Anda di halaman 1dari 28

KETERLAMBATAN

IMUNISASI
Divisi Pediatrik Sosial

APA ITU IMUNISASI?


IMUNISASI

Upaya untuk
meningkatkan daya tahan
tubuh seseorang secara
aktif terhadap suatu
kuman (bakteri, virus dll)
sehingga bila kelak ia
terpapar pada kuman yang
serupa, tidak menimbulkan
penyakit

APA PENTINGNYA IMUNISASI?

Mencegah agar tubuh tidak terjangkit


suatu penyakit
Mencegah akibat yang fatal bila timbul
penyakit

Manfaat Imunisasi
Menurunkan mortalitas dan
morbiditas
Proteksi terhadap individu
Perlindungan terhadap masyarakat
Pengendalian penyakit
Eliminasi penyakit

Imunisasi
Imunisasi yang
diwajibkan

BCG
Hepatitis B
DPT
POLIO
CAMPAK
Hib

Imunisasi yang
dianjurkan
MMR
Demam Tifoid
Hepatitis A
Varisela

Keterlambatan Imunisasi
Pada keadaan tertentu , imunisasi tidak dapat
dilaksanakan sesuai dengan jadwal.
Vaksin yang sudah diterima oleh anak tidak
menjadi hilang manfaatnya tetapi sudah
menghasilkan respon imunologis namun belum
mencapai hasil maksimal.
Karna imunisasi belum lengkap, kadar antibodi
masih di bawah ambang protective level ,
masih belum bisa memberikan perlindungan
untuk kurun waktu panjang ( life long immunity)

Pemberian vaksin 1 kali/ vaksin yang


mempunyai daya lindung panjang

Vaksin yang diberikan 1 kali atau yg


mempunyai daya perlindungan panjang
(BCG,campak,MMR,Varicella)
keterlambatan dari jadwal imunisasi
mengakibatkan meningkatnya resiko
tertular oleh penyakit.

Belum pernah mendapat imunisasi


Apabila usia anak sudah berada di luar
usia pada jadwal imunisasi dan belum
pernah diimunisasi maka imunisasi
harus diberikan kapan saja, pada umur
berapa saja, sebelum anak kena
penyakit tersebut karna antibodi
terhadap penyakit sangat sedikit atau
sama sekali belum ada.

Imunisasi multidosis dengan interval


tertentu
(DTP,Polio, Hib,Pneumokok konjugasi,
hepatitis A atau hepatitis B) keterlambatan
atau memanjangnya interval tidak
bermakna mempengaruhi respon
imunologis dalam membentuk antibodi.
Keterlambatan akan menunda tercapainya
ambang kadar antibodi yang memberikan
perlindungan sehingga resiko tertular atau
terkena penyakit masih tetap tinggi.

Status imunisasi tidak diketahui atau


meragukan
Anak harus dianggap rentan dan harus
diberikan imunisasi yang diperkirakan belum
didapat.
Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa
pemberian vaksin MMR, Varicella, Hib, Hepatitis
B, campak, DTP, Polio yg berlebih akan
merugikan penerima yang sudah imun.
Serial vaksin tidak memerlukan ulangan
apabila terlambat , tidak peduli berapa waktu
keterlambatan antar dosis pemberian vaksin

Hepatitis B
Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan
aktif terhadap infeksi yang
disebabkan oleh virus hepatitis
B.
Waktu pemberian :
hepB-1 diberikan 3x, pada
waktu 12 jam setelah lahir,
dan dilanjutkan pada umur 1
bulan dan 6 bulan.

Jadwal catch up immunization


Hepatitis B :
Individu yang belum divaksinasi harus
mendapat 3 dosis
2 dosis formula dewasa direkomendasi
untuk anak usia 11 15 tahun ( jarak
pemberian antara 2 dosis minimal 4
bulan)

Rotavirus:
Usia maksimal untuk pemberian dosis
pertama adalah 14 mgg 6 hari; vaksinasi
tidak diberikan pd bayi usia 15 minggu 0
hari atau lebih
Usia maksimal untuk pemberian dosis
terakhir adalah 8 bulan 0 hari

DPT (Difteri,Pertusis,Tetanus)
Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan
secara simultan terhadap
difteri, pertusis dan tetanus.
Waktu pemberian :
3 x tenggang 2 bulan usia
2,4,6 bulan, ulangan diberikan
usia 18 bulan dan 5 tahun

