Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Tujuan
Dalam percobaan ini, diharapkan praktikan dapat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mengoperasikan motor/generator DC Seri.


Menjelaskan prinsip kerja motor DC Seri.
Menjelaskan pengamatan tentang karakteristik motor DC Seri.
Menentukan karakteristik dari mesin/motor DC Seri.
Dapat merangkai rangkaian motor DC Seri.
Dapat menjalankan rangkaian motor DC Seri.
Dapat melakukan pengujian karakteristik motor DC Seri.

BAB II
DASAR TEORI
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama ;
1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet akan mendapatkan gaya pada arah
yang berlawanan.
3. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/torque untuk memutar kumparan
4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran
yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang

disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa
yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga
putar/torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat
dikategorikan ke dalam tiga kelompok.
Beban Torque Konstan
adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan
operasinya namun torquenya tidak bervariasi. Contoh beban torque konstan adalah
conveyors, rotarty kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan Variabel Torque Konstan
Adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh
beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan (torque bervariasi
dengan sebagai kuadrat kecepatan).
Beban dengan Energi Konstan
Adalah beban dengan permintaan torque yang berubah dan berbanding terbalik
dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatanperalatan mesin.

Gambar 2.1 Prinsip dasar dari Kerja Motor Listrik


A. Jenis-jenis Motor Listrik
Motor listrik dapat dikategorikan berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan mekanisme
operasinya. Berikut adalah klasifikasi jenis utama motor listrik

2 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

Motor Listrik

Motor Arus Searah (AC)

Sinkron

Single Phase

Induksi

Three Phase

Motor Arus
Bolak-Balik (AC)

Separately Excited

Sun

Campuran

Self Excited

Shunt

Gambar 1.1 Klasifikasi Jenis Utama Motor Listrik


1. Motor DC/Arus Searah
Motor DC merupakan motor listrik yang dapat mengubah daya masukan listrik
arus searah menjadi daya keluaran mekanik. Motor DC/arus searah, sebagaimana
namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/direct-undirectional.
Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torque
yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas.
Motor DC adalah motor yang memerlukan suplai tegangan searah pada kumparan
jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Berdasarkan
karakteristiknya, motor arus searah ini mempunyai daerah pengaturan putaran yang
lurus dibandingkan dengan motor arus bolak-balik, sehingga sampai sekarang masih
banyak digunakan pada pabrik-pabrik yang mesin produksinya memerlukan
pengaturan putaran yang luas.

Gambar 2.2 Motor DC dan Komponennya


3 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

Dinamo
Bila arus listrik menuju dynamo, maka arus ini akan menjadi electromagnet.
Dynamo yang berbentuk silinder dihubungkan ke as penggerak untuk
menggerakkan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dynamo berputar dalam
medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara-kutub selatan
magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutubkutub utara dan selatan dynamo.
Komutator
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah
untuk membalikkan arah arus listrik dalam dynamo. Komutator juga membantu
dalam transmisi arus antara dynamo dan sumber daya
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai pengendali kecepatan, yang tidak
mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini dapat dikendalikan dengan
mengatur ;
- Tegangan dynamo-meningkatkan tegangan dynamo akan meningkatkan
-

kecepatan.
Arus medan-menurunkan arus medan akan meningkatkan kecepatan.
Motor DC tersedia dalam banyak ukuran namun penggunaannya pada

umumnya dibatasi untuk beberapa penggunaan berkecepatan rendah, penggunaan


daya rendah hingga sedang seperti peralatan mesin dan rolling mills, sebab sering
terjadi masalah dengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang
lebih besar. Juga, motor tersebut dibatasi hanya untuk penggunaan di area yang
bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya. Motor DC
juga relatif mahal dibanding motor AC. Hubungan antara kecepatan, flux medan
dan tegangan dynamo ditunjukkan dalam persamaan berikut:
Eb = V IaRa atau

maka diperoleh N =

ZN
6o

( V I R )
a

( PA )
x

4 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

( 60ZPA )

rpm

Karena

E b 60 A
x

ZP

( )

V IaRa = Eb, maka N =

atau

N=K

rpm

Eb

ini menunjikkan bahwa kecepatan sebanding dengan GGL Balik dan berbanding
terbalik dengan flux atau
N~

Eb

Gaya elektromegnetik

E = KN

Torque

= KI

Dengan, E = gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dynamo (V)


