Anda di halaman 1dari 170

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY.

E UMUR 26
TAHUN GIP0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 5 HARI DENGAN
KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III DI BPS
KARTINI KAMPUNG SAWAH
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH


Diajukan untuk memenuhi persyaratan
Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun Oleh
EVA ALVIONITA
201207145

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY. E UMUR 26


TAHUN GIP0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 5 HARI DENGAN
KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III DI BPS
KARTINI KAMPUNG SAWAH
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

Disusun Oleh:

EVA ALVIONITA
201207145

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

LEMBAR PENGESAHAN

Diterima dan disahkan oleh Tim Penguji Ujian Akhir Program Pendidikan
Diploma III Kebidanan Adila Pada :

Hari: Selasa
Tanggal: 28 juli 2015

Penguji I

Penguji II

Adhesty Novita Xanda, S.ST, M.Kes


NIK: 11204052

Margareta Rinjani, S.ST


NIK:2015021057

Direktur Akademi Kebidanan Adila


Bandar Lampung

Dr. Wazni Adila, M.PH


NIK. 20110410

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY. E UMUR 26


TAHUN GIP0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 5 HARI DENGAN
KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III DI BPS
KARTINI KAMPUNG SAWAH
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015
Eva Alvionita, Adhesty Novita Xanda S.ST. M.Kes, Margareta Rinjani S.ST
INTISARI

Proses kehamilan merupakan mata rantai satu kesatuan mulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan
adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persiapan
menyongsong kelahiran bayi. Selama kunjungan antenatal ibu mungkin mengeluh bahwa ia
mengalami ketidaknyamanan. Kebanyakan dari keluhan ini adalah ketidaknyamanan yang normal dan
merupakan bagian dari perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil selama kehamilan. Tidak semua
wanita hamil mengalami semua ketidaknyamanan umum yang muncul selama kehamilan, tetapi
banyak wanita hamil mengalaminya dalam tingkat ringan hingga berat. Tujuan penelitian dalam hal ini
adalah terdiri dari tujuan umum yaitu menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang
ketidaknyamanan pada trimester III di BPS Kartini, dan tujuan khusus yang terdiri dari karakteristik
responden berdasarkan umur, paritas, pendidikan, dan mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil
tentang pengertian, macam-macam, penyebab dan cara mengatasi ketidaknyamanan pada trimester III.
Ruang lingkup tempat dan waktu penelitian ini dilakukan di BPS Kartini dan dilakukan dari tanggal
08-18 April 2015. Metode penelitian Deskriftif. Subjek penelitian, ibu hamil. Objek penelitian,
Ketidaknyamanan trimester III. Kesimpulan hasil penelitian, penulis mampu melakukan Asuhan
kebidanan ibu hamil terhadap Ny. E umur 26 tahun GIP0A0 dengan ketidaknyamanan trimester III.
Saran utama, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menambah pengetahuan dan wawasan ibu
hamil khususnya tentang ketidaknyamanan trimester III.

Kata kunci

: Kehamilan, Tentang Ketidaknyamanan


Trimester Ketiga (TM III).

Kepustakaan

: 12 Referensi

CURRICULLUM VITAE

Nama

: Eva Alvionita

Nim

: 201207145

Tempat/Tanggal Lahir

: Kotabumi, 22 Maret 1994

Alamat

: Jl. Lada no 30 kebun empat Kotabumi Lampung utara

Riwayat Pendidikan :
SD NEGERI 3 KOTABUMI

: 2000 - 2006

SMP NEGERI 3 KOTABUMI

: 2006 - 2009

SMA NEGERI 3 KOTABUMI

: 2009 - 2012

AKADEMI KEBIDANAN ADILA

: 2012 - Sekarang

MOTTO
Memiliki sedikit pengetahuan namun dipergunakan untuk
berkarya jauh lebih berarti dari pada memiliki pengetahuan luas
namun mati tak berfungsi

(Eva Alvionita)

PERSEMBAHAN
Bismillahirrahmanirrahim...
Terimakasih kepada ALLAH SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang atas
segala nikmat yang diberikan untuk penulis sehingga tiada alasan bagi penulis untuk
berhenti bersyukur. Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Nabi Muhammad
SAW yang memberikan teladan kepada seluruh umatnya, termasuk penulis, dimana
mendorong penulis untuk selalu ingin menjadi orang yang lebih baik lagi. Karya
Tulis Ilmiah ini ku persembahkan untuk :
1) Kedua orang tua ku yang sebelumnya telah memberikan support dan semangat
yang besar untukku, yang tak henti-hentinya memberikan doa dalam setiap
sujudnya, memberikan kasih sayang, perhatian yang tulus dan dorongan moril
maupun materil, Orang tuaku tercinta papa terbaik sedunia dan almarhumah
mamaku, mama terhebat sedunia, serta kakak-kakak dan adikku tersayang yang
selalu mendukung dan memotivasiku.
2) Pembimbing KTI terimakasih yang telah membimbingku dalam pembuatan KTI,
Dosen penguji yang telah memberikan kritik dan sarannya, dan para dosenku yang
selama ini sudah ikhlas mengajarkan dan mengabdikan jasa dan ilmunya.
3) Dan teman-teman Angkatan VII terima kasih untuk kekompakannya, solidaritas
dan kebersamaannya selama 3 tahun ini, semoga kita semua sukses.
4) Almamaterku AKBID ADILA Bandar Lampung yang telah mengantarkan aku ke
gerbang masa depan.
Alhamdulillahirobbilalamin

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat dan Hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul Asuhan
kebidanan pada ibu hamil terhadap Ny. E umur 26 tahun GIP0A0 usia kehamilan
34 minggu 5 hari dengan ketidaknyamanan trimester III di BPS Kartini kampung
sawah Bandar Lampung. Dalam proses penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini,
penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada
kesempatan kali ini penulis menyampaikan terima kasih kepada :

1. dr Wazni Adila, M.PH selaku direktur Akbid Adila Bandar Lampung


2. Bapak Ahmad Dahro, S.Sos M.I.P selaku pembimbing I KTI dan ibu Elsinta
Apriyani, S.ST selaku pembimbing II KTI.
3. BPS Kartini kampung sawah Bandar Lampung Selaku tempat pengambilan
study kasus.
4. Para dosen dan staf tata usaha yang telah membantu sehingga Karya Tulis
Ilmiah ini dapat terselesaikan.

Penulis menyadari bahwa Karya Tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak. Penulis berharap
semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak

Bandar Lampung, Mei 2015

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii
ABSTRAK ...................................................................................................... iii
CURICULUM VITAE ................................................................................... iv
MOTTO .......................................................................................................... v
PERSEMBAHAN........................................................................................... vi
KATA PENGANTAR .................................................................................... vii
DAFTAR ISI ................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL .......................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. x
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................... 8
1.3 Tujuan...................................................................................... 8
1.3.1 Tujuan umum ................................................................. 8
1.3.2 Tujuan khusus ................................................................ 8
1.4 Ruang Lingkup ........................................................................ 10
1.4.1 Sasaran ........................................................................... 10
1.4.2 Tempat penelitian ........................................................... 10
1.4.3 Waktu ............................................................................. 10
1.5 Manfaat penelitian ................................................................... 11
1.6 Metodologi dan tehnik memperoleh data ................................ 11
1.6.1 Metode penelitian ........................................................... 11
1.6.2 Tehnik pengumpulan data .............................................. 12

BAB II TINJAUAN KONSEP


2.1 Tinjauan Teori Medis Kehamilan ............................................ 14
2.2 Teori manajemen menurut varney .......................................... 52
2.3 Teori Landasan Hukum ........................................................... 76

BAB III TINJAUAN KASUS


3.1 Data subjektif .......................................................................... 81
3.2 Data objektif ........................................................................... 87
3.3 Matrik (terlampir) .................................................................... 91

BAB IV PEMBAHASAN
a.

Pengkajian .............................................................................. 103

b.

Interpretasi Data Dasar ........................................................... 123

c.

Identifikasi Diagnosa/ Masalah Potensial .............................. 124

d.

Tindakan Segera .................................................................... 125

e.

Perencanaan ........................................................................... 125

f.

Pelaksanaan ........................................................................... 127

g.

Evaluasi ................................................................................. 130

BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan.................................................................................. 133
5.2 Saran ....................................................................................... 135

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 TFU menurut penambahan per tiga jari .................................. ........ 23
Tabel 2.2 Komponen penambahan Berat badan ibu hamil selama hamil ........ 29
Tabel 2.3 Pemeriksaan laboratorium....................................................... ........ 73
Tabel 3.1 Matriks .................................................................................... ........ 91
Tabel 3.2 Matriks .................................................................................... ........ 95
Table 3.3 Matriks .................................................................................... ........ 100

DAFTAR LAMPIRAN

1. LAMPIRAN 1

: Surat izin pengambilan data dan serta melakukan asuhan

2. LAMPIRAN 2

: Surat balasan pengambilan data serta melakukan asuhan

3. LAMPIRAN 3

: Jadwal Penelitian

4. LAMPIRAN 4

: SAP

5. LAMPIRAN 5

: Leaflet

6. LAMPIRAN 6

: Dokumentasi

7. LAMPIRAN 7

: Lembar konsul

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Hal ini perlu
diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga ketika memberikan
asuhan kepada pasien, pendekatan yang dilakukan lebih cenderung kepada
bentuk pelayanan promotif. Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah
pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada pasien dengan
materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan penatalaksanaan
ketidaknyamanan selama hamil.
Dalam proses kehamilan terjadi perubahan system dalam tubuh ibu yang
semuanya membutuhkan suatu adaptasi, baik fisik maupun psikologis. Dalam
proses adaptasi tersebut tidak jarang ibu akan mengalami ketidaknyamanan yang
meskipun hal itu adalah fisiologis namun tetap perlu diberikan suatu pencegahan
dan perawatan (Sulistyawati, 2011;h.2, 123).
Tujuan utama asuhan kehamilan adalah untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan
positif bagi ibu maupun bayinya dengan cara membina hubungan saling percaya
dengan ibu, mendeteksi komplikasi-komplikasi yang dapat mengancam jiwa,
mempersiapkan kelahiran, dan memberikan pendidikan.

Asuhan antenatal penting untuk menjamin agar proses alamiah tetap berjalan
normal selama kehamilan. Kehamilan dapat menjadi masalah atau komplikasi
setiap saat. Sekarang ini secara umum telah diterima bahwa setiap saat kehamilan
membawa resiko bagi ibu. WHO memperkirakan bahwa sekitar 15% dari seluruh
wanita yang hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan
kehamilannya serta dapat mengancam jiwanya.
Dengan adanya kehamilan, maka akan terjadi perubahan pada ibu baik secara
fisiologis dan psikologis.
Adapun Ketidaknyamanan yang sering dialami ibu selama hamil yaitu
Keputihan ini dikarenakan hyperplasia mukosa vagina dan peningkatan lender
dikarenakan peningkatan hormone estrogen
(Dewi dan Sunarsih, 2011; hl.11, 146).
Penatalaksanaan:
Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari, Pakaian dalam menggunakan
bahan katun yang memiliki daya serap tinggi, jangan gunakan nilon, Cara cebok
yang benar yaitu dari daerah vagina kebelakang. Selalu keringkan vulva setelah
BAK dan BAB, Ganti celana dalam setiap kali basah, Hindari semprotan air.
Karies gigi dan gusi berdarah dikarenakan adanya peningkatan estrogen dan
progesterone meningkatkan aliran darah ke rongga mulut, Hipervaskularisasi
pembuluh darah kapiler gusi sehingga terjadi edema dan hiperplastis.

Ketebalan epitelial berkurang sehingga gusi lebih rapuh, timbulnya muntah


menyebabkan kebersihan mulut terganggu dan meningkatkan rasa asam di mulut.
Penatalaksanaan
Berkumur dengan air hangat dan asin, menggosok gigi secara teratur dan menjaga
kebersihannya, memeriksakan gusi secara teratur.
Mual muntah terjadi relaksasi pada otot-otot pencernaan antara lain peristaltik
dilambung sehingga pencernaan makanan oleh lambung menjadi lebih lama dan
mudah terjadi peristaltik balik ke esofagus. Selain itu, pengaruh dari peningkatan
hormone HCG juga dapat menyebabkan ibu hamil merasakan mual dan muntah.
Penatalaksanaan:
Hindari bau dan faktor penyebab lain, makan biskuit kering atau roti bakar
sebelum bangun dari tempat tidur dan bangun perlahan-lahan, makan sedikit tapi
sering, duduk tegak setiap kali selesai makan, hindari makanan yang berminyak
dan berbumbu keras, makan makanan kering diantara waktu makan, jangan
langsung,gosok gigi setelah makan, istirahat seperlunya, gunakan obat-obatan non
farmakologis jika memungkinkan, jika terlalu parah berikan terapi dengan vit B6.
Konstipasi terjadi dikarenakan adanya relaksasi pada usus halus sehingga
penyerapan makanan menjadi lebih maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus
besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.

Penatalaksanaan:
Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah, sayuran, minum air
hangat terutama ketika perut kosong, Istirahat cukup, Senam hamil, Buang air
besar secara teratur dan segera setelah ada dorongan, hindari minyak mineral,
lubrican, perangsang, saline, hiperosmosis dan castrol oil.
Hemoroid hindari konstipasi, Makan-makanan bongkahan,gunakan bungkusan es,
kompres panas atau dingin, Dengan perlahan masukkan kembali kedalam rektum
seperlunya, Jika perlu dapat digunakan salep obat luar untuk memperingan/
anastesi sesaat.
Edema umum terjadi gangguan sirkulasi darah akibat pembesaran dan penekanan
uterus terutama pada vena pelvis ketika duduk, dan vena cava inferior ketika
berbaring, peningkatan penyerapan kapiler.
Penatalaksanaan:
Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama, Istirahat dengan posisi
berbaring miring dan kaki agak ditinggikan, hindari kaos kaki atau stocking yang
ketat, olahraga atau senam hamil, hindari sandal atau sepatu hak tinggi.
Sering buang air kecil peningkatan sensitivitas kandung kemih dan pada tahap
selanjutnya merupakan akibat kompresi pada kandung kemih. Pada trimester
kedua kandung kemih tertarik ke atas dan keluar dari panggul sejati kearah
abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih bergeser ke
arah atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukan oleh hiperemia kandung

kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini membuat mukosa kandung kemih
menjadi mudah luka dan berdarah. Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini
memungkinkan distensi kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. pada saat yang
sama, pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin
berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi sedikit urine.
Penatalaksanaan:
KIE tentang sebab sering BAK, Kosongkan kandung kemih ketika ada dorongan,
Perbanyak minum pada waktu siang hari, Jangan kurangi minum pada malam hari
kecuali mengganggu tidur dan mengalami kelelahan, Hindari minum kopi atau teh
sebagai diuresis, Berbaring miring kiri saat tidur untuk meningkatkan diuresis,
Tidak memerlukan pengobatan farmakologis.
Cloasma gravidarum terjadi perubahan warna bercak hiperpigmentasi kecoklatan
pada kulit di daerah tonjolan maksila dan dahi, khususnya pada wanita hamil
berkulit hitam akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron, serta hormon
melanokortikotropin.
Penatalaksanaan:
Hindari sinar matahari secara berlebihan saat hamil, Gunakan bahan pelindung
nonalergis, hindarkan penggunaan hidrokuinon.
Keringat bertambah peningkatan kelenjar apocrine akibat peningkatan hormone,
kelenjar tersebut meningkat terutama akibat berat badan dan kegiatan metabolic
yang meningkat, peningkatan aktivitas kelenjar sebasea.

Penatalaksanaan:
Pakai pakaian yang longgar, perbanyak minum, mandi secara teratur
Hidung tersumbat dan mimisan peningkatan vaskularisasi yang merupakan
respons terhadap peningkatan kadar estrogen, juga terjadi pada traktus pernapasan
atas. Oleh karena kapiler membesar, terbentuklah edema dan hiperemia di hidung,
faring, laring, trakea dan bronkus.
Penatalaksanaan:
Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang perubahan fisiologis kehamilan,
gunakan vaporizer udara dingin, hindari dekongestan untuk hidung tersumbat
biasa, anthistamin biasanya efektif dan tidak berbahaya
Sesak nafas dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami desakan
pada diafragma sehingga naik 4 cm, terjadi pelebaran sudut toraks dari 68 menjadi
103 derajat, peningkatan progesterone menyebabkan peningkatan pusat syaraf
untuk konsumsi oksigen. KIE tentang penyebab fisiologis, bantu cara untuk
mengatur pernafasan, mendorong postur tubuh yang baik untuk pernafasan
interkostal, posisi berbaring semifowler, istirahat teratur, latihan pernafasan dan
senam hamil.
Nyeri pinggang dan punggung bagian bawah dikarenakan lordosis dorsolumbar
dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf.
Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian tengah dan bawah mendapat
tekanan berat. Perubahan ini dan perubahan lainnya sering kali menimbulkan rasa

tidak nyaman pada musculoskeletal. Terjadi relaksasi ringan dan peningkatan


mobilitas sendi panggul normal selama masa hamil, pemisahan simfisis pubis,dan
ketidakstabilan sendi sakroiliaka yang besar dapat menimbulkan nyeri dan
kesulitan berjalan.
Penatalaksanaan:
Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat barang yang jatuh,
misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki dan letakkan satu kaki sedikit didepan,
hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan beban berat, gunakan bantal
waktu tidur untuk meluruskan punggung, gunakan kasur yang keras untuk tidur,
senam hamil, massase daerah pinggang dan punggung
(Hani, et all, 2011; hl.52-65).

Berdasarkan pra survey pendahuluan di BPS Kartini kampung sawah pada tanggal
08 April 2015, dalam 1 bulan terakhir di dapatkan 15 dari 20 ibu hamil yang
masuk dalam trimester III kehamilan (BPS Kartini kampung sawah).
Berdasarkan data diatas, penulis tertarik untuk mengambil study kasus dengan
judul Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Terhadap Ny. E Umur 26 Tahun
G1P0A0 Usia Kehamilan 34 Minggu 5 Hari Dengan Ketidaknyamanan trimester
III di BPS Kartini Kampung Sawah, Bandar lampung 2015

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah yaitu Bagaimana
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Terhadap Ny. E Umur 26 Tahun G1P0A0 usia
kehamilan 34 Minggu 5 hari dengan ketidaknyamanan TM III di BPS Kartini
kampung sawah, Bandar Lampung tahun 2015?
1.3 Tujuan
Sesuai rumusan masalah penelitian ini maka penulis membagi tujuan penulisan
yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
1.3.1 Tujuan umum
Berikut ini adalah tujuan umumnya yaitu: diharapkan dapat terurai
bagaimana penatalaksanaan asuhan kebidanan pada ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu 5 hari dengan ketidaknyamanan
trimester III di BPS Kartini kampung sawah sesuai dengan standar yang
berlaku dan dengan pendekatan menejmen kebidanan tahun 2015.
1.3.2 Tujuan khusus
1.3.2.1 Diharapkan penulis dapat melakukan pengkajian asuhan kebidanan
pada ibu hamil dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan pada TM
III khususnya terhadap Ny. E umur 26 Tahun G1P0A0 usia
kehamilan 34 minggu 5 hari di BPS Kartini kampung sawah Bandar
Lampung tahun 2015.

1.3.2.2 Diharapkan penulis dapat melakukan interpretasi data khususnya


melakukan

asuhan

kebidanan

pada

ibu

hamil dengan

penatalaksanaan ketidaknyamanan pada TM III khususnya terhadap


Ny. E Umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu 5 hari di
BPS Kartini kampung sawah Bandar Lampung tahun 2015.
1.3.2.3 Diharapkan penulis dapat menentukan diagnosa/ masalah potensial
asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan penatalaksanaan
ketidaknyamanan pada TM III khususnya terhadap Ny. E umur 26
tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu 5 hari Di BPS Kartini
kampung sawah Bandar Lampung tahun 2015.
1.3.2.4 Diharapkan penulis dapat melakukan tindakan segera/ kolaborasi
khususnya

asuhan

kebidanan

pada

ibu

hamil

penatalaksanaan ketidaknyamanan pada TM III

dengan

khususnya

terhadap Ny. E Umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu


5 hari di BPS Kartini kampung sawah Bandar Lampung tahun
2015.
1.3.2.5 Diharapkan penulis dapat merencanakan tindakan yang akan
dilaksanakan khususnya asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan
penatalaksanaan ketidaknyamanan pada TM III

khususnya

terhadap Ny. E umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu


5 hari di BPS Kartini kampung sawah Bandar Lampung Tahun
2015.

1.3.2.6 Diharapkan penulis dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu


hamil dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan pada TM III
khususnya terhadap Ny. E Umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan
34 Minggu 5 hari di BPS Kartini kampung sawah Bandar Lampung
tahun 2015.
1.3.2.7

Diharapkan

penulis

dapat

mengevaluasi

tindakan

asuhan

kebidananpada ibu hamil dengan penatalaksanaan ketidaknyamanan


pada TM III terhadap Ny. E Umur 26 Tahun G1P0A0 usia
kehamilan 34 minggu 5 hari di BPS Kartini kampung sawah Bandar
Lampung tahun 2015.
1.4 Ruang lingkup penelitian
1.4.1 Sasaran
Dalam penelitian ini sasarannya adalah Ibu hamil dengan ketidaknyamanan
TM III terhadap Ny. E umur 26 tahun G1A0P0
1.4.2 Tempat penelitian
Dalam karya tulis ini penulis mengambil kasus di BPS Kartini kampung
sawah, Bandar Lampung
1.4.3 Waktu penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 08-18 April 2015

1.5 Manfaat penelitian


Penelitian studi kasus ini diharapkan memenuhi azas kemanfaatan sesuai harapan
penulis berikut :
1.5.1 Bagi institusi
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dokumen dan bahan bacaan
mahasiswi kebidanan Adila Bandar Lampunng sehingga menjadikan
sumber ilmu bagi pembaca. Dapat dijadikan gambaran informasi sehingga
dapat meningkatkan menejemen asuhan kebidanan terhadap ibu hamil
dengan Ketidaknyamanan Kehamilan Pada trimester III.
1.5.2 Bagi masyarakat
Dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ketidaknyamanan
dan bagaimana cara mengatasi ketidaknyamanan pada trimester III.
1.5.3 Bagi lahan praktik
Penulis dapat mempraktekan ilmu yang didapat sewaktu kuliah dan
memberikan asuhan kebidanan terhadap ibu dengan ketidaknyamanan
trimester III.
1.6 Metodologi dan teknik memperoleh data
1.6.1 Metodologi penelitian
Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian dilakukan
dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang
suatu keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif digunakan

untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi


pada situasi sekarang.
1.6.2 Teknik pengumpulan data
Untuk memperoleh data, penulis melakukan pendekatan perolehan dan
dengan tehnik yang digunakan sebagai berikut:
1.6.2.1 Data primer
a. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan
atau pendirian secara lisan dari seorang sasaran penelitian
(responden), atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan
orang tersebut (face to face)
(Notoatmodjo, 2005;h.138,102).
b. Wawancara dalam penelitian adalah menggunakan metode
wawancara :
1. Auto anamnesa
Merupakan anamnesa yang dilakukan kepada pasien secara
langsung. Jadi, data yang diperoleh adalah data primer karena
langsung dari sumbernya.
2. Allo anamnesa
Merupakan anamnesa yang dilakukan kepada keluarga pasien
untuk memproleh data tentang pasien. Ini di lakukan pada

keadaan darurat ketika pasien tidak memungkinkan data yang


akurat (Sulistyawati, 2011; h.111).
1.6.2.2 Data sekunder
1) Studi kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data dengan mempelajari catatan
tentang pasien yang ada.
2) Studi dokumentasi
Adalah semua bentuk sumber informasi yang berhubungan
dengan dokumen, baik dokumen-dokumen resmi maupun tidak
resmi. Dokumen resmi adalah semua bentuk dokumen baik yang
diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan, yang ada dibawah
tanggung jawab instansi resmi, misalnya laporan, statistik,
catatan-catatan didalam kartu klinik, dan sebagainya
(Notoatmodjo, 2005;hl.62-63).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Teori Medis Kehamilan


2.1.1 Kehamilan
2.1.1.1 Pengertian
Kehamilan didefinisikan adalah sebagai fertilisasi atau penyatuan
dari Spermatozoa dan Ovum dan dilanjutkan dengan nidasi
atau implantasi (Prawirohardjo, 2010; hl.213).

Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan


terdiri dari: Ovulasi, migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan
pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada uterus, pembentukan
plasenta dan tumbuh kembang hasil konsepsi sampai aterm
(Manuaba, et all, 2010; hl.75).

