Anda di halaman 1dari 28

PROSES PENYUSUNAN

ANGGARAN
OLEH :
KELOMPOK IV

SITI ARIFAH NUR F.


A311 12 112
SRI MARDHANI A311 12 286
FADHIL AZHAR A311 12 314

Pengertian Anggaran
Menurut
National
Committee
on
GovernmentalAccounting
(NCGA),
saat
ini
GovernmentalAccounting
Standarts
Board
(GASB),definisianggaran (budget) sebagai berikut:
Rencanaoperasi keuangan, yang mencakup
estimasipengeluaran yang diusulkan,
dansumberpendapatan yang diharapkan
untukmembiayainya dalam periodewaktu tertentu.
contoh jenis anggaran publik antara lainAnggaran
negara dan daerah\ APBN\APBDRencana kegiatan
dan anggaran perusahaan, yaitu anggaranusaha
setiap BUMN/ BUMD serta badan hukum publik

PENTINGNYA ANGGARAN
SEKTOR PUBLIK
Terdapat beberapa aspek kehidupan yang tidak tersentuh oleh
anggaran sektor publik, baik skala nasional maupun lokal.
Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat
kebutuhan masyarakat seperti listrik, air bersih, kualitas kesehatan,
pendidikan, dsb agar terjamin secara layak. Tingkat kesejahteraan
masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh
pemerintah melalui anggaran yang mereka buat.
Dalam sebuah negara demokrasi, pemerintah mewakili
kepentingan rakyat, uang yang dimiliki pemerintah adalah uang
rakyat dan anggaran menunjukkan rencana pemerintah untuk
membelanjakan uang rakyat tersebut. Anggaran merupakan blue
print keberadaan sebuah negara dan merupakan arahan di masa
yang akan datang.

Tujuan Anggaran
Maddox (1999:12) menyatakan ada lima
tujuan umum anggaran, yakni untuk:
1.
2.
3.
4.
5.

Menterjemahkan strategi ke dalam operasi;


Mengalokasikan sumber daya;
Memberikan insentif kepada manajer;
Mengontrol pengeluaran;
Mengkomunikasikan rencana-rencana dan
harapan-harapan.

Tujuan Anggaran
Shim et al. (1996:8), anggaran dapat
digunakan untuk :
1.
2.
3.
4.

Menentukan standar dan target kinerja;


Mendorong efisiensi;
Menjadi benchmark untuk evaluasi;
Mengindikasikan kas yang dibutuhkan
untuk setiap program;
5. Menunjukkan biaya awal dan biaya operasi
minimum.

Fungsi Anggaran
1.Alat
2.Alat
3.Alat
4.Alat
5.Alat
6.Alat
7.Alat
8.Alat

perencanaan;
pengendalian;
kebijakan fiskal;
politik;
koordinasi dan komunikasi;
penilaian kinerja;
motivasi;
menciptakan ruang publik.
Mardiasmo (2004: 63)

Jenis-Jenis anggaran Sektor


Publik
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran
Anggaran

operasional
modal /investasi
tentatif
Enacted
dana umum
dana khusus
Tetap
fleksibel
eksekutif
legislatif
bersama
komitte

PRINSIP-PRINSIP ANGGARAN
SEKTOR PUBLIK

Otorisasi oleh legislative


Komprehensif
Keutuhan anggaran
Nondiscretionary appropriation
Periodik
Akurat
Jelas
Diketahui public

PROSES PENYUSUNAN
ANGGARAN SEKTOR PUBLIK

Penyusunan dan pelaksanaan anggaran tahunan


merupakan rangkaian proses anggaran. Proses
penyusunan anggaran mempunyai empat tujuan, yaitu :
Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan
meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan
pemerintah.
Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam
menyediakan barang dan jasa publik proses
pemrioritasan.
Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi
prioritas belanja.
Meningkatkan transaparansi dan pertanggungjawaban
pemerintah kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas.

PRINSIP-PRINSIP POKOK DALAM


SIKLUS ANGGARAN

Siklus anggaran meliputi empat


tahap yang terdiri atas:
Tahap persiapan
anggaran(preparation)
Tahap ratifikasi(approval/ratification)
Tahap
implementasi(implementation)
Tahap pelaporan dan
evaluasi(reporting & evaluation)

PERKEMBANGAN ANGGARAN
SEKTOR PUBLIK
Sistem anggaran sektor publik dalam
perkembangannya telah menjadi instrumen
kebijakan multifungsi yang digunakan sebagai alat
untuk mencapai tujuan organisasi. Sistem
perencanaan anggaran publik berkembang dan
berubah sesuai dengan dinamika perkembangan
manajemen sektor publik dan perkembangan
tuntutan yang muncul di masyarakat. Pada
dasarnya terdapat beberapa jenis pendekatan
dalam perencanaan dan penyusunan anggaran
sektor publik. Secara garis besar terdapat dua
pendekatan utama yang memiliki perbedaan
mendasar. Kedua pendekatan tersebut adalah:
Anggaran tradisional atau anggaran konvensional

ANGGARAN TRADISIONAL
Anggaran tradisional merupakan pendekatan
yang banyak digunakna di negara berkembang
dewasa
ini.
Terdapat
dua
ciri
utama
pendekatan ini yaitu: (a) cara penyusunan
anggaran
yang
didasarkan
atas
pendekatanincrementalism;(b) struktur dan
susunan anggaran yang bersifatline item.
Ciri lain yang melekat pada pendekatan
anggaran tradisional adalah (c) Cenderung
sentralistis; (d) Bersifat spesifikasi; (e) tahunan;
(f) menggunakan prinsip anggaran bruto.

