Anda di halaman 1dari 14

KROMOTOGRAFI

LAPIS TIPIS

OLEH :
kelompok 6
1. Syelli ayu friani
2. bella asliyanizar putri
3. Dewi purnama sari
4. nora p simamora

PENGERTIAN KROMOTOGRAFI
LAPIS TIPIS
Kromatografi lapis tipis merupakan salah
satu analisis kualitatif dari suatu sampel
yang ingin dideteksi dengan memisahkan
komponen-komponen sampel berdasarkan
perbedaan kepolaran. Kromatografi Lapis
Tipis (KLT) merupakan cara pemisahan
campuran senyawa menjadi senyawa
murninya dan mengetahui kuantitasnya
yang menggunakan. Kromatografi juga
merupakan
analisis
cepat
yang
memerlukan bahan sangat sedikit, baik
penyerap maupun cuplikannya.

FASE DIAM KTL


Penjerap yang paling sering digunakan
pada KLT adalah silika dan serbuk selulosa,
sementara
mekanisme
sorpsi-desorpsi
(suatu mekanisme perpindahan solut dari
fase diam ke fase gerak atau sebaliknya)
yang utama pada KLT adalah partisi dan
adsorbsi. Lapisan tipis yang digunakan
sebagai penjerap juga dapat dibuat dari
silika yang telah dimodifikasi, resin penukar
ion, gel eksklusi, dan siklodekstrin yang di
gunakan untuk pemisahan kiral

FASE GERAK KTL


Fase gerak pada KLT dapat dipilih dari
pustaka, tetapi lebih sering dengan
mencoba-coba
karena
waktu
yang
diperlukan hanya sebentar. Sistem yang
paling
sederhana
ialah
dengan
menggunakan campuran 2 pelarut organik
karena daya elusi campuran kedua pelarut
ini dapat mudah diatur sedemikian rupa
sehingga pemisahan dapat terjadi secara
optimal

PETUNJUK MEMILIH FASE


GERAK

Fase gerak harus mempunyai kemurnian yang sangat


tinggi karena KLT merupakan teknikyang sensitive
Daya elusi fase gerak harus diatur sedemikian rupa
sehingga harga Rf solut terletak antara 0,2-0,8 untuk
memaksimalkan pemisahan.
Untuk pemisahan dengan menggunakan fase diam polar
seperti silika gel, polaritas fase gerak akan menentukan
kecepatan migrasi solut yang berarti juga menentukan
nilai Rf Penambahan pelarut yang bersifat sedikit polar
seperti dietil eter ke dalam pelarut non polar seperti metil
benzen akan meningkatkan harga Rf secara signifikan.
Solut-solut ionik dan solut-solut polar lebih baik digunakan
campuran pelarut sebagai fase geraknya seperti
campuran air dan metanol dengan perbandingan
tertentu. Penambahan sedikit asam etanoat atau amonia
masing - masing akan mening-katkan elusi solut-solut
yang bersifat basa dan asam.

FUNGSI KROMOTOGRAFI LAPIS


TIPIS

Digunakan untuk tujuan analitik


Identifikasi komponen dapat dilakukan dengan
pereaksi warna, fluoresensi atau pemadaman
fluoresensi, radiasi UV
Dapat dilakukan elusi dengan mekanik
(ascending) atau menurun (descending) atau
dengan cara elusi 2 dimensi
Ketepatan penentuan kadar akan lebih baik
karena komponen yang ditentukan merupakan
noda yang tidak bergerak
Identitas komponen dijabarkan dalam harga Rf
(retardation factor) yang dalam penentuan
kualitatif dibandingkan dengan standar

PELAKSANAAN KLT
Pelaksaanan
kromatografi
lapis
tipis
menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alumina
yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau
logam atau plastik yang keras. Jel silika (atau
alumina) merupakan fase diam. Fase diam untuk
kromatografi lapis tipis seringkali juga mengandung
substansi yang mana dapat berpendarflour dalam
sinar ultra violet. Fase gerak merupakan pelarut atau
campuran pelarut yang sesuai.Pelaksanaan ini
biasanya dalam pemisahan warna yang merupakan
gabungan dari beberapa zat pewarna atau pemisahan
dan isolasi pigment tanaman yang berwarna hijau
dan kuning

KROMOTOGRAM

PERHITUNGAN NILAI Rf
Jumlah perbedaan warna yang telah
terbentuk dari campuran, pengukuran
diperoleh
dari
lempengan
untuk
memudahkan
identifikasi
senyawasenyawa yang muncul. Pengukuran ini
berdasarkan pada jarak yang ditempuh
oleh pelarut dan jarak yang tempuh oleh
bercak warna masing-masing.

Rf (A) =

2.0 cm
= 0.40
5.0 cm

Solvent Front

Rf (B) = 3.0 cm = 0.60


5.0 cm

Distance solvent
migrated = 5.0 cm
4.0 cm
Distance A
migrated = 3.0 cm

5.0 cm

Distance B
migrated = 2.0 cm

Distance C
migrated = 0.8 cm
Origen

Rf (C) = 0.8 cm = 0.16

x x x x x
A B U C D

3.0 cm

Rf (D) = 4.0 cm = 0.80

0.8 cm

Rf (U1) = 3.0 cm = 0.60

5.0 cm

5.0 cm

Rf (U2) =

0.8 cm
5.0 cm

= 0.16

KTL PADA SUBSTANSI


TAK BERWARNA
MENGGUNAKAN FENDARFLOUR

MENGGUNAKAN BERCAK SECARA


KIMIA

VIDEO
KLT
Video Pelaksanaan KLT

Terima
Kasih