Proses kehamilan merupakan proses yang normal dan alamiah. Hal


ini perlu diyakini oleh tenaga kesehatan khususnya bidan, sehingga
ketika memberikan asuhan kepada pasien, pendekatan yang
dilakukan lebih cenderung kepada bentuk pelayanan promotif.
Realisasi yang paling mudah dilaksanakan adalah pelaksanaan
komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada pasien dengan
materi-materi mengenai pemantauan kesehatan ibu hamil dan

penatalaksanaan ketidaknyamanan selama hamil


(Sulistyawati, 2011; hl.02).
Masa kehamilan dalam literatur prawirohardjo (2007), dimulai dari
konsepsi sampai lahirnya janin. lamanya hamil normal adalah 280
hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) Dihitung dari hari pertama haid
terakhir.
Kehamilan dibagi dalam tiga triwulan yaitu: triwulan pertama
dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan, triwulan kedua dimulai
dari bulan ke empat sampa enam bulan, triwulan ketiga dimulai dari
bulan ke tujuh sampai bulan ke sembilan
(Rukiah dan Yulianti, 2014; hl.117-118).
2.1.2 Prinsip pokok asuhan kebidanan
Berikut ini adalah sepuluh prinsip pokok yang wajib diketahui setiap bulan
dalam melakukan asuhan kehamilan:
a) Proses kehamilan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis.
b) Menggunakan cara-cara yang sederhana atau menghindari segala bentuk
intervensi yang tidak di butuhkan.
c) Bersifat aman bagi keselamatan hidup ibu, Asuhan yang diberikan
ditunjang oleh pengobatan berdasarkan bukti (Evidence based
medicine).
d) Menjaga privasi klien.

e) Membantu klien agar merasa aman dan nyaman serta memberi


dukungan emosional
f) Memberi informasi, penjelasan serta konseling yang cukup.
g) Klien dan keluarga berperan aktif dalam pengambilan keputusan.
h) Menghormati praktik adat istiadat, kebudayaan serta keyakinan/ agama
yang ada di lingkungan setempat.
i) Memelihara kesehatan fisik, psikologis, sosial serta spritual klien dan
keluarga.
j) Melakukan usaha penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit
(Sulistyawati, 2011; hl.3-4).
2.1.3 Tujuan Asuhan antenatal
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan
tumbuh kembang bayi.
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial
ibu dan bayi.
3. Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum,
kebidanan, dan pembedahan.
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu
maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
5. Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI
eksklusif.

6. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi


agar dapat tumbuh kembang secara normal
(Jannah, 2012; hl.167).
2.1.4 Standar Asuhan Kehamilan
2.1.4.1 Kunjungan ante-natal care (ANC) minimal :
a. Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu)
b. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu)
c. Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28- 40 minggu )
(Sulistyawati, 2011; hl.4).
2.1.4.2 Standar asuhan kehamilan
Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan asuhan antenatal.
Standar tersebut merupakan bagian dari lingkup standar pelayanan
kebidanan.
a. Standar 3 Identifikasi ibu hamil
Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan
masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan
memotivasi

ibu,

suami,

dan

anggota

keluarganya

agar

mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini


secara teratur.
b. Standar 4 Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal.
Pemeriksaan meliputi anamnesis serta pemantauan ibu dan janin

dengan

seksama

untuk

menilai

apakah

perkembangan

berlangsung normal. Bidan juga harus mengenal kehamilan


resiko tinggi, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS/
Infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasihat, dan
penyuluhan kesehatan, serta tugas terkait lainnya yang diberikan
oleh puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada
setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu
mengambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk
tindakan selanjutnya.
c. Standar 5 Palpasi abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan
melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan bila
umur kehamilan bertambah. Memeriksa posisi, bagian terendah
janin, dan masuknya kepala janin ke dalam rongga panggul
untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tepat waktu.
d. Standar 6 Pengelolaan anemia pada kehamilan
Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan
dan atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
e. Standar 7 Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan

Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah


pada kehamilan, mengenali tanda dan gejala preeklampsia dan
lainnya, mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
f. Standar 8 Persiapan persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami dan
keluarganya pada trimester ketiga untuk memastikan bahwa
persiapan persalinan bersih dan aman. Serta suasana yang
menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping
persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk bila tiba-tiba
terjadi keadaan gawat darurat. Oleh karena itu, bidan sebaiknya
melakukan kunjungan rumah
(Dewi dan Sunarsih, 2010; hl.18).
2.1.4.3 Pelayanan standar,yaitu 7 T
Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar minimal
pelayanan pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang disingkat
dengan 7 T, antara lain sebagai berikut:
a. Timbang berat badan
b. Ukur Tekanan Darah
c. Ukur Tinggi Fundus Uteri
d. Pemberian imunisasi TT lengkap
e. Pemberian Tablet besi (FE) minimal 90 tablet selama kehamilan
dengan dosis 1 tablet setiap harinya

f. Lakukan Tes penyakit menular seksual (PMS)


g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
(Sulistyawati, 2011; hl.4-5)
2.1.5 Tanda dan Gejala Awal Kehamilan
Tanda-tanda kehamilan
a. Tanda Pasti Kehamilan
1. Terdengar Denyut jantung janin (DJJ)
2. Terasa gerakan janin
3. Pada pemeriksaan USG terlihat adanya kantong kehamilan, ada
gambaran embrio
4. Pada pemeriksaan rontgen terlihat adanya rangka janin ( > 16
minggu).
b. Tanda Tidak Pasti kehamilan
1. Rahim membesar
2. Tanda hegar
3. Tanda Chadwick, yaitu warna kebiruan pada servik, vagina dan vulva
4. Tanda piskacek yaitu pembesaran uterus ke salah satu arah sehingga
menonjol jelas ke arah pembesaran tersebut
5. Braxton Hicks yaitu bila uterus dirangsang (distimulasi dengan di
raba) akan mudah berkontraksi.
6. Basal Metabolism rate (BMR) meningkat

7. Ballotement Positif jika di lakukan pemeriksaan palpasi di perut ibu


dengan cara menggoyang-goyangkan di salah satu sisi, maka akan
terasa pantulan disisi yang lain
8. Tes urine kehamilan (tes HCG) positif, tes urine di laksanakan
minimal satu minggu setelah terjadi pembuahan. Tujuan dari
pemeriksaan ini adalah mengetahui kadar hormonal gonadotropin
dalam urine. Kadar yang melebihi ambang normal, mengindikasikan
bahwa wanita mengalami kehamilan.
c. Dugaan Hamil
1. Amenore/ tidak mengalami menstruasi sesuai siklus (terlambat haid)
2. Nausea ,anoreksia, emesis, dan hipersalivasi
3. Pusing
4. Miksi/sering buang air kecil
5. Obstipasi
6. Hiperpigmentasi: striae, cloasma, linea nigra
7. Varises
8. Payudara menegang
9. Perubahan perasaan
10. Berat badan bertambah

2.1.6 Perubahan Anatomi dan Fisologi ibu hamil


2.1.6.1 Perubahan Sistem reproduksi
a. Uterus
Ukuran pada kehamilan cukup bulan, ukuran uterus adalah 30 x
25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc. Hal ini
memungkinkan bagi adekuatnya akomodasi pertumbuhan janin
(Sulistyawati, 2011; hl.83-85,95).
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan
melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai
persalinan. Uterus mempunyai kemampuan yang luar biasa
untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih
kembali seperti keadaan semua dalam bebrapa minggu setelah
persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai berat
70 g dan kapasitas 10 ml atau kurang (Prawirohardjo, 2010;
hl.175).

Rahim atau uterus yang semula besarnya sejempol atau beratnya


30 gram akan mengalami hypertropi dan hyperplasia sehingga
menjadi baratnya 1000 gram, saat akhir kehamilan (Manuaba, et
all, 2012; hl.85).

Bertambah vaskularisasinya dan menjadi lunak, kondisi ini yang


disebut dengan tanda goodell. Kelenjar endoservikal membesar

dan

mengeluarkan

banyak

cairan

mukus.

Oleh

karena

pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi


livid, dan ini disebut dengan tanda Chadwick (Sulistyawati,
2011; hl.61).
Awal kehamilan Ante atau Retofleksi, akhir bulan kedua uterus
teraba satu sampai dua jari diatas sympisis pubis keluar dari rongga
panggul, akhir 36 minggu 3 jari dibawah procesus xypidieus, uterus
yang hamil sering berkontraksi tanpa rasa nyeri juga kalau disentuh
pada waktu pemeriksaan (palpasi) konsistensi lunak kembali,
kontrakraksi ini disebut kontraksi braxton hichs, merupakan tanda
kehamilan mungkin dan untuk menentukan anak dalam kandungan
atau tidak, kontraksi sampai akhir kehamilan menjadi his
(Rukiyah dan Yulianti, 2014; hl.27).
Penambahan ukuran uterus per tiga jari dapat dicermati sebagai
berikut:
Tabel 2.1 TFU menurut penambahan per tiga jari
Usia Kehamilan
(Minggu)
12
16
20
24
28
32
36
40

Tinggi Fundus Uteri


3 jari diatas simfisis
Pertengahan pusat-simfisis
3 jari dibawah pusat
Setinggi pusat
3 jari diatas pusat
Pertengahan pusat-prosesus xiphoideus (px)
3 jari dibawah prosesus xiphoedeus (px)
Pertengahan pusat-prosesus xiphoideus(px)

b. Ovarium
Ovulasi berhenti namun masih terdapat korpus luteum gravidatus
sampai terbentuknya plasenta yang akan mengambil alih
pengeluaran esterogen dan progesterone
c. Vulva dan Vagina
Oleh karena pengaruh estrogen, terjadi hipervaskularisasi pada
vagina dan vulva, sehingga pada bagian tersebut terlihat lebih
merah atau kebiruan, kondisi ini di sebut dengan tanda Chadwick
(Sulistyawati, 2011; hl.60-61).
2.1.6.2 Perubahan Sistem Integument
Sehubungan deangan tingginya kadar hormonal, terjadi peningkatan
pigmentasi selama kehamilan. keadaan ini sangat jelas terlihat pada
kelompok wanita dengan warna kulit gelap atau hitam dan dapat
dikenali pada payudara, abdomen vulva dan wajah. Ketika terjadi
pada kulit muka dikenal sebagai cloasma atau topeng kehamilan.
Bila terjadi pada muka biasanya pada daerah pipi dan dahi dan
dapat mengubah penampilan wanita tersebut. Linea alba garis putih
tipis yang membentang dari simpisi pubis sampai umbilicus, dapat
menjadi gelap yang biasa disebut linea nigra. Peningkatan
pigmentasi ini akan berkurang sedikit demi sedikit setelah masa
kehamilan. Tingginya kadar hormon yang tersirkulasi dalam darah
dan peningkatan regangan pada kulit abdomen, paha dan payudara

bertanggung jawab pada timbulnya garis-garis yang berwarna


merah muda atau kecoklatan pada daerah tersebut tanda tersebut
biasa dikenal dengan nama striae gravidarum dan bisa menjadi lebih
gelap warnanya pada multigravida dengan warna kulit gelap atau
hitam (Jannah, 2011; hl.101).
2.1.6.3 Perubahan Sistem gastrointestinal
Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus
bagian bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi. Sembelit
semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh
tingginya kadar progesterone
(Sulistyawati, 2011; hl.63).
2.1.6.4 Perubahan Sistem Endokrin
Selama minggu-minggu pertama, korpus luteum dalam ovarium
menghasilkan estrogen dan progesteron, fungsi utamanya pada
stadium ini adalah untuk mempertahankan pertumbuhan desidua
dan mencegah pelepasan serta pembebasan desidua tersebut. Sel-sel
trofoblast mengahsilkan hormon korionik gonadotropin yang akan
mempertahankan korpus luteum sampai placenta berkembang
penuh dan mengambil alih produksi estrogen dan progesterone dari
korpus luteum
(Rukiyah dan Yulianti, 2014; hl.31).

2.1.6.5 Perubahan Sistem Urinaria


Selama kehamilan ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring
darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang
mencapai puncaknya terjadi pada usia kehamilan 16-24 minggu
sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah
keginjal akibat penekanan rahim yang membesar)
(Sulistyawati, 2011; hl.62).
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kemih akan tertekan
oleh uterus yang mulai membesar sehingga menimbulkan sering
berkemih. Keadaan ini akan hilang dengan makin tuanya kehamilan
bila uterus keluar dari pangul. Pada akhir kehamilan jika kepala
sudah mulai turun ke pintu atas panggul, keluhan itu akan timbul
kembali
(Prawirohardjo, 2010; hl.185).
Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar
terjadi saat wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring
mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah
dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang
selanjutnya aktivitas ginjal dan curah jantung
(Sulistyawati, 2011; hl.63)
2.1.6.6 Perubahan Sistem pencernaan

Prubahan rasa tidak enak di ulu hati di sebabkan karena adanya


perubahan lambung dan aliran balik asam lambung ke esophagus
bagian bawah.Produksi asam lambung menurun sering terjadi mual
muntah karena pengaruh HCG, tonus otot-otot traktus digestivus
menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang. Makanan lebih lama berada di lambung dan apa yang di
cerna lebih lama berada dalam usus. Saliva atau pengeluaran air liur
berlebihan dari pada biasanya. Hipersaliva sering terjadi sebagai
kompensasi dari mual dan muntah yang terjadi (Kuswanti, 2014;
hl.84-85).
2.1.6.7 Perubahan Kardiovaskuler
Perubahan yang terjadi pada jantung, yang khas denyut nadi
istirahat meningkat sekitar 10 sampai 15 denyut permenit pada
kehamilan karena diafragma semakin naik terus selama kehamilan.
Jantung digeser kekiri dan keatas, sementara pada waktu yang sama
organ ini agak berputar pada sumbu panjangnya, akibatnya apeks
jantung digerakan agak kelateral dari posisinya pada keadaan tidak
hamil normal dan membesarnya ukuran bayangan jantung
ditemukan pada radiograf, luasnya perubahan-perubahan ini
dipengaruhi oleh ukuran dan posisi uterus, kekuatan otot-otot
abdomen dan komfigurasi abdomen dan toraks
(Rukiyah dan Yulianti, 2014; hl.37).

Pada minggu kelima cardiac output akan meningkat dan perubahan


ini

terjadi

untuk

mengurangi

retensi

vaskuler

sistemik

(Prawirohardjo, 2010; hl.182).


2.1.6.8 Perubahan system respirasi
Wanita hamil sering mengeluh sesak dan napas pendek. Hal ini
disebabkan oleh usus yang tertekan ke arah diafragma akibat
pembesaran rahim. Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama
hamil. Seorang wanita hamil selalu menggunakan napas dada
(thoracic breathing)
(Rustam mochtar dalam Dewi dan Sunarsih, 2010; hl.96).
2.1.6.9 Perubahan berat badan
Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi
badan adalah dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT)
dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan pangkat 2.
Pertumbuhan berat badan ibu hamil menggambarkan status gizi
selama hamil, oleh karena itu perlu dipantau setiap bulan. Jika
terdapat

kelambatan

dalam

berat

badan

ibu,

ini

dapat

mengindikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat menyebabkan


gangguan pertumbuhan janin intra-uteri (intra-uterin growth
retardation/IUGR).

disarankan pada ibu primigravida untuk tidak menaikkan berat


badannya lebih dari 1kg/bulan. Perkiraan peningkatan berat badan
yang dianjurkan:
a. 4 kg pada kehamilan trimester I
b. 0,5 kg/minggu pada kehamilan trimester II sampai III
c. Totalnya sekitar 15 -16 kg selama hamil.
Tabel 2.2 Komponen pertambahan berat badan ibu selama
hamil
Komponen

Jumlah (dalam kg)

Jaringan ekstrauterine
Janin
Cairan amnion
Plasenta
Payudara
Tambahan darah
Tambahan cairan jaringan
Tambahan jaringan lemak
Total

1
3- 3,8
1
1-1,1
0,5 2
2 2,5
1,5 2,5
2 2,5
11,5 16

Sumber : Sulistyawati, 2011; h. 68-69.


2.1.7 Perubahan dan adaptasi Psikologis dalam masa kehamilan
Perubahan peran selama kehamilan
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami
perubahan psikologis dan pada saat ini pula wanita akan untuk beradaptasi
terhadap peran barunya melalui tahapan sebagai berikut :
a. Tahap antisipasi
Dalam tahap ini wanita akan mengawali adaptasi perannya dengan
merubah peran sosialnya melalui latihan formal (misalnya kelas-kelas

khusus kehamilan) Dan informal melalui model peran (role model).


Meningkatnya frekuensi interaksi dengan wanita hamil dan ibu muda
lainnya akan mempercepat proses adaptasi untuk mencapai penerimaan
peran barunya sebagai seorang ibu.
b. Tahap honeymoon (menerima peran, mencoba menyesuaikan diri)
Pada tahap ini wanita sudah mulai menerima peran barunya dengan
menyesuaikan peran barunya dengan cara mencoba menyesuaikan diri.
Secara internal wanita akan mengubah posisinya sebagai penerima kasih
sayang dari ibunya akan menjadi pemberi kasih sayang kepada bayinya.
c. Tahap stabil (bagaimana mereka dapat melihat penampilan dalam peran)
Tahap sebelumnya mengalami peningkatan sampai ia mengalami
sesuatu titik stabil dalam penerimaan peran barunya. Ia akan melakukan
aktivitas-aktivitas yang bersifat positif dan berfokus untuk kehamilan,
seperti mencari tahu tentang informasi seputar persiapan kelahiran, cara
mendidik dan merawat anak, serta hal yang berguna untuk menjaga
kondisi kesehatan keluarga.
d. Tahap akhir ( perjanjian )
Meskipun ia sudah stabil dalam menerima perannya, namun ia akan
tetap mengadakan perjanjian dengan dirinya sendiri untuk sedapat
mungkin menepati janji mengenai kesepakatan-kesepakatan internal
yang telah ia buat berkaitan dengan apa yang ia perankan sejak saat ini
sampai bayinya lahir (Sulistyawati, 2011; hl.75-76).

Trimester ketiga sering kali di sebut periode menunggu dan waspada


sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.
Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang
mengingatkan ibu akan bayinya. Terkadang ibu merasa khawatir bahwa
bayinya akan lahir sewaktu-waktu.
Pada trimester inilah ibu memerlukan keterangan dan dukungan dari
suami, keluarga dan bidan.Trimester ketiga adalah saat persiapaan aktif
untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. Keluarga mulai mendugaduga jenis kelamin bayinya (apakah laki-laki atau perempuan) dan akan
mirip siapa. Dan bahkan mereka juga sudah memilih sebuah nama untuk
bayinya
(Dewi dan Sunarsih, 2011; hl.110).
2.1.8 Penatalaksanaan Ketidaknyamanan fisiologis pada ibu hamil
Dengan adanya kehamilan, maka akan terjadi perubahan pada ibu baik
secara fisiologis dan psikologis. Perubahan tersebut sebagian besar adalah
karena pengaruh hormon yaitu peningkatan hormon estrogen dan
progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum yang berkembang menjadi
korpus graviditas dan dilanjutkan sekresinya oleh plasenta setelah
terbentuk sempurna. Pengetahuan dan pemahaman tentang hal ini sangat
penting untuk hal-hal sebagai berikut:
1. Membantu ibu memahami perubahan anatomi dan fsisiologis selama
masa hamil.

2. Menghilangkan kecemasan ibu (dan keluarga), yang mungkin


disebabkan oleh pengetahuan yang kurang.
3. Memberi penyuluhan kepada ibu (dan keluarga) tentang tanda dan
gejala yang harus dilaporkan pada pemberi perawatan kesehatan.
4. Memberikan asuhan kebidanan sesuai kebutuhan dan masalah yang ibu
hamil dihadapi.
5. Mengidentifikasi penyimpangan yang aktual dan potensial terhadap
adapatsi normal supaya penanganan yang tepat dapat dilaksanakan.
(Hani, et all, 2011; hl. 49-50)
Adapun Ketidaknyamanan yang sering dialami ibu selama hamil yaitu?
a. Keputihan
Keputihan ini disebabkan hyperplasia mukosa vagina, peningkatan
lendir meningkat oleh kelenjar endoserviks karena meningkatnya tingkat
estrogen.
(Dewi dan Sunarsih, 2010; hl.146).
Penatalaksanaan:
Tingkatkan kebersihan dengan mandi setiap hari, Pakaian dalam
menggunakan bahan katun yang memiliki daya serap tinggi, jangan
gunakan nilon, Cara cebok yang benar yaitu dari daerah vagina
kebelakang, selalu keringkan vulva setelah BAB atau BAK, ganti celana
dalam setiap kali basah, hindari semprotan air

b. Karies gigi dan gusi berdarah


Peningkatan estrogen dan progesterone meningkatkan aliran darah ke
rongga mulut, hipervaskularisasi pembuluh darah kapiler gusi sehingga
terjadi edema dan hiperplastis.
Ketebalan epitelial berkurang sehingga gusi lebih rapuh, timbulnya
muntah menyebabkan kebersihan mulut terganggu dan meningkatkan
rasa asam di mulut.
Penatalaksanaan
Berkumur dengan air hangat dan asin, Menggosok gigi secara teratur
dan menjaga kebersihannya, Memeriksakan gusi secara teratur.
c. Mual muntah
Terjadi relaksasi pada otot-otot pencernaan antara lain peristaltik
dilambung sehingga pencernaan makanan oleh lambung menjadi lebih
lama dan mudah terjadi peristaltik balik ke esofagus. Selain itu,
pengaruh dari peningkatan hormone HCG juga dapat menyebabkan ibu
hamil merasakan mual dan muntah.
Penatalaksanaan:
Hindari bau dan faktor penyebab lain, Makan biskuit kering atau roti
bakar sebelum bangun dari tempat tidur dan bangun perlahan-lahan,
Makan sedikit tapi sering, duduk tegak setiap kali selesai makan, hindari
makanan yang berminyak dan berbumbu keras, Makan makanan kering
diantara waktu makan, jangan langsung gosok gigi setelah makan,

istirahat seperlunya, gunakan obat-obatan nonfarmakologis jika


memungkinkan, jika terlalu parah beri terapi dengan vit B6.
d. Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih
maksimal. Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga penyerapan
air menjadi lebih lama.
Penatalaksanaan:
Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah, sayuran,
minum air hangat terutama ketika perut kosong, Istirahat cukup, Senam
hamil, Buang air besar secara teratur dan segera setelah ada dorongan,
hindari minyak mineral, lubrican, perangsang, saline, hiperosmosis dan
castor oil.
e. Hemoroid
Penatalaksanaan:
Hindari konstipasi, Makan-makanan bongkahan, gunakan bungkusan es,
kompres panas atau mandi sit, dengan perlahan masukkan kembali
kedalam rektum seperlunya, jika perlu dapat digunakan salep obat luar
untuk memperingan/ anastesi sesaat, astringen wirch-hazel, calamine
dan oksida seng, krim hidrocortison.

f. Edema Umum
Terjadi gangguan sirkulasi darah akibat pembesaran dan penekanan
uterus terutama pada vena pelvis ketika duduk, dan vena cava inferior
ketika berbaring, peningkatan penyerapan kapiler.
Penatalaksanaan:
Hindari posisi tegak lurus dalam waktu yang lama, istirahat dengan
posisi berbaring miring dan kaki agak ditinggikan, hindari kaos kaki
atau stocking yang ketat, olahraga atau senam hamil, hindari sandal atau
sepatu hak tinggi.
g. Sering Buang Air Kecil
Peningkatan sensitivitas kandung kemih dan pada tahap selanjutnya
merupakan akibat kompresi pada kandung kemih. Pada trimester kedua,
kandung kemih tertarik ke atas dan keluar dari panggul sejati kearah
abdomen. Uretra memanjang sampai 7,5 cm karena kandung kemih
bergeser ke arah atas. Kongesti panggul pada masa hamil ditunjukan
oleh hiperemia kandung kemih dan uretra. Peningkatan vaskularisasi ini
membuat mukosa kandung kemih menjadi mudah luka dan berdarah.
Tonus kandung kemih dapat menurun. Hal ini memungkinkan distensi
kandung kemih sampai sekitar 1500 ml. pada saat yang sama,
pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin
berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi sedikit urine.

Penatalaksanaan:
KIE tentang penyebab sering BAK, kosongkan kandung kemih ketika
ada dorongan, perbanyak minum pada waktu siang hari, jangan kurangi
minum di malam hari kecuali mengganggu tidur dan mengalami
kelelahan, hindari minum kopi atau teh sebagai diuresis, berbaring
miring kiri saat tidur untuk meningkatkan diuresis, tidak memerlukan
pengobatan farmakologis.
h. Cloasma Gravidarum
Terjadi perubahan warna bercak hiperpigmentasi kecoklatan pada kulit
di daerah tonjolan maksila dan dahi, khususnya pada wanita hamil
berkulit hitam akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron,
serta hormon melanokortikotropin.
Penatalaksanaan:
Hindari sinar matahari secara berlebihan saat hamil, gunakan bahan
pelindung nonalergis, hindari penggunaan hidrokuinon.
i. Keringat Bertambah
Peningkatan kelenjar apocrine akibat peningkatan hormone, kelenjar
tersebut meningkat terutama akibat berat badan dan kegiatan metabolic
yang meningkat, peningkatan kelenjar sebasea.
Penatalaksanaan:
Pakai pakaian yang longgar, Perbanyak minum, mandi secara teratur.

j. Hidung tersumbat dan mimisan


Peningkatan

vaskularisasi

yang

merupakan

respons

terhadap

peningkatan kadar estrogen, juga terjadi pada traktus pernapasan atas.


