Anda di halaman 1dari 4

TOLR ( THERMAL OVERLOAD RELAY ) dan TERMOKOPEL

Satriyarsa mahendra dan Djodi Antono


Satriyarsa.mahendra@gmail.com
Jurusan Teknik Elektro Polines
Jln. Prof. Sudarto Tembalang Semarang INDONESIA

THERMAL OVERLOAD RELAY


A. Pengertian TOLR
Thermal Over Load Relay (TOLR) adalah
Thermal relay atau overload relay adalah peralatan
switching yang peka terhadap suhu dan akan
membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu
yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau
peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk
memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.
Sedangkan menurut PUIL 2000 5.5.4.1 yaitu
proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan
untuk melindungi motor atau perlengkapan kendali
motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai
akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tidak
dapat diasut. Beban lebih atau arus berlebih pada
waktu motor berjalan bila bertahan cukup lama
dapat mengakitbatkan kerusakan atau pemanasan
berbahaya pada motor tersebut.

C.

Prinsip Kerja TOLR

TOLR bekerja berdasarkan prinsip pemuaian dan benda


bimetal. Apabila benda terkena arus yang tinggi, maka benda
akan memuai sehingga akan melengkung dan memutuskan
arus.

Overload relay yang berdasarkan pemutus bimetal


akan bekerja sesuai dengan arus yang mengalir,
semakin
tinggi
kenaikan
temperatur
yang
menyebabkan terjadinya pembengkokan, maka akan
terjadi pemutusan arus, sehingga motor akan berhenti.
Jenis pemutus bimetal ada jenis satu phasa dan ada
jenis tiga phasa, tiap phasa terdiri atas bimetal yang
terpisah tetapi saling terhubung, berguna untuk
memutuskan semua phasa apabila terjadi kelebihan
beban. Pemutus bimetal satu phasa biasa digunakan
untuk pengaman beban lebih pada motor berdaya kecil.
B.

Bagian-Bagian TOLR

Gambar Thermal Over Load Relay

bagian depan.
4. Indikator trip
5. Mampu bekerja pada suhu -25 C hingga
+55 C atau (-13 F hingga +131 F)
TERMOKOPEL
A. Pengertian Termokopel
Gambar Diagram Kontak Termal Over Load Relay

Gambar Diagram Penyambungan pada Kontaktor


Magnet

Untuk mengatur besarnya arus maksimum yang


dapat melewati TOLR, dapat diatur dengan memutar
penentu arus dengan menggunakan obeng sampai
didapat harga yang diinginkan.
Mekanisme kerja Over load relay: apabila
resistance wire dilewati arus lebih besar dari
nominalnya, maka bimetal trip, bagian bawah akan
melengkung ke kiri dan membawa slide ke kiri, gesekan
ini akan membawa lengan kontak pada bagian bawah
terdorong ke kiri dan kontak NC (95-96) akan lepas, dan
membuat kontak NO (97-98) akan terhubung.
Thermal overload relay (TOR)
mempunyai tingkat proteksi yang
lebih efektif dan ekonomis, yaitu:
1. Pelindung beban lebih / Overload
2. Melindungi dari ketidakseimbangan
phasa / Phase failure imbalance
3. Melindungi dari kerugian /
kehilangan tegangan phasa / Phase
Loss.
Karakteristik TOR
1. Terdapat konstruksi yang
berhubungan langsung dengan
terminal kontaktor magnit.
2. Full automatic function, Manual
reset, dan memiliki pengaturan batas
arus yang dikehendaki untuk

digunakan.
3. Tombol trip dan tombol reset trip,
dan semua sekerup terminal berada di

