Anda di halaman 1dari 33

UJIAN TESIS

10 JULI 2015

DAPATKAH PAJAK TANAH MENJADI ALAT PENGENDALI GUNA LAHAN:


STUDI HUBUNGAN PAJAK TANAH DAN ALIH FUNGSI LAHAN DI
KABUPATEN SLEMAN

DOSEN PEMBIMBING:
1. Ir. Leksono Prabu Subono, MURP., Ph.D.
2. Retno Widodo Dwi Pramono., S.T., M.Sc.

Diajukan Oleh:
RATIH PURNAMASARI
11/PTK/326050/PTK/07859

PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER PERENCANAAN KOTA DAN DAERAH
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

LATAR BELAKANG PENELITIAN


Bagaimana dengan lahan
pertanian, sejauh mana fungsi
perpajakan lahan pada lahan
pertanian dalam proses
pengendalian ruang?

Perpajakan tanah sebagai


instrumen pengendalian ruang di
perkotaan

Rini Rachmawati: perubahan


lahan pertanian di sekitar
kawasan kampus

Ernawati Ginting (2008):


Implementabilitas RDTR
Kawasan Aglomerasi Sleman
pada penggunaan lahan
pertanian

Bukti
Empiris

Perkembangan Kota
Yogyakarta melebar
hingga ke Aglomerasi
Perkotaan Sleman
Kebutuhan lahan
meningkat menyebabkan
alih fungsi lahan
pertanian.

Rika Harini (2012) tentang


valuasi ekonomi lahan
pertanian di Kabupaten
Sleman

Kasus di
lapangan?

hubunga
n?

1. Harga lahan meningkat


2. Konversi lahan
3. Pengendalian ruang

HIPOTESA:
Instrumen perpajakan
berdasarkan NJOP dan
Harga Transaksi
berpengaruh terhadap
alih fungsi lahan pertanian
di Aglomerasi Sleman

Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini


adalah:
1. Bagaimana perubahan alih fungsi lahan pertanian di
Aglomerasi Perkotaan Sleman?
2. Bagaimana hubungan intrumen perpajakan tanah
terhadap alih fungsi lahan pertanian di Aglomerasi
Sleman?
1. Alih fungsi lahan pertanian di Aglomerasi Sleman
2. NJOP dan Harga transaksi di Lahan yang beralih fungsi
non pertanian
3. NJOP dan jarak persil dari Jalan Arteri
4. NJOP dan jarak persil dari Kampus UGM
5. NJOP dan arak persil ke pusat kota Yogyaarta
6. NJOP dan perubahan lahan
7. Lokasi dan perubahan lahan

KERANGKA TEORI

METODE PENELITIAN

Pendekatan penelitian:
deduktif kuantitatif
Pertany
aan
penealiti
an

Indikat
or
peneliti
an

Tekni
k
analis
is
data
Alat
analis
is
data

Perubahan lahan
Aglomerasi
Sleman (46
persil)

Hubungan NJOP
terhadap alih fungsi
1. lahan
Data NJOP
persil
pertanian

Luas alih fungsi


lahan pertanian
(ha)

2.

3.
Overlay peta
penggunaan lahan
Aglomerasi
Sleman tahun
2011 dan 2013
dan perbandingan
peta perubahan
lahan tahun 20062010

Arc GIS 10.1

4.
5.

lahan pertanian
(m2/tahun)
Data harga transaksi
persil lahan
pertanian
(m2/tahun)
Jarak persil ke jalan
arteri (km)
Jarak persil ke
kawasan Kampus
UGM
Jarak persil ke pusat
UjiYogyakarta
Korelasi
kota

Pearson
Product
Moment

SPSS 17

Daya tarik kawasan


strategis terhadap
alih fungsi lahan
pertanian
1.

Luas alih fungsi lahan


pertanian

2.