Oleh karena kapiler membesar, terbentuklah edema dan hiperemia di
hidung, faring, laring, trakea dan bronkus.
Penatalaksanaan:
KIE tentang perubahan fisiologis kehamilan, Gunakan vaporizer udara
dingin, Hindari dekongestan untuk hidung tersumbat biasa, anthistamin
biasanya efektif dan tidak berbahaya.
k. Sesak nafas
Dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami desakan
pada difragma sehingga naik 4 cm, terjadi pelebaran sudut toraks dari 68
menjadi

103

derajat,

peningkatan

progesterone

menyebabkan

peningkatan pusat syaraf untuk konsumsi oksigen.


Penatalaksanaan:
KIE tentang penyebab fisiologis, bantu cara untuk mengatur pernafasan,
mendorong postur tubuh yang baik untuk pernafasan interkostal, posisi
berbaring semifowler, istirahat teratur, latihan pernapasan dan senam
hamil.
l. Nyeri pinggang dan punggung bagian bawah
Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada
saraf atau kompresi akar saraf. Struktur ligamentum dan otot tulang

belakang bagian tengah dan bawah mendapat tekanan berat. Perubahan


ini dan perubahan lainnya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman
pada musculoskeletal. Terjadi relaksasi ringan dan peningkatan
mobilitas sendi panggul normal selama masa hamil, pemisahan simfisis
pubis, dan ketidakstabilan sendi sakroiliaka yang besar dapat
menimbulkan nyeri dan kesulitan berjalan.
Penatalaksanaan:
Gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat barang yang
jatuh, misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki dan letakkan satu kaki
sedikit didepan, hindari sepatu hak tinggi, hindari pekerjaan dengan
beban yang terlalu berat, gunakan bantal waktu tidur untuk meluruskan
punggung, gunakan kasur yang keras untuk tidur, senam hamil, massase
daerah pinggang dan punggung
(Hani, et all, 2011; hl.52-65).
2.1.9 Kebutuhan psikologis ibu hamil TM III
1. Support Keluarga
Ibu merupakan salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh,
sehingga perubahan apapun yang terjadi pada ibu akan mempengaruhi
keluarga. Kehamilan merupakan krisis bagi kehidupan keluarga dan
diikuti oleh stress dan kecemasan.
Kehamilan melibatkan seluruh anggota keluarga. Karena konsepsi
merupakan awal, bukan saja bagi janin yang sedang berkembang, tetapi

juga bagi keluarga, yakni dengan hadirnya seorang anggota keluarga


baru dan terjadinya perubahan hubungan dalam keluarga, maka setiap
anggota

keluarga

harus

beradaptasi

terhadap

kehamilan

dan

menginterprestasikannya berdasarkan hubungan masing-masing.


2. Support Dari Tenaga Kesehatan
Trimester I
a. Menjelaskan dan meyakinkan pada ibu bahwa apa yang terjadi
padanya adalah sesuatu yang normal.
b. Membantu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi baik fisik
maupun psikologi.
c. Meyakinkan bahwa ibu akan mulai merasa lebih baik dan berbahagia
pada trimester kedua.
Trimester II
a. Mengajarkan pada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi, tanda-tanda
bahaya.
b. Bersama ibu dan keluarga dalam merencanakan kelahiran dan
rencana kegawatdaruratan.
Trimester III
a. Memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan oleh ibu adalah
normal.
b. Menenangkan ibu

c. Membicarakan

kembali

dengan

ibu

bagaimana

tanda-tanda

persalinan yang sebenarnya.


d. Meyakinkan bahwa anda akan selalu berada bersama ibu untuk
membantu melahirkan bayinya.
3. Rasa Aman Dan Nyaman Selama Kehamilan
Selama kehamilan mungkin ibu mengeluhkan bahwa ia mengalami
berbagai ketidaknyamanan, meskipun bersifat umum dan tidak
mengancam kesehatan jiwa, tetapi dapat saja menjemukan dan
menyulitkan bagi ibu. Bidan sebagai tenaga kesehatan harus
mendengarkan ibu, membicarakan tentang berbagai macam keluhan dan
membantunya mencari cara untuk mengatasinya sehingga ia dapat
menikmati kehamilannya dengan aman dan nyaman. Keluarga dapat
memberikan perhatian dan dukungan sehingga ibu merasa aman dan
tidak sendiri dalam mengadapi kehamilannya.
4. Persiapan menjadi orang tua
Persiapan menjadi orang tua sangat penting karena setelah bayi lahir
akan banyak perubahan peran yang terjadi, mulai dari ibu, ayah dan
keluarga. Bagi pasangan yang baru pertama mempunyai anak, persiapan
dapat dilakukan dengan banyak berkonsultasi dengan orang yang
mampu untuk membagi pengalamannya dan memberikan nasehat
mengenai persiapan menjadi orang tua.

5. Persiapan sibling
Sibling rivalry adalah rasa persaingan diantara saudara kandung akibat
kelahiran anak berikutnya. Biasanya terjadi pada anak usia 2-3 tahun
(Kuswanti, 2014;h.135-137).
2.1.10 Kebutuhan dasar ibu selama kehamilan
1. Nutrisi
a. Protein
Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak
68%. Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk
menambah asupan protein menjadi 12% per hari atau 75-100 gram,
bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber protein sebaiknya
bahan pangan dengan nilai biologis yang tinggi, seprti daging tak
berlemak, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya. Protein yang
berasal dari tumbuhan nilai biologisnya rendah jadi cukup sepertiga
bagian saja.
b. Zat besi
Kebutukan zat besi selama hamil meningkat sebesar 300% (1.040
mg selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya
dari asupan makanan ibu selama hamil, melainkan perlu ditunjang
dengan suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat
diberikan sejak minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram setiap
hari selama kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk

mencegah anemia postpartum. Pemantauan konsumsi suplemen zat


besi perlu juga diikuti dengan pemantauan cara minum yang benar
karena hal ini akan sangat mempengaruhi efektivitas penyerapan zat
besi. Vitamin c dan protein hewani merupakan elemen yang sangat
membantu dalam penyerapan zat besi, sedangkan kopi, teh, garam
kalsium, magnesium dan fitrat (terkandung dalam kacangkacangan) akan menghambat penyerapan zat besi. Namun demikian
bukan berarti zat makanan yang menghambat penyerapan zat besi
tidak bermanfaat bagi tubuh. Zat-zat ini tetap di konsumsi namun
jangan diminum bersamaan dengan tablet zat besi. Berilah jarak
waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat besi.
c. Asam folat
Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya
meningkat dua kali lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan
dalam metabolisme normal makanan menjadi energi, pematangan
sel darah merah, sintesis DNA, pertumbuhan sel, dan pembentukan
heme. Jika kekurangan asam folat maka ibu dapat menderita anemia
megaloblastik dengan gejala diare, depresi, lelah berat dan selalu
mengantuk. Jika kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera di
tangani maka pada ibu hamil akan terjadi BBLR, ablasio plasenta,
dan kelainan bentuk tulang belakang janin (spina bifida).

Jenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi,


hati, brokoli, sayur berdaun hijau (bayam dan asparagus), dan
kacang-kacangan (kacang kering, kacang kedelai). Sumber lain
adalah ikan, daging, buah jeruk, dan telur.
Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat terpenuhi
hanya dari asupan makanan, maka Widya Karya Pangan Nasional
menganjurkan untuk pemberian suplemen asam folat dengan
besaran 280,660, dan 470 mikrogram untuk trimester I, II, dan III.
Asam folat sebaiknya diberikan 28 hari setelah ovulasi atau 28 hari
pertama setelah kehamilan karena sumsum tulang belakang dan
otak di bentuk pada minggu pertama kehamilan.
d. Kalsium
Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%,
oleh karena itu asupan yang optimal perlu dipertimbangkan.
Sumber utama kalsium adalah susu dan hasil olahannya, udang,
sarang burung, sarden dalam kaleng, dan beberapa bahan makanan
nabati, seperti sayuran warna hijau tua dan lain-lain.
2. Obat-obatan
Sebenarnya jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benarbenar berinidikasi untuk diberikan obat-obatan, sebaiknya pemberian
obat dihindari. Penatalaksanaan keluhan dan ketidaknyamanan yang
dialami lebih dianjurkan kepada pencegahan dan perawatan saja.

3. Pakaian
Pemakaian pakaian dan kelengkapan yang kurang tepat akan
mengakibatkan beberapa ketidaknyamanan yang akan menggangu fisik
dan psikologis ibu. Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam pakaian
ibu hamil adalah memenuhi kriteria berikut ini.
a. Pakaian harus longgar, bersih, dan tidak ada ikatan yang ketat pada
daerah perut.
b. Bahan pakaian usahakan yang mudah menyerap keringat.
c. Pakai bra yang menyokong payudara.
d. Memakai sepatu dengan hak yang rendah.
e. Pakaian dalam yang selalu bersih
(Sulistyawati, 2011; hl.83-85,117)
4. Kebutuhan Istirahat
Adanya aktivitas yang dilakukan setiap hari otomatis ibu hamil akan
sering merasa lelah dari pada sebelum waktu hamil. Ini salah satunya
disebabkan oleh faktor beban dari berat janin yang semakin terasa oleh
sang ibu. Oleh karena itu pengaturan aktivitas yang tidak terlalu
berlebihan sangatlah perlu diterapkan oleh setiap ibu hamil.
Banyak wanita menjadi lebih mudah letih atau tertidur lebih lama dalam
separuh masa kehamilannya. Rasa letih meningkat ketika mendekati
akhir kehamilan. Setiap wanita hamil menemukan cara yang berbeda
mengatasi keletihannya. Salah satunya adalah dengan cara beristirahat

atau tidur sebentar di siang hari. Untuk memperoleh relaksasi sempurna,


ada beberapa syarat yang harus dilakukan selama berada dalam posisi
relaksasi, yaitu:
a. Tekuk semua persendian dan pejamkan mata
b. Lemaskan seluruh otot-otot tubuh, termasuk otot-otot wajah
c. Lakukan pernapasan secara teratur dan berirama
d. Pusatkan pikiran pada irama pernafasan atau hal-hal yang
menyenangkan
e. Apabila saat itu menyilaukan atau gaduh, tutuplah mata dengan sapu
tangan dan tutuplah telinga dengan bantal.
f. Pilih posisi relaksasi yang paling menyenangkan
g. Waktu terbaik untuk melakukan relaksasi adalah setiap hari setelah
makan siang, pada awal istirahat sore, serta malam sewaktu mau tidur
(Jannah, 2012; hl.151-152).
5. Aktivitas sehari-hari
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena data ini
memberikan gambaran tentang seberapa berat aktivitas yang biasa
dilakukan pasien dirumah. Jika kegiatan pasien terlalu berat sampai
dikhawatirkan dapat menimbulkan penyulit masa hamil, maka kita dapat
memberikan peringatan sedini mungkin kepada pasien untuk membatasi
dahulu kegiatannya sampai ia sehat dan pulih kembali. Aktivitas yang
terlalu berat dapat menyebabkan abortus dan persalinan prematur.

6. Kebersihan Tubuh
Kebersihan tubuh ibu hamil perlu di perhatikan karena dengan
perubahan sistem metabolisme mengakibatkan peningkatan pengeluaran
keringat. Keringat yang menempel di kulit meningkatkan kelembapan
kulit

dan

memungkinkan

menjadi

tempat

berkembangnya

mikroorganisme. Jika tidak dibersihkan (dengan mandi), maka ibu hamil


akan sangat mudah untuk terkena penyakit kulit.
Bagian tubuh lain yang sangat membutuhkan perawatan kebersihan
adalah daerah vital, karena saat hamil terjadi pengeluaran sekret vagina
yang berlebihan, selain dengan mandi, mengganti celana dalam secara
rutin minimal dua kali sehari sangat dianjurkan.
7. Perawatan payudara
Beberapa hal yang harus di perhatikan dalam perawatan payudara
adalah sebagai berikut :
a. Hindari pemakaian bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang
mengunakan busa, karena akan menggangu penyerapan keringat
payudara
b. Gunakan bra dengan bentuk yang menyangga payudara
c. Hindari membersihkan puting dengan sabun mandi karena akan
menyebabkan iritasi. Bersihkan puting susu dengan minyak kelapa
lalu bilas dengan air hangat.

d. Jika ditemukan pengeluaran cairan berwarna kekuningan dari


payudara berarti produksi asi sudah dimulai.
8. Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi
adalah konstipasi dan sering buang air kecil. Konstipasi terjadi karena
adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks
terhadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan usus
oleh pembesaran janin juga menyebabkan bertambahnya konstipasi.
Tindakan

pencegahan

yang

dapat

dilakukan

adalah

dengan

mengkonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih,


terutama ketika lambung dalam keadaan kosong. Meminum air putih
hangat ketika perut dalam keadaan kosong dapat merangsang gerak
peristaltik usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah
untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi.
Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh
ibu hamil, terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi
yang fisiologis. Ini terjadi karena pada awal kehamailan terjadi
pembesaran

uterus

yang

kapasitasnya

berkurang.

mendesak
Sedangkan

kantong
pada

kemih

trimester

sehingga
III

terjadi

pembesaran janin yang juga menyebabkan desakan pada kantong kemih.


Tindakan mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan sangat
tidak dianjurkan karena akan menyebabkan dehidrasi.

9. Seksual
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada
riwayat penyakit seperti berikut ini:
a. Sering abortus dan kelahiran premature
b. Perdarahan pervaginam
c. Koitus harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu
terakhir kehamilan
d. Bila ketuban sudah pecah, koitus dilarang karena dapat menyebabkan
infeksi janin intrauteri
(Sulistyawati, 2011; hl.170, 118-119).
Beberapa wanita merasa takut senggama karena akan merusak bayi atau
menyebabkan kelahiran prematur. Yang lain merasa takut bahwa
orgasme dengan cara apapun akan menyebabkan hal yang sama. Ada
yang malu oleh payudara yang membesar serta perut yang membengkak
dan merasa tidak menarik ataupun seksi. Sementara yang lain lagi
menginginkan kontak tubuh dengan pasangannya tapi lebih suka jika
tidak bersenggama (Jannah, 2012;h152-153).
10. Sikap tubuh yang baik
Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, tubuh akan mengadakan
penyesuaian fisik dengan pertambahan ukuran janin. Perubahan tubuh
yang paling jelas adalah tulang punggung bertambah lordosis karena
tumpuan tubuh bergeser lebih ke belakang di banding sikap tubuh ketika

tidak hamil. Keluhan yang sering muncul dari perubahan ini adalah rasa
pegal di punggung dan kram kaki ketika tidur malam hari. Untuk
mencegah dan mengurangi keluhan ini perlu adanya sikap tubuh yang
baik.
Beberapa hal yang harus di perhatikan adalah sebagai berikut.
a. pakailah sepatu dengan hak yang rendah atau tanpa hak dan jangan
terlalu sempit
b. Posisi tubuh saat mengangkat beban yaitu dalam keadaan tegak dan
pastikan beban terfokus pada
c. Tidur dengan posisi kaki di tinggikan
d. Duduk dengan posisi punggung tegak
e. Hindari duduk atau berdiri terlalu lama (ganti posisi secara
bergantian untuk mengurangi ketegangan otot)
11. Imunisasi
Imunisasi selama kehamilan sangat penting dilakukan untuk mencegah
penyakit yang dapat menyebabkan kematian ibu dan janin, jenis
imunisasi yang di berikan adalah tetanus toxoid (TT) yang dapat
mencegah penyakit tetanus.
12. Memantau kesejahteraan janin
Kesejahteraan janin dalam kandungan perlu dipantau secara terusmenerus agar jika ada gangguan janin dalam kandungan akan dapat
dapat

segera

terdeteksi

dan

ditangani.

Salah

satu

indikator

kesejahteraan janin yang dapat dipantau sendiri oleh ibu adalah


gerakannya dalam 24 jam. Gerakan janin dalam 24 jam minimal 20
kali, gerakan ini dirasakan dan dihitung oleh ibu yang dikenal dengan
menghitung Gerakan sepuluh. Selain dihitung dengan manual,
gerakan janin dapat di pantau melalui suatu metode yang disebut nonstress tes (NST) dengan cara suatu elektrode di tempelkan di perut ibu
yang dihubungkan dengan monitor sehingga setiap ada gerakan janin
akan muncul suatu grafik yang tergambar jelas di layar monitor
(Sulistyawati, 2011; hl.119-120, 123).
13. Tanda bahaya pada kehamilan
Beberapa tanda bahaya yang penting untuk di sampaikan kepada
pasien dan keluarga adalah sebagai berikut :
a. Perdarahan pervaginam
b. Sakit kepala hebat
c. Masalah penglihatan
d. Bengkak pada muka atau tangan
e. Nyeri abdomen yang hebat
f. Bayi kurang bergerak seperti biasa
14. Senam Hamil
Kegunaan senam hamil adalah melancarkan sirkulasi darah, nafsu
makan bertambah, pencernaan menjadi lebih baik, dan tidur menjadi
lebih nyenyak (Sulistyawati, 2011; hl.128, 111).

2.1.11 Tanda dan Bahaya Kehamilan Pada TM III


1. Perdarahan pervaginam
Perdarahan sebelum 3 bulan disebabkan keguguran atau keguguran
mengancam segera minta pertolongan, janin mungkin masih bisa di
selamatkan bila tidak ibu perlu mendapat pertolongan agar
kesehatannya terjaga.
Nyeri perut bagian bawah yang hebat pada kehamilan 1-2 bulan ini
merupakan hal yang berbahaya segera minta pertolongan. Perdarahan
7-9 bulan meskipun hanya sedikit merupakan ancaman bagi ibu dan
janin minta pertolongan ke rumah sakit.
Pengertian perdarahan pervaginam adalah perdarahan yang terjadi
pada masa kehamilan kurang dari 22 minggu. Pada masa kehamilan
muda, perdarahan pervginam berhubungan dengan kehamilan dapat
berupa: Abortus, kehamilan mola, kehamilan ektopik
(Rukiyah dan Yulianti, 2014; hl.147).
2. Sakit Kepala yang Hebat dan Menetap
Sakit kepala selama kehamilan adalah umum dan sering kali
merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit
kepala yang menunjukan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala
yang hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.
Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin

mengalami pengelihatan yang kabur atau berbayang. Sakit kepala yang


hebat dalam kehamilan adalah gejala dari preeklamsi.
3. Nyeri Abdomen yang hebat
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal
adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukan
masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat,
menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti
apendisitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelvis, persalinan
preterem, gastritis, penyakit kantung empedu, iritasi uterus, abrupsi
plasenta, ISK, dan lain-lain.
4. Bayi kurang bergerak seperti biasanya
Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulann ke-5 atau ke-6,
beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi
tidur, gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3
kali dalam periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika
berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik
(Hani, et all, 2011; hl.118-121).

2.2 TEORI MANAJEMEN MENURUT VARNEY


2.2.1 Pengertian
Menejemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang di gunakan
sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan
teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian atau
tahapan yang logis untuk pengambilan keputusan yang berfokus pada
klien.
Manajemen kebidanan menyangkut pemberian pelayanan yang utuh dan
menyeluruh dari bidan kepada kliennya, yang merupakan suatu proses
menejemen kebidanan yang di selanggarakan untuk memberikan pelayanan
yang berkualitas melalui tahapan dan langkah-langkah yang di susun secara
sistematis untuk mendapatkan data, memberikan pelayanan yang benar
sesuai dengan keputusan tindakan klinik yang dilakukan dengan tepat
(Rukiyah dan Yulianti 2009; hl.180).
2.1.2 Langkah dalam manajemen kebidanan varney
I. Pengkajian
Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan
lengkap dari berbagai sumber yang berkaitan dengan kondisi klien.
Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis. Anamnesis adalah
pengkajian dalam rangka mendapatkan data tentang pasien melalui
pengajuan pertanyaan-pertanyaan anamnesis dapat dilakukan melalui dua
cara yaitu sebagai berikut.

1. Auto anamnesis
Adalah anamnesis yang dilakukan kepada pasien langsung. Jadi
data yang diperoleh adalah data primer, karena langsung dari
sumbernya.
2. Allo anamnesis
Adalah anamnesis yang dilakukan kepada keluarga pasien untuk
memperoleh data tentang pasien. Ini dilakukan pada keadaan
darurat ketika pasien tidak memungkinkan lagi untuk memberikan
data yang akurat (Sulistyawati, 2011; hl.166).
3. Anamnesa dilakukan untuk mendapatkan data anamnesa terdiri
dari beberapa kelompok penting sebagai berikut:
a. Identitas pasien
1. Nama
Selain sebagai identitas, upayakan agar bidan memanggil
dengan nama panggilan sehingga hubungana antara pasien
dan bidan menjadi lebih akrab.
2. Usia
Usia ibu (<19 tahun,>35 tahun, perkawinan lebih dari 5
tahun)
(Manuaba, et all, 2010; hl.243).
3. Agama

Sebagai dasar bidan dalam memberikan dukungan mental


dan spiritual terhadap pasien dan keluarga sebelum dan pada
saat kehamilan dan persalinan
4. Suku
Data ini berhubungan dengan sosial budaya yang dianut oleh
pasien dan keluarga yang berkaitan dengan kehamilan dan
persalinan.
5. Pendidikan
Tingkat pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan
dalam

kualitas

perawatan

kehamilan.

Peguasaan

pengetahuaan juga erat kaitannya dengan tingkat pendidikan


seseorang (Jannah, 2012; hl.143).
6. Pekerjaan
Pekerjaan seorang ibu akan menggambarkan aktifitas dan
tingkat kesejahteraan ekonomi yang akan didapatkan.
7. Alamat
Di tanyakan untuk mempermudah kunjungan rumah bila di
perlukan.

b. Riwayat pasien
1. Keluhan utama
Keluhan utama ditanyakan untuk mengetahui keluhan alasan
pasien datang ke fasilitas kesehatan
(Sulistyawati, 2011; hl.167).
Pada kasus ibu hamil dengan perubahan fisiologis TM III,
keluhan utamanya adalah konstipasi, kram pada kaki, sering
BAK, dan keputihan dan nyeri punggung.
2. Riwayat kebidanan
a) Menstruasi
Data ini memang tidak secara langsung berhubungan
dengan masa kehamilan, dari data yang kita peroleh kita
akan mempunyai gambaran tentang keadaan dasar dari
organ reproduksinya. Beberapa data yang harus kita
peroleh dari riwayat menstruasi antara lain sebagai
berikut:
Menarche

adalah

usia

pertama

kali

mengalami

menstruasi.
b) Siklus
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi yang
dialami dengan menstruasi berikutnya, dalam hitungan
hari. Biasanya sekitar 23 sampai 32 hari.

c) Volume
Data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi
yang dikeluarkan. Kadang kita akan kesulitan untuk
mendapatkan data yang valid. Sebagai acuan biasanya
kita gunakan kriteria banyak, sedang, dan sedikit.
Jawaban yang diberikan oleh pasien biasanya bersifat
subjektif, namun kita dapat kaji lebih dalam lagi dengan
beberapa pertanyaan pendukung, misalnya sampai berapa
kali mengganti pembalut dalam sehari.
d) Keluhan
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan
ketika mengalami menstruasi, misalnya nyeri hebat, sakit
kepala sampai pingsan, atau jumlah darah yang keluar
banyak. Ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh
pasien menunjuk kepada diagnosis tertentu
(Sulistyawati, 2011; hl.166-167).
e) HPHT
HPHT adalah hari pertama haid terakhir seseorang
sebelum hamil. Cara menentukan HPHT adalah dengan
melakukan anamnesis pada ibu secara tepat karena
apabila terjadi kesalahan, maka penentuan usia kehamilan
juga menjadi tidak tepat. Haid terakhir tersebut harus

normal, baik dari lamanya maupun dari banyaknya. Jadi


beberapa pertanyaan yang bisa diajukan adalah sebagai
berikut :
1) Kapan ibu mengeluarkan haid terakhir sebelum hamil
2) Apakah tanggal tersebut sudah bersih atau masih
keluar darah haidnya
3) Berapa lama menstruasinya
Berapa banyak menstruasinya (jika hanya sedikit maka
kemungkinan sudah terjadi nidasi).
HPHT yang tepat adalah tanggal dimana ibu baru
mengeluarkan darah menstruasi dengan frekuensi dan
lama seperti menstruasi yang seperti biasa (Hani, et
all, 2010; hl.79).
4) Gangguan kesehatan alat reproduksi
Data ini sangat penting untuk kita kaji karena akan
memberikan

petunjuk

bagi

kita

tentang

organ

reproduksi pasien. Ada beberapa penyakit organ


reprodsuksi yang berkaitan erat dengan personal
hygiene, atau kebiasaan lain yang tidak mendukung
kesehatan reproduksinya. Jika didapatkan adanya salah
satu atau beberapa riwayat gangguan kesehatan
reproduksi, maka kita harus waspada akan adanya

kemungkinan gangguan kesehatan alat reproduksi


pada masa kehamilan.
Beberapa data yang perlu kita kaji dari pasien adalah
apakah pasien pernah mengalami gangguan seperti
berikut keputihan, infeksi, gatal karena jamur tumor
(Sulistyawati, 2011; hl.168).
5) Riwayat obstetric
Alasan mengapa perlu dikaji karena untuk mengetahui
masalah obstetrik, medis dan sosial yang lain, dalam
kehamilan (preeklamsi dan lain-lain), dalam persalinan
(malpersentasi, drip oksitosin, dan lain-lain), bentuk
persalinan

(spontan,

ekstraksi),

dalam

SC,
nifas

forcep,

atau

vakum

(perdarahan,

infeksi

kandungan, bagaimana laktasi, dan lain-lain), berat


lahir bayi, jenis kelamin bayi, kelainan kongenital bayi
dan komplikasi yang lain seperti ikterus, status bayi
saat lahir (hidup atau mati), status kehidupan bayi, jika
meninggal apa penyebabnya. Pertanyaan ini sangat
mempengaruhi

prognosis

persalinan

pimpinan

persalinan, karena jalannya persalinan yang lampau


adalah

hasil

ujian

dari

segala

fakor

yamg

mempengaruhi persalinan (Hani, et all, 2011; hl.89).