= flux medan yang berbanding lurus dengan arus medan
N = kecepatan dalam rpm
T = torque eletromagnetik
I = arus dynamo (A)
K = konstanta persamaan
Sebuah motor DC terdiri dari gulungan kawat (coil) yang berputar pada medan
Magnet. Arus pada coil dialurkan melalui brush yang kontak langsung dengan
split ring. Coil berada pada medan magnet tetap, dan gaya yang dikeluarkan oleh
arus pada kawat menghasilkan torque pada coil. Gaya F pada kawat dengan
panjang L membawa arus listrik I pada medan magnet B adalah iLB dikali dengan
sinus sudut antara B dan i. Arah dari gaya F mengikuti prinsip tangan kanan
seperti diperlihatkan pada gaya yang diperlihatkan memiliki besaran yang sama
namun dengan arah yang berbeda, sehingga gaya-gaya tersebut menghasilkan
torque.
Motor DC dalam sebuah proses produksi banyak digunakan sebagai alat
produksi. Dengan fungsinya sebagai salah satu alat produksi maka motor DC
sangat perlu diamati stabilitasnya. Salah satu langkah untuk mengamati stabilitas
motor adalah mengamati keceptan motor. Untuk mengamati kecepatan motor,
5 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

dapat digunakan metode telemetri, yaitu metode pengukuran kecepatan mototr


jarak jauh. Dengan metode ini tidak perlu berdekatan dengan motor untuk
mengetahui kecepatan motor. Dengan gelombang radio, dapat digunakan sebagai
media untuk mentransmisikan kecepatan motor. Sehingga kecepatan motor dapat
diketahui di tempat lain tanpa menggunakan kabel.

2. Motor DC (Arus Searah)


Jenis-jenis motor DC :
Motor DC penguatan shunt
Pada mesin dengan pengutan shunt, gaya gerak listrik (GGL) timbul karena
penguatan yang diberikan oleh mesin sendiri. Gaya gerak listrik dapat
dibangkitkan karena sifat hysterisis inti besi sehingga ada sisa kemagnetan (fluks
sisa). Sisa kemagnetan menyebabkan timbulnya gaya gerak listrik pada
penghantar jangkar. Pada rangkaian medan penguatan akan bertambah sehingga
menyebabkan gaya gerak listrik juga bertambah.
Oa adalah tegangan yang timbul akibat adanya fluks sisa dan menimbulkan
arus pada kumparan medan sebesar Ob. Dengan adanya arus medan ini, tegangan
induksi membesar menjadi Oc (akibat bertambahnya fluks). Selanjutya tegangan
Oc memperkuat arus medan, yaitu menjadi sebesar Od. Proses ini terus
berlangsung hingga diperoleh tegangan stabil yaitu pada titik X. Jika tahanan
medan diperbesar, tegangan induksi yang dibangkitkan menjadi lebih kecil.
Berarti besar tahanan kumparan medan, makin buruk generator tersebut.

Motor DC daya sendiri atau Motor Seri.


Dalam motor seri, gulungan medan (medan shunt) dihubungkan secara seri
dengan gulungan dinamo (A) seperti ditunjukkan dalam gambar 5. Oleh karena
itu, arus medan sama dengan arus dinamo. Berikut tentang kecepatan motor seri
(Rodwell International Corporation, 1997; L.M. Photonics Ltd, 2002):
Kecepatan dibatasi pada 5000 RPM. Harus dihindarkan menjalankan motor seri
tanpa ada beban sebab motor akan mempercepat tanpa terkendali. Motor-motor
seri cocok untuk penggunaan yang memerlukan torque penyalaan awal yang
tinggi, seperti derek dan alat pengangkat hoist.

6 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

(lihat Gambar 5). Gambar 5. Karakteristik Motor DC Seri.

BAB III
ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
A. Lokasi dan Waktu
Tanggal : 6 Oktober 2015
Lokasi : Laboratorium Konversi Energi, Politeknik Negeri Jakarta
B. Peralatan Praktikum

No.

Alat

Jumlah

1.

Multimeter analog

2.

Multimeter digital

7 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

3.

Amperemeter

4.

Voltmeter

5.

Kabel

35

6.

Tachometer

7.

Rangkaian Penyearah

BAB IV
DATA HASIL PENGAMATAN DAN ANALISA
4.1

Tabel data karakteristik motor DC seri bagian 2

No

Beban

Ia

Vm

VL

IL

2,3

123

1995

216

0,65

2,7

123

1721,4

183

1,15

3,1

123

1557,8

165

1,6

3,6

123

1444,8

150

123

1350,9

138

2,45

4,4

123

1294,9

132

2,85

Keterangan : Rseri = 0,8


RA motor = 6,8
8 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

RA generator = 10

4.2 Perhitungan hasil data pengamatan

Rumus Torsi : PL = Pout


Pout = Eb.Ia
Eb = Vm-Ia (Ram+Rs)
w= 2N/60
T= Pout/w

( Tabel 4.2.1 Hasil Perhitungan data praktikum )

