Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Pisang adalah tanaman yang berasal dari kawasan Asia Tenggara


(termasuk Indonesia). Tanaman buah ini kemudian menyebar luas ke kawasan
Afrika (Madagaskar), Amerika Selatan, dan Amerika Tengah. Penyebaran
tanaman ini selanjutnya hampir merata ke seluruh dunia. Berdasarkan
taksonominya, tanaman pisang diklasifikasikan sebagai berikut.
Divisi

: Spermatophyta

Sub Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledonae

Famili

: Musaceae

Genus

: Musa

Species

: Musa sp.

Dalam proses budidaya tanaman pisang(Musa sp.) sering kita dihadapi


dengan berbagai masalah seperti faktor cuaca yang tidak mendukung, serangan
penyakit, dan serangan organisme pengganggu tanaman atau hama. Hama adalah
salah satu faktor penyebab menurunnya kualitas hasil panen pisang. Kehilangan
hasil panen akibat serangan OPT, khususnya hama cukup berarti secara ekonomi,
seperti ulat penggulung daun, kudis buah pisang, penggerek batang, thrips,
nematota dan lainnya. Guna meningkatkan mutu produksi dan mencegah
kehilangan hasil akibat serangan OPT khususnya hama kudis buah pisang,
diperlukan informasi mengenai taksonomi, morfologi/bioekologi, stadia merusak,
gejala serangan, tanaman inang dan pengendaliannya.

ISI
Ngengat Kudis Buah Pisang atau dengan nama ilmiah Nacoleia octasem,
merupakan salah satu dari sekian banyak jenis hama yang menyerang tanaman
pisang.
Taksonomi
Preferred Name

: Omiodes indicata (Fabricius)

Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Class

: Insecta

Order

: Lepidoptera

Family

: Pyralidae

Subfamily

: Pyraustinae

Species

: Nacoleia ostasema

Morfologi
Nacoleia ostasema dikenal sebagai hama scab (kudis/burik) pada buah
pisang. Termasuk golongan kupu-kupu (Lepidoptera; Pyralidae). Ngengat betina
meletakkan telur dekat daun bendera secara berkelompok pada saat bunga pisang
masih muda (belum mekar). Jumlah telur tiap kelompok sekitar 15 butir. Larva
terdiri dari 5 instar, larva berkembang dari instar 1 sampai 5 hingga menjadi pupa
membutuhkan waktu selama 1626 hari. Di dalam satu tandan pisang ditemukan
lebih dari 70 larva. Pupa terbentuk pada lapisan pisang yang sudah tua (masak).
Fase dewasa (ngengat) aktif pada malam hari dan lama hidup sekitar 4 hari.
Siklus Hidup
Nacoleia ostasema terdiri dari 4 stadia, yaitu telur, larva, pupa, dan imago
(ngengat). Siklus hidup berkisar 24-40 hari (rata-rata 29,350,42 hari), dengan
masing-masing stadia sebagai berikut, telur 1,100,06 hari, larva 12,150,56 hari,
pupa 9,450,21 hari, dan imago 5,400,25 hari.

1. Telur

Ngengat meletakkan telurnya yang berwarna putih kekuning-kuningan yang


akan segera berubah menjadi kuning kehijau-hijauan dalam bentuk kluster
pada bagian bawah permukaan daun yang muda pada cabang tanaman yang
dekat dengan permukaan tanah, jumlah telur yang dihasilkan per imago betina
berkisar antara 350-500. Telur akan menetas sekitar 10 hari. Telur berbentuk
bulat dengan ukuran 1,220,08 mm, larva terdiri dari lima instar dan
berbentuk silinder dengan ukuran (5,290,42 sampai 24,200,42) mm dengan
kapsul kepala hitam. Pupa berwarna coklat dengan ukuran 11,871,03 mm
(jantan) dan 12,690,13 mm (betina).
2. Larva/Ulat
Ulat Nacoleia ostasema pada instar pertama berwarna kuning pucat dan pada
in- star selanjutnya menjadi hijau kekuning-kuningan, ulat ini terdiri dari 5
instar dan berlangsung selama 23 hari. Larva instar terakhir pada saat akan
berkepompong mulai berhenti makan dan ulat turun ke permukaan tanah
untuk berkepompong.
3. Pupa
Larva Nacoleia ostasema instar terakhir sebelum berkepompong akan
berhenti makan dan turun ke permukaan tanah dengan bantuan be- nang
sutera yang dihasilkannya. Ulat akan membungkus dirinya dengan butiran-butiran tanah atau serpihan-serpihan serasah yang ada di permukaan
dengan bantuan benang-benang suteranya. Stadi- um pupa berkisar 8 hari.
4. Ngengat
Serangga dewasa berbentuk ngengat yang aktif pada waktu malam. Ngengat
betina dapat meletakkan telur sebanyak 350-500. Stadium ngengat
berkisar sekitar 4 hari. Ngengat jantan memiliki rentang sayap 19,131,83
mm dan betina 20,020,47 mm, berwarna coklat dengan bintik hitam di tepi
sayap.