6) Riwayat kesehatan
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan
sebagai penanda (warning) akan adanya penyulit masa
hamil. Adanya perubahan fisik dan fisiologis pada masa
hamil yang melibatkan seluruh sistem dalam tubuh akan
mempengaruhi

organ

yang

mengalami

gangguan.

Beberapa data penting tentang riwayat kesehatan pasien


yang perlu kita ketahui adalah pasien pernah atau sedang
menderita penyakit, seperti jantung, diabetes melitus
(DM), ginjal, hipertensi/ hipotensi dan hepatitis.
7) Status perkawinan
Ini penting untuk dikaji karena dari data ini akan
mendapatkan gambaran mengenai suasana rumah tangga
pasangan.
8) Respon keluarga terhadap kehamilan ini
Adanya respon yang positif dari keluarga terhadap
kehamilan akan mempercepat proses adaptasi ibu dalam
penerimaan perannya
(Sulistyawati, 2011; hl.168, 173).

9) Adat istiadat/ budaya yang berhubungan selama masa


hamil
Adat istiadat perlu dikaji karena hal penting yang biasa
mereka anut, berkaitan dengan masa hamil. Apabila adat
istiadat tersebut merugikan akan membuat pertumbuhan
janin tidak optimal dan pemulihan kesehatan akan
terhambat. Misalnya ibu hamil harus pantang makanan
yang berasal dari daging, ikan, telur, dan gorengan karena
dipercaya akan menyebabkan kelainan pada janin.
10) Pola pemenuhan sehari-hari
a. Pola makan
Ini penting untuk diketahui supaya kita mendapatkan
gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan
gizinya selama hamil. Beberapa hal yang perlu kita
tanyakan pada pasien berkaitan dengan pola makan
adalah sebagai berikut:
(1) Menu
Ini dikaitkan dengan pola diet seimbang bagi ibu
hamil. Jika pengaturan menu makan yang
dilakukan oleh pasien kurang seimbang sehingga
ada kemungkinan beberapa komponen gizi tidak
akan terpenuhi, maka bidan dapat memberikan

pendidikan kesehatan mengenai penyusunan menu


seimbang bagi ibu.
(2) Frekuensi
Data ini akan memberi petunjuk bagi kita
tentang seberapa banyak asupan makanan yang
dikonsumsi ibu.
(3) Jumlah perhari
Data ini akan memberikan volume atau seberapa
banyak makanan yang ibu makan dalam waktu
satu kali makan.
(4) Pantangan
Ini juga penting untuk kita kaji karena ada
kemungkinan pasien berpantangan makanan
justru

yang sangat mendukung pemulih

fisiknya, misal ikan, telur atau daging.


b. Pola minum
Kita juga harus dapat memperoleh data dari
kebiasaan

pasien

dalam

memenuhi

kebutuhan

cairannya. Hal-hal yang perlu kita tanyakan kepada


pasien tentang pola minum adalah sebagai berikut :

(1) Frekuensi
Kita dapat tanyakan pada pasien berapa kali ia
minum dalam

sehari dan dalam sekali minum

menghabiskan berapa gelas.


(2) Jumlah per hari
Frekuensi minum dikalikan seberapa banyak ibu
minum

dalam

sekali

waktu

minum

akan

didapatkan jumlah asupan cairan dalam sehari.


(3) Jenis minuman
Kadang pasien mengkonsumsi minuman yang
sebenarnya kurang baik untuk kesehatannya.
11) Pola istirahat
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena
itu, bidan perlu menggali kebiasaan istirahat ibu supaya
diketahui

hambatan

yang mungkin

muncul

jika

didapatkan data yang senjang tentang pemenuhan


istirahat.
a. Istirahat malam hari
Rata-rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8
jam

b. Istirahat siang hari


Tidak semua wania mempunyai kebiasaan tidur siang.
Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaika kepada ibu
bahwa tidur siang sangata penting untuk menjaga
kesehatan selama hamil.
12) Aktivitas sehari-hari
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena
data ini memberikan gambaran tentang seberapa berat
aktivitas yang biasa dilakukan pasien dirumah.
13) Aktivitas seksual
Walaupun ini adalah hal yang cukup privasi bagi pasien,
namun bidan harus menggali data dari kebiasaan ini,
karena terjadi beberapa kasus dalam aktivitas seksual
yang cukup mengganggu pasien namun tidak tahu
kemana harus berkonsultasi. Bidan menanyakan hal-hal
yang berkaitan dengan aktivitas seksual (Sulistyawati,
2011; hl.168-172).
Data Objektif
1. Pemeriksaan umum
Tentang keadaan umum pasien, keadaan emosional, tandatanda vital, tinggi badan, berat badan dan lingkar lengan
atas.

a) Keadaan umum
Untuk mengetahui data ini kita cukup dengan
mengamati keadaan umum pasien secara keseluruhan.
Hasil pengamatan kita laporkan dengan kriteria sebagai
berikut:
1) Baik: Jika pasien memperlihatkan respons yang baik
terhadap lingkungandan orang lain, serta secara fisik
pasien tidak mengalami ketergantungan dalam
berjalan.
2) Lemah: Pasien dimasukkan dalam kriteria ini jika
kurang atau tidak memberikan respons yang baik
terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien
sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri.
b) Kesadaran
Untuk mendapatkan gambaran tentang kesadaran
pasien, kita dapat melakukan pengkajian tingkat
kesadaran mulai dari keadaan composmentis (kesadaran
maksimal), sampai dengan koma (pasien tidak dalam
keadaan sadar)
(Sulistyawati, 2011; hl.174-175).

c) Tanda-tanda vital
1) Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai
140 mmHg sistolik atau 90 mmHg. Perubahan 30
mmHg sistolik dan 15 mmHg diastolik diatas tensi
sebelum hamil, menandakan toxemia gravidarum
(keracunan kehamilan) (Hani, et all, 2011; hl.91).
2) Nadi, selama kehamilan jumlah darah yang dipompa
oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut curah
jantung meningkat 30-50% peningkatan ini terjadi
mulai terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan
puncaknya pada 18-28 minggu, karena curah jantung
meningkat akibatnya denyut jantung juga meningkat
(dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90
kali/menit) (Sulistyawati, 2011; hl.61).
3) Pernafasan, nilai pemeriksaan pernafasan merupakan
salah satu indikator untuk mengetahui fungsi sistem
pernafasan

yang

terdiri

dari

mempertahankan

pertukaran oksigen dan karbodioksida dalam paru


dan pengaturan asam basa, nilai pernafasan normal
yaitu 15-20 x/menit.
4) Suhu, Suhu tubuh adalah drajat panas yang
dipertahankan

oleh

tubuh

dan

diatur

oleh

hipotalamus (dipertahankan dalam batas normal yaitu


6c dari 37c) dengan menyeimbangkan antara
panas yang dihasilkan dan panas yang dilepaskan
(Tambunan dan Kasim, 2011;hl.15).
2. Pemeriksaan Fisik (Inspeksi)
a. Kepala
Warna, kebersihan, mudah rontok atau tidak
b. Telinga
Kebersihan, gangguan pendengaran
c. Mata
Konjungtiva, sclera, kebersihan, kelainan, gangguan
penglihatan (rabun jauh/ dekat)
d. Hidung
Kebersihan, polip, alergi
e. Mulut
Bibir: warna, integritas jaringan (lembap, kering atau
pecah-pecah),

Lidah:

warna.

Kebersihan,

gigi

kebersihan, karies, gangguan pada mulut (bau mulut)


(Sulistyawati, 2011; hl.175-176).
f. Leher

bengkak

meliputi

pembengkakan kelenjar tyroid


(Hani, et all, 2011; hl.92)

saluran

limfe

atau

g. Dada
Bentuk, simetris/tidak, payudara : bentuk, bentuk
masing-masing

payudara

(seimbang

atau

tidak),

hiperpigmentasi aerola payudara, teraba massa, nyeri


atau tidak, kolostrum, keadaan putting: menonjol, datar,
atau masuk kedalam, kebersihan, bentuk bra. Denyut
jantung, gangguan pernafasan (auskultasi)
(Sulistyawati, 2011; hl.176).
h. Perut
Bentuk pembesaran perut (perut membesar kedepan
atau kesamping, keadaan pusat, tampakkah gerakan
anak atau kontraksi rahim), luka bekas operasi, ukur
tinggi fundus uteri, hitung TBJ, letak presentasi, posisi
dan penurunan kepala, mendengar denyut jantung janin
(DJJ), dan gerakan janin
(Hani, et all, 2011; hl.92).
3. Palpasi
Maksudnya periksa raba ialah untuk menentukan :
a. Besarnya rahim dan dengan ini menentukan tuanya
kehamilan.
b. Menentukan letaknya anak dalam rahim

c. Cara melakukan palpasi ialah menurut Leopold yang


terdiri bagian:
Leopold I
1) Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian janin
yang ada di fundus.
2) Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a) Pemeriksa menghadap pasien
b) Kedua kaki ibu ditekuk, pemeriksa berdiri di
sebelah kanan ibu dan muka ibu.
c) Kedua

tangan

meraba

bagian

fundus

dan

mengukur berapa tinggi fundus uterus.


d) Meraba bagian apa yang ada di fundus. Jika teraba
benda bulat, melenting, mudah di gerakkan, maka
itu adalah kepala. Namun jika teraba benda bulat,
besar, lunak, tidak melenting, dan susah di
gerakkan maka itu adalah bokong janin.
Leopold II
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang
berada disebelah kanan atau kiri perut ibu
2) Cara pelaksanaan adalah sebagai berikut :
a) Kedua tangan pemeriksa berada disebelah kanan
dan kiri perut ibu

b) Ketika memeriksa sebelah kanan, maka tangan


kanan menahan perut sebelah kiri ke arah kanan
c) Raba perut ibu sebelah kanan menggunakan
tangan kiri, dan rasakan bagian apa yang di
sebelah kanan (jika teraba benda yang rata, tidak
teraba bagian kecil, terasa ada tahanan, maka itu
adalah punggung bayi, namun jika teraba bagianbagian yang kecil dan menonjol, maka itu adalah
bagian kecil janin).
Leopold III
1) Bertujuan mengetahui bagian janin yang ada dibawah
perut ibu
2) Cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
a. Tangan kanan meraba bagian yang ada di bagian
bawah uterus. Jika teraba bagian yang bulat,
lunak, melenting, keras dan dapat di goyangkan
maka itu adalah kepala janin. Namun jika yang
teraba bagian yang bulat, besar, lunak dan sulit di
gerakkan, maka ini adalah bokong. Jika bagian
bawah tidak di temukan kedua bagian seperti
diatas, maka pertimbangkan apakah janin dalam
letak melintang.

b. Pada letak sungsang (melintang) dapat di rasakan


ketika tangan kanan menggoyangkan bagian
bawah, tangan kiri akan merasakan balottement
(pantulan dari kepala janin, terutama ini di
temukan pada usia kehamilan 5-7 bulan).
c. Tangan kanan meraba bagian bawah (jika teraba
kepala,

goyangkan

jika

masih

mudah

di

goyangkan, berarti kepala belum masuk panggul,


namun jika tidak dapat di goyangkan kepala sudah
masuk panggul).
Leopold IV
1) Bertujuan untuk mengetahui bagian yang ada di
bawah dan untuk mengetahui apakah kepala sudah
masuk panggul atau belum.
2) Cara pelaksanaannya sebagai berikut :
a. Pemeriksa mengahadap kaki pasien
b. Kedua tangan meraba bagian janin yang ada
bawah Jika teraba kepala, tempatkan kedua tangan
di dua pihak yang berlawanan di bagian bawah
c. Jika kedua tangan konvergen (dapat

saling

bertemu) berarti kepala belum masuk panggul

d. Jika kedua tangan divergen (tidak saling bertemu)


berarti kepala sudah masuk panggul
e. Mengukur TFU dengan menggunakan rumus dari
niswander

yaitu

1,2

(TFU-7,7)100150

(Sulistyawati, 2011; hl.90-92).


4. Auskultasi
Dihitung satu

menit penuh, frekuensi, keteraturan,

punctum maximum) (Jannah, 2012; hl.178).


5. Ekstermitas
Ektermitas oedema dalam kehamilan disebabkan oleh
toxaemia gravidarum/ keracunan atau oleh tekanan rahim
yang membesar pada vena-vena dalam panggul yang
mengalirkan

darah

dari

kaki,

tetapi

juga

oleh

hipovitaminose, dan penyakit jantung


(Hani, et all, 2011; hl.92).
6. Genital
Kebersihan, pengeluaran pervaginam, tanda-tanda infeksi
vagina
7. Anus
Hemoroid, kebersihan (Sulistyawati, 2011; hl.177).

8. Data penunjang/data laboratorium


a. Kadar Hb
Terdapat empat tingkatan anemia yaitu:
1) Hb 11 g%

= tidak anemia

2) Hb 9-10 g% = anemia ringan


3) Hb 7-8 g%

= anemia sedang

4) Hb <7 g%

= anemia berat

(Manuaba, et all, 2010;hl.239).


b. Protein Urine
Manfaat

pemeriksaan

Protein

urine

yaitu

untuk

mengetahui tingginya kadar protein dalam urine pada


ibu hamil yang dapat mengindikasikan terjadinya preeklamsi.
Standar hasil pemeriksaan: Negatif jika urin tidak
keruh, positif 1 jika terjadi kekeruhan, positif 2 jika
kekeruhan mudah dilihat dan ada endapan halus, positif
3 jika lebih keruh dan endapan lebih banyak, positif 4
jika sangat keruh dan endapan menggumpal.
c. Glukosa Urine
Standar hasil pemeriksaan: Negatif jika warna tetap
biru, positif 1 jika warna hijau kekuningan, positif 2
warna kehijauan dan keruh, positif 3 jika warna jingga,

positif 4 jika warna merah bata dan keruh (Sulistyawati,


2011;hl.237, 239).
Tabel 2.3 Pemeriksaan laboratorium
Tes Lab

Nilai normal

Nilai tidak normal

Hemoglobin
Protein urine
Glukosa dalam urine

10,5-14,0
Terlacak/negative
Bening/negative
Warna hijau

VDRL/RPR
Faktor rhesus
Golongan darah
HIV
Rubella

Negatif
Rh+
A B O AB
Negatif

<10,5
>atau =2+ keruh
(positif)
Kuning, orange,
coklat.
Positif
Rh+
Positif

Feses untuk ova/telur


cacing dan parasit

Negatif

Positif

Diagnosis/masalah
terkait
Anemia
Protein urine
Diabetes
Syphilis
Rh sensitization
Ketidakcocokan ABO
AIDS
Anomali pada janin jika
ibu terinfeksi
Anemia akibat cacing
(cacing tambang)

(Hani, et all. 2010; hl.96)


II. Interpretasi Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis, masalah dan
kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data
yang telah dikumpulkan.
Langkah awal dari perumusan diagnosis atau masalah adalah
pengolahan data dan analisis dengan menggabungkan data satu dengan
lainnya sehingga tergambar fakta
(Sulistyawati, 2011;hl.177)

1. Diagnosi masalah kebidanan


Diagnosa kebidanan adalah diagnosis yang ditegakan bidan dalam
lingkup praktek kebidanan dan memenuhi standar nomenklatur
diagnosis kebidanan (Hani, et all, 2011; hl.97).
2. Masalah
Masalah sering berhubungan dengan bagaimana wanita itu
mengalami kenyataan terhadap diagnosisnya
3. Kebutuhan
Dalam

bagian

ini

bidan

menentukan

kebutuhan

pasien

berdasarkan keadaan dan masalahnya. Contohnya kebutuhan


untuk KIE dan bimbingan tentang perawatan kehamilannya
III. Diagnosa Potensial
Dalam langakah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis
potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga.
Langkah

ini

membutuhkan

antisipasi,

bila

memungkinkan

dilakukan pencegahan, sambil terus mengamati kondisi klien


(Sulistyawati, 2011; hl.178, 180-181).
IV. Tindakan Segera
Pada tindakan ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan
segera, melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan tenaga
kesehatan lain berdasarkan kondisi klien
(Hani, et all, 2011; hl.101).

V. Perencanaan
Pada

langkah

ini

direncanakan

asuhan

yang

menyeluruh

berdasarkan langkah sebelumnya. Semua perencanaan yang dibuat


harus berdasarkan pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan,
teori yaang up to date, perawatan berdasarkan bukti (evidance
based care), serta divalidasikan dengan asumsi mengenai apa yang
diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien. Dalam menyusun
perencanaan sebaiknya pasien dilibatkan, karena pada akhirnya
pengambilan keputusan dalam melaksanakan suatu rencana asuhan
harus disetujui oleh pasien (Sulistyawati, 2011;hl.182)
VI. Pelaksanaan
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara
efisien dan aman. Pada langkah ini ke enam ini, rencana asuhan
menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah ke lima
dilaksanakan. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan,
sebagaian lagi oleh klien atau anggota tim lainnya
(Hani, et all, 2011; hl.103).
Pelaksanaan dari perencanaan asuhan berdasarkan peran bidan dalam
tindakan mandiri, kolaborasi, dan tindakan pengawasan :
a. Pemantauan melekat pada ibu hamil dengan resiko tinggi
b. Bimbing dalam perawatan payudara

c. Bimbing perawatan payudara tanda-tanda persalinan kepada


pasien dan keluarga
d. Pemberian dukungan psikologis kepada pasien dan suami
e. Pemberianpendidikan kesehatan
f. Pemberian tablet besi
g. Bimbingan cara perawatan diri (Sulistyawati, 2011; hl.185).
VII. Evaluasi
Pada langkah VII, ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang
telah di berikan. Hal yang di evaluasi meliputi apakah kebutuhan
telah terpenuhi dan mengatasi diagnosis dan masalah yang telah
diidentifikasi. Rencana tersebut dapat dianggap efektif jika benarbenar efektif dalam pelaksanaannya (Hani, et all, 2011;hl.103).
2.3 LANDASAN TEORI HUKUM
Keputusan Menteri Kesehatan Indonesia No.900/Menkes/SK/VII/2002 tentang
registrasi dan praktek bidan, yang disebut dalam BAB V Praktik Bidan antara
lain:
a. Pasal 14:
Bidan dalam menjalankan prakteknya berwenang untuk memberikan
pelayanan yang meliputi:
1) Pelayanan kebidanan
2) Pelayanan kebidanan berencana
3) Pelayanan kesehatan masyarakat

b. Pasal 15:
1) Pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 huruf a
(pelayanan kebidanan) ditunjukan pada ibu dan anak.
2) Pelayanan kepada ibu diberikan pada masa pra nikah, pra hamil, masa
hamil, masa bersalin, masa nifas, menyusui dan masa antara (periode
interval)
3) Pelayanan kebidanan pada anak diberikan pada masa bayi baru lahir, masa
bayi, masa anak balita dan masa pra sekolah.
c. Pasal 16:
1) Pelayanan kebidanan kepada ibu meliputi:
a) Penyuluhan dan konseling
b) Pemeriksaan fisik
c) Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
d) Pertolongan pada kehamilan abnormal yang mencakup ibu hamil
dengan abortus iminens, hiperemesis gravidarum tingkat 1, preeklamsi
ringan dan anemia ringan
(Sofyan, et all, 2006; hl.171-172).

Pengetahuan dan pemahaman tentang ketidaknyamanan ini sangat penting yaitu


sebagai berikut:
1. Membantu ibu memahami perubahan anatomi dan fsisiologis selama masa
hamil.
2. Menghilangkan kecemasan ibu (dan keluarga), yang mungkin disebabkan oleh
pengetahuan yang kurang.
3. Memberi penyuluhan kepada ibu (dan keluarga) tentang tanda dan gejala yang
harus dilaporkan pada pemberi perawatan kesehatan.
4. Memberikan asuhan kebidanan sesuai kebutuhan dan masalah yang dihadapi
ibu hamil.
5. Mengidentifikasi penyimpangan yang aktual dan potensial terhadap adapatsi
normal supaya penanganan yang tepat dapat dilaksanakan (Hani, et all, 2011;
hl. 49-50).
Standar Asuhan Kehamilan
1. Kunjungan ante-natal care (ANC) minimal :
a. Satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu)
b. Satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu)
c. Dua kali pada trimester III (usia kehamilan 28- 40 minggu )
(Sulistyawati, 2011; hl.4).
2. Standar asuhan kehamilan
Terdapat 6 standar dalam standar pelayanan asuhan antenatal. Standar tersebut
merupakan bagian dari lingkup standar pelayanan kebidanan.

a. Standar 3 Identifikasi ibu hamil


Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat
secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami,
dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini secara teratur.
b. Standar 4 Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal. Pemeriksaan
meliputi anamnesis serta pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk
menilai apakah perkembangan berlangsung normal. Bidan juga harus
mengenal kehamilan resiko tinggi, khususnya anemia, kurang gizi,
hipertensi, PMS/Infeksi HIV, memberikan pelayanan imunisasi, nasihat,
dan penyuluhan kesehatan, serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh
puskesmas. Mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan.
Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu mengambil tindakan yang
diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
c. Standar 5 Palpasi abdominal
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan
palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan bila umur kehamilan
bertambah. Memeriksa posisi, bagian terendah janin, dan masuknya kepala
janin ke dalam rongga panggul untuk mencari kelainan, serta melakukan
rujukan tepat waktu.
d. Standar 6 Pengelolaan anemia pada kehamilan

Bidan melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/ atau


rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
e. Standar 7 Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Bidan menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada
kehamilan, mengenali tanda dan gejala preeklampsia dan lainnya,
mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
f. Standar 8 Persiapan persalinan
Bidan memberikan saran yang tepat kepada ibu hamil, suami dan
keluarganya pada trimester ketiga untuk memastikan bahwa persiapan
persalinan bersih dan aman. Serta suasana yang menyenangkan akan
direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya
untuk merujuk bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat. Oleh karena itu,
bidan sebaiknya melakukan kunjungan rumah
(Dewi dan Sunarsih, 2010; hl.18).

Pelayanan standar,yaitu 7 T
Sesuai dengan kebijakan Departemen Kesehatan, standar minimal pelayanan
pada ibu hamil adalah tujuh bentuk yang disingkat dengan 7 T, antara lain
sebagai berikut:
a. Timbang berat badan
b. Ukur Tekanan Darah
c. Ukur Tinggi Badan
d. Pemberian imunisasi TT lengkap
e. Pemberian Tablet besi (FE)
f. Lakukan Tes penyakit menular seksual (PMS)
g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
(Sulistyawati, 2011; hl.5).

BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL TERHADAP NY. E UMUR 26


TAHUN GIP0A0 USIA KEHAMILAN 34 MINGGU 5 HARI DENGAN
KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III DI BPS
KARTINI KAMPUNG SAWAH
BANDAR LAMPUNG
TAHUN 2015

I. PENGKAJIAN
Tanggal/Jam

: 08 April 2015/ 14.00 WIB

Tempat

: Di BPS Kartini kampung sawah

Nama mahasiswa

: Eva Alvionita

3.1 Data subjektif


I. Pengkajian Data
A. Identitas pasien
Nama

: Ny. E

: Tn. D

Umur

: 26 Tahun

: 30 Tahun

Agama

: Islam

: Islam

Suku bangsa : Jawa

: Jawa

Pendidikan

: SMK

: STM

Pekerjaan

: IRT

: Wiraswasta

Alamat

: Jl. Pajajaran jaga baya 2 gang darul mutakin

B. Anamnesis
1. Alasan Kunjungan
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2. Keluhan utama
Ibu mengatakan sering pegal-pegal dan nyeri pinggang, sering BAK, dan ibu
mengeluh kakinya bengkak.
3. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat Haid :
Menarche

: 12 Tahun

Siklus

: 30 Hari

Teratur / tidak : Teratur


Lama

: 5-6 hari

Volume

: 2-3 kali ganti pembalut sehari

Warna

: Merah segar

Disminorhea

: Ada, nyeri normal

HPHT

: 08-08-2014

TP

: 15-05-2015

b. Ganguan Kesehatan Reproduksi


Keputihan

: ada keputihan (normal)

Infeksi

: Tidak ada

Gatal karena jamur : Tidak ada


Tumor

: Tidak ada

c. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu


N
o

Tahun
persalinan

Usia
kehamilan

Jenis
persalinan

Tempat
persalinan

1
.

Hamil ini

34 mg 5
hari

Kesulit
an
dalam
persali
nan
-

Bayi
Penolon
g

JK

BB

Tabel 3.1 Riwayat kehamilan persalinan dan nifas yang lalu


d. Riwayat Kehamilan sekarang
HPHT

: 08-08-2014

TP

: 15-05-2015

Usia Kehamilan

: 34 Minggu 5 Hari

Keluhan Selama kehamilan


Mual Muntah

: ada pada awal kehamilan

Rasa lelah

: ada pada awal kehamilan

Malas beraktivitas

: tidak ada

Pegal pada kaki dan pinggang : ada pada TM III


Penglihatan kabur

: tidak ada

Rasa nyeri/ panas saat BAK

: tidak ada

Rasa gatal pada vulva/vagina

: tidak ada

Nyeri kemerahan pada tungkai

: tidak ada

Imunisasi TT
TT 1

: 28-11-2014

TT 2

: 26-12-2014

PB

Ket

Gerakan Janin
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 16 minggu,
pergerakan fetus dirasakan 24 jam sebanyak 15 kali.
Obat yang dikonsumsi

: tidak ada

Mengkonsumi jamu-jamuan

: tidak ada

Riwayat Kunjungan ANC


Pada Trimester 1

: 4 kali

Pada Trimester 2

: 4 kali

Pada Trimester 3

: 3 kali

4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan sekarang
Penyakit Menular

: tidak ada

Penyakit Menurun

: tidak ada

b. Riwayat Kesehatan yang lalu


Penyakit Menular

: tidak ada

Penyakit Keturunan

: tidak ada

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


Penyakit Menular

: tidak ada

Penyakit Keturunan

: tidak ada

5. Data Psikososial
a. Riwayat pernikahan
Ibu mengatakan menikah pada tahun 2014, dan pernikahan ini yang
pertama.
b. Respon ibu terhadap kehamilan ini

: baik

c. Respon Keluarga pada kehamilan ini

: baik

d. Adat istiadat setempat yang berkaitan dengan masa hamil : tidak ada
6. Pola Pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Nutrisi
Sebelum hamil
Ibu makan 3x sehari dengan porsi masing-masing 1 piring nasi, 1 potong
lauk pauk seperti ikan, tempe, tahu dan telor/porsi, sayur mayur seperti
kangkung 1 mangkuk/porsi
Pantangan

: tidak ada

Minum

: air putih, 6-7 gelas/hari

Saat hamil
Ibu makan 3x sehari dengan porsi masing-masing 1 piring nasi, 1 potong
lauk pauk seperti ikan, tempe, tahu dan telor/porsi, sayur mayur seperti
bayam dan kangkung 1 mangkuk/porsi ditambah dengan susu ibu hamil 1
gelas sehari.
Pantangan

: tidak ada

Minum

: air putih, 7-8 gelas/hari

b. Pola Eliminasi
Sebelum hamil
BAK

: 4-5x/hari, warna jernih, bau khas

BAB

: 1-2x/hari,warna kekuningan, konsistensi lunak

Saat hamil
BAK

: 7-8x/hari, warna jernih, bau khas

BAB

: 1x/hari,warna kekuningan, konsistensi lunak

c. Pola istirahat
malam hari

: 5-6 jam/hari

siang hari

: 1-2 jam/hari

d. Aktivitas sehari-hari

: Ibu biasa melakukan pekerjaan rumah


tangga seperti mencuci, menyapu, dll.

e. Personal Hygene
Mandi

: Ibu mengatakan mandi 2 kali sehari

Keramas

: 2 hari sekali

Ganti Baju dan Celana dalam : ibu mengatakan menganti baju setiap kali
habis mandi dan mengganti celana dalam
setiap kali terasa lembab
Kebersihan kuku
f. Aktivitas seksual

: baik
: ibu mengatakan selama trimester III ini
tidak pernah melakukan hubungan seksual

3.2 Data objektif


C. Pemeriksaan Umum
1. Keadaan umum

: baik

2. Keadaan emosional

: stabil

3. Kesadaran

: compos mentis

4. Tinggi badan

: 155 cm

5. Berat badan sebelum hamil

: 45 kg

Berat badan selama hamil

: 59 kg

6. Tanda-tanda vital
Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Pernafasan

: 22 x / menit

Nadi

: 82 x/ menit

Suhu

: 36,5 C

7. Lila

: 25 cm

D. Pemeriksaan khusus kebidanan (pemeriksaan fisik head to toe)


a. Kepala

: bentuk bulat, tidak terdapat nyeri tekan,


kepala bersih, tidak ada ketombe

b. Rambut

: bersih dan tidak rontok

c. Muka
Cloasma

: tidak ada

Oedema

: tidak ada

d. Mata
Kelopak mata

: tidak ada pembengkakan

Konjungtiva

: merah muda

Sklera

: putih

e. Hidung

: tidak ada pembesaran polip

f. Telinga

: bersih tidak ada kotoran, tidak ada pembengkakan

g. Mulut

: bibir lembab dan tidak ada stomatitis

h. Gigi

: tidak ada karies pada gigi

i. Leher
Kelenjar Tyroid

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.

Kelenjar getah bening

: tidak ada pembesaran kelenjar getah bening.

j. Dada Jantung
Paru-paru

: normal,terdengar lup dup teratur


: normal, tidak ada whezing dan ronchi

k. Payudara
Pembesaran

: ada

Puting susu

: menonjol

Benjolan

: tidak ada

Hiperpigmentasi

: terdapat hiperpigmentasi pada areola

Pengeluaran

: sudah ada

l. Abdomen
Bekas luka operasi

: tidak ada

Pembesaran

: ada, sesuai usia kehamilan

Konsistensi

: lunak

Benjolan

: tidak ada

Palpasi uterus
Leopold I

: TFU teraba pertengahan antara pusat dan px, bagian


atas perut ibu teraba bulat lunak, tidak melenting
yaitu bokong janin.

Leopold II

: Bagian kanan perut ibu teraba panjang, keras


Memapan yaitu punggung dan bagian kiri perut ibu
teraba bagian kecil-kecil janin yaitu bagian
ekstermitas janin.

Leopold III

: Bagian bawah janin teraba bulat dan keras yaitu


kepala janin.

Leopold IV

: Kepala sudah masuk PAP (divergen)

TFU Mc Donalds

: 29 cm

TBJ ( Rumus Niswander ) = 1,2 ( TFU 7,7 ) x 100 150 gr


= 1,2 ( 29 7,7 ) x 100 150 gr
= 2406 - 2706 gr
Auskulasi

: DJJ (+) Punctum maksimum terdengar 2 jari


dibawah pusat ibu sebelah kanan dengan frekuensi
130 x/ menit, teratur.

m. Punggung

: lordosis

n. Pinggang

: terdapat nyeri pinggang

o. Genetalia
Perineum

: tidak dikaji

Vulva dan vagina

: keputihan ada (normal)

Kelenjar bartolini

: tidak dikaji

p. Periksa dalam

: tidak dilakukan karena tidak ada indikasi

q. Anus

: tidak ada hemoroid

r. Ektermitas
Oedema

: ada

Kemerahan

: tidak ada

Varicess

: tidak ada

Reflek patella

: (+) kanan dan kiri

E. Pemeriksaan Penunjang
a. Pemeriksaan Panggul Luar
Lingkar panggul

: 92 cm

Distansia Spinarum

: 25 cm

Distansia kristarum

: 28 cm

Boudenloque

: 18 cm

b. Pemeriksaan Laboratorium
Hb

: 10,5 gram %

Protein urien

: (-) Negatif

Glukosa urine

: (-) Negatif

Tabel 3.1
MATRIKS

Tgl/Jam

Pengkajian

Interpretasi data
(Diagnosa, masalah,
dan kebutuhan)

08 April
2015
Pukul
14.00
WIB

DS:
- Ibu mengatakan kaki
nya bengkak
- Ibu mengatakan
sering buang air kecil
sehingga
mengganggu pola
istirahatnya
- Ibu mengatakan
sering mengalami
nyeri dan pegal pada
pinggangnya

Dx ibu:
Ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 usia
kehamilan 34 minggu 5
hari

DO:
Keadaan umum ibu
baik,
TD: 110/70 mmHg
Pernafasan: 22x/menit
Nadi: 82x/menit
Suhu: 36,5c
Pemeriksaan Lab:
Hb; 10,5 g%
Protein urine: Negatif
(-)
Glukosa urine: Negatif
(-)

Diagnosa
potensial/
Masalah
potensial
Tidak ada

Antisipasi/
tindakan
segera
Tidak ada

Intervensi

Implementasi

Evaluasi

1. Jelaskan
tentang
keadaan ibu
saat ini.

1. Menjelaskan keadaan ibu saat


ini dalam keadaan baik sesuai
dengan pemeriksaan fisik yaitu
keadaan ibu baik,
TD: 110/70 mmHg
Pernafasan: 22x/menit
Nadi: 82x/menit
Suhu: 36,5c
Dan bayi dalam keadaan normal.
DJJ: 130x/menit
Kepala janin sudah masuk PAP.
Pemeriksaan Lab:
Hb: 10,5 g%
Protein urine: Negatif
Glukosa urine: Negatif

1. Ibu mengerti
keadaan ibu dan
janinnya saat ini
dalam keadaan
baik.
Dan kepala janin
sudah masuk PAP.

2. Jelaskan pada
ibu
ketidaknyama
nan yang di
alaminya dan
penatalaksana
an keluhan
yang dialami
ibu.

2. Menjelaskan pada ibu tentang


ketidaknyamanan yang di alaminya
dan penatalaksanaan keluhan yang
dirasakan ibu yaitu:
a) kaki bengkak merupakan akibat
dari pembesaran dan penekanan
uterus terutama pada vena pelvis
ketika duduk, dan vena cava inferior
ketika berbaring, serta peningkatan
penyerapan kapiler.
Penatalaksanaanya:
Hindari posisi tegak lurus dalam
waktu yang lama, istirahat dengan

2. Ibu mengerti
tentang
keluhannya saat
ini merupakan
keadaan yang
normal dan ibu
tidak lagi merasa
cemas atas
keluhan yang di
alaminya dan ibu
tahu cara
penatalaksanaan
untuk keluhan

Dasar:
DS:
Ibu mengatakan ini
kehamilan yang
pertama,belum pernah
melahirkan dan tidak
pernah keguguran.
Usia kehamilan 34
minggu 5 hari
HPHT: 08-08-2014
TP: 15-05-2015
DO:
Keadaan umum ibu
baik,
TD: 110/70 mmHg
Pernafasan: 22x/menit
Nadi: 82x/menit
Suhu: 36,5c
Pemeriksaan Lab:
Hb; 10,5 g%
Protein urine: Negatif
(-)
Glukosa urine: Negatif

91

DJJ:
(+) pada bagian kanan
perut ibu, frekuensi
130x/menit.

(-)
Dx janin:
Janin tunggal hidup
intrauteri presentasi
kepala.
DO:
Leopold I:
TFU pertengahan pusat
dan PX, Bagian fundus
perut ibu teraba besar,
lunak dan tidak
melenting yaitu bokong
janin.
Leopold II:
Bagian kanan perut ibu
teraba bagian keras,
datar dan memanjang
seperti papan yaitu
punggung janin.
Leopold III:
Bagian terbawah perut
ibu teraba 1 bagian
bulat, keras dan tidak
dapat digoyangkan lagi
yaitu kepala janin.
Leopold IV:
Kepala janin sudah
masuk PAP (Divergen)
DJJ:
(+) pada bagian kanan
perut ibu, frekuensi
130x/menit.
Masalah:
Tidak ada

posisi berbaring miring dan kaki


agak ditinggikan, Hindari kaos kaki
atau stocking yang ketat, olahraga
atau senam hamil, hindari sandal
atau sepatu hak tinggi.

yang dirasakannya

b) Sering BAK yang di alami ibu


merupakan peningkatan sensitivitas
kandung kemih dan pada tahap
selanjutnya merupakan akibat
kompresi pada kandung kemih.
Pada trimester III pembesaran
uterus yang menekan kandung
kemih serta mulai turunnya kepala
janin yang menekan kandung
kemih.
Penatalaksanaannya:
kosongkan kandung kemih ketika
ada dorongan perbanyak minum
pada waktu siang hari dan kurangi
minum pada malam hari agar tidak
mengganggu tidur dan mengalami
kelelahan, hindari minum kopi atau
teh sebagai dieresis, berbaring
miring kiri saat tidur untuk
meningkatkan diuresis, tidak
memerlukan pengobatan
farmakologis.
c) Serta nyeri pinggang yang di alami
ibu merupakan hal yang normal
yaitu akibat dari tarikan saraf dan
otot-otot tubuh ibu akibat
pembesaran uterus.
Penatalaksanaannya:
Hindari sepatu hak tinggi, hindari
pekerjaan dengan beban berat,
gunakan bantal waktu tidak untuk
meluruskan punggung, gunakan
kasur yang keras untuk tidur, senam

92

Kebutuhan:
Jelaskan tentang
keluhan yang dirasakan
ibu

hamil, massase daerah pinggang,


bangun secara perlahan-lahan dari
posisi istirahat, hindari berdiri terlalu
lama.

3. Jelaskan pada
ibu mengenai
kebutuhan
istirahat yang
cukup.

3. Menjelaskan pada ibu mengenai


kebutuhan istirahat yang cukup
untuk ibu yaitu tidur malam 7-8
jam/hari, dan tidur siang 1-2
jam/hari

3. Ibu mengerti dan


akan mencoba untuk
tidur sesuai yang di
anjurkan

4. Ajarkan ibu
mengenai
personal
hygiene yang
baik

4. Mengajarkan ibu untuk menjaga


kebersihan diri terutama alat
genetalia agar tetap bersih yaitu
ajarkan ibu untuk cebok dari arah
depan vulva lalu ke belakang,
mengganti celana dalam ketika
sudah terasa lembab

4. Ibu mengerti dan


akan mencoba untuk
tetap menjaga
kebersihan diri

5. Anjurkan
kepada ibu
untuk
mengkonsums
i makanmakanan yang
bergizi.

5. Menganjurkan kepada ibu untuk


mengkonsumsi makan-makanan
yang bergizi karena ibu sudah
trimester III sebaiknya ibu
mengurangi makanan yang banyak
mengandung karbohidrat seperti
nasi, kentang, jagung dan lebih
memperbanyak makanan yang
mengandung serat seperti sayursayuran, seperti bayam, kangkung,
daun katuk, daun singkong, dsb.
Buah-buahan seperti pisang, jeruk
dan papaya yang baik untuk
perencanaan dan mengkonsumsi
susu.

5. Ibu mengerti dan


akan mengurangi
konsumsi makanan
yang banyak
mengandung
karbohidrat dan
memperbanyak
konsumsi makanan
yang mengandung
banyak serat.

93

6. Ajarkan ibu
senam hamil
sesuai usia
kehamilan ibu
saat ini

6. Mengajarkan ibu senam hamil


sesuai usia kehamilan ibu saat ini
dengan tujuan yaitu untuk
memperlancar peredaran darah,
meregangkan otot-otot ibu,
membuat tidur lebih nyenyak,
melancarkan sistem gastrointestinal
dan mengurangi rasa keram pada
kaki.

6. Ibu telah mengerti


mengenai senam
hamil yang di
ajarkan dan tahu
tujuan dari senam
hamil.

7. Berikan ibu
tablet fe untuk
mencegah ibu
dari anemia.

7. Memberikan ibu tablet fe untuk


mencegah ibu dari anemia dengan
dosis 1x1 perhari dan anjurkan ibu
untuk meminumnya di malam hari
sebelum tidur bisa disertai dengan
air jeruk (vitamin c) untuk
membantu mempercepat proses
kerjanya.

7. Ibu menerima tablet


fe dan ibu berjanji
akan meminumnya
disertai dengan
vitamin c atau air
jeruk, sesuai dengan
yang diarahkan oleh
petugas kesehatan.

94

Table 3.2
MATRIKS

Tgl/Jam

Pengkajian

Interpretasi data
(Diagnosa, masalah,
dan kebutuhan)

11 April
2015
Pukul
16.00
WIB

DS:
- Ibu mengatakan kaki
nya bengkak
- Ibu mengatakan sering
buang air kecil
sehingga mengganggu
pola istirahatnya
- Ibu mengatakan sering
mengalami nyeri dan
pegal pada
pinggangnya

Dx ibu:
Ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 usia
kehamilan 35 minggu
1 hari

DO:
Keadaan umum ibu
baik,
TD: 110/80 mmHg
Pernafasan: 22x/menit
Nadi: 84x/menit
Suhu: 36,7 c
DJJ:
(+) pada bagian kanan
perut ibu, frekuensi
136x/menit.

Dasar:
DS:
Ibu mengatakan ini
kehamilan yang
pertama,belum
pernah melahirkan
dan tidak pernah
keguguran.
Usia kehamilan 35
minggu 1 hari.
HPHT: 08-08-2014
TP: 15-05-2015

DO:
Keadaan umum ibu
baik,
TD: 110/80 mmHg
Pernafasan:
22x/menit
Nadi: 84x/menit
Suhu: 36,7c.

Diagnosa
potensial/
Masalah
potensial
Tidak ada

Antisipasi/
tindakan
segera
Tidak ada

Intervensi

Implementasi

Evaluasi

1. Jelaskan pada
ibu mengenai
keadaan umum
ibu saat ini.

1. Menjelaskan pada ibu


mengenai keadaan umum ibu
saat ini yaitu dalam keadaan
baik sesuai dengan
pemeriksaan fisik yaitu
Keadaan umum ibu baik,
TD: 110/80 mmHg,
Pernafasan: 22x / menit,
Nadi: 84 x/menit,
Suhu: 36, 7 c dan bayi dalam
keadaan normal.
DJJ: 136x/menit.

1. Ibu telah mengerti


keadaan ibu dan
janinnya saat ini dalam
keadaaan baik.

2. kaji ulang dan


jelaskan kembali
tentang keluhan
yang dialami ibu
dan
penatalaksanaan
keluhan yang
dialaminya

2. Mengkaji ulang dan


2. Ibu mampu
menjelaskan tentang keluhan
menjelaskan kembali
yang dialami ibu yaitu kaki
tentang yang dialami
bengkak, sering BAK dan
ibu adalah hal normal
nyeri dibagian pinggang,
serta ibu tidak lagi merasa
Serta penatalaksanaan
cemas terhadap keluhan
keluhan yang dialami ibu, yaitu:
yang dirasakannya, dan
a) Yang pertama yaitu bengkak
Ibu mengatakan telah
pada kaki,
melakukan
Hindari posisi tegak lurus
penatalaksanaan
dalam waktu yang lama,
terhadap keluhan yang
istirahat dengan posisi
dialaminya, namun
berbaring miring dan kaki agak
kaki ibu masih
ditinggikan, Hindari kaos kaki
bengkak, dan
atau stocking yang ketat,
pinggangnya masih
olahraga atau senam hamil,
terasa nyeri ,tetapi ibu

95

Dx janin:
Janin tunggal hidup
intra uteri presentasi
kepala.

hindari sandal atau sepatu hak


tinggi.

tidak lagi menahan


BAK bila ada
dorongan.

b) Yang kedua yaitu sering BAK


kosongkan kandung kemih
ketika ada dorongan perbanyak
minum pada waktu siang hari
dan kurangi minum pada
malam hari agar tidak
mengganggu tidur dan
mengalami kelelahan, hindari
minum kopi atau teh sebagai
diuresis, berbaring miring kiri
saat tidur untuk meningkatkan
diuresis, tidak memerlukan
pengobatan farmakologis.

DO:
Leopold I:
TFU pertengahan
pusat dan px, bagian
fundus perut ibu
teraba besar, lunak
dan tidak melenting
yaitu bokong janin.
Leopold II:
Bagian kanan perut
ibu teraba bagian
keras, datar dan
memanjang seperti
papan yaitu
punggung janin.

c) Yang ketiga yaitu,


Nyeri pinggang
Hindari sepatu hak tinggi,
hindari pekerjaan dengan
beban berat, gunakan bantal
waktu tidak untuk meluruskan
punggung, gunakan kasur yang
keras untuk tidur, senam hamil,
massase daerah pinggang,
bangun secara perlahan-lahan
dari posisi istirahat, hindari
berdiri terlalu lama.

Leopold III:
Bagian terbawah
perut ibu teraba 1
bagian bulat, keras
dan tidak dapat
digoyangkan lagi
yaitu kepala janin.
Leopold IV:
Kepala janin sudah
masuk PAP
(Divergen).

3. Kaji ulang
mengenai pola
istirahat pada ibu

3. Mengkaji ulang mengenai pola


istirahat pada ibu

DJJ:
(+) pada bagian
kanan perut ibu,
frekuensi 136x/menit.

4. Kaji ulang
mengenai
personal hygiene

4. Mengkaji ulang mengenai


kebersihan diri pada ibu

3.Ibu sudah tidak sering


terbangun dimalam
hari, dan sudah dapat
tidur 6-7 jam/hari
4. Ibu sudah tahu cara
menjaga kebersihan
diri dan dapat
mengulangi penjelasan

96

Masalah:
Tidak ada
Kebutuhan:
Jelaskan tentang
keluhan yang
dirasakan ibu

yang di berikan
minggu lalu

5. Kaji ulang
mengenai pola
nutrisi pada ibu.

5. Mengkaji ulang mengenai


pola nutrisi pada ibu

5. Ibu telah mengurangi


konsumsi makanan
yang banyak
mengandung
karbohidrat seperti
nasi, kentang, jagung,
dan memperbanyak
konsumsi makanan
yang mengandung
serat seperti sayursayuran, seperti
bayam, kangkung,
daun katuk, daun
singkong,dsb, buahbuahan seperti jeruk,
pepaya yang baik
untuk pencernaan dan
mengkomsumsi susu.

6. Kaji ulang dan


ajarkan kembali
mengenai senam
hamil sesuai usia
kehamilan ibu
saat ini

6. Mengkaji ulang dan mengajarkan 6. Ibu telah melakukan


kembali mengenai senam hamil
senam hamil dengan
sesuai usia kehamilan ibu saat ini
benar setiap pagi hari.
dengan tujuan yaitu untuk
memperlancar peredaran darah,
meregangkan otot-otot ibu,
membuat tidur lebih nyenyak,
melancarkan sistem
gastrointestinal dan mengurangi
rasa keram pada kaki.

7. Kaji ulang
mengenai
pemberian tablet

7. Mengkaji ulang
ibu mengenai pemberian
tablet fe dan vitamin C yang

7. Ibu telah
mengkomsumsi tablet
fe dan vitamin C 1x1

97

fe dan vitamin C
yang telah
diberikan.

telah diberikan

pada malam hari untuk


mencegah ibu dari
anemia.

8. Beritahu kepada
ibu tanda bahaya
TM III.

8. Memberitahu kepada ibu


tanda-tanda bahaya trimester
III, seperti janin tidak
bergerak selama 24 jam,
keluar darah dari vagina,
demam tinggi, penglihatan
kabur, keluar air-air dari
jalan lahir, kaki dan tangan
bengkak.

8. Ibu mengerti tandatanda bahaya trimester


III, seperti janin tidak
bergerak selama 24
jam,keluar darah dari
vagina, demam tinggi,
penglihatan kabur,
keluar air-air dari jalan
lahir, kaki tangan dan
muka bengkak.

9. Beritahu kepada
Ibu tanda-tanda
persalinan.

9. Memberitahu kepada Ibu


tanda-tanda persalinan yaitu
keluar lendir bercampur
darah, keluar air-air dari
vagina, nyeri pinggang yang
menjalar keperut, his yang
semakin lama semakin
sering, kuat dan teratur.

9. Ibu mengerti tentang


tanda-tanda persalinan
yaitu keluar lendir
bercampur darah,
keluar air-air dari
vagina, nyeri pinggang
yang menjalar keperut,
his yang semakin lama
semakin sering, kuat
dan Teratur.

10. Beritahu kepada


Ibu persiapan
persalinan.

10. Memberitahu kepada ibu


persiapan persalinan ibu dan
bayi, persiapan ibu terdiri
dari: kain ibu, baju ibu,
celana dalam, pembalut,
gurita ibu.
Persiapan bayi terdiri dari:
baju bayi, bedong bayi,
popok bayi, topi bayi, sarung
tangan dan kaki bayi. Dan
mempersiapkan dana,

10. Ibu mengerti tentang


persiapan persalinan
ibu dan bayi, persiapan
ibu terdiri dari : kain
ibu, baju ibu, celana
dalam, pembalut,
gurita ibu.
Persiapan bayi terdiri
dari: baju bayi, bedong
bayi, popok bayi, topi
bayi, sarung tangan

98

kendaraan dan persiapan


darah untuk ibu.

11. Berikan
pendidikan
Kesehatan
mengenai
Hubungan
seksual kepada
ibu.

11. Memberikan pendidikan


kesehatan mengenai
hubungan seksual kepada
ibu, bahwa ibu tidak perlu
takut untuk melakukan
hubungan seksual, asalkan
ibu dan suami berhati-hati,
dan pada usia kehamilan ibu
hubungan seksual justru
dianjurkan agar mempercepat
proses persalinan.

dan kaki bayi. Dan


mempersiapkan dana,
kendaraan dan
persiapan darah untuk
ibu.

11. Ibu mengerti dan


tidak merasa takut
lagi.

99

Table 3.3
MATRIKS

Tgl/Jam

Pengkajian

Interpretasi data
(Diagnosa, masalah,
dan kebutuhan)

18 April
2015
Pukul
16.00
WIB

DS:
- Ibu mengatakan
Bengkak pada kaki ibu
sudah mulai berkurang
- Ibu mengatakan ibu tidak
lagi menahan untuk
BAK bila terasa ada
dorongan, dan ibu
menjaga kebersihan alat
kemaluannya.
- Ibu mengatakan nyeri
pinggang yang dialami
ibu berkurang.

DX ibu:
Ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 usia
kehamilan 36 minggu
1 hari

DO:
Keadaan umum ibu baik,
TD: 110/80 mmHg
Pernafasan: 24x/menit
Nadi: 82x/menit
Suhu: 36,5c
DJJ:
(+) pada bagian kanan
perut ibu, frekuensi
138x/menit.

Diagnosa
potensial/
Masalah
potensial
Tidak ada

Antisipasi/
tindakan
segera

Intervensi

Implementasi

Evaluasi

Tidak ada

1. Kaji ulang keadaan


ibu dan janin dan
jelaskan pada ibu
pemeriksaan fisik
yang telah
dilakukan.

1. Mengkaji ulang
keadaan ibu dan
janin serta
menjelaskan pada
ibu hasil
pemeriksaan fisik
yang telah
dilakukan yaitu
keadaan ibu baik,
TD: 110/80
mmhg,
Pernafasan: 24x /
menit,
Nadi: 82x/menit ,
Suhu: 36, 5 c
DJJ: 138x/menit,
kepala sudah masuk
PAP.

1. Ibu mengerti
keadaan ibu
dan janinnya
saat ini dalam
keadaaan baik
dan kepala
janin sudah
masuk PAP.

2. Evaluasi tentang
keluhan yang
dialami ibu.

2. Mengevaluasi
hasil dari
penatalaksanaan
keluhan yang
dialami ibu.

2. Bengkak pada
kaki ibu sudah
mulai
berkurang, ibu
tidak lagi
menahan
untuk BAK
bila terasa ada
dorongan,

Dasar:
DS:
Ibu mengatakan ini
kehamilan yang
pertama,belum
pernah melahirkan
dan tidak pernah
keguguran.
Usia kehamilan 36
minggu 1 hari.
HPHT: 08-08-2014
TP: 15-05-2015
DO:
Keadaan umum ibu
baik,
TD: 110/80 mmHg
Pernafasan:
24x/menit
Nadi: 82x/menit
Suhu: 36,5c

100

DX Janin:
Janin tunggal hidup
intra uteri presentasi
kepala.
DO:
Leopold I:
TFU pertengahan
pusat dan PX, Bagian
fundus perut ibu
teraba besar, lunak
dan tidak melenting
yaitu bokong janin.
Leopold II:
Bagian kanan perut
ibu teraba bagian
keras, datar dan
memanjang seperti
papan yaitu
punggung janin.
Leopold III:
Bagian terbawah
perut ibu teraba 1
bagian bulat, keras
dan tidak dapat
digoyangkan lagi
yaitu kepala janin.
Leopold IV:
Kepala janin sudah
masuk PAP
(Divergen)
DJJ:
(+) pada bagian
kanan perut ibu,
frekuensi 138x/menit.

ibu menjaga
kebersihan
alat
kemaluannya,
dan nyeri
pinggang yang
dialami ibu
berkurang.

3. Evaluasi tentang
pola istirahat pada
ibu

3. Mengevaluasi
3. Ibu telah dapat
tentang pola istirahat
beristirahat
yang telah di jelaskan
sesuai pola
pada ibu
istirahat yang
cukup yaitu 7-8
jam/hari

4. Evaluasi tentang
penjelasan tanda
bahaya kehamilan
trimester III.

4. Mengevaluasi
Penjelasan yang
telah diberikan
kepada ibu
mengenai tanda
bahaya kehamilan
pada trimester
III.

4. Ibu dapat
menjelaskan
sebagian besar
penjelasan yang
diberikan
kepada ibu.

5. Evaluasi tentang
penjelasan tandatanda persalinan.

5. Mengevaluasi
Penjelasan yang
diberikan kepada
ibu mengenai
tanda-tanda
persalinan.

5. Ibu dapat
menjelaskan
dengan baik
mengenai
tanda-tanda
persalinan.

6. Evaluasi tentang
penjelasan
persiapan

6. Mengevaluasi
Penjelasan yang
diberika kepada

6. Ibu
mengatakan
telah

101

Masalah:
Tidak ada

persalinan.

ibu mengenai
persiapan
persalinan.

Kebutuhan:
Evaluasi asuhan
ketidaknyamanan
trimester III.

meyiapkan
kebutuhan
yang
dibutuhkan
pada saat
bersalin.

7. Evaluasi tentang
pendidikan
kesehatan yang
diberikan mengenai
hubungan seksual.

7. Mengevaluasi
mengenai
pendidikkan
kesehatan yang
diberikan
mengenai
hubungan seksual

7. Ibu
mengatakan
mengerti
tentang
pendidikan
kesehtan yang
diberikan dan
ibu tidak
merasa takut
lagi untuk
melakukan
hubungan
seksual.

8. Anjurkan ibu
untuk melakukan
kunjungan ulang
minimal 1 minggu
sekali dan bila ada
keluhan.

8. Menganjurkan ibu
untuk melakukan
kunjungan ulang
minimal 1 minggu
sekali dan bila ada
keluhan segera
datang kepetugas
kesehatan.

8. Ibu bersedia
dan akan
melakukan
kunjungan
ulang minimal
1 minggu
sekali dan
datang apabila
ada keluhan.

102

BAB IV
PEMBAHASAN

Asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap Ny. E umur 26 tahun GIP0A0 usia kehamilan
34 minggu 5 hari dengan ketidaknyamanan trimester III di BPS Kartini kampung sawah
Bandar Lampung. Sehingga didapatkan hasil:
I. PENGKAJIAN
Pada pengkajian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang keadaan
pasien pada Ny. E umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu 5 hari
didapatkan hasil yaitu sebagai berikut:
Data Subjektif
1. Umur
a. Menurut tinjauan teori
Usia ibu <19 tahun, >35 tahun merupakan faktor resiko
(Manuaba, et all, 2010; hl.243)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada tinjauan kasus didapatkan umur Ny. E 26 tahun.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ditemukan adanya
kesenjangan. Hal ini terlihat dari Ny. E yang hamil diusia 26 tahun yang

termasuk dalam siklus reproduksi, yang berarti organ-organ reproduksinya


telah benar-benar siap dan matang untuk memulai suatu proses kehamilan.
2. Pendidikan
a. Menurut tinjauan teori
Tingkat pendidikan ibu hamil sangat berperan dalam kualitas perawatan
bayinya. Penguasaan pengetahuan erat kaitannya dengan tingkat pendidikan
seseorang (Jannah, 2012;hl.143)
b. Menurut tinjauan kasus
Pendidikan terakhir Ny. E adalah jenjang SMA
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak terdapat kesenjangan
antara tinjauan kasus dan teori. Karena Pendidikan terakhir Ny. E adalah
jenjang SMA dimana Ny. E sudah cukup mampu untuk mengerti tentang
pentingnya pemeriksaan kehamilan dan bagaimana memanfaatkan fasilitas
kesehatan yang ada untuk memperoleh pendidikan kesehatan.
3. Keluhan utama
a. Menurut tinjauan teori
Keluhan Utama ditanyakan untuk mengetahui alasan pasien datang ke
fasilitas pelayanan kesehatan (Sulistyawati, 2011; hl.167).
Biasanya ibu mengeluh bengkak pada kaki, sering BAK serta nyeri dibagian
pinggang. Bengkak pada kaki disebabkan oleh terjadinya gangguan sirkulasi
darah akibat pembesaran dan penekanan uterus terutama pada vena pelvis

ketika duduk dan vena cava inferior ketika berbaring, peningkatan


penyerapan kapiler. Sering BAK dialami ibu TM III merupakan dampak dari
pembesaran uterus yang menekan kandung kemih sehingga menimbulkan
rasa ingin berkemih walaupun kandung kemih baru terisi sedikit.
Rasa nyeri pinggang yang dialami ibu disebabkan karena lordosis
dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau
kompresi akar saraf. Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian
tengah dan bawah mendapat tekanan berat. Perubahan ini dan perubahan
lainnya sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman pada musculoskeletal.
Terjadi relaksasi ringan dan peningkatan mobilitas sendi panggul normal
selama masa hamil, pemisahan simfisis pubis, dan ketidakstabilan sendi
sakroiliaka yang besar dapat menimbulkan nyeri dan kesulitan berjalan
(Hani, et all, 2010;hl.58-59,65).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu mengatakan cemas terhadap kehamilannya, dan ibu mengeluh kaki
bengkak, sering BAK, sering merasakan pegal-pegal dan nyeri pada
pinggang.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus, tidak terdapat kesenjangan
antara teori dan kasus karena keluhan Ny. E yaitu kaki bengkak, sering
BAK, sering merasakan pegal-pegal dan nyeri pada pinggang ini sesuai
dengan perubahan fisiologis TM III.

4. Riwayat kesehatan
a. Menurut tinjauan teori
Data dari riwayat kesehatan ini dapat kita gunakan sebagai penanda
(warning) akan adanya penyulit masa hamil. Adanya perubahan fisik dan
fisiologis pada masa hamil yang melibatkan seluruh sistem dalam tubuh
akan mempengaruhi organ yang mengalami gangguan. Beberapa data
penting tentang riwayat kesehatan pasien yang perlu kita ketahui adalah
apakah pasien pernah atau sedang menderita penyakit, seperti jantung,
diabetes melitus (DM), ginjal, hipertensi/hipotensi dan hepatitis
(Sulistyawati, 2011;hl.168-169).
b. Menurut tinjauan kasus
Ny. E mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit yang pernah dideritanya.
c. Pembahasan
Jadi pada kasus di atas tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus
karena Ny. E tidak menderita penyakit yang mengganggu kehamilannya.
5. Adat istiadat yang berpengaruh
a. Menurut tinjauan teori
Hal penting yang biasa mereka anut berkaitan dengan masa hamil adalah
menu makan untuk ibu hamil harus pantang makanan yang berasal dari
daging, ikan, telur, dan gorengan karena dipercaya akan menyebabkan
kelainan pada janin. Adat ini akan sangat merugikan pasien dan janin karena

hal tersebut justru akan membuat pertumbuhan janin tidak optimal dan
pemulihan kesehatanna akan terhambat (Sulistyawati,2011;hl.174).
b. Menurut tinjauan kasus
Ny. E mengatakan tidak ada pantangan makanan, dan tidak ada adat istiadat
yang mengatur tentang pantangan dalam makan selama hamil.
c. Pembahasan
Jadi pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena Ny.
E mengatakan tidak ada pantangan makanan dan adat istiadat yang mengatur
pantangan makanan selama kehamilannya. Menurut tinjauan teori adat
istiadat perlu dikaji karena hal penting yang biasa mereka anut berkaitan
dengan masa hamil adalah menu makan untuk ibu hamil harus pantang
makanan yang berasal dari daging, ikan, telur, dan gorengan karena
dipercaya akan menyebabkan kelainan pada janin. Adat ini akan sangat
merugikan pasien dan janin karena hal tersebut justru akan membuat
pertumbuhan janin tidak optimal dan pemulihan kesehatanna akan terhambat
(Sulistyawati,2011;hl.174).
6. Aktivitas sehari-hari
a. Menurut tinjauan teori
Kita perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena data ini memberikan
gambaran tentang seberapa berat aktivitas yang biasa dilakukan pasien
dirumah. Jika kegiatan pasien terlalu berat sampai dikhawatirkan dapat
menimbulkan penyulit masa hamil, maka kita dapat memberikan peringatan

sedini mungkin kepada pasien untuk membatasi dahulu kegiatannya sampai


ia sehat dan pulih kembali. Aktivitas yang terlalu berat dapat menyebabkan
abortus dan persalinan prematur (Sulistyawati, 2011; h.170).
b. Menurut tinjauan kasus
Ibu mengatakan melakukan aktivitas sehari-hari layaknya ibu rumah tangga
seperti menyapu, memasak, mengepel dan mencuci.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan karena
aktivitas sehari-hari yang dilakukan ibu merupakan aktivitas yang normal
yang dilakukan oleh ibu rumah tangga lainnya.
7. Pola nutrisi
a. Menurut tinjauan teori
1) Protein
Ibu hamil mengalami peningkatan kebutuhan protein sebanyak 68%.
Widya Karya Pangan dan Gizi Nasional menganjurkan untuk menambah
asupan protein menjadi 12% per hari atau 75-100 gram, bahan pangan
yang dijadikan sebagai sumber protein sebaiknya bahan pangan dengan
nilai biologis yang tinggi, seprti daging tak berlemak, ikan, telur, susu,
dan hasil olahannya. Protein yang berasal dari tumbuhan nilai biologisnya
rendah jadi cukup sepertiga bagian saja.

2) Zat besi
Kebutukan zat besi selama hamil meningkat sebesar 300% (1.040 mg
selama hamil) dan peningkatan ini tidak dapat tercukupi hanya dari
asupan makanan ibu selama hamil, melainkan perlu ditunjang dengan
suplemen zat besi. Pemberian suplemen zat besi dapat diberikan sejak
minggu ke-12 kehamilan sebesar 30-60 gram setiap hari selama
kehamilan dan enam minggu setelah kelahiran untuk mencegah anemia
postpartum. Pemantauan konsumsi suplemen zat besi perlu juga diikuti
dengan pemantauan cara minum yang benar karena hal ini akan sangat
mempengaruhi efektivitas penyerapan zat besi. Vitamin c dan protein
hewani merupakan elemen yang sangat membantu dalam penyerapan zat
besi, sedangkan kopi, teh, garam kalsium, magnesium dan fitrat
(terkandung dalam kacang-kacangan) akan menghambat penyerapan zat
besi. Namun demikian bukan berarti zat makanan yang menghambat
penyerapan zat besi tidak bermanfaat bagi tubuh. Zat-zat ini tetap di
konsumsi namun jangan diminum bersamaan dengan tablet zat besi.
Berilah jarak waktu kurang lebih dua jam dari pemberian zat besi.
3) Asam folat
Asam folat merupakan satu-satunya vitamin yang kebutuhannya
meningkat dua kali lipat selama hamil. Asam folat sangat berperan dalam
metabolisme normal makanan menjadi energi, pematangan sel darah
merah, sintesis DNA, pertumbuhan sel, dan pembentukan heme. Jika

kekurangan asam folat maka ibu dapat menderita anemia megaloblastik


dengan gejala diare, depresi, lelah berat dan selalu mengantuk. Jika
kondisi ini terus berlanjut dan tidak segera di tangani maka pada ibu
hamil akan terjadi BBLR, ablasio plasenta, dan kelainan bentuk tulang
belakang janin (spina bifida).
Jenis makanan yang banyak mengandung asam folat adalah ragi, hati,
brokoli, sayur berdaun hijau (bayam dan asparagus), dan kacangkacangan (kacang kering, kacang kedelai). Sumber lain adalah ikan,
daging, buah jeruk, dan telur.
Oleh karena ada kekhawatiran asam folat tidak dapat terpenuhi hanya dari
asupan makanan, maka Widya Karya Pangan Nasional menganjurkan
untuk pemberian suplemen asam folat dengan besaran 280,660, dan 470
mikrogram untuk trimester I, II, dan III. Asam folat sebaiknya diberikan
28 hari setelah ovulasi atau 28 hari pertama setelah kehamilan karena
sumsum tulang belakang dan otak di bentuk pada minggu pertama
kehamilan.
4) Kalsium
Kadar kalsium dalam darah ibu hamil turun drastis sebanyak 5%, oleh
karena itu asupan yang optimal perlu dipertimbangkan. Sumber utama
kalsium adalah susu dan hasil olahannya, udang, sarang burung, sarden
dalam kaleng, dan beberapa bahan makanan nabati, seperti sayuran warna
hijau tua dan lain-lain (Sulistyawati, 2011; hl.108-109).

b. Menurut tinjauan kasus


Ny. E setiap harinya saat hamil makan sehari 3 kali sehari denganmenu nasi,
lauk pauk seperti ikan, tahu, tempe, telur dan daging. Sayur-sayuran hijau,
serta buah-buahan, dan di tambah segelas susu ibu hamil
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjauan teori dan kasus karena kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi
dengan baik dan dapat dilihat dari kenaikan berat badan ibu selama hamil
dalam batas normal.
8. Eliminasi
1) BAK
a. Menurut tinjauan teori
Pembesaran uterus menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin
berkemih walaupun kandung kemih hanya berisi sedikit urine
(Hani, et all, 2011;hl.59)
b. Tinjauan kasus
Ny. E usia kehamilan mengeluh sering BAK.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan sering
BAK yang di alami oleh ibu adalah hal yang normal, Pembesaran uterus
menekan kandung kemih, menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun
kandung kemih hanya berisi sedikit urine (Hani, et all, 2011;h.59).

2) BAB
a. Menurut tinjauan teori
Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian
bawah, sehingga terjadi sembelit atau konstipasi, sembelit semakin berat
karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar
progesteron (Sulistyawati, 2011;h.63)
b. Menurut tinjauan kasus
Ny. E mengatakan tidak ada masalah pada saat BAB.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan karena
Ny. E mengatakan tidak ada masalah pada saat BAB. Menurut tinjauan
teori rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus
bagian bawah sehingga terjadi sembelit atau konstipasi, sembelit semakin
berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar
progesteron (Sulistyawati, 2011;hl.63)
9. Istirahat
a. Menurut tinjauan teori
Istirahat sangat diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena itu, bidan perlu
menggali kebiasaan istirahat ibu supaya diketahui hambatan yang mungkin
muncul jika didapatkan data yang senjang tentang pemenuhan kebutuhan
istirahat.

Istirahat malam hari: Rata-rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8
jam.
Istirahat siang hari: Tidak semua wania mempunyai kebiasaan tidur siang.
Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaikan kepada ibu bahwa tidur siang
sangata penting untuk menjaga kesehatan selama hamil
(Sulistyawati, 2011; h. 170 ).
b. Menurut tinjauan kasus
Ny. E mengatakan tidur malam 5-6 jam/hari dan tidur siang 1-2 jam/hari
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus terdapat kesenjangan karena Ny. E
mengatakan tidur malam 5-6 jam/hari, menurut tinjauan teori istirahat sangat
diperlukan oleh ibu hamil. Oleh karena itu, bidan perlu menggali kebiasaan
istirahat ibu supaya diketahui hambatan yang mungkin muncul jika
didapatkan data yang senjang tentang pemenuhan istirahat.
Istirahat malam hari: Rata-rata lama tidur malam yang normal adalah 6-8
jam.
Istirahat siang hari: Tidak semua wania mempunyai kebiasaan tidur siang.
Oleh karena itu, hal ini dapat kita sampaika kepada ibu bahwa tidur siang
sangata penting untuk menjaga kesehatan selama hamil
(Sulistyawati, 2011; h. 170 ).

10. Pola personal hygiene


a. Tinjauan teori
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan sedikitnya dua
kali sehari karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat,
menjaga kebersihan diri terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada,
daerah genetalia) dengan cara dibersihan dengan air dan dikeringkan
(Kuswanti, 2014;h.119)
b. Ny. E setiap hari mandi 2 kali sehari pada saat pagi dan sore hari, keramas 1
kali sehari, ganti baju setiap habis mandi, ganti celana dalam setiap sehabis
mandi dan lembab dan jika merasa tidak nyaman.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan kasus karena Ny. E mandi 2 kali sehari dengan yang
dianjurkan.
11. Riwayat Kehamilan Sekarang
a. Menurut tinjauan teori
Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care sedikitnya 4 kali selama
kehamilan yaitu: satu kali pada trimester I (usia kehamilan 0-13 minggu);
satu kali pada trimester II (usia kehamilan 14-27 minggu); Dua kali pada
trimester III (usia kehamilan 28-40 minggu
(Sulistyawati, 2011;hl.4).

b. Menurut tinjauan kasus


Ny.E rutin memeriksakan kehamilannya, 1 kali setiap bulannya pada TM I, 2
kali setiap bulannya pada TM II dan 1 minggu 1 kali pada TM III.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena Ny. E rutin memeriksakan kehamilanya selama kehamilan.
12. Pola seksual
a. Menurut tinjauan teori
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada
riwayat penyakit seperti berikut ini: sering abortus, kelahiran prematur,
perdarahan pervaginam, dan juga hubungan sexsual harus dilakukan
dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir kehamilan, bila ketuban
sudah pecah maka hubungan seksual dilarang karena dapat menyebabkan
infeksi pada janin intrauteri (Sulistyawati, 2011; hl. 119).
Beberapa wanita merasa takut senggama karena akan merusak bayinya atau
menyebabkan prematuritas. Yang lainnya merasa takut bahwa orgasme
dengan cara apapun akan menyebabkan hal yang sama. Ada yang malu
karena payudara dan perutnya yang membesar dan membengkak dan
merasa tidak menarik ataupun seksi. Sementara yang lain lagi
menginginkan kontak tubuh dengan pasangannya tapi lebih suka jika tidak
bersenggama (Jannah, 2012;h.152-153).

b. Menurut tinjauan kasus


Ny. E mengatakan selama kehamilan trimester III, ibu tidak melakukan
hubungan seksual.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena Ny. E tidak melakuakan hubungan seksual dikarenakan Ny. E merasa
takut akan terjadi sesuatu terhadap bayinya dan merurut tinjauan kasus pada
Trimester III perubahan psikologis yang dialami ibu adalah khawatir,
sensitif, rasa tidk nyaman, merasa kehilangan perhatian dan libido menurun
(Sulistyawati, 2011;h.77).
Namun Sebenarnya ibu tidak perlu merasa takut untuk melakukan hubungan
seksual asalkan ibu dan suami berhati-hati
Data Objektif
Tanda-tanda vital
1. Tekanan Darah
a. Menurut tinjauan teori
Tekanan darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 mmHg sistolik atau
90 mmHg diastolik. Perubahan 30 mmHg sistolik dan 15 mmHg diastolik
diatas tensi sebelum hamil, menandakan toxemia gravidarum (keracunan
kehamilan).

b. Menurut tinjauan kasus


Pada kasus ini tekanan darah ibu 110/70 mmHg.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena tekanan
darah ibu 110/70 mmHg. Sebagaimana teori menyatakan bahwa Tekanan
darah pada ibu hamil tidak boleh mencapai 140 mmHg sistolik atau 90
mmHg. Perubahan 30 mmHg sistolik dan 15 mmHg diastolik diatas tensi
sebelum hamil, menandakan toxemia gravidarum (keracunan kehamilan)
(Hani, et all, 2011;hl.91).
2. Nadi
a. Menurut tinjauan teori
Selama kehamilan jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya
atau biasa disebut curah jantung meningkat 30-50%. Peningkatan ini mulai
terjadi pada usia kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada usia
kehamilan18-28 minggu, oleh karena curah jantung yang meningkat,maka
denyut jantung pada saat istirahat juga meningkat (dalam keadaan normal 70
kali/menit menjadi 80-90 kali/menit) (Sulistyawati, 2011;hl.61).
b. Menurut tinjauan kasus
Pada kasus ini denyut nadi Ny. E yaitu 82 x/menit.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena nadi Ny.
E 82 x/menit sebagaimana teori menyatakan Nadi, selama kehamilan jumlah

darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya atau biasa disebut curah
jantung meningkat 30-50% peningkatan ini terjadi mulai terjadi pada usia
kehamilan 6 minggu dan puncaknya pada 18-28 minggu, oleh karena curah
jantung yang meningkat,maka denyut jantung pada saat istirahat juga
meningkat (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit).
3. Pernafasan
a. Menurut tinjauan teori
Nilai pemeriksaan pernafasan merupakan salah satu indikator untuk
mengetahui fungsi sistem pernafasan yang terdiri dari mempertahankan
pertukaran oksigen dan karbodioksida dalam paru dan pengaturan asam
basa, nilai pernafasan normal yaitu 15-20 x/menit.
b. Menurut tinjauan kasus
Pada kasus ini pernafasan Ny. E adalah 22 kali permenit
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena
pernafasan Ny. E 22 kali permenit sebagaimana teori menyatakan bahwa
pernafasan harus berada dalam rentang yang normal, yaitu sekitar 20-30 kali
permenit.