Eb

Pout =
PL

917,32 2109,836

208,81

10,10409

914,28 2468,556 180,1732 13,70102


911,24

2824,844 163,0497 17,32505

907,44 3266,784 151,2224 21,60251


904,4

3617,6

141,3942 25,58521

901,36 3965,984 135,5329 29,26216

4.1.2

Grafik karakteristik kopel terhadap Ia

9 | Karakteristik Motor DC Seri 2015

Karakteristik Kopel
35
30
25
20
15
10
5
0

Torsi

Ia

4.1.3

Grafik karakteristik kecepatan / mekanis terhadap Ia

Karakteristik Kecepatan/Mekanis
2500

2000
N

N (Rpm)
1500

1000
2.2999999999999998

3.6
Ia

4.1.4 Analisa tabel :

10 | K a r a k t e r i s t i k M o t o r D C S e r i 2 0 1 5

Pada percobaan mengetahui karakteristik motor DC seri, yaitu dengan mencari kopel
(torsi) dan kecepatan mekanis sebagai karakteristik pada motor, dan menggunakan indikator
beban lampu untuk mengetahui karakteristik yang dihasilkan. Pada percobaan diatas, dimulai
dari beban terendah hingga beban tertinggi dihasilkan arus jangkar (Ia) yang semakin besar.
Dan makin tinggi beban, makin tinggi pula arus yang dihasilkan. Namun sebaliknya, makin
tinggi beban, tegangan beban justru menurun. Begitu pula dengan putaran motor yang
dihasilkan makin kecil, seiring dengan bertambahnya beban lampu. Dapat dikatakan,
penambahan beban lampu akan berbanding lurus dengan arus yang dihasilkan. Dan
berbanding terbalik dengan tegangan beban dan putaran motor yang dihasilkan.

4.1.4.1 Analisa grafik kopel (T) terhadap Ia :


Analisa grafik kopel ( T ) terhadap Arus jangkar ( Ia ) yang dihasilkan dari praktikum Motor
DC seri ini, menunjukan bahwa semakin besar nilai arus jangkar ( Ia ) yang dihasilkan maka
nilai Kopel ( T ) yang dihasilkan juga akan semakin besar. Hal ini ditunjukkan pada saat nilai
data ke-1 Ia = 2,3 A maka nilai T yang dihasilkan sebesar 10,10 Nm. Begitu juga dengan nilai
data ke-6 / yang terakhir dari praktikum Motor DC Seri ini pada saat Ia = 4,4 A maka nilai T
yang dihasilkan adalah sebesar 29,26 Nm. Ini menunjukkan bahwa nilai T berbanding lurus
terus meningkat sejalan dengan nilai Ia yang dihasilkan. Pada motor DC seri memang nilai
arus jangkar akan meningkat sejalan dengan kopel yang dihasilkan.

4.1.4.2 Analisa grafik putaran (N) terhadap Ia :


Pada praktikum kali ini kami juga menganalisa tentang putaran yang dihasilkan oleh motor
DC seri. Analisa grafik putaran ( N ) terhadap Arus jangkar ( Ia ) yang dihasilkan dari
praktikum Motor DC seri ini, menunjukan bahwa semakin besar nilai arus jangkar ( Ia ) yang
dihasilkan tidak berbanding lurus dengan nilai putaran ( N ) yang dihasilkan. Hal ini
ditunjukkan pada saat nilai data ke-1 Ia = 2,3 A maka nilai N yang dihasilkan sebesar 1995
rpm. Begitu juga dengan nilai data ke-6 / yang terakhir dari praktikum Motor DC Seri ini
pada saat

Ia = 4,4 A maka nilai N yang dihasilkan adalah sebesar 1294,9 rpm . Ini

menunjukkan bahwa nilai Tputaran ( N ) berbanding terbalik dengan nilai Ia yang dihasilkan.

11 | K a r a k t e r i s t i k M o t o r D C S e r i 2 0 1 5

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Semakin meningkatnya nilai Ia maka putaran ( N ) yang dihasilkan menurun atau
mengecil.
2. Semakin meningkatnya nilai Ia maka Kopel ( T ) yang dihasilkan meningkat juga
yang artinya berbanding lurus dengan nilai Ia yang dihasilkan.
3. Semakin banyaknya atau meningkatnya beban yang diberikan pada Motor DC Seri
akan berbanding lurus dengan Ia yang dihasilkan tetapi berbanding terbalik dengan
tegangan beban ( VL ) dan putaran ( N ) yang dihasilkan.
5.2 Saran
1. Alat alat perlu diperbaiki kembali agar dalam praktik pengambilan data mahasiswa
dapat mengambil hasil data praktik lebih efektif lagi.
2. Sebelum melakukan Praktikum selalu pelajari dan baca SOP dan Jobsheet.
3. Lebih telati dalam membaca alat yang ada ( Voltmeter dan Amperemeter ).
4. Perlunya konsentrasi dan kordinasi serta kerja sama antar kelompok agar tujuan
dalam praktek ini tercapai.
5. Perlu adanya penambahan tahanan variable karena sudah banyak alat yang kurang
berfungsi lagi.
12 | K a r a k t e r i s t i k M o t o r D C S e r i 2 0 1 5

6. Alat-alat yang sudah tersedia agar lebih banyak lagi dan memudahkan mahasiswa
untuk melakukan praktikum.

13 | K a r a k t e r i s t i k M o t o r D C S e r i 2 0 1 5