Tempat Hidup
Umumnya habitat hidup Nacoleia ostasema atau dengan nama lokal
ngengat kudis buah pisang berada di sekitar areal pertanaman pisang. Namun pada
saat fase larva, larva hidup berkelompok dalam tandan bunga dan buah pisang dan
menyerang bunga pisang. Ngengat Nacoleia ostasema umumnya juga keluar pada
malam hari dan akan bersembunyi ketika di siang hari.
Stadia Merusak
Stadia merusak Nacoleia ostasema yaitu pada fase larva. Larva akan
menyerang dan memakan bagian luar bunga betina hingga bekas lukanya akan
kelihatan kasar seperti kudis pada buah pisang. Akibatnya, kualitas buah pisang
sangat menurun. Dalam satu tandan yang diserang hebat jumlah larvanya bisa
mencapai 70 ekor atau lebih. Bunga dan buah yang masih muda akan kelihatan
penuh kotoran dan bekas sisa makanannya. Biasanya bunga pisang(tuntut) pada
waktu mulai keluar sudah diserang.
Kisaran Tanaman Inang
Kisaran tanaman inang Nacoleia ostasema selain pisang, ada juga tanaman
lainnya antara lain Helicona sp, Nypa fruticans, dan Pandanus tectorius.
Bagian Tanaman yang Diserang
Bagian tanaman pisang yang diserang oleh Nacoleia ostasema antara lain
bunga dan buah. Nacoleia ostasema menyerang bunga dan buah pisang terjadi
pada saat stadia larva.
Gejala Serangan
Larva hidup berkelompok, makan dan berkembang pada bunga dan buah
pisang yang masih muda. Serangannya menyebabkan perkembangan buah
menjadi terlambat dan dapat menimbulkan terjadinya kudis pada kulit buah
pisang, terutama sering ditemukan pada sisir yang terakhir pada tandan pisang
yang terserang. Serangan berat akan menurunkan kualitas buah.

Pengendalian
Dalam mengatasi serangan hama Nacoleia ostasema, terdapat beberapa
cara dalam menanggulangi serangannya yaitu antara lain:
a. Cara mekanis
Pengerodongan buah pisang dengan kantong plastik berwarna biru dan
berlubang-lubang (sudah tersedia di pasaran). Kantong tersebut sudah
mengandung pestisida.
b. Cara biologi
Parasitoid Cotesia (Apanteles) sp.
c. Cara kimiawi
Penggunaan insektisida berbahan aktif Monocrotophos dan Dimethoate.

KESIMPULAN
Pisang(Musa sp.) adalah tanaman yang berasal dari kawasan Asia
Tenggara (termasuk Indonesia). Hama adalah salah satu faktor penyebab
menurunnya kualitas hasil panen pisang. Kehilangan hasil panen akibat serangan
OPT, khususnya hama cukup berarti secara ekonomi, seperti ulat penggulung
daun, kudis buah pisang, penggerek batang, thrips, nematota dan lainnya. Guna
meningkatkan mutu produksi dan mencegah kehilangan hasil akibat serangan
OPT khususnya hama kudis buah pisang, diperlukan informasi mengenai
taksonomi, morfologi/bioekologi, stadia merusak, gejala serangan, tanaman inang
dan pengendaliannya.
Hama Nacoleia ostasema memiliki kingdom animalia, filum Arthropoda,
kelas insecta, Ordo lepidoptera, famili pyralidae, dan genus pyraustinae. Siklus
hidup Nacoleia ostasema terdiri dari 4 stadia, yaitu telur, larva, pupa, dan imago
(ngengat). Umumnya habitat hidup Nacoleia ostasema atau dengan nama lokal
ngengat kudis buah pisang berada di sekitar areal pertanaman pisang. Stadia
merusak Nacoleia ostasema yaitu pada fase larva. Selain pisang, Nacoleia
ostasema juga menyerang tanaman Helicona sp, Nypa fruticans, dan Pandanus
tectorius. Biasanya, gejala serangan yang ditimbulkan Nacoleia ostasema pada
tanaman pisang menimbulkan terjadinya kudis pada kulit buah pisang, terutama
sering ditemukan pada sisir yang terakhir pada tandan pisang yang terserang.
Untuk pengendalian serangan hama Nacoleia ostasema dapat dilakukan dengan 3
cara yaitu dengan cara mekanis, biologis dan kimiawi.

DAFTAR PUSTAKA
Cahyono, Bambang. 2009. Pisang. Yogyakarta: Kanisius.
http://agrotamaindonesia.blogspot.co.id/2010/07/tanaman-hortikultura.html,
diakses pada 1 Oktober 2015 pukul 20.15.
http://ditlin.hortikultura.pertanian.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=127:ngengatkudis&catid=32:pisang&Itemid=111, diakses pada 1 Oktober 2015 pukul
20.00.
Matnawy, Huda. 1989. Perlindungan Tanaman. Yogyakarta: Kanisius.
Pracaya. 2008. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.
Satuhu S, Supriyadi H. 2008. Pisang: Budidaya, Pengolahan, dan Prospek Pasar.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Suryanto, Widada A. 2010. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN Pangan,
Hortikultura, dan Perkebunan Masalah dan Solusinya. Yogyakarta:
Kanisius.