4. Suhu
a. Menurut tinjauan teori
Suhu tubuh adalah drajat panas yang dipertahankan oleh tubuh dan diatur oleh
hipotalamus (dipertahankan dalam batas normal yaitu 6c dari 37c) dengan
menyeimbangkan antara panas yang dihasilkan dan panas yang dilepaskan
(Tambunan dan Kasim, 2011;hl.15)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada kasus ini suhu tubuh Ny. E adalah 36,5oC.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena suhu Ny.
E adalah 36,5oC sebagaimana teori menyatakan bahwa rentang suhu tubuh
normal adalah 37oc.
Abdomen
1. TFU
a. Menurut tinjauan teori
Bentuk pembesaran perut (perut membesar kedepan atau kesamping,
keadaan pusat, tampakkah gerakan anak atau kontraksi rahim), adakah bekas
operasi, linea nigra,striae abdomen, ukur tinggi fundus uteri, hitung TBJ,
letak, presentasi, posisi, dan penurunan kepala janin, DJJ dan gerakan janin
(Hani, et all, 2011;hl.92).

b. Menurut tinjauan kasus


Pada saat di lakukan TFU Mc Donald di dapatkan hasil TFU Ny. E 29 cm
c. Pembahasan
Pada kasus di atas tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena usia
kehamilan Ny. E diatas 24 minggu sudah melakukan pengukuran TFU
secara Mc Donald dan itu sesuai dengan tinjauan teori.
2. Leopold
Leopold 1
a. Menurut tinjauan teori
Bertujuan untuk mengetahui TFU dan bagian janin yang ada di fundus
(Sulistyawati, 2011;hl.89)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada bagian fundus perut ibu teraba bagian bokong janin.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pada
tinjauan teori leopold 1 untuk mengetahui TFU dan bagian janin dan itu
sesuai dengan tinjauan kasus pada bagian fundus perut ibu teraba bagian
bokong janin.
Leopold II
a. Menurut tinjauan teori
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada disebelah kanan atau kiri
ibu (Sulistyawati, 2011;hl.90)

b. Menurut tinjauan kasus


Pada bagian kanan perut ibu teraba bagian punggung janin dan pada bagian
kiri perut ibu teraba bagian kecil janin.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pada
tinjauan teori leopold II untuk mengetahui bagian janin yang berada
disebelah kanan dan kiri perut ibu, dan itu semua sesuai dengan tinjauan
kasus pada bagian kanan perut ibu teraba bagian punggung janin dan pada
bagan kiri perut ibu teraba bagian kecil janin.
Leopolld III
a. Menurut tinjauan teori
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah uterus.
(Sulistyawati, 2011;hl.91)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada bagian bawah perut ibu teraba bagian kepala janin.
c. Pembahasan
Pada kasus ini tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pada
tinjauan teori leopold III untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah
perut ibu dan itu sesuai dengan tinjauan kasus pada bagian bawah perut ibu
teraba bagian kepala janin.

Leopold IV
a. Tinjauan teori
Bertujuan untuk mengetahui bagian janin yang ada di bawah dan untuk
mengetahui apakah kepala sudah masuk panggul atau belum
(Sulistyawati, 2011;hl.92)
b. Tinjauan kasus
Pada bagian bawah perut ibu teraba bagian kepala janin dan sudah masuk
panggul.
c. Pembahasan
Pada kasus di atas tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pada
tinjauan teori leopold IV untuk mengetahui bagian yang ada di bawah dan
untuk mengetahui apakah kepala sudah masuk panggul atau belum dan itu
sesuai dengan tinjauan kasus pada bagian bawah perut ibu teraba kepala
janin dan sudah masuk panggul.
Pemeriksaan Laboratorium
a. Menurut tinjauan teori
1. Kadar Hb
Terdapat empat tingkatan anemia yaitu:
1) Hb 11 g%

= tidak anemia

2) Hb 9-10 g% = anemia ringan


3) Hb 7-8 g%

= anemia sedang

4) Hb <7 g%

= anemia berat (Manuaba, et all, 2010;hl.239)

2. Protein Urine
Standar hasil pemeriksaan: Negatif jika urin tidak keruh, positif 1 jika terjadi
kekeruhan, positif 2 jika kekeruhan mudah dilihat dan ada endapan halus,
positif 3 jika lebih keruh dan endapan lebih banyak, positif 4 jika sangat
keruh dan endapan menggumpal.
3. Glukosa Urine
Standar hasil pemeriksaan: Negatif jika warna tetap biru, positif 1 jika warna
hijau kekuningan, positif 2 warna kehijauan dan keruh, positif 3 jika warna
jingga, positif 4 jika warna merah bata dan keruh
(Sulistyawati, 2009;hl.237 dan 239).
b. Menurut Tinjauan Kasus
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan Ny. E ternyata di dapatkan
hasil Hb 10,5 gram%, protein dan glukosa urin negative
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena
hasil pemeriksaan laboratorium ibu masih dalam batas normal.
II. Interpretasi Data
a. Menurut tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosis, masalah dan kebutuhan
pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.

Langkah awal dari perumusan diagnosis atau masalah adalah pengolahan data dan
analisis dengan menggabungkan data satu dengan lainnya sehingga tergambar
fakta (Sulistyawati, 2011;hl.177)
b. Menurut tinjauan kasus
Pada Ny. E didapatkan diagnosa kebidanan ibu hamil Ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu 5 hari
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjaun teori dan tinjaun kasus karena diagnosa ditegakan berdasarkan datayang
sesuai dengan fakta.
III. Diagnosa potensial
a. Menurut tinjaun Teori
Dalam langakah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial
lain berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga. Langkah ini membutuhkan
antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan, sambil terus mengamati
kondisi klien (Sulistyawati, 2011;hl.181).
b. Menurut tinjauan kasus
Pada kasus Ny. E tidak ditemukan adanya diagnosa potensial karena tidak
ada tanda-tanda kegawatdaruratan pada Ny. E
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak ada kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus. Karena masalah yang dialami Ny. E adalah

perubahan fisiologis ketidaknyamanan pada TM III, sehingga tidak ditegakan


diagnose potensial.
IV. Tindakan segera
a. Menurut tinjauan teori
Pada langkah ini, bidan menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera,
melakukan konsultasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
berdasarkan kondisi klien (Hani, et all, 2011;hl.101).
b. Tinjauan Kasus
Dalam kasus Ny. E tidak dilakukan tindakan segera karena tidak ada masalah
yang bersifat potensial.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
antara tinjaun teori dan tinjaun kasus karena Ny. E dalam keadaan normal jadi
tidak dilakukan tindakan segera.
V. Perencanaan
a. Menurut tinjauan teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh berdasarkan langkah
sebelumnya. Semua perencanaan yang dibuat harus berdasarkan pertimbangan
yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yaang up to date, perawatan
berdasarkan bukti (evidance based care), serta divalidasikan dengan asumsi
mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien. Dalam
menyusun perencanaan sebaiknya pasien dilibatkan, karena pada akhirnya

pengambilan keputusan dalam melaksanakan suatu rencana asuhan harus


disetujui oleh pasien (Sulistyawati, 2011;hl.182)
b. Menurut tinjauan kasus
Adapun perencanaan yang dilakukan terhadap Ny. E pada kasus ini sesuai
dengan kebutuhan pada TM III yaitu:
Tanggal 08 April 2015
1. Jelaskan tentang keadaan ibu saat ini
2. Jelaskan pada ibu ketidaknyamanan yang di alaminya dan penatalaksanaan
keluhan yang dialami ibu
3. Jelaskan pada ibu mengenai kebutuhan istirahat yang cukup
4. Ajarkan ibu mengenai personal hygiene yang baik
5. Anjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi
6. Ajarkan ibu senam hamil sesuai usia kehamilan ibu saat ini
7. Berikan ibu tablet fe untuk mencegah ibu dari anemia.
Tanggal 11 April 2015
Mengkaji ulang asuhan seperti pada tanggal 08 April 2015 dan di tambah
dengan asuhan sebagai berikut:
8. Beritahu kepada ibu tanda bahaya TM III
9. Beritahu kepada Ibu tanda-tanda persalinan
10. Beritahu kepada Ibu persiapan persalinan
11. Berikan pendidikan Kesehatan mengenai Hubungan seksual kepada ibu

Tanggal 18 April 2015


Mengevaluasi asuhan seperti pada tanggal 08-11 April 2015 dan di tambah
dengan asuhan sebagai berikut:
12. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang minimal 1 minggu sekali
dan bila ada keluhan
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena perencanaan yang diberikan sesuai dengan temuan dan pengkajian
data, namun tidak semua perencanaan untuk ibu hamil TM III diberikan pada
kasus ini, karena asuhan tersebut telah didapatkan oleh ibu sebelumnya dan
ibu telah menerapkannya.
VI. Pelaksanaan
a. Menurut tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan pelaksanaan asuhan langsung secara efisien dan
aman. Pada langkah ke enam ini, rencana asuhan menyeluruh seperti yang
telah diuraikan pada langkah ke lima dilaksanakan secara efisien dan aman.
Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan, sebagaian lagi oleh
klien atau anggota tim lainnya (Hani, et all,2011;h.103).
b. Menurut tinjauan kasus
Penulis telah melakukan asuhan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat
sesuai dengan kebutuhan ibu yaitu:

Tanggal 08 April 2015


1. Menjelaskan keadaan ibu saat ini dalam keadaan baik sesuai dengan
pemeriksaan fisik yaitu keadaan ibu baik
2. Menjelaskan pada ibu tentang ketidaknyamanan yang di alaminya dan
penatalaksanaan keluhan yang dirasakan ibu
3. Menjelaskan pada ibu mengenai kebutuhan istirahat yang cukup untuk ibu
yaitu tidur malam 7-8 jam/hari, dan tidur siang 1-2 jam/hari
4. Mengajarkan ibu untuk menjaga kebersihan diri terutama alat genetalia
agar tetap bersih yaitu ajarkan ibu untuk cebok dari arah depan vulva lalu
ke belakang, mengganti celana dalam ketika sudah terasa lembab
5. Menganjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi
karena ibu sudah trimester III sebaiknya ibu mengurangi makanan yang banyak
mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, jagung dan lebih memperbanyak
makanan yang mengandung serat seperti sayur-sayuran, seperti bayam, kangkung,
daun katuk, daun singkong, dsb. Buah-buahan seperti pisang, jeruk dan papaya
yang baik untuk perencanaan dan mengkonsumsi susu.
6. Mengajarkan ibu senam hamil sesuai usia kehamilan ibu saat ini dengan tujuan
yaitu untuk memperlancar peredaran darah, meregangkan otot-otot ibu, membuat
tidur lebih nyenyak, melancarkan sistem gastrointestinal dan mengurangi rasa
keram pada kaki.
7. Memberikan ibu tablet fe untuk mencegah ibu dari anemia dengan dosis 1x1
perhari dan anjurkan ibu untuk meminumnya di malam hari sebelum tidur bisa

disertai dengan air jeruk (vitamin c) untuk membantu mempercepat proses


kerjanya.
Tanggal 11 April 2015
8. Memberitahu kepada ibu tanda-tanda bahaya trimester III, seperti janin
tidak bergerak selama 24 jam, keluar darah dari vagina, demam tinggi,
penglihatan kabur, keluar air-air dari jalan lahir, kaki dan tangan bengkak.
9. Memberitahu kepada Ibu tanda-tanda persalinan yaitu keluar lendir
bercampur darah, keluar air-air dari vagina, nyeri pinggang yang menjalar
keperut, his yang semakin lama semakin sering, kuat dan teratur.
10. Memberitahu kepada ibu persiapan persalinan ibu dan bayi, persiapan ibu
terdiri dari: kain ibu, baju ibu, celana dalam, pembalut, gurita ibu.
Persiapan bayi terdiri dari: baju bayi, bedong bayi, popok bayi, topi bayi,
sarung tangan dan kaki bayi. Dan mempersiapkan dana, kendaraan dan
persiapan darah untuk ibu.
11. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai hubungan seksual kepada
ibu, bahwa ibu tidak perlu takut untuk melakukan hubungan seksual,
asalkan ibu dan suami berhati-hati, dan pada usia kehamilan ibu hubungan
seksual justru dianjurkan agar mempercepat proses persalinan.
Tanggal 18 April 2015
12. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang minimal 1 minggu
sekali dan bila ada keluhan segera datang kepetugas kesehatan.

c. Pembahasan
Tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus karena pelaksanaan sesuai
dengan perencanaan yang telah dibuat oleh penulis.
VII. Evaluasi
a. Menurut tinjauan teori
Pada langkah VII, ini dilakukan evaluasi keefektifan asuhan yang telah di
berikan. Hal yang di evaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi dan
mengatasi diagnosis dan masalah yang telah diidentifikasi. Rencana tersebut
dapat dianggap efektif jika benar-benar efektif dalam pelaksanaannya
(Hani, et all, 2011;hl.103)
b. Menurut tinjauan kasus
Saat penulis melakukan pengkajian didapatkan hasil bahwa, bengkak dikaki
ibu mulai berkurang, ibu sudah tidak lagi menahan untuk BAK bila terasa ada
dorongan, dan nyeri pinggangnya mulai berkurang setelah dilakukan asuhanasuhan sebagai berikut:
1. Ibu mengerti keadaan ibu dan janinnya saat ini dalam keadaan baik.
2. Ibu mengerti tentang keluhannya saat ini merupakan keadaan yang normal
dan ibu tidak lagi merasa cemas atas keluhan yang di alaminya dan ibu
tahu cara penatalaksanaan untuk keluhan yang dirasakannya
3. Ibu mengerti dan akan mencoba untuk tidur sesuai yang di anjurkan
4. Ibu mengerti dan akan mencoba untuk tetap menjaga kebersihan diri

5. Ibu mengerti dan akan mengurangi konsumsi makanan yang banyak


mengandung karbohidrat dan memperbanyak konsumsi makanan yang
mengandung banyak serat.
6. Ibu telah mengerti mengenai senam hamil yang di ajarkan dan tahu tujuan
dari senam hamil.
7. Ibu menerima tablet fe dan ibu berjanji akan meminumnya disertai dengan
vitamin c atau air jeruk, sesuai dengan yang diarahkan oleh petugas
kesehatan.
Tanggal 11 April 2015
8. Ibu mengerti tanda-tanda bahaya trimester III, seperti janin tidak bergerak
selama 24 jam,keluar darah dari vagina, demam tinggi, penglihatan kabur,
keluar air-air dari jalan lahir, kaki tangan dan muka bengkak.
9. Ibu mengerti tentang tanda-tanda persalinan yaitu keluar lendir bercampur
darah, keluar air-air dari vagina, nyeri pinggang yang menjalar keperut, his
yang semakin lama semakin sering, kuat dan Teratur.
10. Ibu mengerti tentang persiapan persalinan ibu dan bayi, persiapan ibu
terdiri dari : kain ibu, baju ibu, celana dalam, pembalut, gurita ibu.
Persiapan bayi terdiri dari: baju bayi, bedong bayi, popok bayi, topi bayi,
sarung tangan dan kaki bayi. Dan mempersiapkan dana, kendaraan dan
persiapan darah untuk ibu.
11. Ibu mengerti dan tidak merasa takut lagi.

Tanggal 18 April 2015


12. Ibu bersedia dan akan melakukan kunjungan ulang minimal 1 minggu
sekali dan datang apabila ada keluhan.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena
konseling dan tindakan penulis dapat mengurangi ketidaknyamanan pada ibu.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil yaitu Ny. E umur 26 tahun
G1P0A0 dengan Ketidaknyamanan pada trimester III tahun 2015. Maka penulis
mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1 Mahasiswa telah mampu melakukan pengumpulan data dasar terhadap Ny.
E yang membutuhkan penatalaksanaan ketidaknyamanan pada trimester III.
Pengkajian dilakukan dengan Ny. E menggunakan tehnik asuhan
kebidanan manajemen langkah varney berdasarkan format asuhan
kebidanan dan secara teori pengkajian data.
5.1.2 Mahasiswa telah mampu melakukan interprestasi data kebidanan pada ibu
hamil khususnya terhadap Ny. E umur 26 tahun G1P0A0 usia kehamilan
34 minggu 5 hari.
5.1.3 Mahasiswa telah mampu mengidentifikasi tidak ada diagnosa atau masalah
potensial yang mungkin akan terjadi terhadap Ny. E, hal ini ditunjukkan
dengan keluhan yang di rasakan ibu sudah berkurang, bengkak dikakinya

mulai berkurang, ibu sudah tidak lagi menahan untuk BAK bila terasa ada
dorongan, dan nyeri pinggangnya mulai berkurang.
5.1.4 Mahasiswa telah mampu mengidentifikasi tidak ada tindakan segera
terhadap Ny. E, hal ini di karenakan keluhan yang di alami oleh Ny.E
sudah mulai berkurang dengan pemberian asuhan yang di lakukan.
5.1.5 Mahasiswa telah mampu merencanakan asuhan yang sesuai kebutuhan
Ny. E, Rencana diberikan kepada Ny. E sesuai dengan kebutuhan pasien,
hal ini tertuang dalam matrik.
5.1.6 Mahasiswa telah mampu melaksanakan perencanaan secara menyeluruh
terhadap Ny. E, Pelaksanaan dilakukan berdasarkan hasil perencanaan yang
telah dituliskan sebelumnya, hal ini tertuang dalam matrik.
5.1.7 Mahasiswa telah mampu melakukan evaluasi berdasarkan hasil asuhan
yang telah dilakukan terhadap Ny. E, evaluasi hasil asuhan dilakukan
setelah pemberian asuhan kebidanan dan ditindak lanjuti hari berikutnya
dalam bentuk matrik. Ibu mengatakan sudah tidak cemas lagi dengan
keluhanan yang dialaminya, ibu mengerti tentang keluhan yang dilaminya
dan bengkak dikakinya mulai berkurang, ibu sudah tidak lagi menahan
untuk BAK bila terasa ada dorongan, dan nyeri pinggangnya mulai
berkurang.

5.2 Saran
Saran yang yang penulis berikan ditujukan untuk tenaga kesehatan khususnya
bidan serta untuk ibu yang berada dalam masa kehamilan.
5.2.1 Bagi institusi pendidikan
Dengan telah disusunnya karya tulis ilmiah ini diharapkan dapat
meningkatkan keefektifan dalam belajar, pengetahuan, kemampuan dan
keterampilan mahasiswa dalam menerapkan atau mengaplikasikan studi
yang telah didapat, serta untuk melengkapi sumber-sumber buku
kepustakaan sebagai bahan informasi dan referensi yang penting dalam
mendukung dalam pembuatan karya tulis ilmiah bagi mahasiswa semester
akhir.
5.2.2 Bagi lahan praktek
Diharapkan pihak bidan praktik swasta dapat meningkatkan mutu
pelayanan

secara

komprehensif

berdasarkan

kewenangan

dalam

memberikan pelayanan pada ibu hamil dengan bagaimana cara penanganan


ketidaknyamanan ibu hamil pada trimester III.

5.2.3 Bagi pasien


Diharapkan lebih memperhatikan bagaimana cara penatalaksanaan
ketidaknyamanan yang dirasakan oleh ibu terutama pada ibu yang belum
mengetahui bagaimana cara penatalaksanaan ketidaknyamanan. Sehingga
ibu dengan keluhan ketidaknyamanan trimester III tahu dan dapat
menangani keluhannya sendiri.
5.2.4 Bagi penulis
Sebaikanya penulis bisa meningkatkan wawasan, keilmuan, dan keterampilan
khususnya dibidang kesehatan dan mampu menerapkan semua ilmu
pengetahuan yang telah dimiliki selama perkuliahan di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, Vivian Nanny Lia dan Sunarsih Tri. 2010. Asuhan Kehamilan Untuk
Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika
Hani, Ummi ,et. all. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis
Jannah, Nurul. 2012. Buku ajar asuhan kebidanan kehamilan. Yogyakarta : Andi
Kuswanti, Ina. 2014. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta : Pustaka pelajar
Manuaba, Ida Bagus Gde, et.all. 2010. Ilmu kebidanan,Penyakit Kandungan dan KB.
Jakarta EGC
Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta
Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: P.T Bina Pustaka
Rukiyah, Ai Yeyeh dan Yulianti Lia. 2009. Asuhan Kebidanan 1. Jakarta: Tim CV
Trans Info Media
Rukiyah, Ai Yeyeh dan Yulianti Lia. 2014. Asuhan Kebidanan 1. Jakarta: Tim CV
Trans Info Media
Sofyan, Mustika, et.all. 2009. 50 Tahun IBI. Jakarta: PP IBI
Sulistyawati, Ari. 2011. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan.Jakarta: Salemba
Medika
Tambunan, Eviana S dan Deswani Kasim. 2011. Panduan Pemeriksaan Fisik Bagi
Mahasiswa Keperawatan.Jakarta: Salemba Medika

LAMPIRAN

SURAT IZIN PENELITIAN


No :

Yang bertanda tangan dibawah ini, Pimpinan Bidan Praktik Swasta / Puskesmas Kota
Bandar lampung berdasarkan surat Pd. 1 Bidan Akademik Akbid Adila Nomor :
016/Pd.I/ AA/ IV/ 2015 tentang izin penelitian, dengan ini memberikan izin
penelitian kepada :
Nama Mahasiswa

: EVA ALVIONITA

Nim

: 201207145

Semester

: IV (ENAM)

Judul Penelitian

: "Asuhan kebidanan pada ibu hamil terhadap


ny. E umur 26 tahun usia kehamilan 34
minggu 5 hari dengan ketidaknyamanan
trimester III di Bps Kartini kampung sawah
Bandar Lampung tahun 2015 ".

Yang dilaksanakan pada bulan April s/d selesainya Karya Tulis Ilmiah mahasiswa
tersebut. Demikian izin penelitian ini dibuat dengan sebenarnya untuk keperluan
Karya Tulis Ilmiah mahasiswa dan setelah selesai penelitiannya agar memberikan
laporan penelitian.

Bandar Lampung, 24 Mei 2015


Hormat Kami

Hj. KARTINI

JADWAL PENELITIAN

No

Kegiatan
1-7

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Mencari Pasien
Konsul Judul
Konsul BAB I
Konsul BAB II
Konsul BAB III
Konsul Matrik
Konsul BAB IV
Konsul BAB V
ACC Maju Sidang
Uji Sidang KTI

April
8-14 15-21

22-30

Tanggal dan bulan pelaksanaan


Mei
1-7 8-14 15-21 22-31 1-7

Juni
8-14 15-21

Juli

22-30 22-30

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Disusun oleh
EVA ALVIONITA
201207145

AKADEMI KEBIDANAN ADILA


BANDAR LAMPUNG
2014/2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN


KETIDAKNYAMANAN TRIMESTER III

Topik

: Asuhan Masa Ibu Hamil

Subtopik

: Ketidaknyamanan trimester III

Hari/Tanggal

: 08 April 2015

Tempat

: Rumah

Penyuluhan/Pembicara

: Eva Alvionita

Sasaran

: Ibu Hamil

Karakteristik

: Ibu Yang Belum Mengetahui Ketidaknyamanan


trimester III

Jumlah

: 1 orang

Tujuan Utama

: Diharapkan ibu dapat mengenal, mengetahui,serta


memahami tentang ketidaknyamanan trimester III

Tujuan Khusus:
1. Diharapakn ibu mengetahui Pengertian ketidaknyamanan trimester III
2. Diharapkan ibu mengetahui jenis-jenis ketidaknyamanan trimester III
Materti :
1. Diharapakn ibu mengetahui Pengertian Ketidaknyamanan trimester III
2. Diharapkan ibu dapat mengetahui jenis-jenis ketidaknyamanan ibu hamil
3. Diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan Personal Hygiene
4. Diharapkan ibu dapat mengetahui kebutuhan eliminasi ibu hamil
5. Diharapkan ibu dapat memahami pola istirahat yang baik
6. Diharapkan ibu dapat mengetahui tentang Perawatan Payudara
7. Diharapkan ibu dapat mengetahui tanda bahaya saat hamil

Kegiatan :
NO MATERI
1

KEGIATAN

Pembukaan

1. Mengucapkan Salam

(3menit)

2. Menjelaskan tujuan umum dan tujuan khusus


3. Menyampaikan

waktu

yang

akan

digunakan

dan

mendiskusikannya dengan peserta.