Lanjutan
Incrementalism
Line-item
Pendekatan pendekatan terdiri
dari tiga proses
Kelebihan anggaran tradisional
Kelemahan anggaran tradisional

Contoh anggaran tradisional

Anggaran Polres Panti


Belanja gaji

10.000.000

Belanja persediaan

12.000.000

Belanja makanan

4.000.000

Belanja perjalanan

3.000.000

Belanja lain lain

1.000.000

Total

30.000.000

ANGGARAN PUBLIK DENGAN


PENDEKATAN NPM
Era New Public Management
Persektif baru pemerintah menurut Osborne dan Gaebler adalah:
Pemerintahan katalis:fokus pada pemberian pengarahan bukan
produksi pelayanan publik.
Pemerintah milik masyarakat:memberdayakan masyarakat daripada
melayani.
Pemerintah yang kompetitif:menyuntikkan semangat kompetisi dalam
pemberian pelayanan publik.
Pemerintah yang digerakkan oleh misi: mengubah organisasi yang
digerakkan oleh peraturan menjadi organisasi yang digerakkan oleh misi.
Pemerintah yang berorientasi hasil: membiayai hasil bukan masukan.
Pemerintah berorientasi pada pelanggan: memenuhi kebutuhan
pelanggan, bukan birokrasi.
Pemerintah wirausaha: mampu menciptakan pendapatan dan tidak
sekedar membelanjakan.
Pemerintah antisipatif: berupaya mencegah daripada mengobati.
Pemerintah desentralisasi: dari hierarkhi menjadi partisipatif dan tim
kerja.
Pemerintah berorientasi pada (mekanisme) pasar: mengadakan

Perbandingan anggaran tradisional dengan


anggaran berbasis pendekatan NPM
Anggaran Tradisional

New Public Management

Sentralistis

Desentralisasi dan devolved management

Berorientasi pada input

Berorientasi pada input, output, dan outcome (value for

Tidak terkait dengan perencanaan jangka panjang

money)
Utuh dan komprehensif dengan perencanaan jangka panjang

Line-item dan incrementalism

Berdasarkan sasaran kinerja

Batasan departemen yang kaku (rigid department)

Lintas departemen (cross department)

Menggunakan aturan klasik: vote accounting

Zero based budgeting, planning programing budgeting system

Prinsip anggaran bruto

Sistematik dan rasional

Bersifat tahunan

Bottom-up budgeting

Spesifik

PERUBAHAN PENDEKATAN
ANGGARAN

Reformasi sektor publik yang salah satunya ditandai dengan munculnya


era NPM telah mendorong usaha untuk mengembangkan pendekatan
yang lebih sistematis dalam perencanaan anggaran sektor publik. Seiring
dengan perkembangan tersebut, muncul beberapa teknik penganggaran
sektor publik misalnya teknik anggaran kinerja(performance budgeting),
Zero Based Budgeting, (ZBB), dan Planning, Programming, and Budgeting
system (PPBS).Pendekatan baru dalam sistem anggaran publik
cenderung memiliki karakteristik umum sbb:
Komprehensif/komparatif
Terintegrasi dan lintas departemen
Proses pengambilan keputusan yang rasional
Berjangka panjang
Spesifikasi tujuan dan perangkingan prioritas
Analisis total cost and benefit
Berorientasi input, output, dan outcome bukan sekedar input
Adanya pengawasan kinerja

ANGGARAN KINERJA
Karakteristik pendekatan
anggaran kinerja
Kelebihan anggaran kinerja
Kelemahan pendekatan
anggaran kinerja

ANGGARAN KINERJA
Anggaran polres Panti
1.

Anggaran

Realisasi

Belanja gaji

3.000.000

3.500.000

Belanja persediaan

4.000.000

4.000.000

Belanja makanan

2.000.000

2.000.000

Belanja perjalanan

1.000.000

1.000.000

Jumlah

10.000.000

10.500.000

Belanja gaji

3.000.000

3.000.000

Belanja persediaan

4.000.000

3.000.000

Belanja makanan

1.500.000

1.500.000

Belanja perjalanan

1.000.000

1.000.000

Belanja lain lain

500.000

500.000

Jumlah

10.000.000

9.000.000

Belanja gaji

4.000.000

3.000.000

Belanja persediaan

4.000.000

4.000.000

2.

3.