Jadwal catch up immunization


DPT
Dosis ke- 5 DPT tidak diperlukan apabila
dosis ke -4 diberikan pada usia 4 thn
atau lebih

Tdap
Usia 7 tahun atau lebih yang tidak diimunisasi DTaP
lengkap sebaiknya menerima vaksin Tdap sebagai 1
dosis serial catch-up; apabila tidak diperlukan dosis
tambahan, gunakan vaksin Td. Pemberian Td
sebaiknya setelah 10 tahun pemberian TdaP.
Individu usia 11-18 tahun yg belum menerima vaksin
Tdap sebaiknya diberikan ulangan Td setiap 10 tahun.
Pemberian vaksin DTaP:
Apabila tlh diberikan pada anak usia 7-10 thn, maka dapat
dihitung sebagai pemberian serial catch up dan dianggap
sebagai dosis Tdap remaja atau anak dapat menerima dosis
ulangan Tdap pada usia 11-12 tahun.
Apabila diberikan pd usia 11-18 tahun, dosis tersebut
dianggap sbg booster Tdap remaja.

VI.Haemophilus Influenza tipe B (Hib)


Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan aktif
terhadap penyakit Pneumonia dan
Meningitis
Waktu pemberian :
Vaksin Hib disuntikkan pada lengan kiri
atas,secara intramsucular pada usia 2,4,6
bulan. Dan ulangan (booster) pada usia
18 bulan

Jadwal catch up immunization


Hib:
Apabila pemberian vaksinasi pertama usia 12-14 bulan,
pemberian dosis kedua (terakhir) sekurang kurangnya 8
minggu sesudahnya.
Jika vaksinasi pertama diberikan usia 7-11 bulan,pemberian
dosis kedua setidak tidaknya 4 minggu sesudahnya dan
vaksinasi ke 3 usia 12 15 bulan (8 mggu sesudah vaksinasi
ke 2)
Apabila vaksin diberikan dibawah 12 bulan dan dosis kedua
diberikan 12 14 bln, dosis ke 3 sebaiknya diberikan 8 mggu
sesudahnya.
Utk anak usia 15 bln/ lebih yg belum tervaksinasi, berikan
hanya 1 dosis.

CAMPAK
Indikasi:
Untuk pemberian kekebalan aktif
terhadap penyakit campak.
Waktu pemberian :
Vaksin campak disuntikkan pada
lengan kiri atas, pada usia 9
bulan. Dan ulangan (booster)
pada usia 6 tahun (kelas 1 SD)

Pneumokokus
Berikan 1 dosis PCV 13 utk semua anak anak usia 24 -59 bln yg tidak
divaksinasi lengkap sesuai usianya.
MMR
Diberikan 2 dosis pada anak usia sekolah dan remaja, interval
permberian minimum adalah 4 minggu.
Varicella
Pada individu usia 7-18 tahun yg belum diimunisasi diberikan 2 dosis
varicella. Interval jarak pemberian dosis kedua setidak tidaknya 4
mgg setelah dosis pertama
Hepatitis A
Minimal jarak pemberian antara 2 dosis adalah 6 bulan.
HPV
Dapat diberikan pd anak perempuan dan laki laki usia 13-18 tahun
( perempuan HPV bivalen atau HPV quadrivalen), laki laki ( HPV
quadrivalen) yang sebelumnya belum divaksinasi

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA

LAPORAN KASUS

Nama: Naira
Tanggal lahir: 19/4/2015
Umur: 4 bulan
BB: 4000g
PB: 53 cm
LK:38 cm

Anamnesis
Keluhan utama: Dari lahir belum mendapat imunisasi karena operasi
colostomi
Riwayat prenatal :
Kehamilan: diinginkan
Pemeriksaan kehamilan : teratur
Penyakit ibu saat hamil: asma
Kb yang dipakai sebelum hamil: suntik 3 bulan
Masalah psikologis saat hamil: tidak ada

Riwayat perinatal
Kehamilan 38 minggu
Persalinan spontan ditolong bidan
Komplikasi persalinan tidak ada
Bayi lahir segera menangis
Apgar score : tidak diketahui
BBL: 3400 g
PBL: lupa

Riwayat post natal :


Tidak biru
Tidak kuning
Tidak kejang
Trauma lahir
Riw sakit post operasi colostomi : Riwayat nutrisi : Asi

Riwayat imunisasi : Hep B 0

Planning
DTP
Polio
Hepatitis B