Termokopel adalah
sensor suhu yang banyak
digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda
menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Termokopel yang
sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar
yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan
suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran
kurang dari 1 C.
Termokopel merupakan sensor suhu yang terdiri atas sepasang
penghantar yang berbeda disambung las atau dileburkan
bersama pada satu sisi membentuk penghantar hot atau
sambungan pengukuran yang ada ujung ujung bebasnya untuk
menghubungkan dengan penghantar cold atau sambungan
referensi. Ilustrasinya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
B. Prinsip Kerja Termokopel
Jika salah satu bagian pangkal lilitan dipanasi, maka
pada kedua ujung penghantar yang lain akan muncul beda
potensial (emf). Thermokopel ditemukan oleh Thomas Johan
Seebeck tahun 1820 dan dikenal dengan Efek Seebeck.
Efek Seebeck:
Sebuah rangkaian termokopel sederhana dibentuk oleh
2 buah penghantar yang berbeda jenis (besi dan konstantan),
dililit bersama-sama. Salah satu ujung T merupakan measuring
junction dan ujung yang lain sebagai reference junction.
Reference junction dijaga pada suhu konstan 320F (00C atau
680F (200C). Bila ujung T dipanasi hingga terjadi perbedaan
suhu terhadap ujung Tr, maka pada kedua ujung penghantar besi
dan konstantan pada pangkal Tr terbangkit beda potensial
(electro motive force/emf) sehingga mengalir arus listrik pada
rangkaian tersebut.
Kombinasi jenis
logam penghantar
digunakan
menentukan
karakteristik linier
terhadap tegangan.

yang
suhu
Tipe-

{Chromel

tipe kombinasi
logam penghantar
thermokopel:

(Ni-Cr

alloy)/Alumel

Tipe
(Ni-Al

K
alloy)},

digunakan untuk mengukur rentang suhu


antara -200C hingga +1200C.

Tipe E {Chromel/Constantan (Cu-Ni alloy)}.


Tipe E memiliki output yang besar (68 V/C)
membuatnya
cocok
digunakan
pada
temperatur rendah. Properti lain dari tipe E
ialah tipe nonmagnetik.

Tipe J (Iron/Constantan), hanya digunakan


untuk mengukur rentang suhu -40C sampai
+750C
sehingga
jarang
digunakan
dibanding dengan tipe K. Tipe J memiliki
sensitivitas sekitar ~52 V/C.

Tipe N {Nicrosil (Ni-Cr-Si alloy)/Nisil (Ni-Si


alloy), tipe ini sangat stabil dan tahanan
yang tinggi terhadap oksidasi membuat tipe
N cocok untuk pengukuran suhu yang tinggi
tanpa platinum. Tipe ini dapat mengukur
suhu di atas 1200C. Sensitivitasnya sekitar
39 V/C pada 900C, sedikit di bawah tipe
K. Tipe N merupakan perbaikan K.

Tipe T (Copper/Constantan), cocok untuk


pengukuran antara -200C hingga +350C.
Tipe T mempunyai sensitivitas ~43 V/C.
Tegangan keluaran emf (elektro motive force)
thermokopel masih sangat rendah, hanya beberapa
milivolt. Thermokopel bekerja berdasarkan perbedaan
pengukuran. Oleh karena itu jika ukntuk mengukur suhu
yang tidak diketahui, terlebih dulu harus diketahui
tegangan Vc pada suhu referensi (reference
temperature). Bila thermokopel digunakan untuk
mengukur suhu yang tinggi makaa akan muncul
tegangan sebesar Vh. Tegangan sesungguhnya adalah
selisih antara Vc dan Vh yang disebut net voltage
(Vnet).

Vc = tegangan referensi
Gambar grafik tegangan terhadap suhu pada thermokopel tipe
E, J, K dan R :

Gambar di bawah ini menunjukkan beberapa


thermokopel yang dihubungkan secara seri membentuk
thermopile. Thermopile ini diletakkan di titik tengah pyrometer
radiasi dan lensa yang digunakan untuk memfokuskan radiasi
(pancaran panas) agar jatuh pada thermopile.

Gambar Thermopile:

Besarnya Vnet ditentukan dengan rumus:


Vnet = Vh - Vc
Keterangan :
Vnet = tegangan keluaran thermokopel
Vh = tegangan yang diukur pada suhu tinggi

Gambar Pyrometer Radiasi:

Untuk masa sekarang thermokopel sudah dibuat dengan


kemasan yang mempunyai unjuk kerja yang lebih peka
yang disebut thermopile yang digunakan sebagai
pyrometer radiasi.
Grafik hubungan suhu terhadap arus keluaran

DAFTAR PUSTAKA
http://trikueni-desainsistem.blogspot.com/2013/09/Prinsip-DasarTermokopel.html
http://jonielektro.blogspot.com/2011/01/thermaloverload-relay-tolr.html
http://listrikpemakaian.wordpress.com/2011/07/11/th
ermal-overload-relay-tor/
http://id.wikipedia.org/wiki/Termokopel
http://tukanglistrikshipyard.blogspot.com/2013/02/th
ermal-overload-relay-tor-overload-tor.html
http://blog.arc-system.net/?p=260