Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP DEPRESI PADA

LANSIA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Individu Riset Keperawatan

Disusun oleh :
DEWI SUSILOWATI
P.17420113050

PRODI DIII KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
TAHUN 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu hasil pembangunan kesehatan di Indonesia adalah
meningkatnya angka harapan hidup (life expectancy). Dilihat dari sisi
ini, pembangunan kesehatan di Indonesia sudah cukup berhasil karena
angka harapan hidup bangsa kita telah meningkat secara bermakna.
Namun disisi lain dengan meningkatnya angka harapan hidup ini
membawa beban bagi masyarakat karena populasi penduduk lanjut usia
(lansia) meningkat. Hal ini berarti kelompok resiko dalam masyarakat
kita menjadi lebih tinggi. Meningkatnya populasi lansia ini bukan hanya
fenomena di Indonesia saja, tetapi juga secara global (Notoatmodjo, 2007).
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2009, diperkirakan mulai
tahun 2010 akan terjadi ledakan jumlah penduduk lanjut usia. Hasil prediksi
menunjukan bahwa presentase penduduk lanjut usia akan mencapai 9,77
persen dari total penduuk tahun 2010 dan menjadi 11,34 persen pada tahun
2020. Penduduk lanjut usia dua tahun terakhir mengalami peningkatan
signifikan, jumlah penduduk lanjut usia sebesar 18,96 juta jiwa dan
meningkat menjadi 20,54 juta jiwa, jimlah ini termasuk tersebsar ke empat
setelah China, India, dan Jepang (Azizah, 2011).
Lanjut usia merupakan proses menua pada manusia yang tidak dapat
dihindarkan. Salah satu tanda penurunan fungsi tubuh untuk beradaptasi
dengan stress lingkungan dan merupakan tahap akhir dari siklus
kehidupan manusia, sering ditandai dengan kondisi kehidupan yang
tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini merupakan beban berat bagi
lansia yang dapat menimbulkan depresi (Depsos 2006). Depresi menjadi
salah satu problem gangguan mental yang sering ditemukan pada lanjut
usia. Perbedaan tempat

tinggal dan berkurangnya

kapasitas

sensori

(terutama penglihatan dan pendengaran) juga akan mengakibatkan tingkat


depresi pada lansia semakin bertambah. Faktor penyebab depresi pada
lansia antara
penggunaan

lain

adalah

faktor

biologi, psikologi,

stres

kronis,

obat. Adapun faktor biologi antara lain adalah genetik,

perubahan struktural otak, risiko vaskular, dan kelemahan fisik. Faktor


psikologi

penyebab depresi

pada

lansia

antara

lain

adalah

tipe

kepribadian dan dukungan sosial (Kaplan, 2010).


Stress

sangat rentan terjadi pada lanjut usia karena faktor kehilangan,

penurunan kesehatan fisik, dan kurangnya dukungan dari keluarga.


Kurangnya dukungan keluarga kepada lanjut usia, akan mempengaruhi
koping pada lansia tidak adekuat. Koping yang tidak adekuat dalam
mengahadapi masalah, akan menyebabkan krisis yang bertumpuk dan
berkepanjangan yang akhirnya dapat menimbulkan depresi.
Depresi terjadi lebih banyak pada umur yang lebih tua dan
dukungan keluarga yang rendah. Lansia yang berada dilingkungan
keluarga atau tinggal bersama keluarga serta mendapat dukungan dari
keluarga akan membuat lansia lebih sejahtera. (Marchira, dkk 2007).
Sebenarnya, usia bukan merupakan

faktor risiko terjadinya depresi,

namun depresi dapat diakibatkan karena suatu perasaan sedih yang


sangat mendalam, yang bisa terjadi setelah kehilangan seseorang atau
mengalami peristiwa menyedihkan

lainnya

yang

dapat menimbulkan

kesedihan terus menerus dirasakan melebihi waktu yang normal. Suatu


episode depresi biasanya

berlansung selama 6-9 bulan, tetapi pada 15-

20% lansia bisa berlansung sampai 2 tahun atau lebih (Medicastore,


2007). Saat ini depresi pada lansia di seluruh dunia di perkirakan ada 500
juta jiwa dengan usia rata-rata 60 tahun. Pada tahun 2000 jumlah lanjut
usia di Indonesia terdapat 22,3 juta jiwa dengan umur harapan hidup 6575 tahun. Pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 11,09% (29,12 juta
lebih) dengan usia harapan hidup 70-75 tahun dan diperkirakan pada
tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar (Wahyudi Nugroho, 2000).
Dukungan keluarga merupakan salah satu bentuk dari terapi keluarga,
berbagai masalah-masalah kesehatan itu bisa muncul sekaligus dapat diatasi
oleh keluarga itu sendiri (Riza, 2000). Dukungan dari keluarga terdekat dapat
saja berupa anjuran yang bersifat mengingatkan si lanjut usia untuk tidak
bekerja secara berlebihan (jika lansia masih bekerja), memberikan

kesempatan kepada lansia untuk melakukan aktivitas yang menjadi hobinya,


memberi kesempatan kepada lansia untuk menjalankan ibadah dengan baik,
dan memberikan waktu istirahat yang cukup kepadanya sehingga lanjut usia
tidak mudah stress dan cemas (Ismayadi, 2004). Ada 7 Jenis dukungan
keluarga untuk lanjut usia menurut Wijayanti, Rahayu yaitu dukungan
keluarga melalui komunikasi, dukungan emosional keluarga, dukungan
melalui interaksi sosial, dukungan keluarga melalui finansial, dukungan
keluarga dalam upaya penyediaan transportasi, dukungan melalui upaya
mempertahankan aktifitas fisik yang masih mampu dilakukan lansia,
dukungan keluarga dalam menyiapkan makanan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah
adalah sebagai berikut.
i. Baga
ii. Aaaaaa
iii. bbbb
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah
sebagai berikut.
i. Tuju
ii. Aaaaaa
iii. bbbbbbb
D. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian diatas, maka manfaat penelitian ini
adalah sebagai berikut.
1. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Untuk menambah keilmuan tentang gerontology dengan tinjauan
ilmu khususnya perilaku dan promosi kesehatan
b. Sebagai bahan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan
mengenai factor factor penyebab depresi pada lansia.
2. Manfaat Praktis