Jarak persil (alih fungsi)


ke kawasan Kampus UGM
Km

Model
Gravitasi
Hansen
Arc GIS 10.1 &
MS.EXCEL

Selanjutnya pembahasan hasil


penelitian

5.1 Dasar Pengenaan Pajak Bumi Bangunan Pada Lahan Pertanian di Aglomerasi Sleman

Amanat dan komitmen


pemerintah daerah
mempertahankan lahan
pertanian sebesar 21.113
ha

Pertumbuhan alih fungsi


lahan pertani di Aglomerasi
Sleman

Peraturan Daerah
Kabupaten Sleman No.11
Tahun 2012 Tentang PBB
Perkotaan dan Pedesaan

1. Lahan pertanian berkelanjutan


sebesar 0,01%
2. Lahan pertanian non berkelanjutan
sebesar:
- lahan dengan luas sampai 1.000 m
sebesar 0.01%
- lahan pertanian dengan luas sampai
2.000 m sampai 5.000 m sebesar DISPENDA
DPPD
0.02%
Variasi NJOP
Pemerintah membentuk
- lahan pertanian
dengan
luas
lebih
ditentukan
DINAS PERTANIAN
DPPD
5.000
m sebesar
0.03%
berdasarkan:
Memberi
insentif
bagi
Yang berfungsi menekan
laju alih fungsi lahan
sesuai Rencana Tata
Ruang Wilayah

petani yang sawahnya


ditetapkan sebagai sentra
pertanian.

Letak persil yang


strategis
Peruntukan
bangunan

1. ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI AGLOMERASI


SLEMAN

1
0

2. NJOP DAN HARGA TRANSAKSI DI LAHAN YANG BERALIH FUNGSI


NON PERTANIAN

1
1

1
2

1
3

2. NJOP DAN HARGA TRANSAKSI DI LAHAN YANG BERALIH FUNGSI


NON PERTANIAN

1
4

1
5

2. NJOP DAN HARGA TRANSAKSI DI LAHAN YANG BERALIH FUNGSI


NON PERTANIAN

1
6

1
7

2. NJOP DAN HARGA TRANSAKSI DI LAHAN YANG BERALIH FUNGSI


NON PERTANIAN

1
8

2. NJOP DAN HARGA TRANSAKSI DI LAHAN YANG BERALIH FUNGSI1


NON PERTANIAN

2
0

2
1

2
0

2
1

2
2

2
3

2
4

2
5

2
6

MODEL GRAVITASI

PERBANDINGAN ANALISIS KORELASI DAN GRAVITASI

2
7

TEMUAN PENELITIAN

2
8

Pengaruh Instrumen Perpajakan Tanah Terhadap Alih Fungsi Lahan


di Aglomerasi Sleman
Kasus Penguasaan Lahan
Pertanian di Dusun Jaten
dan Kronggahan
Peran spekulan
lahan/pemilik lahan dalam
mengendalikan harga lahan
semakin besar
HARGA LAHAN
MENINGKAT

Penyimpangan dalam
pelaporan nilai PBB kepada
pemerintah daerah.

Sulit mengimplementasikan
Rencana Tata Ruang Wilayah
Kab.Sleman, karena lahan
pertanian pada lokasi-lokasi
strategis dikuasai oleh
pengembang.

2
9

REKOMENDASI
1. Berbagai instansi terkait seperti Dinas Pendapatan Daerah,
Bappeda, Dinas PU, Badan Pertanahan Nasioanal, Dinas
Pertanahan dan DPPD perlu merumuskan ketentuan penetapan
NJOP dan harga transaksi berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang
di Kabupaten Sleman.
2. Dalam hal ini sawah petani yang berada di tepi jalan utama turut
diberi insentif seperti keringanan pajak dan disinsentif bagi
pengembang yang membeli sawah di tepi jalan arteri berupa
biaya ganti rugi potensi kehilangan mata pencaharian bagi petani
kecil.

TERIMA KASIH .
Mohon arahan untuk penyempurnaan penelitian ini.

2
8