
Jerami Padi) dan Kamblok (Kotoran Ayam Urea Molasses Blok) untuk
Pemberdayaan Peternak Sapi Potong Desa Janggan Kecamatan Poncol Kabupaten
Magetan
Nama Ketua Tim Pengusul
: Mirsa Ita Dewi Adiana
Nomor Induk Mahasiswa
: 135050100111189
Program Studi
: Peternakan
Nama Dosen Pembimbing
: Rini Dwi Wahyuni, S.Pt.,MSc
Perguruan Tinggi
: Universitas Brawijaya
Guna menerapkan dan/ atau mengembangkan IPTEKS pada tempat usaha
kami. Bersama ini pula kami nyatakan dengan sebenarnya bahwa di antara pihak
Mitra Usaha dan Pelaksana Kegiatan Program tidak terdapat ikatan kekeluargaan
dan ikatan usaha dalam wujud apapun juga.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan
tanggung jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat
digunakan sebagaimana mestinya.
Magetan, 20 Januari 2014

26

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA


Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Mirsa Ita Dewi Adiana
Jabatan
: Ketua tim
Selanjutnya disebut sebagai pihak I
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Sarmo
Jabatan
: Kepala Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan
Selanjutnya disebut sebagai pihak II
Pasal 1
Pihak I dan Pihak II telah bersepakatan menjalin kerjasama dalam Program Hibah
Miti dari Pihak I untuk memberikan ijin sosialisasi program Battling Games di
Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Pasal 2
Bentuk kegiatan program kreativitas ini adalah pembuatan program dengan
hubungan kerjasama terhadap mitra yaitu:
(1) Pihak II memberikan kontribusi yaitu sebagai pendukung terhadap
program yang dibuat Pihak I
(2) Pihak I menjaga nama baik Pihak II dan sebaliknya.
Pasal 3
1) Pihak II membantu Pihak I dengan memberikan pertimbangan dalam
pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang dibuat.
Pasal 4
Hal-hal lain yang belum diatur dalam surat perjanjian ini akan diatur kemudian
berdasarkan kesepakatan bersama.

27

Lampiran 3. Cara Pengolahan AJEP dan Kamblok


3.1. Pembuatan AJEP (Amoniasi Jerami Padi)
Meskipun jerami padi yang tanpa diolah dapat dimakan oleh sapi,
namun sebagian tidak tercerna dan tidak akan menjadikan gemuk bagi
ternaknya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas jerami
padi, salah satu upaya yang murah, praktis dan hasilnya disukai ternak
adalah teknik amoniasi. Teknik Amoniasi termasuk perlakuan alkali yang
dapat meningkatkan daya cerna jerami padi. Urea dalam proses amoniasi
berfungsi untuk melemahkan ikatan lignoselulosa dan silika yang menjadi
faktor penyebab rendahnya daya cerna jerami padi (Trisnadewi dkk, 2011).
Amoniasi jerami padi menggunakan urea dapat meningkatkan kandungan
nitrogen (Ahmed et al., 2002). Nitrogen yang berasal dari urea yang
meresap dalam jerami mampu meningkatkan kadar amonia di dalam rumen
sehingga tersedia substrat untuk memperbaiki tingkat dan efisiensi sistesis
protein oleh mikroba. Teknik pembuatan Amoniasi Jerami Padi dijelaskan
sebagai berikut.
100 kg jerami padi (kering udara) + 4 kg urea + 100 liter air
Dilapisi dua kantong plastik dengan dimasukkannya lembar
pertama ke dalam lembar kedua
Dipotong jerami padi dengan ukuran 2 5 cm
Ditaburkan seluruh potongan jerami padi di atas kantong plastik
Dilarutkan urea dengan dicampurkannya 4 kg ke dalam timba yang
berisi 100 liter air, lalu diaduk-aduk sampai semua urea larut
Disiram dan dicampurkan larutan ada jerami padi yang tersebar di
atas kantong plastik, lalu diaduk dan dibolak-balik sampai merata
Dibungkus dengan kantong plastik lalu dimasukkan ke dalam tong
dan diikat kuat
Dipadatkan jerami di dalam plastik disimpan jerami padi di tempat
teduh yang tidak terkena matahari dan diperam selama 2 minggu
Diangin-anginkan selama 1 2 jam (dibiarkan di tempat terbuka)
Amoniasi jerami padi urea siap disajikan pada ternak

28

3.2 Pembuatan Kamblok


Menurut Santoso (1989) dalam Rachmawati dkk (2007) bahwa
pembuatan kamblok dilakukan dengan tujuan agar bahan tersebut
mempunyai nilai nustrisi yang lebih tinggi dan meningkatkan daya cerna,
sehingga bahan pakan yang dihasilkan mempunyai nilai guna yang lebih
tinggi. Kamblok adalah suatu proses pembuatan pakan ternak ruminansia
dengan mencampur kotoran ayam dan molases serta ditambahkan vitamin
dan mineral, kemudian dibentuk menjadi blok (Rachmawati dkk, 2007).
Fungsi kotoran ayam sebagai pengganti urea dalam UMB (Urea Molasses
Blok) pada umumnya.
3.5 kg molasses + 1.0 kg kotoran ayam + 0.1 kg urea + 0.8 kg air + 0.2
kg garam + 2.7 kg dedak + 0.4 kg mineral + 0.7 kg kapur/gamping + 0.7
kg bata + 0.3 kg semen
Dilarutkan garam pada 0.5 liter air
Diaduk dedak
Dicampurkan mineral dan dedak dengan cara ditaburkan mineral
pada dedak
Dimasukkan larutan garam ke dalam ember berisi molasses
Diaduk sampai merata
Dimasukkan hasil campuran dedak dan mineral ke dalam ember
berisi molasses dan garam
Diaduk sampai merata
Dituangi kapur dengan air tersisa sampai mengental, jika perlu
ditambah dengan air dan ditunggu hingga dingin
Dimasukkan bata tumbuk ke dalam adukan kapur seacara merata
dan ditaburi semen agar lebih padat
Dicetak dan dijemur pada terik matahari selama 4 jam.
Kamblok

29

Lampiran 4. Gambaran Teknologi AJEP dan Kamblok

Gambar 4. Ilustrasi Pembuatan AJEP

Gambar 5. Ilustrasi Pembuatan Kamblok

Gambar 6. Hasil olahan AJEP

Gambar 7. Hasil olahan Kamblok

30

Lampiran 5. Topografi Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten


Magetan.

Gambar 8. Lokasi Desa Janggan

Gambar 9. Topografi Ternak Sapi


Kereman di Desa Janggan

Gambar 10. Teknik pemberian Jerami

Gambar 11. Topografi

Ternak Ayam

Padi yang masih Tradisional

Petelur di Desa Janggan

Gambar 12. Pertanian di Desa Janggan

Gambar 13. Tanaman Padi yang

yang Sangat Mendukung

Mendukung sektor Pertanian

31

Lampiran 6. Konsolidasi dengan Pihak Terkait

Gambar 14. Mengunjungi Tempat

Gambar 15. Penandatangan Surat

Peternak Sapi Bakal Kereman Pak

Kerja Sama dengan Kepala Desa

Podo di Desa Janggan

Janggan

Gambar 16. Penandatanganan Surat

Gambar 17. Konsolidasi dengan

Kerja Sama dengan Kepala Usaha

Peternak Sapi Kereman Desa Janggan

Tani II

32

Lampiran 7. Peta Lokasi Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten


Magetan

Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten


Magetan. Lokasi Program Battling Games akan
dilaksanakan

Gambar 18. Peta Lokasi Desa Janggan