Anda di halaman 1dari 14

KUTAI KARTANEGARA

Kutai Kartanegara , Mithos 13001325


Turun dari langit dan memiliki kesaktian, Aji
Batara Agung Dewa Sakti membawa sebutir telur
dan sebuah keris yang bernama keris BURIT
KANG.
Putri Karang Melenu, lahir dari buih sungai
Mahakam, dengan segala kebesaran duduk di
atas sebuah Gong diangkat oleh Lembu Suana
yang berdiri di atas kepala Naga Raksasa , di
tangan kanan memegang Emas dan di tangan kiri
memegang sebutir telur ayam.
Keduanya menikah dan menurunkan cikal bakal
kerajaan Kutai Kartanegara.

Silsilah Raja dan Sultan di Kerajaan


Kutai Kartanegara
Periode Awal berdirinya Kerajaan
Aji Batara Agung Dewa
Sakti (1300-1320 M)

Putri Karang Melenu

Aji Batara Agung Paduka Nira (13201370 M)


Aji Maharaja Sultan (13701420 M)
Aji Mandarsyah (14201475 M)
Aji Pangeran Tumenggung Baya-Baya (14751525 M)

Periode Penyebaran dan Kejayaan Agama Islam di


Kutai Kartanegara
Aji Raja Mahkota Mulia Alam (1525-1600) M)
Aji Dilanggar (1600-1605 M)
Aji Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martadipura (16051635 M)
Aji Pangeran Agung Ing Martadipura (16351650 M)
Aji Pangeran Dipati Majakesuma Ing Martadipura
(1650-1686 M)
Aji Bagi Gelar Ratu Agung (1686-1700 M)

Periode Masuknya VOC di Kutai Kartanegara


Aji Pangeran Jembangan (1700-1730 M)
Aji Pangeran Dipati AnomMendapa Ing Martadipura (17301732 M)
Aji Sultan Muhammad Idris (1732-1739 M)
Aji Maarhum Muhammad Muslihudin (17391782 M)
Aji Sultan Muhammad Salehudin (1782-1845 M)
Aji Sultan Muhammad Sulaiman (1845-1899
M)
Aji Sultan Muhammad Alimudin (1899-1910
M)

Periode Kemerdekaan dan Negara Kesatuan Republik


Indonesia

Aji Sultan Muhammad Parikesit(1920-1960 M)

Aji Sultan H. Muhammad Salehudin II (2001-sekarang)

Nilai-Nilai Pancasila dalam kehidupan


bermasyarakat di Kutai Kartanegara
I. Nilai Religius/Keagamaan
Memeluk Agama Hindu.
Dengan ditemukannya 7 prasasti berbentuk
Yupa (tiang Batu) dan tertulis dengan huruf
Pallawa dalam bahasa Sansekerta, yang
menunjukkan pengaruh Agama Hindu Siwa.
2. Memeluk Agama Islam (Resmi).
Berdasarkan Catatan Silsilah Raja-Raja
Kutai, diselesaikan oleh Tuan Khatib
Muhammad Tahir pada tahun 1265 H, Islam
disebarkan oleh Datuk Tunggang Parangan
Bersama Aji Dilanggar, putra mahkota dari
Raja Aji Mahkota Mulia Alam (1525-1600 M).
1.

Nama Kerajaan berubah menjadi Kesultanan


pada masa Pemerintahan Aji Sultan
Muhammad Idris (1732-1739 M)
Undang-Undang Dasar kerajaan yang
dikenal dengan nama Panji Salaten; yang
terdiri dari 39 pasal dan memuat sebuah
kitab peraturan yang bernama UndangUndang Beraja Nanti, yang memuat 164
pasal peraturan. UU disandarkan pada
Hukum Islam.
3. Memeluk Agama Kristen.
Dibawah oleh Kolonialisme VOC .

II. Nilai Kemanusiaan


Dalam UU Panji Salaten pasal 14 disebutkan
bahwa Rakyat sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Raja (Penguasa) Raja orang yang mulia,
turun temurun memang asalnya raja. Raja
basanya (perkataannya) membawa tuah, yang
menjadi nyawa dalam negeri. Raja umpamanya
pohon waringin. Tempat berteduh di waktu hujan,
wadah bernaung di kala panas. Batangnya
tempat bersandar. Menjadi alamat di dalam
negeri (Soetoen,
1975:53)
Menunjukkan
bahwa Raja,
orang Mulia, turunan dari Raja. Beliau
sebagai sebgai jiwa negeri dan harus bisa mengayomi rakyatnya.
Rakyat Kutai Kartanegara hidup Sejahtera dan Makmur.

III. Nilai Persatuan


Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh
kawasanKalimantan Timur
Pada tahun 1605, Kutai Kartanegara
menyatukan dua Kerajaan yaitu Kutai
Martadipura (Mulawarman) dengan Kutai
Kartanegara, dan merubah nama kerjaan
menjadi Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Menunjukkan bahwa Kutai Kartanegara sebagai negeri yang
mampu menaklukkan Kutai Martadipura tetapi tetap bisa
menghormati rakyat Kutai Martadipura dengan penggabungan
nama Kerajaan.
Menunjukkan wilayah yang luas.

IV. Nilai Demokrasi/Kerakyatan Yang


dipimpin oleh Hikmad Kebijaksanaan.
1. Dalam UU Panji Salaten pasal 26 tertulis
Segala sesuatu yang telah menjadi
keputusan raja tidak dapat diganggu gugat .
2. Pasal 15 :..kecuali orang-orang besar dan
arif bijaksana (penasehat dan alim ulama)
bermusyawarah dengan raja/sultan untuk
mengubah keputusan .

Menunjukkan bahwa Keputusan Raja tidak bersifat Otoriter, dan


bahwa Kepentingan Rakyat harus jadi dasar keputusan negara.

3. Kedudukan dibawah Raja yang setara


dengan Mangkubumi adalah Majelis OrangOrang Besar Arif dan Bijaksana. Majelis
berisi kaum bangsawan dan rakyat yang
biasamengerti adat istiadat Kutai. Majelis ini
bertugas membuat rancangan peraturan
dan diajukan kepada Raja, apabila
peraturan tersebut disetujui, maka akan
diberlakukan kepada selurah rakyat Kutai
Kartanegara dan ini disebut juga Adat yang
Diadatkan.

V. Nilai Keadilan.
Dalam Panji Salaten pasal 17, 18, 37, dan 38
(Soetoen, 1975:55). Tugas menteri
sebagaimana yang diatur dalam Panji Salaten,
antara lain :
Menjaga agar adat dan hukum tetap
berjalan sebagai pegangan dalam
pemerintahan kerajaan.
Bersama raja dan orang-orang besar dan
arif bijaksana lainnya wajib
menyelenggarakan kesejahteraan rakyat
seluruhnya demi kebesaran dan kejayaan
kerajaan.
Menteri diperbolehkan untuk menyanggah
keputusan seorang raja yang dinilai zalim

KESIMPULAN
Kutai Kartanegara Ing Martadipura, salah
satu Kerajaan /Kesultanan di Indonesia yang
sudah berusia lebih dari 700 tahun, diketahui
telah menerapkan unsur-unsur Pancasila
sebagai dasar bernegara.
Hal ini memperkuat keyakinan bahwa
Pancasila, benar-benar ada dalam jiwa
berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Sila-sila yang meliputi hak-hak Religi, hak
Kemanusiaan, hak untuk bersatu, hak untuk
bermusyawarah dan bermufakat juga hak
untuk memperoleh keadilan sosial merupakan
jiwa bagi setiap warga negara di Indonesia
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara.