Anda di halaman 1dari 5

Ini Desain Rumah-rumah Unik di Jogja

Rumah Dome (Rumah Tahan Gempa)


Dusun Ngelepen yang terletak di Kabupaten Sleman mengalami kerusakan parah akibat
gempa bumi tahun 2006. Pasca gempa, pemerintah setempat mengusulkan pembangunan
pemukiman baru bagi warga dengan konsep rumah tahan gempa yang bentuknya
menyerupai rumah Teletubbies.
Saya berkesempatan mengunjungi Dusun Ngelepen untuk melihat lebih dekat konstruksi
bangunan yang ada disana. Saya terkejut ketika pertama kali melihat rumah Teletubbies di
Dusun Ngelepen . Bentuk rumah ini sangat kecil Nampak dari luar, namun ketika masuk di
dalam rumah tenyata lumayan luas karena terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, dapur
dan toilet, sedangkan di lantai dua ada ruangan luas tanpa sekat, biasanya digunakan
tempat kumpul keluarga. Awalnya saya masih belum terbiasa dengan rumah yang
berbentuk lingkaran seperti itu. Karena penasaran, saya lalu mengelilingi semua ruangan
dan ternyata suasananya tidak berbeda jauh dengan rumah kotak pada umumnya.
Bentuk rumah yang melingkar rupanya jadi kekuatan utama rumah ini sehingga dikatakan
sebagai rumah tahan gempa. Konstruksi bangunan melingkar memberi kekuatan secara
merata dan dapat mengkuti gerakan tanah. Tidak sama dengan bangunan yang berbentuk
segi empat, kekuatan bangunan tidak merata karena hanya bertumpu pada setiap sudut
bangunan. Selain rumah warga yang dibuat melingkar, seluruh bangunan publik lain seperti
puskesmas, gedung balai pertemuan juga berbentuk melingkar/teletubbies dengan ukuran
yang lebih besar.
Penataan lingkungan juga diperhatikan di kawasan ini, misalnya membangun taman
bermain, drainase dan jalan. Sore itu saya melihat senyum anak-anak saat bermain di
sekitar rumah mereka, tidak ada yang menyangka jika daerah ini pernah diguncang gempa
hebat yang meruntuhkan bangunan mereka sebelumnya.
Rumah Rempah, Rumah Ramah Lingkungan

Pertama kali mendengar istilah rumah rempah dari seorang teman, saya sedikit kurang
percaya. Namanya kok aneh kedengarannya? Sebelumnya saya lebih mengenal konsep
Rumah Botol Ridwan Kamil dan desain Rumah Kontainer yang lebih umum dikembangkan.
Saya lalu mengunjungi Rumah Rempah ini di Solo tepatnya di Desa Tegalmulyo RT2 RW4
Gajahan, Colomadu. Arsitektur Rumah Rempah terdiri dari sisa kayu, besi dan barang
rongsokan maupun limbah bongkar rumah yang dimanfaatkan kembali menjadi rumah.
Pemanfaatan limbah dan rongsokan rumah tidak hanya untuk fasad dinding dan atap
bangunan, di halaman rumah juga didesain dengan unik menyerupai taman gantung. Tiangtiang penyangga taman gantung terdiri dari besi bekas, di bagian atas tempat menaruh pot
tanaman dibuat seperti penampang untuk menaruh pot bunga berdiameter 5 cm.
Bagian dalam rumah terdiri dari dua lantai, lantai satu dihubungkan dengan tangga besi
yang sebelumnya berfungsi sebagai pagar rumah. Besi pagar rumah dengan lebar 4 cm
kemudian dijajar menyerupai tangga. Baik desain dan komponen dalam struktur Rumah
Rempah menggambarkan penerapan bangunan hemat energi. Penerapan hemat energi di
rumah rempah tidak hanya pengurangan sumber energi dari listrik saja. Percontohan
konsep hemat energi di Rumah Rempah Karya lebih menekankan pada penggunaan bahan
bekas yang selama ini ditumpuk menjadi sampah.
Sisa material bangunan di Rumah Rempah Karya menjadi bagian dari konsep
pengehematan energi karena pemilik bangunan tidak perlu menggunakan material baru
yang menggunakan energi lebih besar, sementara tumpukan sampah ini jika tidak
dimanfaatkan justru akan menambah beban lingkungan.

[Komponen Rumah Rempah terdiri dari sisa kayu, kaca dan besi (Lokasi Rumah Rempah,
Solo)]

Rumah Bambu Bumi Pemuda Rahayu di Desa Dlinggo


Menurut Marco Kusumawijaya (2013) penerapan bangunan hemat energi tidak hanya
dihitung berdasarkan jumlah air conditioner, lampu yang digunakan dalam satu
bangunan. Tapi bangunan hemat energi adalah bangunan yang memperhatikan,
mempertimbangkan penggunaan ruang secara efektif. Desain bangunan menyesuaikan
kemudahan mendapat sinar matahari, sirkulasi udara dan pemasangan saklar berdasarkan
jumlah ruangan.
Pada bidang pemanfaatan air misalnya, membuat penampungan sendiri untuk menampung
air hujan untuk kebutuhan yang tidak prioritas seperti menyiram tanaman. Contoh yang bisa
dipelajari di Jepang misalnya, membebankan biaya pemakaian air tidak hanya berdasarkan
berapa jumlah air yang diperoleh tapi juga menghitung berapa kubik air yang kita buang
setiap harinya.
Pendapat Marco sejalan dengan keadaan yang saya lihat secara langsung di kediamannya.
Desain bambu dan kayu menjadi komponen utama seluruh bangunan di kediamannya.
Bangunan di kediaman Marco atau yang dikenal dengan nama Bumi Pemuda Rahayu

terdiri dari 4 bangunan utama dan satu spot teater terbuka. Rumah Marco tidak didesain
menyatu dengan semua ruangan melainkan terpisah-pisah. Masing-masing ruangan
memiliki saklar listrik, cara ini dimaksudkan untuk menghemat pemakaian listrik. Ruangan
lain dengan desain unik adalah ruang kumpul yang menjadi ruang sarasehan dan diskusi
berbagai komunitas BPR. Tiang penyangga diganti dengan pohon menyerupai jati,
sehingga di ruangan tersebut suasananya terasa lebih sejuk dan suasananya
seperti di kebun sekalipun terdapat atap bambu di atasnya