4. Memberikan sedikit gambaran mengenai informasi yang
disampaikan.
2

Proses
(20 menit)

1. menjelaskan

pengertian

tentang

ketidaknyamanan

trimester III
2. Menjelaskan jenis-jenis ketidaknyamanan ibu hamil
3. Menjelaskan kebutuhan personal hygiene ibu hamil
selama trimester I, II, dan III
4. Menjelaskan kebutuhan eliminasi ibu hamil selama
trimester I, II, dan III
5. Menjelaskan mengenai Poal Istirahat yang Baik.
6. Menjelaskan tentang Perawatan Payudara
7. Menjelaskan ketidaknyamanan dan bagaimana cara
mengatasinya

Evaluasi
(15 menit)

1. Menggali pengetahuan tentang Ketidaknyamanan Ib


Hamil pada peserta degan menanyakan pada peserta
mengenai Ketidaknyamanan trimester III
2. Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya
ketidaknyamanan trimester III
3. Mengklarifikasi

pertanyaan

peserta

dan

menarik

kesimpulan dari materi yang diberikan

Penutup
(5 menit)

1. Penyuluhan

mengucapkan

perhatiannya
2. Mengucapkan salam penutup

terimkasih

atas

segala

Materi :
Lampiran
Pendahuluan
Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana dengan adannya
proses ini terjadi perubahan-perubahan. Perubahn tersebut yaitu perubahan fisik. Kebuuhan
fisik yang diperlukan ibu selama hamil meliputi oksigen, nutrisi, peronal hygien, eliminasi,
seksual, senam hamil, istirahat/tidur, imunisasi, dan tanda bahaya dalam kehamilan.
Kebutuhn-kebutuhan tersebut akan dibahas satu persatu berikut ini.
1. Perubahan Trimester Ketiga
Trimester ketiga biasanya disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu
tidak sabar manunggu kehadiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut
merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Kadang-kadang ibu merasakan
khawatir bahwa bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan ibu meningkatkan
kewaspadaannya akan timbulnya tanda dan gejala terjadinya persalinan pada ibu. Sering
kali ibu merasa khawatir atau takut kalau-kalau bayi yang akan dilahirkannya tidak
normal. Kebanyakan ibu juga akan bersikap melindungi bayinya dan akan menghindari
orang atau benda apa saja yang dianggap membahayakan bayinya. Seorang ibu mungkin
mulai merasa takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang akan timbul pada waktu
melahirkan (Hani,2011.h;68).
2. Jenis-jenis ketidaknyamanan yang sering terjadi pada trimester III yaitu :
a) Sistem pernafasan
Dengan semakin membesarnya uterus, maka akan mengalami desakan pada diagfragma
sehingga akan mengalami kenaikan 4 cm; terjadi pelebaran sudut toraks

dari 68

sampai103 deraja;peningkatan progesteron menyebabkan peningkatan pusat saraf untuk


konsumsi oksigen.
b) Sering kencing
Peningkatan sensitifitas kandung kemih dan tahap selanjutnya merupakan akibat
kompresi pada kandung kemih.

c) Nyeri punggung bagian atas dan bawah

Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri pada tarikan pada saraf atau kompresi
akar saraf. Struktur ligamentum dan otot tulang belakang bagian tengah atau bawah
mendapat tekanan berat.
d) Edema umum
Sirkulasi darah, terjadi gangguan sirkulasi darah akibat pembesaran dan penekanan
uterus terutama pada vena pelvis ketika duduk dan vena cava inferior ketika berbaring,
peningkatan penyerapan kapiler.
e) Konstipasi
Relaksasi pada usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih maksimal.
Relaksasi juga terjadi pada usus besar sehingga penyerapan air menjadi lebih lama.
f) Kram trutama pada kaki
Penurunan kalsium dan alkalosis terjadi akibat perubahan pada sistem pernafasan,
tekanan uterus pada saraf, keletihan dan sirkulasi yang buruk pada tungkai.
g) Kesemutan
Perubahan titik pusat gaya berat akibat uterus yang bertambah besar dan berat wanita
mengambil sikap yang dapat menekan saraf ulnar dan median.
3. Penanganan ketidaknyamanan pada TM III
a) Sistem pernafasan
Penanganannya adalah KIE tentang penyebab fisiologis, bantu cara untuk mengatur
pernafasan, mendorong postur tubuh yang baik untuk pernafasan interkostal, posisi
berbaring semifowler, istirahat teratur dan latihan pernafasan dan senam hamil.
b) Sering kencing
Penanganannya adalah KIE tentang penyebab BAK, kosongkan kandung kemih ketika
ada dorongan, perbanyak minum pada siang hari, jangan kurangi minum di malam hari
kecuali mengganggu tidur atau mengalami kelelahan, hindari minum kopi atau teh,
berbaring miring kiri saat tidur untuk meningkatkan dieresis.
c) Nyeri punggung bagian atas dan bawah
Penanganannya adalah gunakan mekanisme tubuh yang baik untuk mengangkat barang
yang jatuh, misalnya dengan jongkok, lebarkan kaki dan letakkan satu kaki sedikit
didepan, hindari sepatu hak tinggi,hindari pekerjaan dengan beban berat, gunakan
bantal waktu tidur untuk meluruskan punggung, gunakan kasur yang keras untuk tidur,
senam hamil, masase daerah pinggang dan punggung.

d) Edema umum
Penanganannya adalah Tingkatkan intake cairan dan serat dalam diet, misalnya buah,
sayuran, minum air hangat terutama ketika perut kosong, i stirahat cukup dan senam
hamil.
e) Konstipasi
Penanganannya adalah perbanyak minum air putih, mengkonsumsi banyak yang
mengandung serat seperti sayuran dan buah-buahan, minum air hangat selagi perut
kosong, cukup istirahat dan senam hamil.
f) Kram trutama pada kaki
Penanganannya adalah Kurangi konsumsi fosfor tinggi supaya terjadi relaksasi pada
otot-otot kaki, beri kompres hangat pada kaki, konsumsi cukup kalsium, istirahat
cukup, KIE tentang penyebab posisikan postur tubuh dengan benar, berbaring dan
merebahkan diri, bangun secara perlahan-perlahan dari posisi istirahat.
g) Kesemutan
Penanganannya adalah KIE tentang penyebab, posisikan postur tubuh dengan benar,
berbaring dan merebahkan diri, bangun secara perlahan-perlahan dari posisi istirahat.
4. Personal Hygien
Personal hygiene pada ibu hamil adalah kebersihan yang dilakukan oleh ibu hamil untuk
mengurangi kemungkinan infeksi, karena badan yang kotor yang banyak mengandung
kuman-kuman. Kehamilan merupakan suatu proses kehidupan seorang wanita, dimana
dengan adanya proses ini terjadi perubahan-perubahan yang meliputi perubahan fisik,
mental, psikologis dan sosial. Kesehatan pada ibu hamil untuk mendapatkan ibu dan anak
yang sehat dilakukan selama ibu dalam keadaan hamil. Hal ini dapat dilakukan
diantaranya dengan memperhatikan kebersihan diri (personal hygiens) pada ibu hamil itu
sendiri, sehingga dapat mengurangi hal-hal yang dapat memberikan efek negatif pada ibu
hamil, misalnya pencegahan terhadap infeksi.
Kebersihan harus dijaga pada masa hamil. Mandi dianjurkan sedikitnya dua kali sehari
karena ibu hamil cenderung untuk mengeluarkan banyak keringat, menjaga kebersihan diri
terutama lipatan kulit (ketiak, bawah buah dada, daerah genetalia) dengan cara dibersihkan
dengan air dan dikeringkan. Kebersihan gigi dan mulut perlu mendapat perhatian karena
seringkali mudah terjadi gigi berlubang, terutama pada ibu yang kekurangan kalsium. Rasa
mual selama masa hamil dapat mengakibatkan perburukan hygiene mulut dan dapat
menimbulkan karies gigi. (Kusmiyati Y, dkk.2008)

a. Kebersihan rambut dan kulit kepala


Rambut berminyak cenderung menjadi lebih sering selama kehamilan karena over
activity kelenjar minyak kulit kepala dan mungkin memerlukan keramas lebih sering.
Rambut bisa tumbuh lebih cepat selama kehamilan dan mungkin memerlukan
pemotongan lebih sering. Menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala pada ibu hamil
sangatlah penting. Disarankan ibu hamil untuk mencuci rambut secara teratur guna
menghilangkan segala kotoran, debu dan endapan minyak yang menumpuk pada
rambut membantu memberikan stimulasi sirkulasi darah pada kulit kepala dan
memonitor masalah-masalah pada rambut dan kulit kepala.
b. Kebersihan gigi dan mulut
Ibu hamil harus memperhatikan kebersihan gigi dan mulut untuk menjaga dari semua
kotoran dari sisa makanan yang masih tertinggal di dalam gigi yang mengakibatkan
kerusakan pada gigi dan bau mulut. Tidak ada dokumentasi yang mendukung
peningkatan rongga gigi selama kehamilan.
Kebersihan dan perawatan gigi dapat dilakukan dengan oral hygiens dengan
menggunakan sikat dan pasta gigi sedangkan untuk kebersihan area mulut dan lidah
bisa dilakukan dengan menggunakan kasa yang dicampur dengan antiseptik.
Penjadwalan untuk trimester I terkait dengan hiperemesis dan ptyalisme (produksi liur
yang berlebihan) sehingga kebersihan rongga mulut harus selalu terjaga, misalnya
pencegahan karies pada gigi. Sedangkan untuk trimester III, terkait dengan adanya
kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan janin sehingga diketahui apakah terdapat
pengaruh yang merugikan pada gigi ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi
setelah makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap terjadinya karies dan gingivitis.
c. Kebersihan payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, putting susu harus dibersihakan kalau terbasahi
oleh kolostrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi edema pada putting susu dan sekitarnya.
Putting susu yang masuk diusahakan supaya keluar dengan pemijatan keluar setiap kali
mandi. Payudara perlu disiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapat segera
berfungsi dengan baik pada saat diperlukan.

5. Eliminasi
1. Eliminasi pada Ibu Hamil
Trimester I : frekuensi BAK meningkat karena kandung kencing tertekan oleh
pembesaran uterus, BAB normal konstitensi lunak.

Trimester II : frekuensi BAK normal kembali karena uterus telah keluar dari rongga
panggul
Trimester III : frekuensi BAK meningkat karena penurunan kepala ke PAP (Pintu Atas
Panggul), BAB sering obstipasi (sembelit) karena hormone progesterone meningkat.
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah
konstipasi dan sering buang air kemih. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh
hormone progesterone yang mempunyai efek rileks terhadap otot polos, salah satunya
otot usus. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga menyebabkan
bertambahnya konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan
mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika
lambung dalam keadaan kosong. Meminum air putih hangat ketika perut dalam
keadaan kosong dapat merangsang gerak peristaltic usus. Jika ibu sudah mengalami
dorongan, maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi.
Sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil,
terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi yang fisiologis. Ini terjadi
karena pada awal kehamilan terjadi pembesaran uterus yang mendesak kantung kemih
sehingga kapasitasnya berkurang. Sedangkan pada trimester III terjadi pembesaran
janin yang juga menyebabkan desakan pada kantung kemih. Tindakan mengurangi
asupan cairan untuk mengurangi keluhan ini sangat tidak dianjurkan, karena akan
menyebabkan dehidrasi.
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar. Dengan
kehamilan terjadi perubahan hormonal, sehingga daerah kelamin menjadi lebih basah.
Situasi basah ini menyebabkan jamur (trichomonas) tumbuh sehingga wanita hamil
mengeluh gatal dan mengeluarkan keputihan. Rasa gatal sangat mengganggu, sehingga
sering digaruk dan menyebabkan saat berkemih terdapat residu (sisa) yang
memudahkan infeksi kandung kemih. Untuk melancarkan dan mengurangi infeksi
kandung kemih yaitu dengan minum dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin.
Wanita perlu mempelajari cara membersihkan alat kelamin yaitu dengan gerakan dari
depan ke belakang setiap kali selesai berkemih atau buang air besar dan harus
menggunakan tissue atau lap atau handuk yang bersih setiap kali melakukannya.
Membersihkan dan mengelap dari belakang ke depan akan membawa bakteri dari
daerah rektum ke muara uretra dan meningkatkan risiko infeksi. Sebaiknya gunakan
tissue yang lembut dan menyerap air, lebih disukai yang berwarna putih, tidak diberi
wewangian karena tissue yang kasar diberi wewanggian atau bergambar apat

menimbulkan iritasi. Wanita harus sering mengganti pelapis atau pelindung celana
dalam.
Dianjurkan minum 8-12 gelas cairan setiap hari. Mereka harus cukup minum agar
produksi air kemihnya cukup dan jangan sengaja mengurangi minum untuk
menjarangkan berkemih. Apabila perasaan ingin berkemih muncul jangan diabaikan,
menahan berkemih akan membuat bakteri didalam kandung kemih berlipat ganda. Ibu
hamil harus berkemih dulu jika ia akan memasuki keadaan dimana ia tidak akan dapat
berkemih untuk waktu yang lama (misalnya naik kendaraan jarak jauh). Ia harus selalu
berkemih sebeblum berangkat tidur di malam hari. Bakteri bisa masuk sewaktu
melakukan hubungan seksual. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk berkemih
sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual dan minum banyak air untuk
meningkatkan produksi kandung kemihnya.
Defekasi menjadi tidak teratur karena :
a. Pengaruh relaksasi otot polos oleh estrogen
b. Tekanan uterus yang membesar
c. Pada kehamilan lanjut karena pengaruh tekanan kepala yang telah masuk panggul

Konstipasi di cegah dengan :


a. Cukup banyak minum
b. Olahraga
c. Pemberian laksatif ringan seperti jus buah-buahan

2. Hal-hal untuk mengatasi terjadinya masalah eliminasi pada masa kehamilan


BAK : untuk melancarkan dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu dengan minum
dan menjaga kebersihan sekitar alat kelamin
BAB : perubahan hormonal mempengaruhi aktifitas usus halus dan usus besar sehingga
pada ibu hamil sering mengalami obstipasi, untuk mengatasi di anjurkan
meningkatkan aktifitas jasmani dan makan bersehat. (Manuaba, 1998:96)
Masalah buang air kecil tidak mengalami kesulitan, bahkan cukup lancar, untuk
memperlancar dan mengurangi infeksi kandung kemih yaitu minum dan menjaga
kebersihan sekitar kelamin. Perubahan hormonal mempengaruhi aktivitas usus halus
dan besar, sehingga buang air besar mengalami obstipasi (sembelit).

Sembelit dapat terjadi secara mekanis yang disebabkan karena menurunnya gerakan ibu
hamil, untuk mengatasi sembelit dianjurkan untuk meningkatkan gerak, banyak makan
makanan berserat (sayur dan buah-buahan). Sembelit dapat menambah gangguan wasir
menjadi lebih besar dan berdarah.
3. Faktor yang Memengaruhi Eliminasi Urine
a. Diet dan asupan
Jumlah dan tipe makanan merupakan faktor utama yang memengaruhi output urine
(jumlah urine). Protein dan natrium dapat menentukan jumlah urine yang
dibentuk.selain itu, minum kopi juga dapat meningkatkan pembentukan urine.
b. Respon keinginan awal untuk berkemih
Kebiasaan mengabaikan keinginan awal utnuk berkemih dapat menyebabkan urin
banyak tertahan di vesika urinaria, sehingga memengaruhi ukuran vesika urinaria
dan jumlah pengeluaran urine.
c. Gaya hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi. Hal ini
terkait dengan tersedianya fasilitas toilet.
6. Pola Istirahat
Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak
bolehdigunakan

sebagai

alasan

untuk

menghindari

pekerjaan

yang

tidak

disukainya.Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang
sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung
kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatankegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkindikurangi hingga
seminimal mungkin. Tidur malam + sekitar 8 jam/ istirahat/tidur siang 1 jam.
7. Perawatan Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalauterbasahi oleh
colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susudan sekitarnya. Puting
susu yang masuk diusahakan supaya keluar denganpemijatan keluar setiap kali mandi.
8. Payudara
Pemeliharaan payudara juga penting, puting susu harus dibersihkan kalauterbasahi oleh
colustrum. Kalau dibiarkan dapat terjadi eczema pada puting susudan sekitarnya. Puting
susu yang masuk diusahakan supaya keluar denganpemijatan keluar setiap kali mandi.

Beberapa hal yang harus diperhatikan :


1. Hindari pemakain bra dengan ukuran yang terlalu ketat dan yang menggunakan busa
2. Gunakan bra dengan bentuk menyangga payudara
9. Tanda-tanda Kehamilan
1) Perdarahan
Perdarahan pada hamil muda dapat menyebabkan keguguran :(Varney, 2002)
a. Aborsi Spontan
Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis, sematamata

disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. Yang tergolong ke dalam abortus

spontan yaitu:
b. Abortus kompletus artinya seluruh hasil konsepsi dikeluarkan sehingga rongga rahim
kosong.
c. Abortus Inkompletus yaitu hamya sebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan
d. Abortus Insipiens adalah keguguran yang sedang berlangsung, dengan ostium sudah
terbuka dam ketuban yang teraba. Kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi.
e. Abortus Imminens yaitu keguguran membakat dan akan terjadi. Dalam hal ini
keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat-obatan hormonal dan
antispasmodik serta istirahat.
f. Missed Aborsi yaitu janin mati, namun tertahan cukup lama di dalam (bermingguminggu)
g. Mola hidatidosa
1) Merupakan proses degenerasi pada vili korionik plasenta menyebabkan
perkembangan vesikel jernih mirip kista berbentuk seperti seikat anggur
2) Mola lengkap ; seluruh vesikel, tidak terdapat janin
3) Mola parsial ; vesikel disertai perkembangan janin yang tidak hidup
4) Biasanya merupakan neoplasma benigna, dapat berkembang menjadi
Koriokarsinoma
h. Kehamilan ektopik
Ketika kehamilan berimplantasi dimana saja kecuali didalam endometrium uterus.
Kehamilan Tuba : Berjumlah 95 % dari kehamilan ektopik.
Perdarahan pada hamil tua dapat membahayakan keselamatan ibu dan bayi dalam
kandungan
1) Plasenta Previa adalah implantasi plasenta di segmen bawah uterus, secara
lengkap atau parsial akan menutupi lubang os servikal interna. Hal ini mungkin

merupakan penyebab serius perdarahan antepartal pada trimester ketiga


persalinan
2) Solusio Plasenta adalah jika plasenta yang terimplantasi secara normal terlepas
secara prematur, perdarahan mungkin berasal dari tepi plasenta atau dalam massa
plasenta.
2) Bengkak di kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala kadang kala disertai kejang
a. Preeklamsia; terjadi peningkatan tekanan darah disertai proteinuria akibat kehamilan
terutama pada komplikasi primigravida, terjadi setelah usia gestasi 20 sampai 40
minggu, kecuali jika terdapat penyakit tropoblastik
b. Eklamsia; preeklamsia disertai kejang satu kali atau lebih
c. Hipertensi vaskuler kronis atau penyakit ginjal dengan atau tanpa disebabkan oleh
preeklamsia atau eklamsia
d. Hipertensi gestasional (hipertensi akibat kehamilan atau PIH / Pregnancy Induced
Hipertension) ; peningkatan tekanan darah selama kehamilan tanpa proteinnuria
atau terjadi dalam

24

jam pertama pascapartum pada wanita dengan tekanan

darah normal, dan tidak mempunyai riwayat penyakit hipertensi vaskuler


e. Proteinuria Gestasional ; proteinuria tanpa hipertensi yang berdampingan, tanpa
adanya bukti infeksi traktus urinarius atau riwayat penyakit renovaskuler intrinsik
f. Edema gestasional ; perkembangan akumulasi cairan yang berlebihan dan merata
dalam jaringan (lebih besar dari piting edema 1+ setelah istirahat di etempat tidur
selama 12 jam) tanpa hipertensi yang berdampingan atau proteinuria

3) Demam tinggi
a. Varisela
Infeksi Varisela Maternal :
1) Dapat ditularkan ke bayi baru lahir jika terjadi 6 hari sebelum sampai 2 hari
menjelang kelahiran
2) 10 sampai 30 % kasus infeksi varisela pada orang dewasa mengakibatkan
pneumonia varisela
3) Pada 40 % kasus pada kehamilan, pneumonia varisela mengakibatkan kematian
ibu.
Tanda dan Gejala Klinis Infeksi varisela :
1) Demam
2) Menggigil

3) Gatal dan nyeri pada daerah lesi


4) Lesi dimulai: di kepala dan leher, kemudian menyebar ke badan dan ekstremitas,
pecah dan mengkristal
b. Infeksi Traktus Urinarius
Infeksi saluran kemih merupakan komplikasi medik pada wanita hamil.
4) Keluar Air Ketuban Sebelum Waktunya
Keluar air ketuban sebelum waktunya merupakan penyebab terbesar persalinan
prematur dengan berbagai akibatnya. Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban
sebelum terdapat tanda persalinan, dan ditunggu satu jam belum dimulainya tanda
persalinan. Waktu sejak pecah ketuban sampai terjadi kontraksi rahim disebut kejadian
ketuban pecah dini (periode laten).
Kejadian ketuban pecah dini mendekati 10% dari semua persalinan. Pada umur
kehamilan kurang dari 34 minggu, kejadiannya sekitar 4%. Sebagian dari ketuban
pecah dini mempunyai periode laten melebihi satu minggu. Early ruptura of membran
adalah ketuban pecah pada fase laten persalinan.Disamping itu ketuban pecah dini yang
disertai kelainan letak akan mempersulit pertolongan persalinan yang dilakukan
ditempat dengan fasilitas belum memadai.
5) Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak
Bayi dalam kandungan gerakannya berkurang atau tidak bergerak dikarenakan karena
beberapa masalah, yaitu :Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah kehamilan 22
minggu atau selama persalinan.
Kematian janin dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, atau
kelainan bawaan atau akibat infeksi yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak
diobati.
Gejala yang kadang-kadang ada :
a. Tanda-tanda kehamilan berhenti
b. Tinggi fundus uteri berkurang
c. Pembesaran uterus berkurang
6) Ibu muntah terus dan tidak mau makan
Keadaan ibu hamil yang mengalami muntah secara terus menerus dan tidak nafsu
makan disebut Hiperemesis Gravidarum (Manuaba, 1998). Gejala klinik Hiperemesis
Gravidarum : Sekalipun batas antara muntah yang fisiologis dan patologis tidak jelas,
tetapi muntah yang menimbulkan gangguan kehidupan sehari-hari dan dehidrasi
memberikan petunjuk bahwa wanita hamil telah memerlukan perawatan yang intensif.

Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum perlu dialksanakan dengan jalan


memberikan penerapan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang
fisiologik, memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan
gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setalah kehamilan 4 bulan,
menganjurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tetapi
lebih sering. Waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, tetapi
dianjurkan untuk makan roti atau biskuit kering atau biskuit dengan teh hangat.
Makanan yang berminyak dan berlemak sebaiknya dihindari.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan :
Jadi, ketidaknyamanan Trimester III sangat banyak, seperti yang telah dijelaskan pada materi
ini, dimana kebutuhan ibu hamil harus dilakukan selama kehamilanya.
Saran :
a. Diharapkan ibu dapat memahami tentang materi yang disampaikan mengenai
Ketidaknyamanan Ibu Hamil Trimester III.
b. Disaranakan ibu selalu mamantau kebutuhan-kebutuhanya dalam masa kehamilan.

Evaluasi
Jenis

: Pertanyaan

Bentuk

: Lisan

Jumlah

:2

Pertanyaan

: 1. Bagaimana cara menangani BAK yang terlalu sering ?


2.Bagaimana cara menjaga kebersihan diri?

Daftar Pustaka :
1. http://askep-askeb-kita.blogspot.com/
2. Stoppard, Miriam. 2002. Kehamilan dan Kelahiran. Jakarta :Mitra Media publisher.
3. Sulistyawati A. Asuhan Kebidanan pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika.
4. Susilowati H, Endang. 2006. Lebih jauh tentang kehamilan. Jakarta : Edsa Mahkota.
5. Walsh, Linda. 2001. Community Based Care During the Childbearing Year. W.B
Saunders Company. United States of America.
6. 2003. Buku 2 : Asuhan Antenatal. Pusdiknakes.

DOKUMENTASI PEMERIKSAAN ANC