Pengamanan Lantas

Dalmas

Diklat

ZERO BASED BUDGETING


(ZBB)
Proses Implementasi ZBB
Keunggulan ZBB
Kelemahan ZBB

Pendekatan Penganggaran Pengeluaran Operasi

1) Pendekatan Tradisional
(Object-of-Expenditure)
2) Pendekatan Kinerja
(Performance-Based
Budgeting)
3) Planning-ProgrammingBudgeting (PPBS)
4) Zero-Base Budgeting (ZBB)

Pendekatan Tradisional (Object-of-Expenditure)

Keunggulan pendekatan ini adalah:


a) Sederhana, mudah dipahami dan penyusunan
anggaran bisa lebih cepat.
b) Sejalan dengan konsep akuntansi
pertanggungjawaban atau mempermudah
pengendalian akuntansi selama proses
pelaksanaan anggaran.
c) Pembandingan dapat dilakukan beberapa tahun
untuk mengetahui tren anggaran.
d) Jumlah pengeluaran untuk setiap unit organisasi
dapat diketahui melalui. pengakumulasian
seluruh biaya dalam aktivitas-aktivitas yang
dilaksanakan.

Pendekatan Tradisional (Object-of-Expenditure)


Kelemahan pendekatan tradisional ini adalah:

a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

dianggap tidak memberikan banyak informasi


Bersifat jangka pendek
Tidak dapat mengakomodasi kebutuhan aktivitas
insidentil/faktual organisasi
Tidak memberikan perhatian memadai terhadap
perencanaan jangka panjang.
Pengumpulan informasi mengenai perkembangan program
yang relevan bagi organisasi secara keseluruhan kurang
mendapat perhatian.
Keputusan perencanaan penting dibuat oleh level
manajemen paling bawah yang kemudian naik ke atas.
Tidak berorientasi pada penghematan karena unit
organisasi memiliki kecenderungan untuk menghabiskan
semua anggaran yang dterimanya.

PLANNING, PROGRAMING, AND


BUDGETING SYSTEM (PPBS)
Proses implementasi PPBS
Kelebihan PPBS
Kelemahan PPBS

Crosswalk
Bentuk crosswalk mencoba
untuk mengakomodasi tuntutan PPBS
dan kebiaasan tradisional yang telah
berkembang. Penganggaran tetap
dibuat berdasar unit organisasi dan
object of expenditure dan bukan
berdasarkan program

Contoh dari PPBS crosswalk kota


PANTI
Departemen atau Keamanan
object
expenditure
Walikota
Perencanaan kota
Personalia
Kantor keuangan
Kantor anggaran
Kepolisian
Pemadam
kebakaran
Total

of

pendidikan

kesehatan

transportasi

total

Masalah Utama Penggunaan


ZBB dan PPBS
Bounded rationality,keterbatasan dalam menganalisa semua alternatif untuk
melakukan aktivitas
Kurangnya data untuk membandingkan semua alternatif, terutama untuk
mengukur output
Masalah ketidakpastian sumber daya, pola kebutuhan di masa depan,
perubahan politik, dan ekonomi
Pelaksanaan teknik tersebut menimbulkan beban pekerjaan yang sangat berat
Kesulitan dalam mencapai tujuan dan perankingan program terutama ketika
terdapat pertentangan kepentingan (conflict of interest)
Seringkali tidak memungkinkan untuk melakukan perubahan program secara
cepat dan tepat
Terdapat hambatan birokrasi dan perlawanan politik yang besar untuk berubah
(resistance to change)
Pelaksanaan teknik tersebut sering tidak sesuai dengan proses pengambilan
keputusan politik. Politik berusaha membuat pelaksanaan
lebihtechnocraticyang hal tersebut bisa mempengaruhi proses anggaran
Pada akhirnya, pemerintah beroperasi dalam dunia yang tidak rasional

PENERAPAN ANGGARAN DI
INDONESIA

Anggaran berbasis kinerja merupakan metode penganggaran bagi


manajemen untuk mengaitkan setiap pendanaan yang dituangkan
dalam kegiatan-kegiatan dengan keluaran dan hasil yang
diharapkan termasuk efisisiensi dalam pencapaian hasil dari
keluaran tersebut. Pemerintah Indonesia telah melakukan
persiapan pelaksanaan Anggaran Berbasis Kinerja dengan
mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan serta
petunjuk teknis dan pelaksanaannya. Berdasarkan paket undangundang keuangan negara terjadi perubahanmi ndset pengelolaan
keuangan negara yang lebih mengedepankan efisiensi dan
efektivitas serta mendorong terwujudnya akuntabilitas dan
transparansi. Perubahan paradigma baru seharusnya didukung
oleh personalia atau sumberdaya manusia yang handal, memiliki
kompetensi yang sesuai dan memiliki kinerja yang jelas dan
terukur.
Walau demikian belum semua aturan tersebut diimplementasikan
dengan baik dan konsisten. Masih kurangnya pemahaman semua
pihak tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
masih lemahnya komitmen untuk melaksanakannya menjadikan