Manfaat teoritis penelitian ini adalah sebagai berikut.


a. Bagi mahasiswa
Menambah pengetahuan baru tentang depresi pada lansia dan
memberikan asuhan keperawatan yang terbaik pada lansia
agar tidak mengalami depresi .
b. Bagi perawat
Sebagai masukan untuk perawat tentang pemberian asuhan
keperawatan yang sesuai pada lansia yang mengalami depresi
sehingga

perawat

dapat

meningkatkan

kualitas

asuhan

keperawatan
c. Bagi Peneliti Lain
Sebagai masukan bagi peneliti lain untuk pengembangan
penelitian lebih lanjut.
.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Lansia
1. Pengertian
2. Lansia
3. Aaaaaa
4. Bbbb
B. Depresi
1. Pengertian
2. Jenis
3. penyebab
C. Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Depresi Pada Lansia
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Rancangan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi.

Penelitian kualitatif adalah sistematika

pengumpulan dan analisa yang lebih subyektif dengan material yang


naratif, dengan menggunakan prosedur yang cenderung sedikit
menggunakan kontrol, yang mana penelitian ini menggunakan sistem
penilaian yang merujuk pada kenyataan dengan mempertimbangkan
fenomena baru dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam metodologi penelitian, ada beberapa metode pengumpulan
data. Yaitu metode observasi, metode wawancara, metode kuesioner.
Metode observasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.
Jenis observasi dalam metode ini adalah observasi partisipan, yaitu
apabila observer turut ambil bagian dalam pengambilan data observasi,
lalu observasi sistematik, yaitu adanya kerangka yang memuat faktorfaktor yang diatur kategorinya, sedangkan observasi eksperimental
adalah dimana observer mengadakan pengendalian unsur-unsur penting
dalam situasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai

dengan tujuan penelitian dan dapat dikendalikan untuk menghindari atau


mengurangi timbulnya faktor-faktor yang tak diharapkan mempengaruhi
situasi itu.

Metode wawancara adalah metode pengambilan dengan

adanya proses tanya jawab yang berlangsung secara lisan dimana dua
orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung
informasi-infornasi atau keterangan-keterangan. Jenis metode wawancara
menurut prosedurnya ada wawancara bebas, terpimpin, bebas-terpimpin.
Menurut sasaran penjawabannya yaitu wawancara perorangan dan
kelompok. Dalam penelitian ini, menggunakan metode wawancara
kelompok.

Pengambilan

data

dengan

menggunakan

wawancara

mendalam (in- depth interview) dibantu dengan pedoman wawancara


semistruktur berisi pertanyaan tentang tujuan penelitian yang akan
dicapai. Wawancara dilakukan sekitar 15-20 menit sesuai dengan tempat
dan waktu yang telah dibuat kesepakatan bersama informan sebelumnya.
Informan menandatangani lembar persetujuan untuk berpartisipasi dalam
penelitian ini. Hasil wawancara direkam dengan menggunakan alat
perekam. Pengambilan data dihentikan apabila sudah tidak ada data baru
yang didapat atau data telah mencapai saturasi.
3.2

Subjek Penelitian
Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan sesuai
dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Populasi pada penelitian ini adalah
perawat yang bekerja di ruang rawat inap RS di sekitar Semarang, terdiri
dari 5 informan. Kriteria inklusi pada informan adalah perawat yang
bekerja di ruang rawat inap, bersedia menjadi informan, mampu
berkomunikasi dengan baik, pendidikan minimal Diploma III, dan telah
bekerja minimal 1 tahun. Informan yang mengundurkan diri dari
penelitian dan dalam keadaan tidak dapat mengikuti penelitian
merupakan kriteria eksklusi penelitian.

3.3

Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner


dan recorder. Sistem penilaian berdasarkan kuesioner ini merujuk pada
kenyataan dengan mempertimbangkan fenomena studi keperawatan
dalam pelayanan RS, khususnya terkait dengan peran advokasi perawat.

DAFTAR PUSTAKA
Ismayadi, (2004) Proses menua (aging proses, [Online], Terdapat pada URL:
http://library.usu.ac.id/modules.ph p, [Diakses pada tanggal 30 Oktober 2015].
Wijayanti, R, Hubungan antara dukungan keluarga dengan respon kehilangan
pada lansia di Desa Pekaja, Kalibagor kabupaten Banyumas Jawa T engah,
[Online], Terdapat pada URL: http://www.gemari.or.id/cetakartik el.php?
id=2210.[ Diakses pada tanggal 29 Oktober 2015].
Kaplan H I, Sadock B J, Grebb J, (2010). Sinopsis Psikiatri Ilmu
Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis, Jilid 2. Jakarta: Binarupa Aksara
Azizah L.M, (2011), Keperawatan Lanjut Usia, Graha Ilmu, Yogyakarta.